Khutbah Gerhana Bulan

 

Khutbah Gerhana

Khutbah Gerhana Bulan

Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, tidak terjadi gerhana pada keduanya disebabkan kematian dan kelahiran seseorang, sungguh Allah menjadikan (gerhana) pada keduanya agar hamba-hambaNya merasa takut. (HR. Bukhari No. 1048 dan Muslim No. 911)

 

‎إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
‎مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
‎أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Kaum Muslimin rahimakumullah

Bintang yang gemerlap di langit malam.

Bulan yang cahayanya menawan .

Matahari yang terang benderang .

Semuanya hanyalah makhluk ciptaan Allah Azza wa Jalla , yang tunduk dalam kekuasaanNya , yang beredar dengan pengaturanNya ,yang takkan bergeser sedikitpun jua , kecuali dengan izin dariNya .

Allah Ta’aala berfirman :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. ( QS .Al-Hajj : 18 )

Tanda – tanda alam sejatinya adalah isyarat Ilahiyah dari waktu ke waktu untuk mengembalikan eksistensi kehambaan kita kepada Allah yang tergerus oleh rutinitas kehidupan.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman , mengingatkan kita semua:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di semua penjuru semesta dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
( QS. Fushilat :53)

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآَيَاتٍ ِلأُولِي الْأَلْبَابِ(190)الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(QS. Ali Imran 190-191).

Tajamnya pengamatan terhadap alam semesta yang terbingkai iman akan mengantar kepada dzikir dan kedalaman iman itu sendiri .

Bahkan menyatu pada tasbih semesta dan ketundukan alam raya kepada Allah Jalla Jalaluh .

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Bertasbih ( mensucikan ) Allah segala apa yang di langit dan Bumi dan Dia adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana . ( QS. Al Hadid :1)

Terkhusus pada fenomena gerhana yang kita alami ini , maka sesungguhnya ia membawa pesan Ilahi sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam :

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته، ولكن الله تعالى يخوف بها عباده

Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, tidak terjadi gerhana pada keduanya disebabkan kematian dan kelahiran seseorang, sungguh Allah menjadikan (gerhana) pada keduanya agar hamba-hambaNya merasa takut. (HR. Bukhari No. 1048 dan Muslim No. 911)

Peristiwa ini mengantar kita pada suatu keadaan jiwa yang sadar dengan sesungguhnya bahwa kita dengan berbagai pencapaian ilmu pengetahuan, ternyata tidak berdaya apa-apa di hadapan ke Maha Kuasaan Allah Tabaraka Wa Ta’ala .

Allahu Akbar

Bahwa kita dengan segala kemajuan teknologi ternyata hanya bagai sebutir pasir pada padang sahara alam raya ciptaanNya , atau bagai setetes air dalam lautan ilmuNya yang tiada berbatas .Subhanallah .

Kaum Muslimin – Rahimakumullah

Al Khauf atau rasa takut , sesungguhnya adalah rasa yang membuat seorang hamba dapat mengendalikan diri dalam kehidupan ini .

Dengannya manusia sadar bahwa setiap saat jika Allah menghendaki keadaan yang stabil dapat berubah menjadi prahara , langit yang terang bisa menjadi gelap gulita , bumi yang tenang bisa tiba- tiba bergoncang bahkan terbalik dan terbelah … semuanya tunduk kepada kehendak dan pengaturan Allah Rabbul Izzati .

Betapa pandir dan naifnya seorang manusia yang tiada berdaya di hadapan kekuasaan Allah jika ia ponggah ingin mengatur hamba- hamba Allah dengan aturan – aturan yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah yang telah diturunkannya justru untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia dalam kehidupan ini.

‎أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ
حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? ( QS. Al Maidah :50)

Betapa tidak tahu dirinya manusia, saat semua fasilitas hidup telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, justru kemudian ia gunakan untuk bermaksiyat dan bangga dengan dosa- dosanya .

Baca Juga  Jelang Tahun Baru, Kemenkes Ingatkan Bahaya Penularan Difteri Melalui Terompet

Astaghfirullah

Dunia ini pasti berakhir , kehidupan ini pasti akan berujung pada penghabisan …

Semua kita pasti akan mencicipi yang bernama Al MAUT , kematian ….kemudian akhirnya kita akan berdiri di hadapan pengadilan Allah mempertanggung jawabkan semuanya .

Segalanya akan sirna …

Rupa yang cantik dan rupawan akan lepuh termakan usia dan akan lebur bersama tanah .

Harta yang melimpah bisa habis dan sirna dalam sesaat dan yang pasti ia tak akan setia menemani kita di alam kubur.

Jabatan , popularitas , relasi dan semua kemewahan dunia , semuanya sementara takkan ada yang kekal dan abadi .

Jika demikian halnya dan nurani kita menyadari hal ini , lalu mengapa kita mengejar semua itu tanpa henti ?!

Lalu mengapa kita dibuat berlari liar oleh obsesi- obsesi fatamorgana ini ?!

Ingatlah akan Allah , ingatlah akan nikmat ketaatan yang dijanjikan olehnya .

Allah Ta’ala berfirman :

‎‫أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ‬

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyu’ (tunduk) hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik” [QS. Al-Hadiid : 16].

Ya ,,, sungguh telah tiba saatnya
hati ini ini ditundukkan ,
dielus dan dikendalikan untuk taat kepada Allah .
Dimerdekakan dari gelitik syahwat yang menyengsarakan.
Dituntun untuk berjalan dalam cahaya terang syariatNya .

Sungguh kehidupan yang tertata dengan aturan Ilahi adalah kehidupan yang indah dan bahagia .

Syariat ini diturunkan semata untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia , bukan untuk menyulitkan dan menyengsarakan .

Alangkah indahnya pertobatan itu, saat dahi ditundukkan dalam sujud- sujud yang khusyu’ .

Alangkah indahnya saat- saat tangan menengadah dalam munajat- munajat penuh harap .

Alangkah indahnya saat tangan- tangan dermawan berbagi rezki Allah pada sesama , anda takkan bisa membahasakan bahagiamu saat senyum merekah dari mereka yang selama ini menangis kelaparan saat anda berbagi sesuap nasi pada mereka.

Alangkah indahnya persaudaraan dalam ketaatan , saat berjalan seiring dalam derap dakwah mengajak hamba- hambah Allah ke rumah- rumah Allah , seakan bercengkrama hendak masuk ke pintu- pintu Syurga .

Alangkah indahnya ketaatan , alangkah indahnya ketaqwaan , alankah indahnya hidup dalam bimbinganNya , dalam hidayahNya

Selama hayat masih dikandung badan , jangan terlambat untuk kembali kepadaNya .

Karena Dia , Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang itu telah menyiapkan kebahagian , kemenangan yang sejati di balik rukuk dan sujudmu kepadaNya .

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ruku`lah kamu, sujudhah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”. ( QS. Al-Hajj : 77).

أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لكم من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ و سلم و بارك عَلَى نبينا و سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و من سار على نهجه الى يوم الدين

أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَمَّا بعد

Sungguh suatu keniscayaan dan keharusan untuk selalu kembali saat kaki telah terlalu jauh melangkah menjauh dari shiratil Mustaqim.

Sekarang saatnya , saat Allah mempertakuti kita dengan Bulan dan Matahari yang semua tunduk dalam kekuasaannya .

Sekarang saatnya untuk kembali , untuk memperbaharui pertaubatan kita .

Sebelum semuanya gelap dan tak ada terang lagi , sebelum mata terpejam dan tak bisa terbuka lagi .

Ya Allah yang Maha Penyayang

Sayangilah kami , rahmati kami yang penuh dosa ini

Ampuni kami yang datang dengan kesalahan yang menggunung, yang bertaburan bagai pasir di pantai

Wahai Rabb Yang Maha Pengampun

Tak sanggup kami menengadah dalam kemurkaanMu

Tak sanggup kami menanggung amarahMu

Sungguh tak sanggup kami berjalan tanpa petunjukMu

Ampuni kami Ya Allah

Runtuhkan bukit – bukit dosa kami yang tinggi menjulang , ratakan dengan ampunanMu yang tiada dapat tetolak bagi hamba yang Engkau Rahmati

Wahai Rabb yang Maha Menatap

Pandanglah kami dengan pandangan Rahmat dan kasih sayangMu

Basuh jiwa kami dengan sejuknya ayat-ayatmu

Bersihkanlah dada kami dari semua kesyirikan, kekufuran dan kefasikan

Bimbing hati kami untuk selalu takut padaMu dan berharap tiada henti akan belas kasihMu

Sayangi kami, sayangi kedua orang tua kami , anak – anak dan keturunan kami . Satukan kami di dunia dalam indahnya ketaatan dan padukan kami dalam nikmat abadi dalam SyurgaMu .

Ya Allah , bagikan kebahagiaan bagibsemya saudara kami yang teraniaya , tolonglah mereka , dan berikan kemenangan sejati atas mereka

ربنا ءاتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

‎اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
‎ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

‎رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَن لَا يَرْحَمُنَا

Posted in Artikel, Khutbah and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan