Jelang Akhir Masa Tanggap Darurat, BNPB: Korban Meninggal 2.045 Jiwa

Proses evakuasi korban meninggal yang dilakukan Relawan di wilayah pusat gempa.

Proses evakuasi korban meninggal yang dilakukan Relawan di wilayah pusat gempa.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Menjelang hari-hari terkhir evakuasi korban gempa Sulteng, pencarian terhadap korban kian digencarkan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, maupun Relawan dan masyarakat.

Sutopo Purwo Nugroho, Kapusdatin & Humas BNPB menyatakan, penghentian evakuasi korban akan dilaksanakan pada 11 Oktober 2018 berdasarkan pernyataan wakil presiden yang merupakan koordinator dalam penanganan darurat bencana yang ditunjuk langsung oleh presiden.

Pada konferensi Pers yang digelarRabu(10/10/2018) BNPB melaporkan, sekitar 2.045 korban meninggal berhasil ditemukan dalam keadaan sudah hancur, melepuh dan sulit dikenali, sehingga pada saat korban ditemukan, Tim Evakuasi memutuskan untuk segera menguburkan jenazah karena berpotensi menyebabkan penyakit. Tetapi sebelumnya, Tim Evakuasi mengambil sampel identitas berupa foto bagian yang mudah dikenali dari jenazah sebelum dimakamkan.

“Korban yang hilang kemungkinan lebih banyak, dan hingga saat ini Tim Evakuasi masih melakukan pencarian.” Tutur Sutopo.

Untuk korban luka hingga kemarin, tercatat sebanyak 10.679 orang, korban mengalami luka berat sebanyak 2.549, dan 8.130 orang lainnya mengalami luka ringan.

Sutopo menyebutkan, pada saat evakuasi dihentikan nanti, jenazah yang belum ditemukan akan dinyatakan hilang, dan seandainya ditemukan oleh Relawan maupun warga, maka akan tetap dicatat di BNPB sebagai korban meninggal.
Namun jika masyarakat menemukan mayat korban gempa diimbau untuk melaporkannya agar dicatat sebagai korban meninggal.

“Kadang warga ketika merapikan puing-puing bangunan menemukan jenazah, nanti dilaporkan saja, biar kita catat sebagai korban meninggal.” Ujar Sutopo. (Fry)

Posted in Artikel, Berita, Lazis Wahdah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.