Kultum Tarawih: Ramadhan Bulan Do’a

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Jika hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan do’a orang yang berdo’a jika dia berdo’a kepadaKu”. (Qs. Al-Baqarah:186).

 

Pelajaran Ayat:

  1. Ayat ini terletak dalam rangkaian ayat-ayat tentang puasa. Ayat sebelumnya (183-185) mengabarkan tentang kewajiban puasa Ramadhan dan tujuan puasa, serta udzur bagi yang tidak mampu berpuasa. Lalu ayat ini. Kemudian ayat setelahnya kembali berbicara tentang puasa.

Secara redaksional ayat ini tidak memuat kata dan kalimat tentang puasa atau fiqh Ramadhan. Hal ini mengisyaratkan bahwa bulan Ramadhan atau saat puasa merupakan waktu terkabulnya do’a. Bulan Ramadhan  sebagai bulan do’a.

Ibnu ‘Asyur berkata; “Dalam ayat ini terdapat isyarat, orang yang berpuasa memiliki harapan lebih besar dikabulkan do’anya, bulan Ramadhan merupakan waktu terkablnya do’a serta disyariatkannya berdo’a setiap mengakhiri hari di bulan Ramadhan”. (At-Tahrir Wat Tanwir).

Ini sejalan dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

ثلاثة لا ترد دعوتهم : الإمام العادل، والصائم حتى يفطر، ودعوة المظلوم

Ada tiga yang tidak tertolak do’anya; Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan do’a orang yang terdzalimi”. (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).

Di hadits lain Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

للصائم دعوة لا ترد عند فطره

“Bagi orang yang berpuasa ada do’a yang tidak tertolak (yang dipanjatkan) saat dia berbuka puasa”.

“Orang yang berpuasa hingga ia berbuka”, dan “bagi orang yang berpuasa . . . “, berlaku umum, dan tidak khusus di bulan Ramadhan saja. Dan tentu saja di bulan Ramadhan hal itu lebih utama. Karena kemuliaa dan keberkahan waktu Ramadhan.

  1. Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat dengan redaksi yasalunaka (mereka bertanya kepadamu). Semua kata “pertanyaan tersebut” disusul dengan “Qul=Katakanlah” atau “Faqul=Maka katakanlah”. Kecuali ayat ini, tanpa qul (katakanlah) atau faqul (maka katakanlah). Melainkan langsung “fainniy qarib= Sesungguhnya aku dekat“.

Hal ini menunjukan kedekatan Allah dengan hambaNya yang berdo’a. Seolah kata “Qul (katakanlah) menghalangi kedekatan tersebut. Ini sejalan dengan Sabab Nuzul (sebab turunnya ayat ini), yakni ketika Nabi ditanya tentang Allah;

Apakah Tuhan kami itu dekat sehingga kami membisikiNya ataukah Dia jauh sehingga kami harus memanggilNya?”

Allah jawab dengan menurunkan ayat ini.

  1. Firman Allah;

فَإِنِّي قَرِيبٌ

“Sesungguhnya Aku dekat“.

Menunjukan dekatnya Allah dengan hambaNya dan secara khusus dengan hamba yang berdo’a.

Syekh Asy-Syinqithi berkata: “Dalam ayat ini Allah menyebutkan, Dia dekat dan mengabulkan do’a orang yang berdo’a. Sementara di ayat lain pengabulan do’a dikaitkan dengan kehendakNya. Seperti pada firman Allah dalam Surah Al-An’am ayat 41.

Sebagian Ulama berkata, Pengabulan do’a yang dikaitkan dengan kehendak Allah adalah do’a orang beriman, sebagaimana ditunjukan oleh konteks ayat. Sedangkan janji pengabulan secara mutlak adalah untuk do’a orang beriman. Oleh karena itu do’a mereka tidak tertolak. Entah mereka diberikan apa yang mereka minta, atau disimpan sebagai simpanan pahala, atau dihindarkan dari mereka suatu bala bencana atas taqdir Allah“. (Adhwaul Bayan, 1/74).

Maksudnya adalah orang kafir atau musyrikin jika mereka berdo’a maka doa’a mereka kemungkinan dikabulkan oleh Allah dan kemungkinan tidak. Tergantung kehendak Allah. Adapun orang beriman, jika mereka berdo’a, maka do’a mereka dikabulkan oleh Allah selama tidak ada penghalang do’a yang mereka lakukan.

  1. Firman Allah

Aku mengabulkan do’a orang-orang yang berdo’a jika dia berdo’a kepadaKu”

Isyarat yang sangat nyata, syarat dikabulkannya do’a adalah kehadiran hati. Seorang yang berdo’a hendaknya berdo’a disertai hati yang hadir dan tidak lalai. Yakin dengan do’anya  disertai keikhlasan dan ketulusan serta rasa butuh kepada Allah dan pengagungan kepada Allah.

Jika ada yang bertanya, “kapan do’a seseorang dikabulkan?’’ maka jawabannya adalah saat orang itu berdo’a. “jika dia berdo’a kepadaku’’. Artinya do’a seseorang dikabulkan oleh Allah saat dia berdo’a.

 

Posted in Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.