Lelaki Baik

Menyendiri lalu berpahala lebih baik dari bersama dalam maksiat, lebih baik lagi bila bersama karena Allah dan mendapat nikmat. Menyendiri bukan berarti tak mampu mencinta, tapi pilihan sikap sampai pantas mencintai.

Karena memuliakan wanita bukan dengan menatapnya, dan menghormati lelaki bukan dengan menggodanya. Menahan rasa itu menyiksa namun demi cinta tidak mengapa, ketimbang disuarakan lalu mengajaknya beramal nista.

Lelaki yang benar bila berlisan sanggup menjadikannya nyata, tapi lelaki setengah jadi hanya bermodal “jalani dulu saja”. Wanita perlu kepastian bukan karangan ribuan alasan, bukan taburan harta tapi ikatan sah pernikahan

Lelaki yang baik akan bahagiakan ibunya lebih dulu, bila ibunya saja bahagia dibuatnya apalagi istrinya nanti. Wanita terhormat tentu patuh berbakti pada ayahnya, dengan modal yang sama ia percaya dan mendukung suaminya.

Ada banyak cara untuk berbahagia dalam taat, jangan batasi cinta hanya sekedar nafsu sesaat. Menyendirilah karena Allah, atau menikahlah karena Allah.  (@rara.elf)

Artikel: Apotek Wahdah

Posted in Artikel, Tarbiyah, Tazkiyah and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.