Masyarakat Banten Antusias Ikuti Kajian dan Konsultasi Fiqih Shalat

Jamaah Ikhwan dalam kajian konsultasi fiqih shalat di Kota Serang, Banten.

(SERANG, BANTEN) Wahdahjakarta.comDewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Serang, Banten ahad kemarin (17/11/2019) mengadakan kajian konsultasi fiqih shalat di Masjid Pondok Tahfidz Wahdah Islamiyah, kalurahan Banjar Agung, kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Kajian ini awalnya sempat terjadi kendala akibat pemateri utama, Syekh Abdillah bin Ubaidillah Ar-Raiqi hafizhahullah berhalangan hadir karena masih dalam perjalanan dari Sukabumi setelah mengisi kajian di STIBA ArRaayah, Sukabumi.

Ketua DPD Wahdah Tangerang Selatan, ustadz Zainuddin, Lc

Namun kajian tetap dilanjutkan oleh penerjemah beliau, Ustadz Zainuddin, Lc yang sudah hadir di lokasi sebelum acara dimulai.

Menurut Ustadz Yusuf selaku ketua panitia kajian menceritakan awal mula diadakan kajian tersebut mulai dari perimintaan pelaksanaan kajian oleh Ustadz Jumardan selaku Ketua DPW Wahdah Banten, hingga terlaksananya acara.

“Awal mula kajian ini adalah sebab salah satu ustadz kami, ust. Jumardan hafizhahullah beliau mengatakan bahwa ada syekh yang datang dari Makkah al Mukarramah yang akan mengisi di Serang, oleh karena itu kami pengurus DPW Wahdah Islamiyah Banten menyambut dengan baik keinginan tersebut dan alhamdulillah pada hari ini terlaksana walaupun Qaddaarullah syaikhnya berhalangan hadir.” terang da’i yang juga kerap disapa Abu Arsyilla ini.

Ustadz Yusuf mengaku senang dengan antusias peserta dalam mengikuti kajian akbar spesial tersebut.

“Masyaa Allah, alhamdulillah antusias dari peserta yang hadir saya lihat sangat bagus, terbukti dari beberapa kali jamaah ikhwan maupun akhwat melontarkan beberapa pertanyaan seputar permasalahan shalat.”jelasnya

Kajian bertajuk “Agar Shalat Lebih Bermakna” ini diikuti oleh sekitar 200 orang, 40 diantaranya adalah laki-laki(ikhwan) termasuk diantaranya kepala lurah dan anggota koramil setempat dan sisanya dihadiri oleh para akhwat dan ummahat yang juga ikut hadir menyimak materi kajian yang diisi oleh Ketua DPD Wahdah Tangerang Selatan tersebut.

Menurut Lidin, Kepala Lurah Banjar Agung Banten, kajian ini adalah majelis yang sangat penting dan merasa berterima kasih sudah diadakan di kelurahannya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dengan adanya majelis-majelis begini, karena pada dasarnya kita ini bodoh, kita perlu sekali pendalaman-pendalaman, belajar lebih banyak. Apalagi masalah shalat, ini intinya, karena tidak ada yang kita bawa selain shalat nanti.” ujar pria asal Palembang ini.

“Jadi naif nya ketika kita merasa udah pede dan yakin ternyata shalat kita masih punya banyak kelemahan dan kekurangan, dengan adanya majelis ini, kami atas nama pemerintah terutama sangat berterima kasih, kalau bisa diadakan di kampung-kampung sekitar kami.” tutur Lidin.

Serma Sukisna, anggota koramil TNI Cipocok

Selain kepala lurah, rasa puas yang sama juga diungkapkan jajaran pemerintah lain yang hadir dalam kajian ini seperti Serma Sukisna selaku anggota TNI Koramil Cipocok, Banten.

“Terima kasih kepada majelis akbar kajian di masjid Wahdah Islamiyah ini, dengan adanya perkumpulan atau majelis ini kita bisa lebih tau dan menambah wawasan kita mengenai arti penting atau makna shalat. Shalat ini adalah tiang agama dan kalau shalat kita benar, khusyu’ dan tuma’ninah, maka pasti akan berpengaruh kepada kehidupan kita.” ungkapnya

Serma berharap, kajian seperti ini kerap diadakan dan semakin diminati oleh masyarakat khususnya para pemuda Banten yang terkenal sebagai daerah Seribu Santri.

Beliau juga mengatakan bahwa koramil-koramil TNI selaku lembaga pemerintah juga bersikap welcome terhadap acara-acara yang dibuat oleh Wahdah Islamiyah di provinsi Banten dan berharap selalu diundang dalam setiap event yang diselenggarakan.

“Kita juga welcome untuk menerima undangan-undangan dari Wahdah Islamiyah ini kedepan.” pungkasnya.

[fry]

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.