Membimbing Istri Lebih Dekat dengan Sunnah

Pertanyaan:

Bismillah
Assalamu’alaikum.. Ustadz saya ingin bertanya bagaimana caranya membentuk keluarga yang mengenal sunnah dan membimbing istri lebih dekat dengan sunnah.
Asdar – Poso

Jawaban:
Wa alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh.
Hayyakallahu ya Akhi, semoga Allah senantiasa menjaga Anda dan keluarga.

Cita-cita Anda sangat mulia, cita-cita serupa tersirat dari doa-doa orang sholeh yang diabadikan di dalam Al-Qur’an, diantaranya firman Allah:

”Dan orang-orang yang berkata: Ya Allah, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang dapat menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. (terj. QS Al-Furqan 74)

Namun merealisasikan cita-cita ini tentunya diperlukan upaya yang tidak kecil, ada beberapa hal yang kami usulkan untuk Anda, semoga dimudahkan untuk mewujudkannya:

  1. Komunikasi yang berkualitas dengan keluarga Anda, sehingga dapat memaparkan “visi dan misi” yang menjadi idaman Anda.
  2. Jika komunikasi telah terjalin, dan keluarga telah memahami “visi dan misi”, maka Anda dapat menentukan langkah dan program untuk mewujudkannya.

Beberapa program yang kami usulkan:

  1. Membuat halaqoh -bisa pekanan atau bulanan- dengan keluarga, bisa halaqoh tahsin tilawah, atau halaqoh tadabbur Al-Qur’an dan yang lainnya, tentunya halaqoh yang sesuai dengan kapasitas dan keilmuan Anda.
  2. Mengajak keluarga menghadiri kajian atau tabligh akbar dari para asatizah, dengan sarana ini, Anda dapat mengenalkan kepada keluarga kajian-kajian sunnah, komunitas-komunitas penuntut ilmu syar’i dan lain-lainnya. Jika keluarga Anda belum terbiasa dengan kajian-kajian tersebut, Anda upayakan untuk memilih ustadz-ustadz yang menarik retorika penyampaiannya, tentunya disamping terjaminnya kualitas keilmuannya, hal ini untuk menimbulkan kesan baik keluarga terhadap majlis-majlis ilmu dan dapat menumbuhkan ketertarikan keluarga dengan kajian-kajian sunnah, sehingga timbul kesan bahwa kajian sunnah tidak “seseram” atau “sesadis” yang tersiar di masyarakat.
  3. Jika Anda tertarik, dapat juga bergabung dengan komunitas dakwah yang dapat memberi pencerahan ilmu syar’i yang benar dan memberikan lingkungan yang kondusif untuk keluarga, serta memberikan beban berupa kegiatan-kegiatan dakwah “ringan” jika Anda dan keluarga memiliki waktu luang.
  4. Dapat juga menyimak kajian agama lewat youtube dan televisi streaming.
    Anda dapat mengkomunikasikan kegiatan yang kami usulkan ini dengan keluarga, dan memilih yang paling cocok dengan waktu dan kegiatan Anda.
  5. Menyelipkan diantara doa-doa Anda, doa untuk kebaikan keluarga dan keshalehannya, sebagaimana doa yang kami sebutkan di awal jawaban konsultasi ini. Doa memiliki peran yang sangat urgen bagi keshalehan dan keistiqomahan seseorang, sebab hati seorang hamba berada di dalam kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan contoh terbesar bagi peran doa bagi keshalehan seorang hamba, adalah masuknya Umar bin Khattab ke dalam Islam, penyebabnya adalah doa Rasulullah shallallahu alaih wa sallam.
    Perpaduan antara sebab syar’i (berupa doa) dan sebab kauni ( berupa upaya konkrit), insya Allah akan memberikan hasil yang maksimal, tentunya dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala.
    Perlu kami ingatkan, bahwa meletakkan planning kegiatan terkadang sangat mudah, namun sesungguhnya “jihad” yang sejati akan dirasakan ketika mempraktikkannya, sebab butuh kesabaran, keuletan, dan mungkin juga membutuhkan kemahiran dalam melobi keluarga, namun jangan khawatir seluruh yang anda upayakan dan “korbankan” demi keshalehan keluarga, akan menjadi pemberat timbangan kebaikan Anda di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
    Jawaban kami ini, sekedar usulan untuk Anda komunikasikan dengan keluarga, kami doakan semoga Allah menganugerahkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah dalam bingkai ilmu syar’i dan ketaatan kepada Allah, Amiin ya Rabbal Alamin.

(Ustadz. Lukman Hakim, Lc, M, Alumni S1 Fakultas Hadits Syarif Universitas Islam Medinah Munawwarah dan S2 Jurusan Dirasat Islamiyah Konsentrasi Hadits di King Saud University Riyadh KSA)
Artikel: wahdah.or.id

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: