Mengagumkan, Pemuda Ini Tinggalkan Pekerjaannya Demi Dakwah

Taufik Hidayat (25) Konsultan Enggineering yang banting setir jadi Da’i. Kini sedang menimba ilmu pada program Tadribud Du’at (Pelatihan Da’i) di Pusdiklat Da’i DPP Wahdah Islamiyah Makassar

(Makassar) wahdahjakarta.com – Ketika dakwah telah merasuk dalam jiwa seorang Muslim dan diyakini sebagai pekerjaan paling mulia maka seseorang akan menghibahkan seluruh tenaga dan pikiran untuknya itu.  boleh jadi, kecintaannya terhadap dakwah akan membuatnya melakukan apa saja demi Islam. Seperti  yang dilakukan oleh Muhammad Taufik Hidayat.

Pemuda berusia 25 tahun asal Bintuni Papua ini rela meninggalkan pekerjaannya sebagai konsutan  pada sebuah perusahaan di Papua demi dakwah.

Taufik merupakan salah satu calon dai yang sedang  belajar di program Sekolah Dai (Tadrib ad Du’at) Wahdah Islamiyah di Makassar.  Sebelumnya selama tiga tahun, ia bekerja sebagai konsultan enggineering di sebuah perusahaan besar di Papua.

Seiring berjalannya waktu, saat melihat kondisi masyarakat Muslim Papua yang membutuhkan da’i, jebolan Teknik sipil ini merasa terpanggil untuk ikut andil dalam membenahi semua kondisi tersebut.

“Saya dengar di Makassar ada program sekolah dai yang di inisiasi oleh Wahdah. Saya pikir inilah kesempatan saya untuk mewujudkan impian saya,” ujar Taufik, lewat pesan singkat, Kamis (29/11/2018).

Ia menjelaskan, hampir semua masjid di daerahnya jarang tersentuh oleh dakwah-dakwah Islam.

“Palingan Jumatan saja kami disuguhi dengan tausyiah dan siraman kalbu,” tambahnya.

Pria keturunan Papua-Bima ini bertekad untuk menjadi dai. Selepas setahun belajar dalam program tersebut, ia akan kembai ke Papua.

“Insya Allah, saya tetap akan fokus berdakwah di tanah kelahiran saya,” imbuhnya.

Masyarakat Papua, terutama bagi yang muslim, kata Taufik seringkali salah jalan. Ia menggambarkan, bahwa tidak sedikit di antara mereka yang berbaur dengan warga non muslim, menyebabkan pengetahuan keislaman mereka semakin berkurang. Termasuk masih belum bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram.

Bulan tiga tahun 2018 lalu ia keluar dari perusahaannya tersebut. Meski di akuinya, jabatan dan gaji di tempat tersebut cukup menjanjikan.

“Semuanya karena dakwah. Dan tetap karena dakwah,” pungkasnya.

Posted in Berita and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.