Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang

Judul asli dari puisi yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin ini adalah “Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia“. Karena pertimbangan tertentu admin menambahkan kata menang menjadi “Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang“. 

“Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang”

MENGETUK PINTU LANGIT UNTUK INDONESIA…

Sudah berhari-hari lamanya

kita mengerah segala upaya

berikhtiar sepenuh jiwa dan daya

menjaga negeri, menyelamatkan bangsa…

Pertempuran tanpa desing mesiu.

Pertarungan tanpa luka terkoyak.

Tiada yang mengerang dan tersungkur,

tapi rakyat telah lama ditikam tanpa sangkur!

Ini bukan lagi pertarungan di medan laga,

tapi pertarungan melawan para khianat

yang menikam bangsa sambil melipat.

Kita bertempur melawan para berudu,

yang hatinya dipenuhi dendam dan khianat!

Kita bertempur di ruang-ruang maya.

Menggenggam gagdet tak berdesing.

Kita bertarung dalam rangkaian narasi,

narasi para pecinta negeri yang tegak merdeka

atas Rahmat Allah Sang Maha Perkasa.

***

Dan inilah kita:

Hari ini, segala ikhtiar telah terkerahkan.

Segala kelelahan telah teruraikan.

Dan para khianat busuk itu tetap menata makar.

Mereka memang punya dana tak terkira.

Mereka memang punya kuasa.

Sungguh,

jika semesta ini tunduk semata

pada daya hitung manusia:

maka kita telah tumbang sejak dulu kala…

media tak berpihak pada kita.

Lembaga survei terpenjara.

Aparat tunduk pada penguasa.

Tapi, bukankah dunia sejak dahulu:

telah punya kisahnya sendiri?

Daya hitung manusia akan selalu payah,

selalu berkeping binasa di hadap Kuasa Sang Mahakuasa.

Namrudz, Diraja Babilonia, tumbang begitu rupa

dihunjam Ibrahim yang tiada balatentara.

Firaun, diktator Mesir, binasa begitu saja

Dilasak Musa yang miskin papa.

Maka hari ini:

Kita akan tumbangkan kezhaliman di merata Negeri ini,

seperti Ibrahim tumbangkan Namrudz,

sebagai Musa libaskan Firauan!

Ibrahim mengetuk pintu langit.

Musa mengetuk pintu langit.

Maka kita pun mengetuk pintu langit!

Ketuklah pintu langit itu, Kawan…

Ketuklah tiada henti!

Agar Sang Penguasa semesta berkenan:

tumbangkan para zhalim yang keji,

sungkurkan para khianat yang durjana.

Malam ini:

Ketuklah pintu yang sentiasa terbuka itu.

Dan esok pagi:

Hunjamkan pakumu di ruang-ruang TPS,

memilih dia, Pria yang mengukir tangis di hadapan ulama!

Memilih dia, Pria yang sentiasa takzim pada ulama!

Semoga ikhtiar sederhanamu itu,

mengantar Indonesia menuju ADIL & MAKMUR…

Amiin…

Akhukum,

Muhammad Ihsan Zainuddin

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.