MPI Serukan Persatuan dan Waspadai Penjajahan Berkedok Investasi

Ustadz Bachtiar Nasir

(Semarang) Wahdahjakarta.com – Majelis Pelayan Indonesia (MPI) bekerja sama dengan Gerakan Ummat Pecinta Masjid (GUPM) menyelenggarakan tabligh akbar di Masjid Abu Bakar Assegaf, Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (6/4). Tabligh akbar bertema “Merajut Ukhuwah untuk Membangun Peradaban Bangsa”.

Beberapa pimpinan MPI hadir pada acara ini. Mereka adalah Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)  dan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Keduanya termasuk penggerak Aksi Damai 212 bersama Habib Rizieq. Hadir pula Ustadz Erick Yusuf, Ustadz Taufan, Tony Rosyid penulis pemenang 212 Award.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan pentingnya persatuan. Menurutnya, persatuan adalah salah satu bagian dari Pancasila yang keseluruhan sila-silanya merupakan bagian dari ajaran Islam.

Dengan persatuan, menurutnya, negeri ini akan kuat dan tidak mudah dijajah. “Para pahlawan yang memerdekakan negeri ini atas berkat rahmat Allah Ta’ala, tidak rela jika negeri ini dijajah oleh negara lain atas nama investasi!”, tegasnya.

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

Selanjutnya, Ustadz Zaitun Rasmin yang juga Wasekjen MUI Pusat mengingatkan soal politik Islam.  “Ajaran Islam sangat lengkap, termasuk masalah politik yang tidak bisa dipisahkan. Jadi, salah kalau ada yang melarang bicara politik di dalam masjid.” ungkapnya.

“Inti dari siyasah syariyyah adalah bagaimana kekuasaan bisa mewujudkan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi rakyat. Kemaslahatan dunia maupun akhirat.” imbuhnya.

Masjid Unissula dihadiri ribuan jamaah dalam acara ini. Jamaah bukan hanya berasal dari Semarang, namun juga Jawa Tengah secrara umum.[]

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.