Mulia dengan Al-Qur’an (2)

Mulia dengan Al-Qur’an

Mulia dengan Al-Qur’an

Alquran merupakan kitab suci lagi mulia. Diturunkan oleh Tuhan semesta alam kepada manusia termulia melalui Malaikat paling mulia serta di tempat paling mulia dan pada waktu paling mulia, yakni bulan Ramadhan. Allah Ta’ala menerangkan dalam beberapa ayatNya tentang keagungan dan kemuliaan Alquran, diantaranya surah Al-Waqi’ah ayat 75-77;

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿٧٥﴾ وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿٧٦﴾ إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿

Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (76) Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (78) tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (79) Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin. (80) (Qs. Al-Waqi’ah:75-80)

Melalui ayat-ayat di atas Allah mengabarkan bahwa Alquran adalah kitab suci dan mulia yang diturunkan dari Rasbb[ul] ‘alamin, Tuhan semesta alam. Dalam ayat ini juga Allah menyifati Alquran sebagai al-karim; bacaan yang mulia. Menurut Ibnu Jauzi bahwa,” al-karim adalah kata (maknanya) menyeluruh untuk segala sesuatu yang terpuji. Alquran disebut dengan sifat al-karim karena mengandung penjelasan, petunjuk, dan hikmah. Alquran diagungkan disisi Allah”. (Zadul Masir,VIII/151).

Dalam ayat lain kemuliaan Alquran juga diungkapkan dengan kata al-majid. Sebagaimana dalam suratQaf ayat 1, dan Al-Buruj ayat 21-22;

Baca Juga  Karakteristik Islam (1)

Qaaf Demi Al Quran yang sangat mulia”. (Qs. Qaf:1).
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, (21) yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh”. (Qs. Al-Buruj:21-22).

Kemuliaan Alquran dan berpengaruh pada kemuliaan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Al-Qur’an adalah firman Allah yang Maha mulia, diturunkan kepada manusia paling mulia melalui perantaraan Malaikat paling mulia, pada malam kemuliaan di bulan paling mulia dan di bumi paling mulia pula.

Pada tulisan sebelumnya telah diterangkan tentang kemuliaan Al-Qur’an dari sisi kemulian tempat dan waktu diturunkan. Pada tulisan ini akan dilanjutkan dengan uaraian kemuliaan Al-Qur’an dari kemuliaan manusia yang menerimanya dan ummat yang mengembannya. Selamat membaca.

4. Al-Qur’an Diturunkan Kepada Manusia dan Nabi Termulia

Al-Qur’anul karim diturunkan kepada manusia paling mulia, yaitu Nabi Muhamma shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah Sayyid waladi Adam; Pemimpin anak cucu Adam, penghulu para Nabi dan Rasul (sayyiddul Anbiya war Rusul), serta Rasul Ulul Azmi. Kemuliaan Rasulullah secara nasab diterangkan dalam banyak hadits, diantaranya“Dari Watsilah bin Asyqo’ Radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

(إناللهاصطفىكنانةمنولدإسماعيل،واصطفىقريشامنكنانة،واصطفىمنقريشبنيهاشم،واصطفانيمنبنيهاشم )

Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Isma’il dan Allah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan Allah memilih aku dari keturunan Bani Hasyim’” (HR Muslim).

Baca Juga  Tahfidz Holiday

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

وهوخيرأهلالأرضنسباعلىالإطلاق …فأشرفالقومقومهوأشرفالقبائلقبيله

Dan beliau (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah penduduk bumi yang paling baik nasabnya secara mutlak, maka semulia-mulia kaum adalah kaum beliau, semulia-mulia kabilah adalah kabilah beliau”.

5. Diturunkan Untuk Ummat Terbaik

Alquran diturunkan untuk ummat terbaik yang dilahirkan untuk ummat manusia, yakni ummat Islam. Allah Ta’ala berfirman tentang hal ini;

كُنتُمْ خَيْرَأُمَّةٍأُخْرِجَتْلِلنَّاسِتَأْمُرُونَبِالْمَعْرُوفِوَتَنْهَوْنَعَنِالْمُنكَرِوَتُؤْمِنُونَبِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah’’.(Qs. Ali Imran:110).

Dalam ayat lain Allah mengabarkan bahwa Alquran merupakan kitab hidayah bagi orang-orang termulia, yakni orang-orang bertakwa. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 2;

ذَٰلِكَ الْكِتَابُلَارَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًىلِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah:2).

Alquran merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Sementara dalam ayat lain secara tegas Allah menyatakan bahwa, “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.” (terj. Qs. Al-Hujurat:13).

[sym]

Tahfidz Weekend
Posted in Al-Qur'an, Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.