Nabi Menikah dengan Khadijah (Serial Sirah Nabawiyah Part:11)

Sirah Nabawiyah
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Khadijah

Serial Sirah Nabawiyah (07) dari Kitab Al-Khulashah Al-Bahiyah Fi Tartib Ahdats As-Sirah An-Nabawiyah

11-  ولمّا بلغ صلى الله عليه وسلم الخامسة والعشرين تزوج خديجة رضي الله عنها 

(11). Ketika berusia 25 tahun Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam  menikah dengan Khadijah Radhiallahu ‘anha

Penjelasan

Pada usia 25 tahun, Nabi menikahi Khadijah binti Khuwailid  bin Asad bin Abdil ‘Uzza bin Qushai bin Kilab. Usia Khadijah  saat itu 40 tahun. Menurut Ibnu Ishaq 28 tahun.

Awal perkenalan Muhammad dengan Khadijah ialah ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjalin kerjasama dalam usaha dagang Khadijah seorang janda yang terkenal kaya di Makah. Beliau membawa dagangan wanita itu ke Jursyi, sebuah daerah dekat Khamisy Masyit, sebanyak dua kali dan juga ke wilayah-wilayah lain di luar Makkah dengan ditemani oleh Maisaroh, budak Khadijah. Bisnis  yang dijalankan selalu mendapatkan untung.

Setelah kembali dari perjalanan dagang tersebut Maisaroh menceritakan kepada majikannya, Khadijah semua perilaku akhlak dan karakter Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sehingga Khadijah merasakan kagum dan tertarik kepada beliau. Beliau kemudian melamar Khodijah lewat ayahnya Khalid Bin asad yang segera menikahkan beliau dengan putrinya tersebut. (Akram Dhiya Al-Umari, As-Sirah An-Nabawiyah Ash-Shahihah).

Diriwayatkan pula, Khadijahlah yang melamar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mendengar kabar dari Maisarah tentang keluhuran budi pekerti dan kemuliaan akhlaq Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,  ia segera mengutus sahabat dekatnya, Nafisah binti Ummayyah yang masih merupakan kerabat nabi Muhammad untuk meanawarkan menikahi Khadijah. Tawaran itu diterima dan disetujui oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mendengar tawaran tersebut, Rasulullah segera menyampaikan kepada paman-pamannya. Maka paman beliau Hamzah bin Abdil Muthalib mendatangi rumah Khuwailid bin Asad bersama beliau untuk melamar Khadijah radhiyallahu ‘anha. (Al-Anhar An-Naqiyyah, hlm. 50).

Dari hasil pernikahannya dengan Khadijah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dikaruniai keturunan dua Putra dan empat Putri, masing-masing; Abdullah (yang diberi gelar Ath-Thayyib dan Ath-Thahir), Al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, ummu Kultsum, dan Fathimah radhiyallahu ‘anhunna. Hal ini  menurut Syekh Akram Dhiya Al-Umari merupakan penguat, umur Khadijah saat menikah dengan Nabi adalah 28 tahun. “Biasanya, sebelum usia 50 tahun seorang wanita sudah memasuki menopause”. (As-Sirah An-Nabawiyah Ash-Shahihah, 93).  

Al-Qasim dan Abdullah meninggal dunia sebelum Islam. sedangkan keempat putrinya sempat mendapati Islam dan memeluk Islam. Ummu Kultsum dan Ruqayyah dinikahi oleh Sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, sehingga beliau digelari Dzu Nurain (pemilik dua cahaya).

Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau sangat memuji dan mencintainya. Bahkan beliau selalu mengenangnya saat sudah wafat. Ia tidak tergantikan sama sekali di hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Betapa tidak, Khadijahlah wanita pertama yang setia menemani dan membesarkan hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masa-masa awal kenabian. Bahkan dialah wanita pertama yang beriman kepada risalah yang dibawanya.

Khadijah hidup bersama Nabi selama 25 tahun. Beliau wafat tiga tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah, sebelum peristiwa Isra Mi’raj. Tahun kematiannya disebut sebagai ‘Amul Huzn (tahun kesedihan) karena waktu kematiannya berdekatan dengan kematian Paman Nabi Abu Thalib. Keduanya merupakan penyokon dakwah dan perjuangan Nabi pada masa-masa awal kenabian. Wallahu a’lam. [sym].

Posted in Artikel.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.