Orang Paling Sabar

Memaafkan orang lain tak semudah kelihatannya. Kadang, tangan telah berjabat, bibir telah mengatakan “Aku sudah memaafkanmu,” tetapi bagaimana dengan hati kecil, apakah Anda telah memaafkan orang lain dengan tulus? Apakah Anda sudah merelakannya dan tidak akan mengungkit hal itu di kemudian hari?

Sekalipun sulit, memaafkan adalah hal yang mulia, memaafkan adalah kemampuan yang bisa dilakukan setiap orang, termasuk Anda. Pilihan terletak di tangan anda

Jika anda memilih kebahagiaan, memaafkan adalah sesuatu yang indah. Sebaliknya jika anda lebih suka mendendam, jiwa anda tidak akan damai dan senantiasa sesak seolah-olah ada yang menusuk di dada

Saat kamu mempunyai kesempatan untuk membalas. Sementara hati kecilmu berkata “Jangan” dan kamu memilih untuk bertahan, maka itu jauh lebih baik. Sebab api hanya akan padam saat ia bertemu dengan air

Sabarkan hatimu dan jangan pernah mau menuruti semua hawa nafsumu. Marah itu lumrah. Namun selagi masih bisa ditahan, memaafkan itu jauh lebih kuat. Karena setiap dari manusia tak akan pernah bisa terbebas dari kesalahan

……………………...
“Orang yang paling sabar
Diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain padahal ia berkuasa untuk membalasnya” (HR Baihaqy)
Posted in Akhlaq, Artikel, Tarbiyah, Tazkiyah and tagged , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.