Dunia Tempat Ujian

Dunia bukan Tempat Piknik

Dunia bukan Tempat Piknik

Sobat, setiap orang selalu diuji oleh Allah dengan kadar mereka masing-masing. Ujian yang tidak selalu sama bahkan cenderung berbeda satu sama lain. Karena memang dunia tempat ujian, bukan tempat piknik.

Kalau kemudian merasakan hidup kok dari dulu begini terus, masalah datang bertubi kayak debur ombak di laut, ga ada hentinya …, lantas kenapa? Mau protes sama Allah? Helloo …! Nyadar dong kalau ini di dunia fana. Wajar saja kalau masalah senantiasa datang untuk menguji kadar keimanan kita. Allah berfirman :

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Supaya Dia menguji kamu siapa yang paling baik amalnya” (potongan ayat QS Al-Mulk : 2) *)

Jadi, jangan kaget dan heran …. Yakin saja bahwa setiap orang mendapat jatah ujian hidup. Hanya saja, seringkali orang yang diuji dengan kenikmatan itu lalai sedang mereka yang diuji dengan kesempitan merasa merana seakan paling menderita. Ini yang perlu kita koreksi dari mindset kita.

Jangan sampai kita masuk dalam golongan orang yang gampang galau. Dikit-dikit baper. Dikit-dikit ngeluh. Dikit-dikit manyun. Lihat orang lain dapat nikmat dikit aja, kita jadi galau super tinggi. Selalu yang terlihat itu rumput tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Apa iya demikian adanya?

Coba kita pikirkan sejenak. Dengan mengeluh, apa iya masalah jadi selesai? Jelas enggak kan?! Yang ada malah hati tambah runyam, pikiran kalut, mood pun jadi jongkok. Kita perlu menyadari, kalau kita punya masalah, orang lain pun punya masalah. Kalau kita lagi merasakan kesempitan, yakin saja ada orang yang lebih sempit dari kita. Untuk urusan dunia, kita memang tidak usah terlalu sering mendongak ke atas. Biar kepala ga pusing dan mata ga kena debu dunia. Masih banyak hal-hal yang patut kita syukuri daripada sibuk membandingkan keadaan diri kita dengan orang lain yang tampak lebih baik keadaannya dari kita. Percayalah, rumput tetangga tak selalu sehijau seperti kenampakannya.

Belajar mensyukuri kehidupan yang kita jalani insya Allah lebih menentramkan hati. Dan bukankah syukur nikmat itu akan melahirkan nikmat-nikmat yang berikutnya? Allah lebih tahu yang terbaik buat kita daripada kita sendiri. Kalaupun Allah menguji kita dengan beragam persoalan hidup, yakin saja bahwa Allah ga bakalan memberi ujian yang kita tidak sanggup menanggungnya. Sebagaimana Allah berfirman,

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡہَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡ‌ۗ

“Allah tidak membebani seseorang kecuali yang sesuai dengan kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya” (potongan ayat QS Al-Baqoroh : 287)

Jadi semuanya sudah terukur, dan Allah Maha Tahu kapasitas hamba-hamba-Nya. Kita tinggal action dan membuktikan sama Allah bahwa kita bisa menjalani apa pun hempasan yang datang menyapa. Yakin saja, bahwa Allah ga bakalan ninggalin kita. Bahwa Allah selalu membersamai kita. #ummisanti

 

*) Maksudnya, Allah menguji hamba-Nya siapa ikhlas dan benar dalam melakukan amalnya. Sebab amal yang dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan diterima. Dan jika dia benar, tetapi tidak ikhlas maka amalnya juga tidak diterima. Adapun amal yang ikhlas adalah amal yang dilakukan karena Allah, sedang amal yang benar adalah bila dia sesuai dengan Sunnah Rasulullah

Chocolicious Banjir Pesanan, Owner Sampaikan Pesan Haru

Toko Roti Chocolicious

 

(Makassar- (wahdahjakarta.com)-Toko roti cokelat ternama di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Chocolicious Indonesia, kini menjadi buah bibir.

Tak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Terbukti dengan adanya pemberitaan media asing yang ikut menyorot kebijakan perusahaan milik kaum Muslimin asal Kota Makassar, yang menolak ucapan Natal.

Menjadi viral di media sosial, justru banyak warga di luar Kota Makassar yang ingin memesan dan mengaku penasaran akan sensasi rasa kue tersebut. “Jadi penasaran, ada tidak, ya, di Surabaya,” kata Anggie melalui akun Facebook.

Titipan pesanan juga diterima Ustad Rapung Samuddin, salah seorang pengajar di Ma’had Al Birr Universitas Muhammadiyah Makassar.

Di grup percakapan aplikasi WhatsApp, banyak yang menitip pesanan kepada penulis produktif itu. Sebelumnya, Chocolicious dibully habis-habisan di media sosial. Ironisnya, bahan bullyan diarahkan ke ranah yang bernuansa SARA.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar pun melayangkan somasi ke sejumlah pemilik akun Facebook yang turut mencemooh dan terkesan memojokkan pihak Chocolicious, termasuk pemilik akun Facebook Vienna Effendy, yang sempat diancam akan dipolisikan. Walhasil, bully-an kepada Chocolicous pun terhenti. Bahkan, rate di media sosialnya melonjak drastis.

Owner Chocolicious Indonesia, Muhammad Rusmin menyampaikan salam hormat kepada seluruh pihak yang telah mendoakan dan mendukung keberadaan perusahaannya.
“Dari hati yang tulus, teriring doa untuk saudaraku penuh cinta kepada Allah.

Semoga Allah Yang Maha Kuat dan Perkasa senantiasa menjaga kita semua. Rahmat dan taufiqNya hingga ajal menjemput senantiasa tercurah. Aamiin, ya, Rabb,” ujar Rusmin. [ed:sym]

Meski Dibully, Toko Roti Chocolicous Tetap Ramai Dikunjungi Pelanggan

Toko Roti Chocolicous

(Makassar)-wahdahjakarta.com-Meski dibully habisan-habiskan di media sosial lantaran menolak mencantumkan ucapan Natal karena, toko roti Chocolicous Indonesia yang berlokasi di Jalan AP Pettarani, Makassar, tetap ramai dikunjungi pelanggan, Senin (25/12).

Bahkan, sebagian netizen yang sejak Ahad kemarin menunjukkan ketidaksukaannya dengan usaha milik kaum Muslimin itu, yakni dengan mencemooh dan berupaya menurunkan rate-nya. Walhasil berkat kerjasama pasukan Cyber Muslim sejak malam hingga pagi tadi, rate Chocolicous pun melonjak tajam.
Kepada tim dari Forum Pegiat Media Islam Sulawesi Selatan, beberapa pegawai Chocolicous mengaku kaget dan terheran-heran melihat lonjakan pengikut dan peminat di jagat maya.
“Semoga jadi jalan pahala dan kebaikan. Mohon doa dan dukungannya,” kata Muhammad Rusmin owner Chocolocous Indonesia.
Masalah bullyng terhadap toko roti Chocolocous juga juga menarik perhatian beberapa tokoh publik. Diantaranya anggota DPRD Kota Maka Makassar Iqbal Djalil. Iqbal meminta kepada semua kalangan untuk saling menjaga kerukunan antarummat beragama dan mengedepankan sikap toleransi.
Terkait bully yang dialamatkan kepada Chocolicous, politisi PKS itu juga menyatakan sangat menyayangkan.
“Sebab apa yang disampaikan pihak manejemen Chocolicous bagian dari keyakinan yang juga harus dihormati pemeluk Agama lain. Tidak justru mengajak orang untuk melemahkan usaha bisnis orang lain,” tegas Ije – sapaan akrabnya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar, Abdullah Mahir, telah mensomasi beberapa pemilik akun Facebook yang ikut-ikutan melakukan bully yang sudah sangat berlebihan.
Ia juga telah mengancam akan memposisikan Vienna Effendy, salah seorang pemilik akun Facebook yang pertama kali memosting tulisan hingga menjadi viral dan jadi bahan pergunjingan. (Rep:Yus/RH/ed:sym)

Wakil Gubernur Sulsel Ajak Wahdah Islamiyah Merawat Indonesia

 

“Kita harus jaga negeri ini, kita jaga ummat ini”, kata Agus di hadapan seribuan peserta Mukernas X Wahdah Islamiyah yang datang dari 141 cabang Wahdah seindonesia. “Kita jaga dan rawat Indonesia”, imbaunya.

(Makassar-wahdahjakarta.com)-Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agur Arifin Nu’mang (AAN) mengajak umat Islam menjaga dan merawat Indonesia. Ajakan ini disampaikan Agus saat menyampaikan sambutan pada penutupan Musyawarh Kerja Nasional Kesepuluh (Mukernas X) Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Ahad (23/12) malam.

“Kita harus jaga negeri ini, kita jaga ummat ini”, kata Agus di hadapan seribuan peserta Mukernas X Wahdah Islamiyah yang datang dari 141 cabang Wahdah seindonesia. “Kita jaga dan rawat Indonesia”, imbaunya.

Dalam sambutannya Wagub juga mengapresiasi peran Wahdah dalam mengisi kekosongan yang belum diisi ormas Islam lainnya. “Wahdah Islamiyah lahir setelah reformasi, tentu ormas yang lahir di era reformasi cara berpikirnya lebih terbuka. Wahdah ini mengisi kekosongan, baik visi maupuan program-programnya karena lahir pasca reformasi”, jelasnya.

Oleh karena itu AAN mengharapkan Wahdah Islamiyah dapat melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia, bahkan manca negara. “Wahdah lahir di Sulawesi Selatan dan telah berkembang, kalau perlu Wahdah Islamiyah ini tidak di sini saja, tapi di luar negeri”, pungkasnya.

Ustadz Zaitun

Harapan Wagub ini sejalan dengan visi  misi 2030 Wahdah Islamiyah. “Salah satu pembahasan strategis dalam Mukernas ini mengoptimalkan peran kader-kader Wahdah Islamiyah yang tersebar di 141 daerah”, ujar Ketua Umum WI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Menurut Ustadz Zaitun target Wahdah tahun 2018 terbentuknya Dewan Pimpinan Wilayah di seluruh Provinsi. “Sekarang ini baru 12 DPW meskipun Wahdah sudah ada di seluruh provinsi, akhir 2018 target terbentuk 34 DPW”, terangnya.

Selain itu Wahdah Islamiyah juga telah memiliki cabang di luar negeri, Yakni Riyadh dan Madinah Saudi Arabia serta Sudan Afrika. [sym].

Pemuda Muhammadiyah Sulsel Apresiasi Sikap Chocolicious Indonesia

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Mahyuddin Abdullah

Mahyuddin juga menyayangkan akun Facebook (FB) Viena Effendy yang terkesan menghina sikap pihak Chocolisious Indonesia melalui statusnya yang sempat viral di jagad sosial media.

(Makassar-wahdahjakarta.com) Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PM) Sulawesi Selatan Mahyuddin Abdullah memberikan apresiasi atas sikap pemilik Toko Kue Chocolicious Indonesia di Makassar yang menolak menuliskan ucapan selamat natal pada kue pesanan salah satu konsumen.

Menurut Mahyuddin, bahwa apa yang dilakukan oleh pemilik Chocolisious ini merupakan hak atas keyakinan yang dimilkinya. “Kami mengapresiasi sikap tersebut, itu merupakan hak atas keyakinannya dan semua pihak harus menghargai atas sikap tersebut sebagai bentuk toleransi otentik” ungkapnya, Ahad (24/12/2017).

Mahyuddin juga menyayangkan akun Facebook (FB) Viena Effendy yang terkesan menghina sikap pihak Chocolisius Indonesia melalui statusnya yang sempat viral di jagad sosial media. “Apa yang dilakukan akun FB Viena Effendy ini dapat merusak harmonisasi keberagamaan kita di Indonesia karena hal tersebut mencerminkan sikap intoleran,” pungkasnya.

Sebagaimana kasus ini bermula dari postingan pihak perusahaan roti, Chocolicious Indonesia, melalui media sosial, pengelola meminta maaf tidak bisa menyampaikan ucapan selamat dalam perayaan agama tertentu lantaran terkait dengan persoalan keyakinan.

Akun Facebook Viena Effendy langsung memosting sejumlah tulisan yang terkesan menghina pihak Chocolicious Indonesia dan mengaitkannya dengan masalah keyakinan Agama juga. (rilis/ed:sym)

Adian Husaini Luncurkan Program Klinik Pendidikan Kita (Klipik)

Klinik Pendidikan Adian Husaini

(Depok-wahdahajakarta.com)- Malam ini, Ahad 24 Des 2017, pukul 19.30 WIB, InsyaAllah Dr Adian Husaini akan meluncurkan program “KLIPIK” (Klinik Pendidikan Kita).

Program ini berbentuk tayangan video berdurasi sekitar 5 menit, yg disebarkan melalui media online. Isinya, berupa jawaban singkat tentang masalah-masalah  aktual dalam bidang Pendidikan. Misalnya: umur berapa anak sebaiknya masuk pesantren, apa sekolah bagus harus mahal, apa bedanya sekolah dan Pendidikan, berapa jam dalam sehari sebaiknya sekolah, bagaimana memilih sekolah yang bagus, apa anak pinter harus jadi dokter, tanggung jawab pendidikan suami yang mau berpoligami, apa kuliah di Malaysia lebih bagus, apa ciri-ciri pesantren yang bagus, dan sebagainya.

Pada intinya, KLIPIK akan membedah masalah-masalah aktual pendidikan tersebut dalam perspektif Islam dan pendidikan.  Menurut Dr Adian program ini diluncurkan dengan harapan informasi tentang pendidikan akan lebih luas dipahami.

Sebagai ketua program Doktor Pendidikan Islam dan praktisi pendidikan, Dr Adian sering mendapat pertanyaan seputar masalah pendidikan dalam berbagai forum. Ia merasa akan lebih bermanfaat jika jawaban-jawaban itu diberikan dalam bentuk video supaya tersebar lebih luas.

Malam ini InsyaAllah akan diluncurkan 10 video. Selanjutnya InsyaAllah akan diluncurkan secara teratur video-video KLIPIK lainnya.

Nah, silakan ikuti peluncuran KLIPIK, malam ini, dengan tema: “SAATNYA MEMBEDAH JANTUNG PENDIDIKAN KITA” melalui fb: https://www.facebook.com/adianhusainiTV/
Depok, 24 Des 2017.
@Admin KLIPIK
+62 858 82930492
(Sumber: Siaran Pers Admin Klipik).

Wahdah Islamiyah Jalin Kerjasama Pelatihan Kewirausahaan dengan DPD

MoUWahdah Islamiyahdengan DPD RI dalam kewirausahaan berbasis Masjid

(Makassar-wahdahjakarta.com)- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI) menjalin kerjasama untuk melakukan pelatihan kewirausahaan dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Jalinan kerjasama ini tertuang dalam Memoranduf of Understanding (MoU) yang ditandatangani Pimpinan Umum WI Ustadz Muhammad Zatun Rasmin dan anggota DPD asal Sulawesi Selatalan A.M Iqbal Parewangi di arena Mukernas X DPP Wahdah Islamiyah, Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (23/12).

MoU tersebut berisi kesepakatan DPP Wahdah Islamiyah dengan DPD-RI untuk sosialisasi dan pelatihan kewirausahaan berbasis Masjid di 22 kota di Indonesia dan akan berlangsung hingga April 2019. “Wahdah Islamiyah Jakarta direncanakan Januari 2018”, ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Jakarta, Ustadz Ilham Jaya Abdurrauf.

Kegiatan ini juga nantinya akan melibatkan Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah (IPWI). MoU tersebut juga ditandatangani oleh 12 (Dewan Pimpinan Wilayah) DPW dan 22 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah yang berada di Ibu Kota Provinsi, beserta ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah (IPWI).

Menurut Iqbal Parewangi, kerja sama ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara senator sebagai wakil rakyat di pemerintahan dan organisasi masyarakat untuk saling mendukung baik dalam kegiatan yang dapat meningkatkan potensi umat.

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah agar dapat memberikan pemahaman kepada kaum muslimin akan pentingnya berwirausaha dan ekonomi dapat dibangun dari masjid karena masjid tempat berkumpulnya Ummat.[ed:sym]

Peran Istri dalam keharmonisan rumah tangga

Istri dan Keharmonisan Rumah Tangga (2)

Pada artikel seri kedua ini kita akan melanjutkan bahasan tentang beberapa peran istri yang bisa mendorong tercapainya rumah tangga bahagia. Sebelumnya, kita sudah membahas peran istri sebagai kekasih bagi suami.
Peran Istri sebagai Ibu bagi Anak-anak
Dalam kehidupan rumah tangga, kehadiran anak merupakan sebuah kemestian. Meskipun tidak setiap pasangan dikarunia keturunan, akan tetapi secara umum bahwa tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk melestarikan keturunan. Maka kehadiran anak dalam kehidupan rumah tangga merupakan bagian yang tak terpisahkan.
Berbicara tentang anak tentu tidak lepas dari sosok seorang ibu. Dan dalam Islam, sosok ibu ini mendapat tempat atau kedudukan yang mulia. Allah berfirman,
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَ ؕ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” [QS. Luqman: Ayat 14]
Betapa payahnya seorang ibu mengandung anaknya selama 9 bulan kemudian melahirkannya dengan taruhan nyawa. Perjuangan masih dilanjutkan dengan mengasuh dan merawatnya. Masya Allah, ladang pahala yang sangat subur sehingga Allah pun menyandingkan rasa syukur kepada ibu bapak sejajar dengan rasa syukur kepada-Nya. Ayat di atas tentunya menjadi pendorong tersendiri bagi seorang istri untuk bisa memposisikan dirinya sebagai ibu yang baik bagi anak-anaknya.
Sosok laki-laki sebagai suami sekaligus ayah bagi anak-anaknya memiliki waktu yang terbatas untuk berlama-lama di rumah karena tuntutan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Maka di sinilah peran istri untuk berbagi tugas dengan suami, menjadi ibu untuk mengasuh dan mendidik anak-anak mereka.
Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang ibu memiliki waktu lebih banyak untuk bersama anak-anak dibandingkan sang ayah. Ibu memegang tanggung jawab atas pembinaan masa depan anak-anak. Keberadaan dan peran seorang ibu menjadi sangat vital bagi pendidikan anak di awal pertumbuhan mereka. Dan inilah yang menjadi kunci awal pembentukan kepribadian mereka di masa depan.
Ibu adalah model bagi anak-anaknya di mana setiap gerak dan tingkah lakunya akan dicontoh dan ditiru. Istri yang bisa memainkan peran sebagai ibu yang baik tentunya akan membuat suami tenang dan memberi kepercayaan penuh untuk mengurus anak-anak. Tentunya peran yang satu ini bukan peran yang mudah dilakukan meski secara alami atau fitrahnya seorang perempuan memiliki jiwa keibuan. Maka penting bagi seorang istri untuk terus mengasah keilmuan dan ketrampilannya dalam mengasuh dan mendidik anak agar peran sebagai ibu dapat dilakoni dengan baik.
Peran Istri sebagai Sahabat Suami
Siapakah sahabat? Dia adalah orang yang dekat di hati kita. Orang yang memiliki ikatan batin yang kuat dengan kita. Persahabatan menunjukkan hubungan kedekatan perasaan dan emosi. Sahabat adalah orang yang paling mudah kita ajak bicara tentang banyak hal. Seorang sahabat siap menjadi pendengar yang baik, menjadi sandaran saat sahabatnya rapuh, tempat berbagi tawa dan air mata. Hampir tidak ada rahasia di antara dua orang yang bersahabat. Dukaku dukamu, bahagiamu bahagiaku. Aku nyaman bersamamu,engkau pun nyaman bersamaku. Begitulah, seseorang akan merasa nyaman bersama sahabatnya. Mereka bisa saling menerima kekurangan satu sama lain. Mengatasi persoalan yang timbul di antara keduanya dengan semangat persahabatan sehingga kerenggangan hubungan mudah teratasi.
Seorang sahabat siap sedia saat dibutuhkan. Rela menyisihkan waktu dan mengorbankan kepentingannya untuk sahabatnya. Saat dekat hati merasa bahagia. Saat jauh pun banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan dan ada kerinduan untuk bersama. Saling menghargai dan saling percaya. Seperti itulah sosok seorang sahabat. Persahabatan menjadikan seseorang begitu istimewa dan sangat dibutuhkan kehadirannya.
Bagaimana jika sosok sahabat ini hadir dalam kehidupan rumah tangga? Itulah peran yang perlu dimainkan oleh istri, menjalin persahabatan dengan suami. Dengan begitu, istri menjadi begitu istimewa di hati suami dan sebaliknya pula suami menjadi begitu istimewa di hati istri.
Persahabatan yang terjalin antara suami istri membuat saat-saat perjumpaan menjadi hal yang dirindukan. Suami bisa dengan leluasa mencurahkan suka dukanya, mengisahkan rahasia hidupnya, serta merasa aman dan nyaman bersamanya. Mereka saling memahami, saling mengerti, saling memberi dan menerima, penuh kehangatan dan begitu akrab.
Yang sering kali terjadi saat ini, banyak pasangan suami istri yang jarang atau bahkan tidak sempat meluangkan waktu bersama. Mereka kurang menyadari betapa berharganya detik-detik kebersamaan bersama pasangan. Benarkah demikian?
Kesibukan seorang suami mencari nafkah di luar rumah seringkali menyita waktu. Begitupun rutinitas seorang istri di rumah dengan seabreg pekerjaan rumah tangga. Apalagi jika istri juga berperan sebagai wanita karir, tentu waktu untuk membersamai keluarga menjadi sangat berkurang. Jika masing-masing pasangan tidak menyadari pentingnya membangun kedekatan hati satu sama lain, tidak memperhatikan kualitas kebersamaan mereka, hubungan suami istri dengan pola semacam ini akan menjadi hambar seiring berjalannya waktu. Ketika suami istri berkesempatan bersama di rumah, keduanya sibuk dengan gadget masing-masing. Sibuk berasyik ria dengan orang yang jauh di luar sana dan lupa dengan keberadaan orang terdekatnya. Mereka asyik dengan pertemanan di dunia maya sampai lupa membangun ikatan hati dengan pasangannya. Atau jika tidak, saat sedang bersama justru mereka sering disibukkan dengan pembicaraan tagihan listrik, pembelanjaan dapur, ataupun segala tetek bengek kebutuhan rumah tangga yang tak kunjung habis untuk dibicarakan. Meskipun hal-hal seperti ini memang perlu dibicarakan dan didiskusikan, akan tetapi jangan sampai porsinya mengabaikan kebutuhan hati.
Istri yang memahami perannya tentu tidak akan membiarkan kondisi seperti ini berlaku dalam rumah tangganya. Bagaimana pun kebersamaan dengan pasangan adalah momen berharga yang tidak boleh dilewatkan dengan hal-hal yang kurang berarti. Ia sangat memperhatikan kualitas hubungannya dengan suami. Selalu siap saat suami membutuhkan bantuan. Dia berusaha memberikan perhatian-perhatian kecil sehingga suami menyadari betapa istimewanya dia.
-selesai-

#ummisanti

Peran Istri dalam keharmonisan rumah tangga

Istri dan Keharmonisan Rumah Tangga (1)

Pernikahan mempertemukan dua hati dan dua kepribadian dalam satu ikatan suci, dalam satu bahtera rumah tangga. Bahtera yang melaju melintasi lembaran-lembaran masa dan mengukir beragam kisah dengan segala keunikannya. Pernikahan merupakan tim sukses dari pasangan suami istri yang saling bahu membahu menghalau badai agar bahtera rumah tangga tetap kokoh. Satu sama lain berusaha mengimbangi rasa dan irama agar tercipta harmoni indah, sehingga hempasan persoalan yang datang menerpa tidak menjadikan bahtera rumah tangga karam dan runyam. Masalah yang hadir dalam kehidupan rumah tangga justru menjadi bumbu penyedap yang makin mempererat ikatan hati.
Siapa pun tentu menginginkan kondisi rumah tangga seperti itu. Rumah tangga yang hangat penuh cinta, bertabur kebahagiaan dan kemesraan. Hanya saja, yang menginginkan belum tentu bisa meraihnya. Karena untuk mewujudkannya tentulah butuh kesungguhan, kerja sama, dan kekompakan.
Salah satu faktor utama untuk meraih rumah tangga serasa surga adalah keberadaan seorang istri. Ia punya peran dan andil besar dalam mengarahkan bahtera rumah tangga menuju pantai kebahagiaan, untuk mencapai rumah tangga yang bernilai dan berbobot, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Allah berfirman,
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ؕ اِنَّ فِيْ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: Ayat 21)
Dari ayat tersebut dapat kita tangkap sebuah makna bahwa kehadiran istri dapat memberikan rasa tenteram serta perasaan cinta dan kasih sayang bagi suaminya. Pertanyaannya, apakah semua istri dapat memainkan peran tersebut? Tentunya, pemeran terbaik adalah istri yang paham akan kedudukannya di mata suami dan memaknai hakikat pernikahan yang dijalaninya semata untuk meraih ridha Allah.
Sebagaimana kita ketahui, pada umumnya masa awal pernikahan semua terasa begitu manis. Istri begitu mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada suami. Seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia pernikahan, kekuatan cinta pun teruji oleh berbagai situasi dan kondisi. Ada yang menguat, tak sedikit pula yang kian memudar. Ada istri yang mengeluhkan suaminya menjadi begitu kaku dan cuek setelah masa yang panjang dari pernikahannya, tanpa dia sendiri menengok ke dalam diri bahwa bisa jadi dialah penyebab perubahan itu.
Seorang istri semestinya punya kepekaan tinggi terhadap fluktuasi ruhiyah rumah tangganya. Karena bagaimana pun, dia memegang peran strategis yang menentukan nasib bahtera rumah tangganya, menuju kepada kebahagiaan atau justru kehancuran. Istri yang pandai memainkan peran dan paham terhadap hak dan kewajibannya, akan punya energi lebih untuk mengayuh bahtera rumah tangganya menuju maghligai kebahagiaan yang hakiki.
Ada banyak peran yang bisa dimainkan oleh seorang istri dalam menjaga keutuhan rumah tangganya. Peran-peran tersebut dapat menjadi pupuk cinta dan keharmonisan rumah tangga. Kemampuan istri mengolah peran dan memberikan suguhan rasa yang berbeda sangat dibutuhkan oleh seorang suami,suguhan dengan menu yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan suami. Istri yang cerdas akan mampu menempatkan diri dan memainkan peran sesuai dengan situasi dan keadaan.
Peran Istri sebagai Kekasih
Peran ini punya arti sangat vital bagi kehidupan rumah tangga. Betapa banyak orang yang menikah tapi tidak saling menjadi kekasih. Pernikahan hanya menjadi simbol sosial dan masing-masing disibukkan oleh rutinitas yang makin lama kian menjemukan. Hingga datang masanya titik kulminasi kebosanan dalam rutinitas pernikahan yang menyebabkan pertengkaran, perselingkuhan, bahkan perceraian.
Karenanya, penting bagi seorang istri untuk bisa menyuguhkan rasa seorang kekasih bagi sang suami. Dengan begitu rumah tangga yang dijalani memiliki ruh kemesraan, ada ikatan batin kuat yang mengokohkan bahtera rumah tangga. Ada cinta yang tersemai dan terjaga dengan baik. Ada pelangi bahagia yang membuat satu sama lain merasa saling membutuhkan dan enggan terpisahkan.
Jadilah kekasih bagi suami Anda. Kekasih yang mau memahami dan menerima kekurangannya serta lebih terfokus pada kelebihan yang dia miliki. Jadilah seorang kekasih yang selalu mensyukuri kehadirannya sebagai anugerah indah yang Allah berikan. Jadilah kekasih yang makna kehadiran Anda di dekat suami lebih dari sekedar “berada bersamanya”.
Seorang istri adalah kekasih hati bagi suaminya. Dia selalu ada saat suami membutuhkan. Selalu ada cara baginya untuk menggoda dan memikat hati suami. Dia mampu menjadi tempat berbagi kemesraan dan kasih sayang.
Sebagai kekasih, istri yang cerdas memahami kebutuhan biologis suaminya, mampu menangkap sinyal-sinyal yang terkadang tidak terungkapkan. Dia tidak lelah mencurahkan belaian cinta dan kasih sayang untuk belahan jiwanya. Ketika sang suami menginginkan dirinya, maka ia bersegera dengan sepenuh hati dan kesungguhan memenuhi hasrat suaminya. Ia menyadari wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu ia tidak mendatanginya sehingga dia (suami) tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya hingga subuh.” (HR Bukhari No. 5194 dan Muslim No. 1436)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku di tangan-Nya. Tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur lalu ia menolak ajakannya melainkan Rabb yang di langit dalam keadaan murka terhadapnya hingga suaminya ridha kepadanya.” (HR Muslim No. 1436)
Seorang istri tentu tidak rela dirinya dilaknat oleh penduduk langit dan Rabb yang menciptakannya. Baginya, membahagiakan suami adalah kebahagiaan juga untuknya. Ia menyadari bahwa keinginan suami yang tertunda dapat menjadi celah yang menggerogoti keharmonisan rumah tangga. Betapa mereka yang tidak memperhatikan kebutuhan primer suami yang satu ini akan menemukan rumah tangganya berada dalam titik rawan. Ketika seorang istri seringkali mengabaikan kebutuhan ranjang suaminya, hal ini bisa memicu terjadinya perselingkuhan bahkan perceraian.
[bersambung …]

#ummisanti

Ketua MPR: Ulama dan Umat Islam Penjaga NKRI

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam Dialog Kebangsaan di sela-sela Mukernas X DPP Wahdah Islamiyah. Foto: Istimewa

“Umat Islam dan ulama adalah penjaga  NKRI,” (Zulkifli Hasan).

(Makassar-wahdahjakarta.com)- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengatakan bahwa penjaga Negara Republik Indonesia (NKRI) yang sesungguhnya adalah para ulama dan umat Islam. Hal ini beliau katakan pada dialog Kebangsaan yang digelar di sela-sela Mukernas X DPP Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (23/12).

“Umat Islam dan ulama adalah penjaga NKRI,” ujar  Zulkifli Hasan di hadapan seribuan peserta Mukernas X Wahdah yang mengikuti Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi empat pilar. “kemerdekaan Indonesia bisa tercapai juga atas peran penting ulama dan umat Islam, bahkan bisa dikatakan kemerdekaan tak akan tercapai tanpa peran ulama dan umat Islam”, jelasnya.

Oleh karena itu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengharapkan peran umat Islam dalam menjaga keutuhan NKRI bersama komponen dan elemen Bangsa Indonesia lainnya. “Peran penting itu harus dijaga dan ditingkatkan. Jangan justru mengecil karena ulama dan umat Islam tidak sadar, ” tandasnya.

Zulkifli juga menyoroti upaya mempertentangkan antara agama Islam dan kebangsaan. “Orang yang taat beragama dianggap tidak nasionalis, tunduk pada ajaran agama dianggap menolak paham kebangsaan. ini salah paham atau paham yang salah”, terangnya.

Menurutnya berislam dan berindonesia tidak dapat dipisahkan. “Oleh karena itu, paham agama dan paham kebangsaan tidak bisa dipecah. Saling menopang, saling mengisi”, imbuhnya. “Menjadi pemeluk agama yang taat adalah jalan untuk menjadi warga negara yang baik,’’lanjutnya. “Orang yang mengatakan beragama dengan benar dikatakan anti pancasila mesti belajar lagi tentang pancasila,” pungkasnya. [sym].

peserta Mukernas X DPP Wahdah Islamiyah menyimak dialog kebangsaan Sosialiasi empat pilar oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan