103 Ton Bantuan Kemanusiaan Asing Tiba di Sulawesi Tengah

Salah satu pesawat yang mengangkut bantuan seberat 103 ton dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulteng pada Rabu (17/10).

(PALU) wahdahjakarta.com – Sebanyak 6 pesawat asing yang mengangkut  103 Ton bantuan kemanusiaan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulteng pada Rabu (17/10).

Enam pesawat tersebut merupakan dukungan transportasi dari Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura.

Sebanyak 64 sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat angkut militer membawa bantuan dari Balikpapan sebagai entry point menuju Palu. Pesawat yang rata-rata menggunakan jenis C-130 Hercules tersebut mengangkut bantuan dari dalam dan luar negeri berupa bantuan pangan dan non pangan. Bantuan pangan yang dibongkarmuat tersebut berupa air mineral, mie instan, biskuit, makanan gizi bayi, minyak goreng dan beras, sedangkan non pangan didominasi tenda. Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit forklift yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat.

BNPB melaporkan bantuan yang belum terkirim per 17/10/ 2018 terdiri dari 32 unit genset dari Cina sebanyak 32 unit (3,46 ton) dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set (14,49 ton). Bantuan ini akan diangkut dan dikirim ke Palu dengan pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat dan Jepang pada hari ini. Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan.
Tercatat 20 negara telah membantu Pemerintah Indonesai selama penanganan darurat pascagempa Sulawesi Tengah (Sulteng). Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Perancis, Qatar, RRT, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turkei, dan Ukraina. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB.

Sementara itu, tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenda sekolah. Sebanyak 13 palet kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat. Berdasarkan data per 16/10/2018 pukul 20.00 Wita Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, total sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, terdampak berjumlah 1.185 unit. Kerusakan terbesar teridentifikasi di Kabupaten Donggala (499 unit), Kota Palu (359), Kabupaten Sigi (234) dan Kabupaten Parigi Moutong (93). Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit. Sampai dengan hari ini (19/10), ribuan tenda untuk kelas darurat masih dibutuhkan di wilayah terdampak.
Sumber: Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Bersabarlah, Musibah Bisa Menghapus Dosa

Diantara hikmah musibah dan Ujian adalah dapat menghapuskan dosa.

Diantara hikmah musibah dan Ujian adalah dapat menghapuskan dosa.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak henti-hentinya musibah menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” 💦

[HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2280].

Kesusahan, keperihan hidup, sakit dan musibah adalah hal yang lumrah menimpa kita sebagai manusia. Tidak satu pun manusia yang susah seumur hidup, ataukah bahagia selama-lamanya. Kadang ia akan merasai bahagia, dan kadang pula hidup sengsara. Cobalah kita tanyakan pada mereka yang hidupnya dibawah kolong jembatan. Adakah mereka selalu merasakan kesulitan, tanpa adanya selingan kebahagiaan?

Cobalah tanya pada si kaya yang hidupnya bergelimangan harta, adakah mereka itu merasa bahagia selamanya? Apakah tak satu pun selama hidupnya mereka merasakan kesulitan?

Bersabarlah kawan, musibah yang sementara engkau hadapi di fase ini akan menghapus segala dosamu. Gundahmu yang selama ini engkau rasakan tak akan selamanya seperti itu. Bukankah Allah mengatakan dalam firmannya (yang artinya),“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35). Maka bersabarlah, Allah akan jaminkan dosamu akan terampuni.

Jangankan musibah yang besar seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, puting beliung, banjir bandang, tertusuk duri sedikit pun kata Nabi, akan menggugurkan dosa-dosamu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah dari seorang Muslim yang tertusuk duri hingga apa-apa yang lebih berat darinya, kecuali dicatat baginya derajat dan dihapus darinya dengan hal itu kesalahan.” (HR Muslim).

Melalui nasehat ini, kami mengajak kepada pembaca sekalian untuk kembali merenungi hidup, berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, bahwa segala musibah dan segala kepedihan, akan menghapuskan segala dosa dan kesalahan kita, Insya Allah. []

❤ “Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

💠Layanan Sedekah: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

💠Layanan Zakat: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 772 800 8002 an Lazis Wahdah Jakarta Zakat

📲Konfirmasi transfer/Layanan Jemput Donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

#melayanidanmemberdayakan
#spiritalqur’an

UZR: Indonesia Pelopor Kebangkitan

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) : Indonesia Pelopor Kebangkitan

Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) : Indonesia Pelopor Kebangkitan

Indonesia Pelopor Kebangkitan. Banyak para ulama dari dunia Islam yang telah menyampaikan, harapan kebangkitan umat itu bisa dimulai dari Indonesia. Singkatnya, Indonesia Pelopor Kebangkitan.

Ini pernah saya dengar sendiri dari para ulama Saudi, Sudan, dan Mesir, dll.
Ini bukan tanpa dasar, kita memang dikenal sebagai bangsa yang mempunyai sejarah perjuangan panjang. Bangsa kita telah ratusan tahun memerangi penjajah hingga mereka terusir.

Berbeda dengan banyak bangsa lainnya, bangsa Indonesia benar-benar mendapatkan kemerdekaan dengan PERJUANGAN, DARAH, dan AIR MATA. Kemerdekaan kita bukan hadiah dari penjajah.
Mari, terus berjuang dengan kesantunan. In syaa Allah kita sedang berjalan menuju kebangkitan yang lebih besar ke depan. Namun perlu diingat, ini tidak bisa lepas dari ruh perjuangan, ukhuwah, dan persatuan. [UZR]

Versi Video dapat disimak pada link berikut

Relawan Trauma Healing Hibur Anak Korban Gempa dengan Bercerita

Wakil Ketua Umum Wahdah ISlamiyah Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil ketika menyampaikan cerita di depan anak-anak korban bencana Sulteng saat menjadi Relawan Trauman Healing di kab. Sigi, Sulawesi Tengah.

(SIGI) wahdahjakarta.com — Salah satu metode Trauma Healing kepada anak korban gempa yang dilakukan oleh relawan Wahdah Islamiyah adalah melalui cerita edukasi. Cerita edukasi yang berisi nilai-nilai pendidikan dan patriotisme.

Salah satunya adalah Dongeng berjudul ‘Kerajaan Darusallam’ yang disampaikan oleh Ustad Ikhwan Jalil kepada puluhan anak-anak korban Gempa.

“Jika seandainya robot ini adalah Anda, apakah Anda siap melindungi negeri anda dari gangguan musuh? ,” tanya ustad Ikhwan kepada Amar (12), siswa kelas 6 SD IT Qurrota A’yun.

“Robot ini adalah pasukan Mujahid yang ditugaskan menjaga negerinya, Kerajaan Darussalam. Tiba-tiba ada sepasukan musuh yang dipimpin oleh Raja Jengkol menyerangnya. Maka bertakbir lah seluruh pasukan kerajaan melawan pasukan musuh itu,” kisah Ustad Ikhwan dengan penuh semangat kepada puluhan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Qurrota A’yun, Jumat (19/10/2018).

Di akhir kisah, ustad Ikhwan membagikan mainan robot kepada anak-anak yang hadir dengan terlebih dahulu membuka pertanyaan.

“Jika seandainya robot ini adalah Anda, apakah Anda siap melindungi negeri anda dari gangguan musuh? ,” tanya ustad Ikhwan kepada Amar (12), siswa kelas 6 SD IT Qurrota A’yun.

“Siap, saya akan melawannya menggunakan robot ini,” tutur Amar, tersambung gelak tawa seluruh peserta yang hadir.

Lantunan kisah oleh Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah ini mendapat sambutan tawa oleh anak-anak yang hadir, apalagi dihiasi dengan lantunan nasyid Deen Salam oleh Umar Al-Faruq, Putra Ustad Ikhwan.

Trauma healing merupakan salah satu agenda relawan Wahdah Islamiyah dalam pemulihan korban gempa Palu dan sekitarnya. “Hari ini kita mengirimkan 10 ustadz yang akan menjadi tim trauma healing,” kata ustadz Taufan Djafri, koordinator pengiriman relawan, di kantor DPP Wahdah Islamiyah, Jl. Antang Raya no 48, Makassar, Selasa (9/10/2018) lalu.

Selain kepada anak-anak, Trauma Healing juga diberikan kepada kalangan remaja dan orang tua. Metode untuk remaja dan orang tua berbeda dengan anak-anak, yakni melalui pendekatan rohani dengan tausiyah dan motivasi. ()

Relawan Kesehatan Wahdah Islamiyah Susuri Pegunungan Sigi

Relawan Kesehatan Wahdah Islamiyah Susuri Pegunungan Sigi

Relawan Kesehatan Wahdah Islamiyah sedang melakukam pelayanan kesehatan di salah satu desa di Pegunungan Sigi Sulteng, Kamis (19/10/2018)

(Sigi) Wahdahjakarta.com, — Ikhtiar dalam membantu korban gempa terus dialirkan hingga ke pelosok-pelosok Sulawesi Tengah. Tim relawan kesehatan Wahdah Islamiyah  yang dipimpin  dr. Mujahid menyusuri pegunungan Sigi untuk memberikan pelayanan kesehatan  di  di Desa Oo Kec. Kulawi Selatan Kabupaten Sigi, Kamis (19/10/2018).

Perjalanan dalam menembus lokasi ini tidak memerlukan waktu yang sangat lama karena kondisi jalan yang masih baik. Hanya saja, letaknya yang sedikit terpencil dari lokasi perkotaan membuat wilayah ini sering tidak terjamah oleh bantuan.

Salah seorang pasien bernama Ester Tawue (68) menderita sebuah penyakit serius dibagian jemari kakinya. Terlihat beberapa pembengkakan pembuluh darah yang sudah meracuni hampir semua bagian pergelangan kakinya.

“Tidak ada jalan lain kecuali amputasi,” ucap dr. Mujahid saat memeriksa kondisi ibu Ester.

Enard Tawue, suami dari ibu Ester mengatakan, awal mula pembengkakan terjadi beberapa bulan yang lalu.

“Saat itu hanya muncul benjolan kecil mirip mata ikan. Namun semakin hari semakin membesar dan jadinya seperti ini,” tukasnya.

Satu bulan yang lalu, ibu Ester sempat dirawat di RS Umdata kota Palu. Namun hingga satu bulan dirawat tidak ada perubahan, akhirnya keluarga berniat mengobatinya dengan metode alternatif.

“Kita hanya pakai daun alam,” kata pak Enard.

“Kalau bapak mau dan setuju ibu dioperasi, maka kami dari Wahdah siap memfasilitasi ibu ke rumah sakit. Kami punya Ambulance,” ucap dr. Mujahid.

Seharian penuh bertugas melayani pasien dengan mobile, pasien yang diobati berjumlah 219 orang.

“Alhamdulillah ini capaian luar biasa,” tambahnya.

Layanan kesehatan juga dilakukan di daerah pengunjungsian Kelurahan Balaroa dan kompleks SMP Negeri 13 kota Palu. []

Fiqh Praktis Shalat Istikharah

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan shalat istikharah kepada kami dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Al-Qur’an.” (Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu).

 

Salah satu tabiat manusia adalah selalu ragu ketika dihadapkan pada dua pilihan. Bahkan saat berhadapan dengan satu pilihan pun masih ragu untuk meneruskan pilihan tersebut atau tidak. Sebabnya adalah karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk melihat keghaiban di masa yang akan datang. Sebagian orang justru mencari jalan keluar untuk memastikan pilihannya kepada para dukun, tukang ramal, dan semacamnya. Padahal hal ini bertentangan dengan aqidah Islam. Karena tidak ada yang mengetahui peristiwa hari esok kecuali Allah.

Oleh karena itu dalam Islam disyariatkan shalat Istikharah. Istikharah dilakukan untuk memastikan pilihan kita atau meminta kemantapan dari Allah saat dihadapkan pada dua pilihan, lalu kita memilih salah satunya namun kita tidak mengetahui  mana yang terbaik dari dua pilihan tersebut. Berkaitan dengan ini Syekh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mensyariatkan kepada umatnya agar mereka memohon pengetahuan kepada Allah Ta’ala dalam segala urusan yang mereka alami dalam kehidupan dan suapaya mereka memohon kebaikan di dalamnya. Yaitu dengan mengajarkan kepada mereka shalat istikharah sebagai pengganti dari apa yang biasa dilakukan pada masa jahiliyah beruapa ramal-meramal, memohon kepada berhala, dan melihat peruntungan. (Meneladanai Shalat-shalat Sunnah Rasulullah, hlm.125)

Bekaitan dengan hukum, kaifiyat, dan hal lain tentang Istikharah dapat ditemukan dalam hadits Shahih yang diriwayatkan oleh jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Jabir menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan shalat istikharah kepada kami dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Al-Qur’an. Beliau bersabda; “Jika salah seorang diantara kalian bertekad untuk melakukan sesuatu, maka hendaklah ia shalat dua raka’at di luar shalat wajib, kemudian hendaklah ia mengucapkan”:

اللهم إني أستخيرك بعلمك وأستقدرك بقدرتك وأسالك من فضلك العظيم، فإنك تقدر ولا أقدر وتعلم ولا أعلم وأنت علام الغيوب. اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر خير لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال عاجل أمري و آجله – فاقدره لي ويسره لي ثم بارك لي فيه. وإن كنت تعلم أن هذا الأمر شر لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال في عاجل أمري وآجله – فاصرفه عني واصرفني عنه، واقدر لي الخير حيث كان ثم أرضني به. قال ويسمي حاجته

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan meminta keputusan dengan kekuasaan-Mu, Aku meminta karunia-Mu yang sangat agung, Karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa dan memiliki kuasa samasekali, Engkaulah yang mengetahui dan aku tidaklah tahu apa-apa, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara ghaib. Ya Allah sekiranya Engkau mengetahui bahwa perkara ini (lalu menyebutkan masalahnya) adalah baik bagiku,  dalam agamaku dan kehidupanku serta kesudahan urusanku”, atau mengucapkan; “Baik dalam waktu dekat maupun akan datang-, maka tetapkanlah ia bagiku  dan mudahkanlah ia untukku lalu berkatilah. Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa perkara itu buruk bagiku untuk agamaku dan kehidupanku dan kesudahan urusanku, atau mengucapkan; “baik dalam waktu dekat maupun yang akan datang-, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah ia dariku, lalu Putuskanlah yang baik bagiku perkara yang lebih baik darinya, apapun yang terjadi, lalu ridlailah ia untukku”. Beliau bersabda;”Hendaklah ia menyebutkan keperluannya”. (HR. Bukhari)

Dari hadits tersebut terdapat beberapa pelajaran terkait shalat Istikharah, diantaranya:

  1. Disyariatkan dalam Segala Urusan

Selama ini kita terbiasa menunaikan shalat Istikharah untuk urusan-urusan tertentu saja, seperti urusan jodoh, memilih tempat sekolah atau kuliah, dan pekerjaan. Padahal Shalat Istikarah disunnahkan dalam segala urusan, sebagaimana yang secara jelas disampaikaan oleh

Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan istikharah kepada kami dalam segala urusan”. Hal ini bermakna pula bahwa shalat istikharah mencakup urusan-urusan besar maupun kecil. Sebab, berapa banyak masalah yang dianggap kecil berubah menjadi sumber masalah. Akan tetapi perlu ditegaskan bahwa mengerjakan kewajiban  dan perkara sunnah serta meninggalkan yang diharamkan dan dimakruhkan tidak memerlukan shalat Istikharah.

  1. Jumlah Raka’at Shalat Istikharah

Di dalam hadits tersebut terdapat pelajaran bahwa shalat istikharah terdiri atas dua raka’at selain shalat wajib. Frasa ‘selain shalat wajib’ menyiratkan pesan bahwa, istikharah juga dapat dilakukan bersamaan dengan sahalat sunnah lainnya, seperti shalat sunnah rawatib. Misalnya, seseorang mengerjakan shalat sunnah rawatib atau shalat sunnah yang lain, lalu setelah shalat ia membaca do’a istikharah seperti dalam hadits tersebut. Karena yang dimaksud dengan shalat istikharah adalah dikerjakannya shalat yang disertai dengan bacaan do’a setelahnya atau pada saat shalat dikerjakan. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa Istikaharah yang akan disertakan bersama shalat sunnah rawatib tersebut harus dniyatkan sejak awal. Adapun jika keinginan beristikharah muncul setelah Shalat, maka hal itu tidak boleh.

  1. Tidak dilakukan Pada Saat Ragu

Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa beristikhaarah tatkala ragu dan dihadapkan pada dua pilihan atau lebih. Lalu kita shalat dan/meminta dipilihkan oleh Allah. Cara seperti ini kurang tepat, karena dalam hadits tersebut Nabi mengatakan, “Idza hamma ahadukum bil amri, Jika salah seorang dari kalian berniat akan melakukan sesuatu”. Hamma, artinya berkehendak, menyukai, dan berniat akan. Oleh karena itu Imam Bukhari selalu beristikharah sebelum menghukumi keshahihan suatu hadits.

Lalu bagaimana jika seseorang merasa ragu dan ingin melarikan keraguannya tersebut kepada istikharah? Jika ia ingin istikharah, maka hendaknya sebelum istikharah ia memilih salah satu dari dua hal yang meragukan tersebut lalu memohon petunjuk dalam menentukan pilihan tersebut (melalui istikharah). Setelah istikharah, dia biarkan semuanya berjalan apa adanya. Jika baik, semoga Allah menetapkan pilihannya tersebut dan memberikan kemudahan dalam melakukannya, serta memberkahinya. Sebaliknya, jika pilihan tersebut buruk, maka semoga Allah memalingkan dirinya dari hal itu lalu menetapkan untuknya yang lebih baik dengan idzin- Nya.

Hal ini menunjukan pentingan memadukan istikharah dan musyawarah. Maksudnya,  tatkala seseorang sedang ragu, tak ada salahnya dia bermusyawarah dengan orang lain, meminta masukan dari saudara atau teman. Lalu hasil musyawarah situ dibawa ke dalam istikharah. Ibn Taimiyah rahimahullah mengatakan “Tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah dengan sesama makhluk dan beristikharah kepada Allah

  1. Tidak Ada Bacaan Surat Khusus

Dalam hadits tersebut terkandung pengertian, tidak ada penetapan bacaan surat atau ayat khusus dalam shalat Istikarah. Artinya boleh membaca surah  atau ayat apa saja setelah membaca al-Fatihah. Hal ini berbeda dengan shalat  yang lain seperti shalat witir (disunnahkan membaca surah Al-a’la, al-Kafirun, dan al-Ikhash), shalat sunnah qabliyah subuh (surah al-Kafirun dan al-Ikhlash), dan sahalat ‘Ied (Surah al-A’la dan al-Ghasyiyah).

  1. Jawaban Istikharah

Dalam hadist tersebut terkandung pengertian bahwa jawaban Istikharah terlihat dengan dimudahkannya urusan yang diminta dalam Istikharah. Selain itu para Ulama menasihatkan, agar seseorang  melakukan apa yang tampak sesuai keyakinannya. Hendaknya ia memutuskan pilihan yang diyakininya dengan pasti, baik itu disenangi oleh hatinya atau tidak.

Sebagian orang menanti jawaban istikharah melalui mimpi, atau melalui membuka Quran secara acak lalu mencoba mencari jawabannya melalui ayat yang tak sengaja terbuka, atau dengan butiran-butiran tasbih dan lain-lain. Semua ini tidak mempunyai landasan dalil dan hadist.

  1. Do’a Dipanjatkan Ba’da Salam

Hadits tersebut menunjukan bahwa do’a Istikharah dipanjatkan setelah salam, sebab, dalam hadist Jabir di atas dikatakan; “Jika salah seorang diantara kalian bertekad untuk melakukan sesuatu, maka hendaklah ia shalat dua raka’at di luar shalat wajib, kemudian hendaklah ia mengucapkan; . . . (do’a istikharah). Dzahir hadits tersebut menunjukan bahwa do’a diucapkan setelah shalat.

7. Beberapa Catatan Tambahan tentang istikharah:

  •  Biasakan beristikahrah dalam segala urusan
  • Selalulah berhusnudzan kepada Allah. Yakinlah bahwa yang terbaik adalah apa yang ditakdirkan oleh Allah. Percayalah bahwa ketika anda beristikharah maka Allah akan menuntun dan mengarahkan kepada kebaikan.
  • Tidak boleh beristikharah dalam shalat fardhu.
  • Jika anda dalam kondisi tidak boleh shalat (seperti sedang haidh bagi wanita) dan anda butuh istikharah, maka bersabarlah sampai masa haidh berlalu. Tetapi, jika perkara yang membutuhkan istikharah sangat penting dan mendesak, maka cukuplah anda membaca do’a istikahrah tanpa melakukan shalat. Karena wanita haidh tidak boleh shalat, tetapi boleh membaca do’a dan wirid.
  • Boleh membaca do’a istikaharah sebelum atau setelah salam.

      Jika anda tidak hafal do’a istikharah, maka berusahalah untuk menghafalnya terlebih dahulu. Tetapi jika perkara      yang membutuhkan istikharah sangat mendesak, maka boleh membacanya melalui catatan di secarik ketas.     Dalam kondisi seperti ini sebaiknya do’a dibaca setelah salam

  • Jika belum jelas pilihan yang terbaik, maka boleh mengulangi istikaharah (Menurut Syekh al-Utsaimin sampai tiga kali).
  • Jangan menambah dan mengurangi lafadz do’a yan terdapat dalam hadits.
  • Jangan jadikan hawa nafsumu menghakimi dan menghukumi hasil istikharah.

Wallahu a’lam (Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Remaja Islam Al-Firdaus edisi 12)

Bahan Bacaan :

  1. Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmul, Meneladani Shalat-shalat Sunnah Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam.
  2. http://www.saaid.net/bahoth/41.htm

Angkut 30 Ton Bahan Pangan, Kapal Ekspedisi Kemanusiaan Wahdah Islamiyah Tiba di Palu

Kapal Karya Selamat yang didapuk sebagai angkutan pembawa logistik ekspedisi kemanusiaan Wahdah Islamiyah, bersandar di Pelabuhan Pantoloan kota Palu, Kamis (18/10) mengangkut 30 ton bahan pangan.

(Palu) Wahdahjakarta.com, — Pengiriman bahan pangan dan logistik kembali berlanjut. Kapal Karya Selamat yang didapuk sebagai angkutan pembawa logistik bersandar di Pelabuhan Pantoloan kota Palu, Kamis (18/10).

Kapal berlabuh selama tiga hari menuju dermaga di kota Palu dengan membawa bantuan beras sebanyak 30 Ton dan ratusan bahan pangan.

Pengerahan tim pembawa logistik sembilan truk dikawal oleh 130 relawan Wahdah Peduli. Tim dipimpin langsung oleh panglima SAR Wahdah Islamiyah, Abu Umar.

“Hari ini pengerahan tim ke pelabuhan Pantoloan berjalan lancar. Ratusan relawan sementara berjibaku menurunkan semua bantuan dari lambung kapal,” tukasnya.

Selama penanganan dimasa tanggap darurat ini, Wahdah Islamiyah bersinergi dengan berbagai pihak. Dalam hal ini, Abu Umar mengutarakan, bantuan ini bentuk solidaritas dari semua elemen masyarakat yang berkeinginan penuh membantu saudaranya.

“LAZIS Wahdah sepenuhnya merasa bersyukur dengan antusiasme masyarakat Indonesia. Semoga ini tetap terjalin dengan baik,” kata Abu Umar.

Pemberangkatan ini adalah bentuk ikhtiar yang serius dari LAZIS Wahdah selama fase emergency ini berlangsung.

Hingga pekan ketiga, distribusi logistik Wahdah Islamiyah telah menjangkau kurang lebih di 3 Kabupaten, 27 Kecamatan, dan100 Kelurahan/Desa dengan jumlah penerima manfaat sebesar 36.168 Jiwa dan 8536 KK.

Bahan pangan yang siap ddistribusikan kepada pengungsi.

“Alhamdulillah Beras telah didistribusikan sebanyak 34 Ton, mie instan sebesar 4.574 dos dan air mineral 4.345 dos. Diluar dari jenis bahan pangan lainnya seperti susu, terpal, sarung, dan perlengkapan bayi,” ujar Thesar, Koordinator logistik, di posko Induk Wahdah Islamiyah, Jln. Rappolinja, Tinggede, Kab. Sigi.

Bantuan ini akan terus mengalir, selama semangat kemanusiaan itu masih terpancang dalam dada. Kita akan bergerak untuk para penyintas gempa dan tsunami. Maka program “Ekspedisi Kemanusiaan” ini akan terus berlanjut, Insya Allah. [fry]

Homoseksual dan Lesbian dalam Pandangan Yahudi, Kristen dan Islam (2)

Homoseksual dan Lesbian dalam Pandangan Yahudi, Kristen, dan Islam

Aksi Mahasiswa #TolakLGBT. Sumber Photo: Hidayatullah.com

Homoseksual dan Lesbian dalam Pandangan Yahudi, Kristen dan Islam (2)

Kesimpulan tulisan sebelumnya mengisyaratkan bahwa homoseksual dan lesbian merupakan perilaku tercela dan terlarang semua Agama. Dalam Islam, hingga kini, praktik homoseksual dan lesbian  tetap dipandang sebagai tindakan bejat. Di dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan bahwa praktik homoseks merupakan satu dosa besar dan sanksinya sangat berat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki).

Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah.

Untuk pelaku praktik lesbi (wanita dengan wanita), diberikan ganjaran hukuman kurungan dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya. (QS 4:15). Para fuqaha membedakan hukuman antara pelaku homoseksual (sesama laki-laki) dengan lesbian (sesama wanita). Pelaku lesbi tidak dihukum mati. Dalam Kitab Fathul Mu’in – kitab fiqih yang dikaji di pesantren-pesantren Indonesia — dikatakan, bahwa pelaku lesbi (musaahaqah) diberi sanksi sesuai dengan keputusan penguasa (ta’zir). Bisa jadi, penguasa atau hakim membedakan jenis hukuman antara pelaku lesbi yang ‘terpaksa’ dengan yang profesional.

Dalam Agama Kristen homoseksual dan lesbian juga dikategorikan sebagai perilaku terlarang.  Pada tanggal 8 Mei 2005 lalu, Paus Benediktus XVI menegaskan, bahwa Gereja Katolik melarang pernikahan sesama jenis dan menentang aborsi. Sikap ini disampaikan menjelang referendum di Italia soal reproduksi dan inseminasi buatan. Meskipun banyak pastor yang terjerat skandal hoseksual, Paus tetap bersikap tegas terhadap masalah homoseksual.

Demikian pula dalam ajaran Yahudi, homoseksual dan lesbian dianggap sebagi perilaku keji yang pelakunya harus dihukum mati.

Dalam Kitab Imamat (Leviticus) 20:13, disebutkan: “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

***

Ajaib

Menyimak posisi ajaran Islam dan Kristen yang tegas terhadap masalah homoseksual, harusnya berbagai pihak tidak memberi kesempatan untuk mempromosikanya. Karena itu, adalah ajaib, jika saat ini, begitu banyak media massa yang membuat opini seolah-olah homoseksual adalah suatu ‘tindakan mulia’ (amal salih) yang perlu diterima oleh masyarakat. Promosi dan kampanye besar-besaran legalisasi homoseksual ini berusaha menggiring opini masyarakat untuk menerima praktik homoseksual.

Pada Hari Senin, 13 Juni 2005, pukul 08.30 WIB, dalam acara Good Morning, Trans TV melakukan kampanye legalisasi perkawinan sesama jenis. Ketika itu ditampilkan sosok wanita lesbi bernama Agustin, yang mengaku sudah 13 tahun hidup bersama pasangannya – yang juga seorang wanita. Agustin, yang mengaku menyukai sesama wanita sejak umur 12 tahun, ditampilkan sebagai sosok yang “tertindas”, diusir oleh keluarganya, pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, gara-gara dirinya seorang lesbi. Kini ia bekerja di LSM Koalisi Perempuan Indonesia.

Ketika ditanya, mengapa dia berani membuka dirinya, sebagai seorang lesbi, Agustin menyatakan, bahwa dia sudah capek berbohong. Dia ingin jujur dan mengimbau masyarakat bisa memahami dan menerimanya. Praktik hubungan seksual dan perkawinan sesama jenis, katanya, adalah sesuatu yang baik. Seorang psikolog yang juga seorang wanita (tidak dijelaskan apakah dia lesbi atau tidak) juga menjelaskan bahwa homoseksual dan lesbian bukan praktik yang abnormal, tetapi merupakan orientasi dan praktik seksual yang normal.

Acara Trans TV itu tentu saja perlu diberi perhatian serius oleh kaum Muslimin. Sebab, ini merupakan kampanye dan promosi perkawinan sesama jenis yang bersifat massal dan terbuka. Selama ini, banyak TV yang menayangkan acara – baik sinetron, komedi, film – yang secara terselubung berisi kampanye dukungan buat kaum homo. Hanya saja, biasanya tidak sampai kepada bentuk dukungan terhadap perkawinan sesama jenis.

Kasus leluasanya kampanye besar-besaran legalisasi homoseksual dan dukungan (pendiaman) terhadap kontes Miss Waria bisa dilihat sebagai satu gejala ‘mulai lumpuhnya’ peran ‘nahi-munkar’ organisasi dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Mungkin banyak tokoh sedang sibuk ngurus ‘yang lain’, atau sedang mengalami “kegagapan” menghadapi arus globalisasi dan hegemoni media televisi yang saat ini menjadi “penguasa moral” dan penentu nilai-nilai moral baru di tengah masyarakat. Salah satu dampak globalisasi adalah lahirnya sikap “ketidakberdayaan” (powerless) yang gagap dan gamang dalam menyikapi kedigdayaan media informasi seperti TV. Penjungkirbalikan nilai-nilai ‘haq’ dan ‘bathil’ merupakan masalah paling serius yang dihadapi kaum Muslim saat ini. Harusnya, organisasi Islam besar – NU, Muhammadiyah, MUI, Al-Irsyad, DDII, PKS, PPP, dan sebagainya – memahami, bahwa masalah pencegahan kemunkaran dalam bentuk perzinahan atau homoseksual adalah persoalan besar dan serius, yang tidak kalah seriusnya dibandingkan masalah korupsi uang. Para tokoh organisasi itu pasti paham, beratnya sanksi perzinahan dalam Islam. Urusan menghentikan kemunkaran bukanlah hanya tugas FPI atau KISDI semata. Kita berharap, kemenangan partai Islam di wilayah terentu berbanding lurus dengan pengurangan tindakan kemunkaran di wilayah itu. Jangan sampai politiknya menang, tapi kemunkaran malah berkembang, yang mendekatkan masyarakat pada turunnya azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mengikuti jejak kalangan Kristen, di kalangan Islam, bahkan di lingkungan pendidikan tinggi Islam, juga sudah muncul suara yang mendukung perkawinan sejenis. Tahun 2004, “Jurnal Justisia” terbitan Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang, menulis “cover story” dengan judul “Indahnya Kawin Sesama Jenis”. Dikatakan di Jurnal ini, bahwa “Hanya orang primitif saja yang yang melihat perkwinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya.

Kini, dalam soal homoseksual dan lesbian, manusia seperti memutar jarum sejarah: menganggap enteng, memberikan legitimasi, dan ujungnya adalah azab Allah. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan: “Tidaklah (sebagian) dari suatu kaum yang berbuat maksiat, dan di kalangan mereka ada orang yang mampu mencegahnya atas mereka, lalu dia tidak berbuat, melainkan hampir-hampir Allah meratakan dengan azab dari sisi-Nya.” (HR Abu Dawud, at-Turmudzi, dan Ibnu Majah).

Sumber: Homoseksual dan Umat Islam Oleh DR. Adian Husaini

 

 

Homoseksual dan Lesbian dalam Pandangan Yahudi, Kristen dan Islam (1)

Homoseksual dan Lesbian dalam Pandangan Yahudi, Kristen, dan Islam

Aksi Mahasiswa #TolakLGBT. Sumber Photo: Hidayatullah.com

Masalah homoseksual dan lesbian di Indonesia kini memasuki babak-babak yang semakin menentukan. Sebagai sebuah negeri Muslim terbesar, Indonesia menjadi ajang pertaruhan penting perguliran kasus ini. Anehnya, hampir tidak ada organisasi yang serius menanggapi masalah ini. Padahal, ibarat penyakit, masalahnya sudah semakin kronis, karena belum mendapatkan terapi serius.

Ahad (26/6/2015), Front Pembela Islam (FPI) memprotes penyelenggaraan Miss Waria Indonesia, di Gedung Sarinah. Namun, protes FPI tidak digubris. Kontes itu tetap jalan. Ini merupakan kontes yang kedua. Pemenang kontes Miss Waria tahun lalu, Meggie Megawatie (bernama asli Totok Sugiarto), berhasil masuk dalam jajaran 10 besar dalam kontes waria se-dunia di Thailand. Menurut Laporan Jawa Pos (25/6/2005), kali ini, Gubernur Sutiyoso menyumbang Rp 100 juta untuk penyelenggaraan kontes waria.

Persoalan homoseks bukanlah persoalan ‘kodrat’ manusia. Tapi, menyangkut masalah orientasi dan praktik seksual sesama jenis. Kodrat bahwa seorang berpotensi sebagai ‘homo’ atau ‘lesbi’ adalah anugerah dan ujian Tuhan. Tetapi, penyaluran seksual sesama jenis merupakan dosa yang dikecam keras dalam ajaran agama. Belum lama ini (8/6/2005), Paus Benediktus XVI menegaskan, bahwa Gereja Katolik melarang pernikahan sesama jenis dan menentang aborsi. Sikap ini disampaikan menjelang referendum di Italia soal reproduksi dan inseminasi buatan. Meskipun banyak pastor yang terjerat skandal hoseksual, Paus tetap bersikap tegas terhadap masalah homoseksual.

Pada 18 Juni lalu, lebih dari 500.000 umat Katolik berkampanye didukung sekitar 20 uskup senior untuk menentang hukum baru di Spanyol yang mengesahkan perkawinan sesama jenis. Meskipun mayoritas Katolik, Spanyol kini merupakan negara kedua yang melegalkan pasangan homoseksual – setelah Belanda dan Belgia. Mayoritas kaum Katolik di Spanyol tampaknya tidak menggubris larangan Paus. Kaum Kristen di Barat pada umumnya, memang sudah lama menghadapi dilema dan masalah berat dalam soal homoseksual. Prinsip sekular-liberal yang diimani sebagai pedoman dan pandangan hidup mereka, telah merelatifkan dan meliberalkan nilai-nilai moral. Maka, praktik homoseksual yang dikutuk oleh Bible dan para tokoh Gereja sejak dulu, kini semakin merajalela.

Di kalangan Yahudi, praktik homoseksual juga semakin menggejala dan menggurita. Tahun lalu, di Israel, dalam satu acara perkumpulan yang digalang oleh kelompok homoseksual/lesbian (Agudah), tokoh Partai Likud pun ikut mendukung agenda kaum homoseks itu. Bat-Sheva Shtauchler, tokoh Likud, menyatakan: “We will support everything. Who said the Likud doesn’t cooperate with the community?” Biasanya, Likud termasuk yang menentang keras praktik homoseksual, karena dalam Bible memang disebutkan, pelaku homoseksual harus dihukum mati.

Dalam Kitab Imamat (Leviticus) 20:13, disebutkan: “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Dalam Islam, hingga kini, praktik homoseksual tetap dipandang sebagai tindakan bejat. Di dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan bahwa praktik homoseks merupakan satu dosa besar dan sanksinya sangat berat. Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah.

Untuk pelaku praktik lesbi (wanita dengan wanita), diberikan ganjaran hukuman kurungan dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya. (QS 4:15). Para fuqaha membedakan hukuman antara pelaku homoseksual (sesama laki-laki) dengan lesbian (sesama wanita). Pelaku lesbi tidak dihukum mati. Dalam Kitab Fathul Mu’in – kitab fiqih yang dikaji di pesantren-pesantren Indonesia — dikatakan, bahwa pelaku lesbi (musaahaqah) diberi sanksi sesuai dengan keputusan penguasa (ta’zir). Bisa jadi, penguasa atau hakim membedakan jenis hukuman antara pelaku lesbi yang ‘terpaksa’ dengan yang profesional. Apalagi, untuk para promotor lesbi. Apapun, hingga kini, praktik homoseksual dan lesbian tetap dipandang sebagai praktik kejahatan kriminal, dan tidak patut dipromosikan apalagi dilegalkan. [sym]. Bersambung.

Sumber: Homoseksual dan Umat Islam Oleh DR. Adian Husaini

Menag: Semua Agama Menolak LGBT

Menag Lukmanul Hakim Saifuddin

Menag mengatakan semua agama menolak LGBT, dan karena itu Lukman pun menolak tindakan/perilaku LGBT.

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan sikapnya terhadap perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Menag menyampaikan penegasan itu sehubungan dengan beredarnya foto dan tayangan video yang berisi potongan atau penggalan foto/gambar yang mengesankan Lukman mendukung atau bahkan lebih jauh melegalkan tindakan/perilaku LGBT.

“Tindakan atau perilaku LGBT merupakan tindakan yang menyimpang menurut ajaran agama,” ujarnya dalam video pernyataannya diterima hidayatullah.com, Rabu (17/10/2018), yang juga disampaikan Kementerian Agama lewat saluran resminya kemarin dan ditegaskan kembali oleh Menag lewat akun Twitternya, hari ini.

Menag mengatakan semua agama menolak LGBT, dan karena itu Lukman pun menolak tindakan/perilaku LGBT.

Justru karena menolak tindakan menyimpang LGBT dan agar tindakan itu tidak semakin meluas di tengah-tengah masyarakat, “Maka menurut hemat saya, kewajiban setiap kita umat beragama, para pemuka agama, untuk memberikan pendampingan, memberikan bimbingan, pembinaan, kepada mereka semua (pelaku LGBT) secara empatik.”

Pendampingan, bimbingan, dan pembinaan terhadap pelaku LGBT itu, menurutnya, bertujuan agar mereka yang melakukan tindakan menyimpang tersebut -karena satu dan lain hal- itu tidak lagi melakukannya.

“Pendekatan empatik ini diperlukan dan kita harus menghindarkan dari perilaku menghina mereka, merendahkan menista mereka, mengucilkan mereka, bahkan menghilangkan eksistensi kemanusiaan mereka,” pesannya.

Menag berharap dengan klarifikasi tersebut menjadi jelas bagi semua pihak terkait sikap dan pandangan Lukman mengenai LGBT.

Beberapa waktu lalu, Menag juga beberapa kali menyampaikan sikapnya menolak perilaku LGBT. Menag membantah bahwa ia mendukung LGBT.

Diketahui beredar luas (viral) di media sosial bahwa Menag memberikan apresiasi atas adanya event pemberian penghargaan kepada kelompok LGBT. Menag membantah keras penilaian tersebut.

“Tidak ada agama yang mentolerir tindakan LGBT,” tegas Menag usai membuka Gebyar Kerukunan dan Launching E-Government di Yogyakarta, Ahad (17/12/2017) lalu. [sym]

Sumber: Hidayatullah.com