Apotek Wahdah Buka Cabang ke.5 di Makassar

Grand Opening Cabang ke.5 Apotek Wahdah, Sabtu (10/11/2018)

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Acara Grand Opening Apotek Wahdah Cabang Daeng Tata, Sabtu (10/10) bertempat di Jln. Daeng Tata Raya No. 79 A, Kec. Tamalate, kota Makassar resmi dibuka pagi tadi sekitar pukul 10.00 Wita.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur PT BCF (Berkah Cahaya Farmasi) Tuti Adythama, Perwakilan Puskesmas Tamalate Sitti Suleha, dan Ketua Bidang Tiga Departemen Pengembangan Usaha DPP Wahdah Islamiyah Hizbullah Mahdin.

Acara ini diisi dengan pemeriksaan kesehatan, pembagian vitamin, cek darah, bagi para peserta yang hadir.

Dalam sambutannya Tuti Adythama menyampaikan kehadiran Apotek Wahdah diharapkan lebih mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terutama pelayanan yang berkualitas  serta berharap  agar apotek lebih maju dan meningkatkan pelayanan yang maksimal tidak hanya berorientasi terhadap bisnis serta mampu bersinergi dengan program pemerintah.

“Karena kita ingin bersinergi dengan Penerintah dalam hal  pelayanan kefarmasian dengan mengusung tagline memberikan pelayanan cepat, tepat dan Islami,” ucapnya dihadapan peserta acara Grand Opening.

Direktur PT BCF ini mengharapkan keberadaan Apotek Wahdah tidak sekedar hanya sebagai unit bisnis saja, akan tetapi bisa menjadi sarana yang bisa membantu masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat dengan menyiapkan para apoteker yang handal untuk mengedukasi dan melayani masyarakat.

Senada dengan itu, Sitti Suleha, Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Tamalate memberikan ucapan selamat atas pembukaan cabang baru Apotek Wahdah karena dinilai bisa menjadi solusi bagi masyarakat sekitar Tamalate kota Makassar.

“Saya berharap supaya Apotek Wahdah bisa bersinergi dengan kami nantinya,” tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, Hizbullah Mahdin menyebutkan bahwa salah satu unit usaha ormas Islam Wahdah Islamiyah yang bergerak dibidang kefarmasian adalah Apotek Wahdah. Menurutnya, dakwah itu perlu sokongan finansial yang cukup, agar menyebar dan diterima oleh masyarakat.

“Saya pikir dulu usaha ini susah. Namun nyatanya Allah memberi kita kemudahan. Apotek Wahdah adalah usaha kami dalam menjalankan usaha mandiri kelembagaan Wahdah. Semoga bisa membuka cabang baru di beberapa tempat di Indonesia. Meskipun baru 5 cabang yang kita punya,” pungkasnya.

Salah satu pasien yang datang, Hasnah (66) mengaku senang dengan dibukanya cabang ini.

“Saya punya penyakit asam urat dan akar gigi. Makanya saya datang kesini dan ternyata ada acara pengobatan gratis. Alhamdulillah. Semoga Apotek Wahdah bisa berjaya,” ungkapnya. []

Reporter: Zulkifli Tri Darmawan

Pernyataan Sikap Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT

Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan orasi sikap Pemkot Bogor tentang LGBT dan prostitusi online di hadapan massa peserta Aksi 911 #TolakLGBT di Bogor, Jum’at (9/11/2018).

Bogor (wahdahajakarta.com)-, Sebanyak 46 organisasi masyarakat (ormas) di kota Bogor yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT menggelar aksi damai tolak LGBT di Bogor pada Jum’at (9/11/2018).

Menurut Ketua Forum Abdul Halim, aksi damai ini bertujuan untuk menyuarakan penolakan terhadap perilaku LGBT sekaligus meminta pemerintah kota Bogor untuk mengeluarkan aturan yang ketat dan tegas tentang LGBT.

Aksi damai dimulai dengan konvoi dari Masjid Amaliah Ciawi, kemudian transit di Masjid Raya Bogor untuk menunaikan shalat Jum’at. Usai shalat Jum’at, massa yang diperkirakan berjumlah ribuan melanjutkan dengan longmarch menunju Balaikota Bogor.

Di Balaikota delegasi perwakilan massa bertemu dan berdialog dengan Walikota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor, Kapolresta kota Bogor, Dandim 0606 kota Bogor, dan unsur Muspida lainnya.

Dalam dialog  yang berjalan lancar dan khidmat ini Walikota Bogor Bima Arya menyambut baik kedatangan massa yang meminta penegakkan aturan tentang LGBT. Bima menyatakan rasa terimakasih kepada delegasi perwakilan ormas.

“Kami berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan hari ini, merupakan dukungan moral kepada pemkot Bogor,” ucapnya.

Dalam dialog ini pula Ustad Abul Halim selaku juru bicara delegasi menyampaikan tiga pernyataan sikap Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT, yakni menolak segala tindakan dan perilaku LGBT, meminta Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor menerbitkan aturan pelarangan LGBT di Bogor, dan mengajukan penutupan situs-situs online yang digunakan sebagai transaksi pelaku LGBT.

Berikit pernyataan sikap selengkapnya.

FORUM MASYARAKAT BOGOR ANTI LGBT

Kepada Ykh.
1. Walikota Bogor
2. Ketua DPRD Kota Bogor
3. Kapolres Kota Bogor
4. Ketua MUI Kota Bogor

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan bertawakal kepada Allah SWT kami Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT (Gay Biseksual dan Transgender) yang merupakan gabungan dari beberapa ormas lembaga komunitas Bogor Raya dengan ini menyatakan :

1. Kami menolak segala macam tindakan dan perilaku LGBT di Bogor khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
2. Kami mendesak pemerintah kota Bogor dan DPRD kota Bogor agar membuat aturan tentang pelarangan aktivitas LGBT baik melalui Perda Khusus Melarang LGBT atau melalui Perda Ketahanan Keluarga.
3. Kami mendesak pemerintah kota dan DPRD kota Bogor untuk mengajukan penutupan situs situs media sosial dan aplikasi handphone, dll. yang mengarah pada perbuatan dan tindakan LGBT kepada Presiden melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi.
4. Kami siap bekerjasama dengan pemerintah kota khususnya dengan seluruh pihak umumnya dalam melakukan upaya pencegahan penanggulangan serta pembinaan bagi para pelaku lgbt.

Demikian surat pernyataan ini kami sampaikan Semoga dapat dilaksanakan serta mengundang keberkahan dan pertolongan Allah SWT di kota Bogor khususnya dan di Indonesia pada umumnya
Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangan

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bogor 9 November 2018

 

Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT

 

Ketua
Abdul Halim

Pernyataan dan tuntutan ini diterima dan disambut baik Pemkot Bogor. Walikota Bima Arya menyampaikan secara langsung sikap Pemkot Bogor di hadapan massa aksi usai dialog dengan perwakilan massa.

Buka Hijrah Fest 2018, Gubernur DKI : Ini Adalah Gerakan Kebangkitan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat wawancara dengan awak media yang meliput pembukaan Hijrah Fest 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jum’at (9/11).

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam acara pembukaan Hijrah Fest 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan dan secara resmi membuka acara tersebut pada Jum’at (9/11).

“Alhamdulillah, niat mulia yang dijalankan dengan kerja keras menemukan ridhoNya dan hari ini sebuah perhelatan besa dimulai di Jakarta.” ujar beliau dalam sambutannya.

Anies mengapresiasi acara yang digagas oleh Artis sekaligus Host Arie Untung dan artis-artis yang lain itu yang sebelumnya sempat mengalami beberapa kendala, namun tetap berjalan dengan baik.

“Ini adalah sebuah gerakan kebangkitan, gerakan itu tidak bergantung kepada retu pemerintah tetapi kebangkitan ummat yang berada dibelakangnya” jelas Anies.

Menurut beliau, spirit hijrah yang dimunculkan dalam festival ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia melihat ke arah masa depan karena hijrah pada dasarnya adalah sebuah gerakan yang merupakan projek perbaikan untuk kedepannya.

Anies juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan tempat dimana masyarakat harus menunjukkan kebangkitan ummat Islam kepada dunia dan menjadi inspirasi bagi generasi di masa depan. Indonesia tidak hanya mengembangkan dakwah Islam secara masif, perekonomian juga merupakan salah satu unsur yang dikembangkan secara masif. Setiap jaringan dakwah pasti dibawahnya ada pondasi jaringan perekonomian, terbukti dari beberapa daerah di jawa yang dulunya merupakan wilayah pusat perekonomian, ternyata juga merupakan pusat perkembangan kegiatan dakwah.

“Saya berharap kegiatan Hijrah Fest ini merupakan salah satu pengingat kepada kita bahwa kebangkitan ini tidak  bisa dihentikan, dan pasar yang besar ini akan bisa dikelola dengan baik, kuncinya kreativitas.”pungkasnya. [fry]

Majelis Ta’lim Telkomsel Dukung Program Sekolah Darurat dan Motor Da’wah Lazis Wahdah

Majelis Ta’lim Telkomsel Dukung Program Sekolah Darurat dan Motor Da’wah Lazis Wahdah

Makassar (Wahdahjakarta.com) – Majelis Taklim Telkom (MTT) Regional Sulsel menyumbangkan donasi peduli Sulteng berupa biaya pendirian sekolah darurat dan pengadaan motor dakwah kepada LAZIS Wahdah Islamiyah. Sebelumnya, bantuan berupa paket makanan siap santap dan beberapa paket dakwah telah disalurkan ke sejumlah titik di daerah terdampak gempa dan tsunami.

Ketua MTT Regional Sulsel Bambang Mulyadi mengapresiasi kinerja relawan saat di Palu. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa LAZIS Wahdah punya banyak relawan yang ia sendiri saksikan di banyak pemberitaan.

“Saya percaya dengan kinerja LAZIS Wahdah dalam penanganan kebencanaan di Palu. Masya Allah banyak sekali relawannya dan hal inilah yang membuat kami memercayakan donasi ini kepada mereka,” ujarnya dalam acara serah terima bantuan di Mushola Lt. Lima Gedung Miring, Baruga Telkomsel Jln. A.P. Pettarani kota Makassar, Kamis (8/11).

Dari pihak LAZIS Wahdah, Taufik, Direktur Fundraishing LAZIS Wahdah mengatakan bahwa pihaknya selama ini sangat terbuka bagi lembaga manapun untuk memercayakan donasinya kepada LAZIS Wahdah.

“Bukan hanya MTT, bahkan kami punya reasi di luar negeri seperti Malaysia yang sudah beberapa kali bekerjasama dengan kami. Di Palu kami punya banyak posko, relawan kami siap mendistribusikan bantuan dan menyampaikan amanah dari umat,” tukasnya.

MTT merupakan salah satu unit pengumpul zakat dari Telkom yang diambil langsung dari penghasilan masing-masing karyawan untuk selanjutnya dikelola sesuai syariat.

Donasi yang disalurkan oleh MTT ke LAZIS Wahdah untuk program kemanusiaan Sulawesi Tengah sejumlah Rp 100 Juta Rupiah. []

Bima Arya: Kemaksiatan Kita Berantas di Kota Bogor

Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi #TolakLGBT di halaman kantor Balaikota Bogor, Jum’at (9/11/2018)

(Bogor) wahdahjakarta.com – Wali Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor, Kapolresta Bogor dan jajaran aparatur pemerintah Kota Bogor lainnya menerima delegasi sejumlah ulama dan tokoh yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender) di Balaikota Bogor, Jumat (9/11/2018).

Pertemuan tersebut digelar disela-sela aksi masyarakat Bogor menolak LGBT.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengucapkan terima kasih atas kegiatan menyampaikan aspirasi yang dilakukan. Hal itu ia sampaikan usai pertemuan dengan para ulama.

“Ada tiga hal yang menjadi kesapakatan kami hari ini yang insyaallah barokah, memberikan maslahat dan manfaat bagi kita semua,” ujar Bima dihadapan puluhan ribu masyarakat Bogor yang hadir.

Pertama, kata Bima, insyaallah jajaran pemerintah kota dan muspida sepakat untuk bersinergi dengan alim ulama, tokoh masyarakat untuk terus memberantas kemaksiatan di Kota Bogor, memberantas penyimpangan seksual di Kota Bogor dan memberantas prostitusi online di Kota Bogor.

“Kedua, kami sepakat untuk berikhtiar bersama-sama dengan DPRD Kota Bogor membuat regulasi yang jelas, yang kuat dan kokoh agar kemaksiatan, LGBT, prostitusi dan lainnya bisa diberantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Bima yang disambut pekikan takbir para peserta Aksi.

Menurutnya, saat ini DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor sedang merumuskan Perda Ketahanan Keluarga. “Insyaallah hal-hal yang menjadi keprihatinan kita akan diatur secara jelas didalamnya hingga kemaksiatan kita berantas di Kota Bogor tercinta,” jelasnya.

Yang ketiga, lanjut Bima, kami juga sepakat untuk menyuarakan dengan keras pesan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kominfo untuk bersikap tegas memblokir semua aplikasi dan laman media sosial yang membuka ruang terjadinya prostitusi online.

“Dan kami minta dukungannya dalam rangka menyuarakan aspirasi ini,” ucapnya.

Diakhir sambutannya, dengan tegas Bima memperintahkan jajarannya untuk bersama-sama memberantas kemaksiatan di Bogor. “Saya perintahkan kepada camat, lurah, kepala dinas dan semuanya untuk mengawasi apartemen, hotel, restoran dan kos-kosan agar tidak ada hal-hal yang kita khawatirkan bersama yaitu kemaksiatan,” jelas Bima yang kembali disambut takbir para hadirin.

Aksi ini diikuti peserta dari berbagai kalangan. Acara berjalan dengan tertib dan lancar, meski sempat diguyur hujan para peserta tetap semangat mengikuti acara hingga selesai. (Ipul/sym)

Tolak LGBT, Masyarakat Bogor Minta Pemkot Terbitkan Perda LGBT

Warga Bogor melakukan aksi penolakan terhadap LGBT sambil membawa bendera tauhid.

(Bogor) wahdahjakarta.com,-Berbagai organisasi massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT menggelar Aksi Tolak LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender) di Kota Bogor pada Jumat (9/11/2018).

Aksi dimulai dengan konvoi dari Masjid Amaliyah Ciawi menuju Masjid Raya Bogor untuk melaksanakan shalat Jumat, setelah shalat Jumat massa longmarch menuju Balaikota Bogor.

Dalam pernyataannya, Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT menolak segala macam tindakan dan perilaku LGBT di Bogor khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Kami mendesak Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor agar membuat aturan tentang pelarangan aktifitas LGBT baik melalui Perda khusus pelarangan LGBT,” ujar Ketua Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT Abdul Halim saat membacakan pernyataan sikap di hadapan jajaran Pemkot Kota Bogor.

Pihaknya juga mendesak Pemerintah Kota dan DPRD Kota Bogor untuk mengajukan penutupan situs-situs termasuk media sosial dan aplikasi handphone dan lain-lain yang mengarah pada perbuatan dan tindakan LGBT kepada Presiden melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi.

“Selain itu kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota khususnya dan seluruh pihak umumnya dalam melakukan upaya pencegahan, penanggulangan serta pembinaan bagi para pelaku LGBT,” ungkap Halim.

Aksi ini diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan. Acara berjalan dengan tertib dan lancar, meski sempat diguyur hujan para peserta tetap semangat mengikuti acara hingga selesai. (AA)

Selamatkan Keluarga dari Bahaya LGBT

Selamatkan Keluarga dari Bahaya LGBT

Kelainan orientasi seksual seperti Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT)  merupakan penyakit psikososial yang sangat berbahaya. Kasus kelainan seks tersebut dapat dikatakan sebagai kasus pencideraan akidah.

Dalam Islam bentuk kelainan orientasi seksual tersebut dihukumi haram dan dosa besar. Allah menjanjikan azab, bagi aktivis kelainan tersebut. Bentuk penularannya dapat berupa propaganda Lesbian, Homoseksual, Biseks, dan Transgender (LGBT) yang tengah massif tersebar di berbagai media saat ini.

Pertanyaannya, siapa yang menjadi korban dari penyakit menular tersebut? Tak lain adalah anak-anak dan saudara serta kerabat kita sendiri. Untuk itu para orang tua mesti selalu bertanya, sedang apakah anak-anak hari ini? Bersama siapakah mereka bergaul?

Tentu saja, pertanyaan di atas bukan karena tidak percaya kepada mereka, tetapi sebagai tanggung jawab orang tua kepada anak-anak mereka.

Laiknya penyakit menular, penyakit kelainan LGBT termasuk penyakit berjangit berbahaya tapi penderitanya bisa diobati.

Para penderita tersebut bisa disembuhkan dengan usaha terapi. Bukan justru dikucili atau mendapat diskriminasi dari masyarakat.

Selanjutnya, untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Beberapa di antaranya adalah:

Pertama, Kokohkan akidah anak.

Akidah yang kokoh adalah sumber utama keselamatan dan kebahagiaan manusia. Ibarat imun, akidah menjadi tameng atas segala penyakit fisik dan ruhani.

Untuk mengokohkan akidah anak-anak, pastinya orang tua dulu yang menguatkan energi iman yang dipunyai. Sebab seringkali anak adalah cerminan dari orang tua dan lingkungannya.

Anak bisa lebih cepat belajar dengan faktor keteladanan dari pengajarnya, terlebih teladan dari guru dan orang tuanya.

Kedua, Optimalkan peran orang tua di rumah.

Sejumlah kasus amoral yang diberitakan, seperti hamil di luar nikah, konsumsi narkoba dan obat terlarang, serta pergaulan bebas lainnya, jika ditelusuri biasanya berujung kepada hilangnya peran pengawasan dan pendampingan  orang tua terhadap anak-anaknya.

Sesal kemudian tak lagi berguna. Inilah yang menimpa sebagian orang tua sebagai tebusan atas kelalaian mereka terhadap perkembangan anak-anaknya.

Hari ini perkembangan teknologi dan kecepatan informasi menjadi salah satu tantangan orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Di sisi lain, sebagian orang tua menganggap membelikan anak gadget mewah atau smartphone canggih bisa membantu mereka dalam mengatasi anak-anak terutama di rumah.

Ragam alasan bisa disebut atas tindakan itu. Mulai dari sarana komunikasi dengan anak, membuka wawasan dan memudahkan pengetahuan, agar anak tidak gagap teknologi, dan seterusnya.

Sejatinya, tak ada yang keliru dengan sejumlah alasan tersebut. Sebab perkembangan zaman boleh jadi menuntut demikian.

Cuma hal itu bisa menjadi senjata makan tuan jika ternyata anak diserahi kebebasan sepenuhnya tanpa ada pendampingan dan pengawasan dari orang tua.

Untuk itu, wahai orang tua pulanglah sejenak ke rumah. Setidaknya, jalinlah komunikasi yang baik dengan anak-anak. Libatkan mereka dengan meminta pendapat dalam urusan dan persoalan mereka.

Jalinlah kedekatan dengan anak.  Rebutlah hatinya. Tuntunlah mereka menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Ingatlah, uang bisa dicari, sedangkan anak tak bisa terbeli.

Ketiga, Asah kepekaan terhadap lingkungan.

Karir yang melejit atau kesibukan yang padat di luar rumah bukan alasan bagi orang tua untuk lalai dalam mendidik anak-anaknya. Atau menjadikan orang tua tidak peka dengan keadaan yang terjadi di sekitar.

Sebaliknya orang tua dituntut untuk mengenali bahaya yang mengancam pendidikan dan kepribadian anak. Pelajari dan carilah sebab sekaligus solusi dari pengaruh buruk dan bahaya tersebut.

Sebab tak jarang, anak-anak yang bermasalah itu berawal dari hilangnya kepekaan orang tua terhadap lingkungan yang ada di sekitar anak.

Keempat, Ceritakan kisah kaum Nabi Luth dan sejarah lainnya.

Penyakit yang sama pernah terjadi sejak masa silam, tepatnya di kalangan kaum Nabi Luth. pernah merebak beberapa puluh tahun silam.

Akibat bahaya yang ditimbulkan, Nabi Luth beserta orang beriman yang taat lainnya diungsikan keluar dari negerinya. Hingga akhirnya Allah menimpakan azab yang keras kepada negeri tersebut.

Pelajaran terbesar dari kisah di atas adalah penyakit Lesbian, Homoseksual, Biseksual, dan Transgender (LGBT) adalah virus menular.

Tidak hanya merusak moral dan menciderai akidah, tapi juga berpotensi mengundang “cuma-cuma” siksaan Allah di dunia dan akhirat.

Kelima, Panjatkan doa kepada Sang Maha Penjaga.

Berdoa adalah senjata keluarga Muslim yang tidak dimiliki selain mereka. Berdoalah kepada Allah Zat Maha Penjaga.

Jangan pernah berputus asa untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan bagi diri dan keluarga serta saudara seiman lainnya.

Allah yang menurunkan penyakit dan Dia pula yang sanggup menyembuhkan segala jenis penyakit tersebut.

Menjauhkan kaum muslimin dari segala fitnah dan marabahaya yang mengancam. Sebagaimana hanya kepada Allah pula seorang hamba memohon rahmat dan ma’unah-Nya dalam kehidupan ini.*/Mustabsyirah, pegiat komunitas penulis Malika/hidayatullah.com.

Kesungguhan Hati Seorang Kakek Mengikuti Pelatihan Bekam

(Kudus) wahdahjakarta.com —Menjaga kesehatan itu penting. Orang bijak mengatakan “Mencegah lebih baik dari mengobati”. Jika ingin sehat, maka banyak cara yang dilakukan termasuk di antaranya mengikuti Pelatihan Bekam Sunnah yang diadakan di Yayasan Holistik NSH, Kudus (27-28 Oktober).

Tidak ada batasan usia bagi siapapun yang ingin belajar asalkan mempunyai keinginan yang kuat. Sebuah kisah menginspirasi datang dari seorang Kakek Slamet yang berasal dari Pati yang jaraknya lumayan jauh dari Kudus. Kakek Slamet ternyata aslinya satu kampung dengan trainer pelatihan ini, Ustadz Yudi Wahyudi, ST. Ia begitu antusias mengikuti pelatihan ini dengan duduk paling depan dan selalu datang tepat waktu di kegiatan kelas.

Kakek Slamet di usia senjanya ingin sekali memberikan manfaat untuk keluarga dan masyarakatnya. Melalui Pelatihan Bekam Sunnah ini, ia berharap bisa menambah wawasan, dapat menjaga kesehatan serta dapat mengamalkannya sesuai standar bekam sunnah Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI).

Ia pernah berdiskusi dengan trainer untuk pengembangan pelatihan ini karena mengaku banyak terinspirasi dari penyampaian trainer dalam berdakwah di bidang kesehatan. Kakek yang berjiwa muda ini pernah menyampaikan bahwa ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya lebih dini dikarenakan untuk menghindari berbagai godaan duniawi yang melalaikan dari agama.

LAZIS Wahdah selaku sponsor pelatihan ini memberikan apresiasi kepada Kakek Slamet sebagai peserta yang paling semangat dalam usia yang sudah tua. Selain itu, LAZIS Wahdah juga turut mengapresiasi kepada beberapa peserta lainnya. Penghargaan kepada peserta terbaik diberikan bonus berupa majalah dan kopi herbal dari berbagai kriteria penghargaan. Insya Allah pelatihan ini akan berlanjut dan peserta akan didorong untuk mengikuti standarisasi nasional dari Perkumpulan Bekam Indonesia yang merupakan satu-satunya mitra dari KEMENKES dalam hal pembinaan pembekam Indonesia.(yd/rsp)
———

Info donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms) atau (021) 2237 3844

Layanan Sedekah Harian:
Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek. 773 800 8008 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#spiritquran
#pedulinegeri

Solusi LGBT  (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Indonesia

solisi lgbt

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) adalah penyakit. Penyakit masyarakat yang bermula dari penyakit psikoseksual. Bukan pula kodrat dan hak asasi manusia. Oleh karena LGBT merupakan penyakit maka dengan izin Allah dan usaha yang sungguh-sungguh, pengidap LGBT dapat disembuhkan.

DR.Dr. Dadang Hawari mengatakan, “Kasus homoseksual tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui proses perkembangan psikoseksual seseorang  terutama faktor pendidikan keluarga di rumah dan pergaukan sosial. Homoseksual dapat dicegah dan diubah  orientasi seksualnya, sehingga seseorang yang semula homoseksual dapat hidup wajar lagi”. (Pendekatan Psikoreligi pada Homoseksual).

Dalam pandangan Islam setiap penyakit ada obat dan solusinya, termasuk penyakit LGBT. Intelektual Muslim DR. Adian Husaini menawarkan sepuluh solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk menanggulangi wabah LGBT di Indonesia.

  1. Dalam jangka pendek, perlu dilakukan peninjauan kembali peraturan perundang-undangan yang memberikan kebebasan melakukan peraktek hubungan seksual sejenis. Perlu ada perbaikan dalam pasal 292 KUHP, misalnya, agar pasal itu juga mencakup perbuatan hubungan seksual sejenis dengan yang sama-sama dewasa. Pemerintah dan DPR perlu segera menyepakati untuk mencegah menularnya legalisasi LGBT itu tidak dari AS dan negara-negara lain, dengan cara memperketat peraturan perundang-undangan. Bisa juga sebagian warga masyarakat indonesia yang sadar dan peduli untung mengajukan gugatan judicial review terhadap pasal-pasal KUHP yang memberikan jalan terjadinya tindak kejahatan di bidang seksual.
  2. Dalam jangka pendek pula, sebaiknya ada perguruan tinggi yang secara resmi mendirikan pusat kajian dan penanggulangan LGBT. Pusat kajian itu bersifat komprehensif dan intregative serta lintas bidang setudi. Aktivitasnya adalah melakukan penelitian-penelitian serta konsultasi fisikologi dan pengobatan bagi pengidap LGBT.
  3. Masih dalam jangka pendek, sebaiknya juga masijid-masjid besar membuka kelinik LGBT, yang memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada penderita LGBT, baik secara langsung maupun lewat media online, bahkan juga pengobatan-pengobatan terhadap penderita LGBT. Bisa dipadukan terapi modern dengan beberapa bentuk pengobatan seperti bekam, ruqyah syar’iyyah, dan sebabaginya.
  4. Pemerintah bersama masyarakat perlu segera melakukan kampanye besar-besaran untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya LGBT termasuk membatsai kampanye-kampanye hitam kaum liberalis yang memberikan dukungan kepada legalisasi LGBT
  5. Kaum muslimin, khususnya, perlu memberikan pedekatan yang integral dalam memandang kedudukan LGBT ditengah masyarakat. Bagimanpun LGBT adalah bagian dariumat manusia yang harus diberikan hak-haknya sesuai dengan perinsip kemanuisaan, sambil terus disadarkan akan kekeliruan tindakan mereka. Dalam hal ini, perlu segera dilakukan pendidikan khusus untuk mencetak tenaga-tenaga dalam dai dalam bidang LGBT. Lebih bagus jika program ini diintegrasikan dalam suatu prodi diperguruan tinggi dalam bentuk konsentrasi program studi.
  6. Para pemimpin dan toko-tokoh umat Islam perlu banyak melakukan pendekatakan ke para pemimpin dimedia masa, khususnya media televisi, agar mencegah dijadikannya media massa sebagai ajang kampanye bebas penyebaran paham dan praktek LGBT ini
  7. Secara individual, setiap muslim, harus aktif menyarakan kebenaran, melakukan ammar ma’ruf nahi mungkar, kepada siapa pun yang terindikasi ikut melakukan penyebaran paham legalisasi LGBT. Sebagimana tuntunan Al-qur’an, dakwah perlu dilakukan dengan hikmah, mauidhatil hasanah, dan berdebat dengan cara yang lebih baik
  8. Lebaga-lembaga donor dan kaum berpunya dikalangan muslim, perlu memberikan beasiswa secara khusus kepada calon-calon doktor yang bersedia menulis disertai dengan bersungguh-sungguh untuk menekuni serta terjun dalam arena dakwah khusus penyadaran pengidap LGBT
  9. Media-media massa muslim perlu menampilkan sebanyak mungkin kisah-kisah pertobatan LGBT dan mengajak mereka untuk aktif menyarakan pendapat mereka, agar masyarakat semakin optimis, bahwa penyakit LGBT bisa disembuhkan
  10. Orang-orang yang sadar dari LGBT perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai khususnya oleh pemerintah agar mereka dapat berhinpun dan memperdayakan dirinya dalam menjalani aktivitas kehidupannya sehari-hari dan melaksanakan aktivitas penyadaran kepada para LGBT yang belum sadar akan kekeliruannya.

(LGBT di Indonesia, Perkembangan dan Solusinya Oleh DR. Adian Husaini)

 UIKA Bogor Kirim Mahasiswa KKN dan PLP di Thailand

Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor yang terletak di Jl. Baru, Kedung Badak, Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

(Bogor) wahdahjakarta.com,- Lembaga Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat (LPPM ) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, kembali memberangkatkan mahasiswanya dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Latihan Profesi (PLP) ke sekolah- sekolah Islam Songhkla Thailand Selatan (6/11/2018).

KKN dan PLP ke Thailand Selatan ini merupakan angkatan ke 7 yang pelaksanaannya sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu. Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) merupakan dua fakultas yang intens mengirimkan mahasiswanya ke salah satu negara Asean yang penduduknya sebagian muslim selama kurang lebih 4,5 bulan.

Thailand sengaja di jadikan tujuan KKN dan PLP untuk mempererat tali silaturahmi dengan saudara-saudara sesama muslim disana. Berkat kegiatan ini, Respon positif pun didapat dari pengelola sekolah-sekolah Islam tempat para mahasiswa tersebut ditempatkan serta sambutan yang hangat terhadap UIKA Bogor dari pihak solihuddin yang negaranya di kenal sebagai negara Gajah Putih.

Sebanyak 13 mahasiswa dari dua fakultas ini diutus untuk melakukan kegiatan KKN dan PLP dalam rangka pengabdian serta meningkatkan skill profesi guru sehingga mahasiswa tidak hanya sekedar pandai dalam teori semata, namun juga semakin mahir dalam pengajaran Bahasa Inggris dan Pendidikan Agama Islam.

Selain itu kegiatan ini juga dimaksudkan agar mahasiswa dapat melakukan penulisan artikel dan penelitian Internasional yang merupakan poin penting sehingga dapat mengangkat nilai akreditasi fakultas dan universitas. (AA).