Hukum Berwudhu dengan Memasukkan Tangan ke dalam Gayung

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Idzin bertanya. Bolehkah berwudhu dengan memasukkan tangan ke dalam wadah air seperti gayung atau ember? (Abdullah)

Jawaban:

Boleh berwudhu dengan memasukkan tangan ke dalam wadah air, baik berupa bak air, ember, gayung dan sebagainya. Dengan syarat  membasuh atau mencuci tangan tangan tiga kali di luar wadah, sebelum memasukannya ke dalam wadah. Hal ini berdasarkan praktik wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana diterangkan dalan hadits shahih riwayat Imam Muslim.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الأَنْصَارِيِّ ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ ، قَالَ : قِيلَ لَهُ : ” تَوَضَّأْ لَنَا وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَدَعَا بِإِنَاءٍ ، فَأَكْفَأَ مِنْهَا عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَهُمَا ثَلَاثًا ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ ، فَاسْتَخْرَجَهَا فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ ، فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثًا ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ ، فَاسْتَخْرَجَهَا فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ ، فَاسْتَخْرَجَهَا فَغَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ، مَرَّتَيْنِ ، مَرَّتَيْنِ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَاسْتَخْرَجَهَا ، فَمَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِيَدَيْهِ وَأَدْبَرَ ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ، ثُمَّ قَالَ : هَكَذَا كَانَ وُضُوءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “

Dari Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim al-Anshari, dia adalah seorang sahabat Nabi, dikatakan kepadanya, “Praktikkanlah kepada  kami wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam !” Dia meminta wadah air, lalu dia menumpahkan sebagian air itu pada kedua (telapak) tangannya, lalu dia membasuhnya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dari satu telapak tangannya. Dia melakukannya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh wajahnya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu  tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali, dua kali.

Lalu dia memasukkan satu  tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu mengusap kepalanya. Dia memajukan kedua tangannya lalu memundurkannya, kemudian dia membasuh kedua kakinya sampai mata kaki. Kemudian dia berkata, “Seperti inilah wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” [HR. Muslim]

Dalam hadits di atas Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim mencontohkan tatacara wudhu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dimana beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya sebanykan tiga kali di luar wadah, kemudian melanjutkan wudhunya membasuh anggota wudhu lainnya dengan memasukan tangannya ke wadah air. Dan cara tersebut merupakan cara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pernah disaksikannya. Setelah berwudhu beliau mengatakan, “Seperti inilah wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [sym].

Rombongan Wanita Berjilbab Bersihkan Sampah Tahun Baru, Netizen: Luar Biasa

Serombongan wanita berjilbab sedang membersihkan sampah di lokasi perayaan Tahun Baru 2019, Pantai Manakarra, Mamuju Sulbar, Selasa (01/01/2019).

(Mamuju)  wahdahjakarta.com –, Serombongan wanita berjilbab lebar tertangkap kamera netizen saat membersihkan sampah di lokasi perayaan tahun baru,  pantai Manakarra Mamuju Sulawesi Barat, Selasa (01/01/2019).

Pemandangan simpatik ini diabadikan seorang netizen atas nama Ali Akbar melalui akun facebook miliknya.

“Suasana masih pagi sekali,  kulihat dari kejauhan  rombongan wanita berjilbab melintas menuju ke arah Jl. Yos Sudarso”, tulis Ali Akbar.

“Awalnya saya mengira  rombongan yang entah mau ke mana rame-rame masih pagi sekali,  tapi kulihat masing-masing dari mereka membawa kresek (kantongan), ada juga pria bertopi tauhid membawa sapu”, lanjutnya.

“Kulihat rombongan wanita berjilbab itu dengan cekatan mengisi kantongannya dengan sampah”, imbuhnya.

Aksi  bersih-bersih sampah tahun baru ini mendapat respon simpatik dari para netizen.  Mereka menyampaikan apresiasi di laman komentar akun fb Ali Akbar.

“Luar biasa”, tulis Netizen Badar Ahmad Fauzi.

“Luar bisa,  semoga mereka diberi keberkahan,  amin”, sambung Abdul Rahman Anwar.

Netizen lain justeru mempertanyakan kepedulian panitia dan peserta acara.

“Pertanyaanku . . . knp yg hadir di acara itu g punya kesadaran utk buang sampah atau knp panitianya g menyediakan sampah tersendiri”, tulis Riri Aisyilla.

Menurut salah satu anggota komunitas ini,  kebiasaan bersih-bersih secara suka rela sudah sejak lama mereka lakukan.  Namun makin massif setelah terinspirasi dari aksi 212. []

Forum Peduli Rohingya Minta UNHCR Segera Selesaikan Kasus Pemukulan Warga Rohingya

Pengungsi Rohingnya didampingi sejumlah lembaga audiensi dengan DPRD Makassar, (21/09/2018)

 (Makassar) wahdahjakarta.com – Forum Peduli Rohingya Makassar meminta Badan PBB untukm pengungsi (UNHCR) agar segera menyelesaikan persolan pemukulan warga Rohingnya oleh pengungsi asal Afganistan di Makassar.

“Kami berharap agar pelaku ini segera ditindak karena kalau tidak, saya khawatir ormas Islam yang selama ini menjadi pembela pengungsi Rohingya yang akan bertindak,” tegas Sekretaris Forum Peduli Rohingya Makassar, Irfan Abu Faiz, sebagaimana dilansir dari Pilarindonesia.com, Selasa (01/01/2019).

Rosyid, salah seorang pengungsi asal Rohingya, yang tinggal di Kota Makassar, mengaku dipukuli oleh salah seorang pengungsi asal Afganistan di wisma penampungan pengungsi yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (31/12/2018), kemarin.

“Tiba-tiba dia datang ke wisma saya dan langsung memukul saya. Padahal, saya tidak tahu apa masalahnya. Untungnya hanya tangan saya kena,” kata Rosyid saat dihubungi, Selasa (1/1/2019).

Selain menganiaya, Rosyid juga mengaku diancam pelaku. “Semua bukti ancamannya itu saya simpan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, pelaku yang belum diketahui nama terangnya itu sengaja mendatangi Rosyid karena merasa dihalang-halangi untuk menikah dengan salah seorang putri pengungsi asal Rohingya.

Salah seorang pengungsi Rohingya enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa kalangan pengungsi Rohingya hanya sekadar memperingatkan kepada bapak perempuan itu agar tidak menikahkan anaknya dengan pengungsi asal Afganistan tersebut karena pertimbangan aqidah.

“Saya juga pernah sampaikan ke bapaknya itu wanita, malah saya dimusuhi juga,” ungkapnya.

Sekretaris Forum Peduli Rohingya Makassar, Irfan Abu Faiz, meminta kepada pihak UNHCR dan IOM agar segera menyelesaikan persoalan itu.

“Kami berharap agar pelaku ini segera ditindak karena kalau tidak, saya khawatir ormas Islam yang selama ini menjadi pembela pengungsi Rohingya yang akan bertindak,” tegasnya. []

Sumber: Pilarindonesia.com

Longsor Timbun Puluhan Rumah Menjelang Akhir Tahun 2018 di Sukabumi

Longsor di Sukabumi, Photo: Jabar.pojoksatu.id

(Sukabumi) wahdahjakarta.com — Bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Di saat sebagian besar penduduk bersuka cita menyambut tahun baru 2019, bencana longsor terjadi diKampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) pukul 17.00 WIB.

“Hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan  aliran permukaan di areal hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebankan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat bagian bawahnya”, Terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis kepada wahdahjakarta.com.

Data sementara, lanjut Sutopo,  diperkirakan 8 orang tertimbun longsor, dimana 4 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. 4 korban lainnya dalam upaya evakuasi namun terkendala cuaca hujan dan gelap karena malam.

“Selain itu listrik padam dan komunikasi seluler juga sulit. Upaya evakuasi akan dilanjutkan besok pagi (hari ini)’’, imbuhnya.

BPBD Kabupaten bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan masih dilakukan. Pendataan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor.

Akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

Info lanjut silakan menghubungi: TRC BPBD Kab. Sukabummi Bpk. Rahmawan via tlp. 081311146733 & Polmas Bogor Raya Bpk. Agus Priyo via tlp. 0895338321257. []

Jelang Akhir Tahun, Wantim MUI Sampaikan Tiga Pesan Kehidupan Umat

(Jakarta ) wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) sampaikan tiga pesan kepada umat dalam Rapat Pleno Ke-33, Rabu (26/12) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. Din Syamsuddin, memaparkan ada tiga tema penting yang dibahas pada Pleno Ke-33 yang bertemakan Muhasabah Kehidupan Umat Akhir Tahun Miladiyah.

Pertama, Wantim MUI merasa prihatin akan musibah dan bencana alam selama fase 2018 ini, antara lain, Gempa Lombok, Tsunami Palu dan Donggala, dan Tsunami Banten dan Lampung.

“Wantim MUI menyampaikan duka cita mendalam dan doa untuk para korban dan keluarganya semoga kuat dan mampu menghadapi ujian ini seraya bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kepada umat Islam yang lain diharapkan dapat menggalang dana bantuan untuk meringankan beban korban bencana,“ kata Prof Din.

Kedua, lanjutnya, Wantim MUI merasa prihatin terhadap perkembangan yang terjadi di Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), khususnya muslim Uyghur.

“Dari berbagai informasi yang dapat dipercaya telah terjadi pelanggaran HAM berat disana,” terangnya.

Namun demikian, pihaknya juga menerima dan menghormati informasi yang disampaikan pemerintah Tiongkok yang disampaikan melalui duta besar RRT untuk Indonesia, Xian Qian, yang disampaikan lewat Kementerian Luar Negeri RI bahwa tidak terjadi hal yang demikian.

“Kami berharap pemerintah RRT dapat memperlakukan etnis Uyghur sebagai warga negara yang baik dan menerima atau mengundang delegasi ormas Islam untuk melakukan klarifikasi langsung di RRT atau Xinjiang,” ucapnya.

Istilah re-education camp menurut hasil rapat Wantim, menimbulkan banyak persespi pembinaan yang keras dan represif. Wantim MUI, lanjutnya, memiliki kemungkinan untuk bersurat ke pemerintah Indonesia atau langsung ke OKI atau Rabithah Alam Al-Islami untuk memberikan pernyataan terkait fenomena yang terjadi.

Sedangkan point ketiga, kata Prof Din, Wantim MUI merasa prihatin dengan munculnya gejala-gejala pertentangan dan perpecahan, terutama dalam agenda demokrasi Pilpres atau Pileg yang menampilkan dua kubu pendukung yang secara berlebihan saling menjelekkan dan menghina.

Pola komunikasi dialektik ini, lanjutnya, memiliki potensial mengganggu ukhuwah islamiyah dan wathaniyah, terlebih komunikasi via media sosial yang saling menjuluki dengan nama binatang.

“Wantim MUI menyerukan kepada masyarakat, khususnya Umat Islam agar dapat menahan diri dan menjaga persatuan dan kesatuan. Wantim MUI juga mengajak masyarakat untuk tidak menciptakan pertentangan dalam menyampaikan aspirasi,” ungkap Prof Din.

Hadir dalam pleno tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Fachir, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya, dan Perwakilan Ormas Tingkat Pusat dan Tokoh Ulama Nasional. []

Mui.or.id

Kongres 2018, PP LIDMI Sosialisasikan 32 Standar Operasional Manajemen Dakwah Kampus

MUSPIMNAS LIDMI 2018

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Melalui Kongres 2018, Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) mensosialisasikan 32 Standar Operasional Pengelolaan (SOP) Manajemen Dakwah Kampus di Aula Pesantren Pondok Madinah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Ahad (30/12/2018).

SOP manajemen ini dipresentasikan oleh PP Lidmi di hadapan puluhan perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Daerah (PD) LIDMI se-Indonesia.

“Semuanya berjumlah 32, yang berasal dari enam Departemen dalam tubuh PP Lidmi, antara lain Departemen Ke-LDK-an, Departemen Humas, Departemen Infokom, Departemen Sosial, Departemen Kajian Strategis dan Departemen Ekonomi,” kata Rustam Hafid, Panitia pengarah Kongres LIDMI 2018.

Diantara SOP yang akan dibahas, lanjut Rustam, adalah Konsep Studi Alquran Intensif (SAINS) Nasional, yang berisi petunjuk umum dan teknis terkait dengan pengadaan bimbingan Alquran kepada seluruh Mahasiswa se Indonesia.

“Terkadang Lembaga Dakwah Kampus (LDK) bingung bagaimana formula yang tepat agar mahasiswa mau belajar Alquran, terutama agar belajarnya intensif. Maka melalui Kongres ini, SOP SAINS ini akan disosialisasikan kepada seluruh PW dan PD,” tutur dia.

“Nantinya, seluruh PW dan PD tersebut akan menurunkan SOP tersebut kepada seluruh LDK binaan di daerah masing-masing,” tambahnya.

SOP Manajemen Dakwah Kampus yang lain diantaranya adalah SOP pembentukan PD Lidmi, yang akan disampaikan kepada PW agar mampu membentuk jaringan daerah di wilayahnya.

“Sesuai dengan harapan Ketua Umum PP LIDMI, ditargetkan seluruh daerah di Indonesia memiliki jaringan LIDMI di dalamnya agar pembinaan Mahasiswa lebih merata di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Hafid.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Lidmi Hamri Muin mengatakan, saat ini baru 37 kampus yang resmi dibina oleh LIDMI, selainnya bersifat eksternal dan masih ada ribuan kampus yang belum terjajaki.

“Namun kami akan terus berusaha agar dari ribuan kampus di Indonesia tersebut, LIDMI bisa melakukan pembinaan kepada mahasiswa-mahasiswa di dalamnya,” kata Hamri.

Cita-cita ini mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, saat membuka Musyawarah Pimpinan Nasional dan Kongres LIDMI 2018 di Gedung Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (29/12/2018).

MUSPIMNAS dan KONGRES merupakan agenda tahunan LIDMI yang digelar untuk mengevaluasi kinerja Dakwah Kampus se Indonesia, dengan menghadirkan pimpinan PW dan PD Lidmi se Indonesia. ()

Dakta Peduli, WMI, dan SKIN Salurkan Bantuan Logistik Korban Tsunami Banten

(Pandeglang) Wahdahjakarta.com — Tim Dakta Peduli bekerjasama dengan Wahana Muda Indonesia (WMI) dan Suzuki Katana Indonesia (Skin) melakukan distribusi bantuan logistik ke wilayah yang terdampak tsunami di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Selama ini tim WMI sudah mengetahui maping lokasi, mana saja daerah yang benar-benar terdampak oleh gelombang tsunami sehingga bantuan terdistribusi dengan baik,” ujar koordinator Dakta Peduli, Syifa Faradilla pada Sabtu (29/12).

Dalam keterangannya, Koordinator lapangan posko logistik WMI, Ustadz M. Zainul mengemukakan bahwa medan yang ditempuh untuk distribusi logistik ini memang cukup berat untuk kendaraan biasa.

“Ada enam titik yang kita tuju, empat diantaranya adalah daerah yang terdampak langsung, dua lainnya menjadi tujuan dari para pengungsi,” ungkap Zainul.

Zainul juga mengungkapkan kondisi masyarakat setempat yang saat ini serba kesulitan, beberapa diantara mereka bahkan harus mendapatkan pemulihan psikis akibat trauma.

Sementara itu Koordinator Suzuki Katana Indonesia Chapter Tangerang Selatan, Saiman alias Kapten mengemukakan beratnya medan sudah mereka antisipasi dengan melakukan modifikasi kepada kendaraan mereka. Ada sebanyak 14 unit mobil yang disiapkan untuk distribusi logistik ini.

“Medan yang terjal dan berat ini sudah kami antisipasi, ban sudah kami modifikasi agar nanti di jalan tidak slip. Jadi tidak ada kendala apabila terperosok atau jalanan berlumpur,” ungkapnya.

Ada enam titik yang menjadi target distribusi logistik Tim Dakta Peduli yakni Cihanggasa, Kertajaya, Cipining, Ketapang, Cigerondong, Tamanjaya, dan Paniis. Keenam wilayah ini menjadi tempat yang paling terdampak akibat gelombang tsunami pada Sabtu (22/12) pekan lalu. []

Wahdah Peduli Salurkan Paket Sembako Pada Warga Terdampak Tsunami

Relawan Wahdah Peduli bersama salah satu warga terdampak tsunami banten saat penyaluran sembako.

(Pandeglang) wahdahjakarta.com — Tim Relawan Wahdah Islamiyah, kembali mengunjungi warga terdampak tsunami di Kampung Paniis, Pandeglang-Banten, Sabtu (29/12/2018) .

Warga terdampak tsunami Selat Sunda di kampung yang masuk wilayah Desa Taman Jaya ini sepekan pasca bencana masih mengungsi dengan kondisi memprihatinkan.

Sebagian besar warga masih mengungsi ketika malam hari di pegunungan dengan tenda seadanya. Sebagian juga memilih tinggal di gubuk persawahan.

“Kami sekeluarga 5 hari sebelumnya mengungsi di gunung atas, baru beberapa malam ini tinggal di sini.” Ujar Ade (40) yang ditemui Relawan Wahdha Islamiyah di gubuknya.

Di gubuk dengan dinding terbuka inilah ia tinggal sementara bersama 4 KK atau 16 jiwa keluarganya yang lain karena rumah sudah rata diterjang tsunami.

“Alhamdulillah walau sekarang tinggal di kondisi seperti ini tetapi yang terpenting bisa selamat dari tsunami.” lanjutnya sesaat setelah menerima paket sembako dari LAZIS Wahdah.

Rombongan pun melanjutkan penyaluran 43 paket sembako dengan mengunjungi gubuk dan tenda pengungsian agar tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak bencana tsunami. [fry]

Buka MUSPIMNAS LIDMI, Wagub Sulsel: Mahasiswa Islam Harus Jaga dan Pertahankan Idealisme

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat membuka MUSPIMNAS LIDMI 2018

(Makassar) wahdahjakarta.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, mahasiswa harus mampu menjaga idealisme dan identitas keislaman.

Hal itu disampaikan Wagub saat membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI), Gedung Pola Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu (29/12/2018).
“Intinya adalah latihan di kampus agar idealisme itu tetap ada dan agama tetap terjaga. Sehingga idealisme kita tunduk pada agama,” ujar alumni Teknis Mesin Universitas Hasanuddin ini.

Identitas keislaman harus dijaga baik, kata Pria berdarah Bugis Bone ini. Menurutnya, kuliah yang baik itu jika idealitas sebagai seorang Mahasiswa muslim tetap terjaga walaupun telah menamatkan kuliah.

Menurut bapak tiga anak ini, walaupun kuliah di kampus yang tidak berlabel Islam, namun mahasiswa Islam harus berusaha menjaga dan mempertahankan keimanan mereka dalam segala hal.

Wagusb Sulsel dan Ketua PP LIDMI

“Kita belajar dari kisah Nabi Yusuf Alaihi salam, yang berhasil melewati salah satu fitnah terbesar yakni fitnah wanita. Maka anda para Mahasiswa, khususnya pemuda Islam, harus mampu menghindari fitnah tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam wilayah kampus,” tuturnya.

“Jadi Mahasiswa itu baru sampai pada fitnah wanita, belum sampai pada fitnah tahta dan harta. Maka harus berlatih sebelum tiba saatnya dipertemukan dengan dua fitnah terbesar tersebut,” tambahnya.

Oleh karena Ia juga mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan keberadaan di kampus untuk belajar dan berlatih menjaga identitas dan ideaslime.
“Anak-anak kampus, dapat kesempatan belajar dalam kampus karena salah satu faktor pendukung belajar adalah lingkungan, maka manfaatkan kampus sebagai lingkungan yang sangat mendukung kerja-kerja keilmuwan yang tentu tidak akan berulang,” pungkasnya.

Dia juga membuka kegiatan MUSPIMNAS LIDMI secara resmi, dihadapan ratusan peserta kegiatan yang hadir.
LIDMI menggelar MUSPIMNAS di Pesantren Pondok Madinah, Sabtu (29/12/2018) hingga Ahad (30/12/2018) yang menghadirkan jajaran Pimpinan Wilayah dan Daerah Se Indonesia. (rh)

PP LIDMI Gelar MUSPIMNAS 2018 dan Seminar Kepemimpinan Dakwah Kampus

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat membuka Seminar LIDMI dan MUSPIMNAS LIDMI 2018

(Makassar) wahdahjakarta.com – Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) LIDMI 2018.

Pembukaan MUSPIMNAS LIDMI 2018 dirangkaikan  dengan Seminar Kepemimpinan Dakwah Kampus di Gedung Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (29/12/2018).

LIDMI menghadirkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman sebagai Keynote Speaker sekaligus pembuka MUSPIMNAS LIDMI 2018 dengan resmi.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengatakan kesyukuran akan kehadiran LIDMI dan lembaga-lembaga semisalnya yang telah tampil sebagai lembaga yang berusaha mendukung pemerintah dalam melakukan perubahan ke arah yang positif.

Wagub Sulsel ini menyambut positif usaha LIDMI yang telah membuat program pembinaan bagi kerohanian dan kepemimpinan mahasiswa.

“Anak-anak kampus, dapat kesempatan belajar dalam kampus karena salah satu faktor pendukung belajar adalah lingkungan, maka manfaatkan kampus sebagai lingkungan yang sangat mendukung kerja-kerja keilmuwan yang tentu tidak akan berulang,” ujarnya.

Maka pembinaan Mahasiswa yang baik menurut Pria kelahiran Bone 35 tahun yang lalu tersebut, akan menentukan bagaimana arah bangsa ditahun yang akan datang.

Di akhir sambutannya, Alumni Teknik Mesin Universitas Hasanuddin ini menyatakan dukungan kepada Seminar Kepemimpinan yang sedang dilaksanakan oleh PP Lidmi, sekaligus membuka acara yang merupakan rangkaian dari MUSPIMNAS LIDMI 2018 tersebut.

Hadir sebagai pemateri, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar Ustad Muhammad Yusran Anshar, dan Ketua Senior Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Riyadh Ustad Ardian Kamal. (rls)