Lazis Wahdah Salurkan Bantuan Korban Banjir Mamuju Sulbar

(Mamuju) Wahdajakarta.com — Hujan deras sepanjang malam yang melanda wilayah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menyebabkan terjadinya banjir bandang, Kamis (28/1/2019) malam. Peristiwa itu mengakibatkan ribuan rumah warga terendam banjir dan satu di antaranya ambruk.
Pantauan di lapangan, banjir menggenangi wilayah Kompleks BTN Ampi dan Axuri di Jalan Pababari, serta menggenangi ruas Jalan Abdul Syakur setinggi pinggang orang dewasa. Selain itu, wilayah yang terendam banjir yakni BTN Binanga, kawasan Stadion Manakarra Mamuju, Jalan Soekarno Hatta, Kompleks Pemda Mamuju, dan perumahan di Jalan Ahmad Kirang, Abdul Wahab Azasi, Pettarani, Andi Depu dan Jalan Bau Massape.
Merespon kejadian ini, bertempat di Desa Pokkang Kec. Kalukku Kab. Mamuju, sejumlah bantuan kemanusiaan, amanah dari donatur LAZIS Wahdah didistribusikan. Dalam kegiatan ini sebanyak 250 jiwa yang terhimpun dalam 70 Kepala Keluarga mendapatkan bantuan, Jumat (1/3/2019).
Direktorat Program dan Pemberdayaan LAZIS Wahdah, Ridwan Umar menyampaikan, beberapa relawan lokal tengah dikerahkan ke lokasi terdampak. Beberapa bantuan juga sementara didistribusikan.
“Mohon doanya kepada relawan, agar diberi keselamatan selama bertugas,” harapnya.
“Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik. Katanya Wahdah yang pertama kali masuk membawa bantuan,” ujar Ali Akbar salah seorang relawan lokal. []

Kereta Anjlok Selesai Dievakuasi, Sebagian KRL Mulai Beroperasi Hingga Stasiun Bogor Satu Jalur Secara Bergantian

Keadaan krl Jakarta-Bogor saat anjlok di dekat pintu perlintasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat. Ahad (10/3/2019). Foto : kaltim.tribunnews.com

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Proses evakuasi tiga kereta dari KA 1722 yang mengalami anjlok pada Ahad (10/3/2019) telah selesai dilakukan. Kereta terakhir dapat dievakuasi melalui pengangkatan kembali ke rel pada pukul 01.50 WIB. Kereta tersebut akan ditarik ke Dipo KRL Bogor untuk pemeriksaan dan perbaikan lanjutan.

“Setelah proses evakuasi sarana KRL yang mengalami anjlokan tersebut selesai, perbaikan prasarana perkeretaapian seperti jaringan kabel Listrik Aliran Atas (LAA), jalur rel dan pemasangan tiang LAA yang terdampak peristiwa ini juga terus dilakukan oleh PT KAI Daop 1 dan PT KCI.” ujar Eva Chairunisa, VP Komunikasi PT KCI

“Untuk perjalanan KRL di lintas Bogor pada Senin 11 Maret 2019 direncanakan pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor baru dapat dilayani mulai pukul 05.00 WIB menggunakan satu jalur bergantian.” terangnya

Dengan kondisi tersebut maka hanya sebagian KRL yang pemberangkatannya dapat dilakukan dari Stasiun Bogor, sementara sebagian perjalanan KRL lainnya yang biasanya dijadwalkan pemberangkatan dari Stasiun Bogor akan dialihkan melalui rekayasa pola operasi dengan pemberangkatan dari Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam dan Depok.

Eva menyebutkan, Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan guna memaksimalkan layanan KRL pada Senin pagi, karena perbaikan satu jalur di area yang sebelumnya menjadi lokasi anjlok KA 1722 antara Stasiun Cilebut – Stasiun Bogor masih proses perbaikan.

Sehubungan dengan perubahan pola operasi ini, tentunya akan terjadi kepadatan dan antrian KRL pada lintas Bogor. Terkait hal tersebut PT KCI menghimbau para pengguna agar menyesuaikan waktu dan stasiun pemberangkatan yang akan dituju.

“PT KCI menghimbau bagi para pengguna yang tetap akan menggunakan jasa layanan KRL untuk memperhatikan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik ke KRL yang sudah penuh, serta selalu memperhatikan himbauan dan informasi dari petugas.” Tuturnya.

Guna mengikuti informasi terkini para pengguna jasa dapat mengunjungi website resmi PT KCI www.krl.co.id dan akun media sosial Twitter @CommuterLine dan Facebook Fan Page Info Commuterline.

Laznas Dewan Dakwah Ingatkan Agar Tetap Husnudzhan Dalam Menghadapi Musibah.

Deputy Direktur LAZNAS Dewan Dakwah Nurbowo di Penyuluhan Bencana LAZNAS di Pandeglang, Ahad (10/3/2019).

(PANDEGLANG) wahdahjakarta.com — Dalam Penyuluhan yang digelar Ahad kemarin (10/3/2019) di Pandeglang, Deputy Direktur LAZNAS Dewan Dakwah Nurbowo mengatakan bahwa jika ada musibah, kita harus bersangka baik karena pasti ada hikmahnya. Sebab, di balik setiap bencana alam ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik.

“Pertama, untuk terus meningkatkan kualitas iman dan amal. Dengan bencana alam kita jadi lebih dekat kepada Allah dan bersemangat untuk beribadah.’’ ujarnya.

Hikmah lainnya, bencana mengundang donatur dan simpatisan datang ke lokasi dan berjumpa dengan bapak-bapak dan ibu-ibu.

‘’Kita lebih dekat menjalin silaturahim dan bertukar ilmu serta pengalaman,’’ ucap Nurbowo.

“Selain itu, seperti erupsi Gunung Merapi yang menyemburkan awan panas ‘wedus gembel’ dan menewaskan banyak orang, namun setelah itu berton-ton pasir dengan kualitas terbaik dikeluarkan oleh gunung Merapi. Nah, itu satu truknya cuma Rp 70.000. Silakan diambil sendiri. Cuma  kalau diambil sama tauke sudah lain lagi harganya,” imbuhnya disambut riuh para masyarakat yang hadir.

Oleh karena itu, kata Nurbowo, pada setiap musibah yang terjadi, umat Islam harus ridha atas segala ketetapan yang Allah gariskan. Menyitir Surat Al-Baqarah ayat 212 tentang jihad qital, ia menjelaskan bahwa kita harus bersangka baik pada apapun takdir Ilahi.

“Boleh jadi kamu tidak suka atau membenci sesuatu, tetapi itu baik bagimu. Boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah yang tahu. Kita tidak tahu apa-apa. Karena itu, apapun takdir yang menimpa kita harus diterima dengan berprasangka baik atau husnudzan,” jelasnya.

Namun, kita tetap wajib berikhtiar mencegah dan menghindari bencana alam. Diantaranya dengan tidak melanggar perintah Allah serta tidak melanggar sunatullah seperti merusak lingkungan alam sekitarnya.

Terakhir, Nurbowo juga mengungkapkan bahwa Laznas Dewan Dakwah akan segera menerbitkan Buku Panduan Syari’ah Tanggap Bencana untuk bahan penyuluhan masyarakat.

Sumber : Rilis Media

Gelar Penyuluhan Bencana, Laznas Dewan Dakwah Bagikan Bantuan Sarana Ibadah dan Paket Sembako

LAZNAS Dewan Dakwah saat pelepasan bantuan pasca gempa di Lombok.

(PANDEGLANG) wahdahjakarta.com — Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nasional Dewan Da’wah (Laznas Dewan Da’wah) dan Baitul Mal Elkisi (BME) Mojokerto, memberikan penyuluhan tanggap bencana kepada warga Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten pada Ahad (10/3) kemarin.

Penyuluhan disampaikan berbarengan dengan pemberian bantuan sarana ibadah dan paket sembako kepada seratusan warga terdampak bencana tsunami Banten Desember 2018.

Sosialisasi tanggap bencana disampaikan di Mushola Imam Bin Hasan Desa Cigeulis, Kec Cigeulis, Pandeglang. Mushola ini dikelola Ustadz Bey Hanafi, da’i Dewan Da’wah yang pernah bertugas di pedalaman Nusa Tenggara Timur.

Acara serupa juga dilangsungkan Majlis Taklim Kampung Bambu Koneng, Desa Banyuasih, Cigeulis, yang diasuh Ustadz Solihin. Dusun ini berada tak jauh dari bibir pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, yang tempo hari dihajar tsunami.

Di hadapan Ketua RT, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu majlis taklim Cigeulis, Deputy Direktur LAZNAS Dewan Da’wah Nurbowo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negeri yang sangat berpotensi bencana alam. Mulai dari tsunami, erupsi gunung api, longsor, banjir, kebakaran hutan, dan lain-lain. 

“Takdirnya, kita hidup di Indonesia yang berpotensi banyak terjadi bencana alam. Tanah yang kita injak ini misalnya, adalah sambungan dari lempengan-lempengan bumi yang tiap saat bergerak dan mengalami gesekan, sehingga setiap saat negeri kita terjadi gempa walaupun kecil. Tapi kalau sudah di atas 2 skala Ritcher mulai terasa. Kemudian kita punya 129 gunung api yang suatu saat bisa erupsi,” paparnya.

Diantaranya Nurbowo menyebutkan gunung api Merapi, gunung Kelud, Merbabu, Krakatau, Bromo, Tambora, dan gunung Sinabung. “Hampir semua tempat di Indonesia ini tidak aman. Kalau kita ke bulan juga repot juga, tidak ada kipas angin, hehehe,” katanya berseloroh.

Sumber : Rilis

Pernah Terkena Wabah Demam Berdarah, Fogging Gratis IDC Selamatkan Warga Bekasi Utara

Laskar Fogging IDC saat bertugas dalam baksos di Bekasi Utara, Ahad (10/3/2019)

(BEKASI) wahdahjakarta.com – Dalam baksos pada Ahad kemarin (10/3/2019), Laskar Fogging IDC juga melakukan aksi pengasapan
di seluruh kawasan RW 08, Perumahan Pondok Ungu Permai, Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat

Tak kenal lelah, sejak pukul 09.00 WIB pagi Laskar Fogging IDC blusukan ke tiap gang, satu demi satu pintu-pintu rumah penduduk pun didatangi untuk diasap, agar nyamuk aides aegypti, kecoa dan serangga mati seketika.

“Lumayan berat alatnya, tapi senang sih bisa bantu orang,” ucap Embul, salah seorang Laskar Fogging IDC.

Menurut Bapak Bandar, selaku Ketua RT 001 RW 08 mengungkapkan kegiatan fogging gratis dari IDC sangat membantu lingkungan tempat tinggalnya, mencegah demam berdarah.

“Kegiatan ini baik sekali. Kerjanya juga luar biasa. Atas nama warga RT 001
RW 08 kami mengucapkan terima kasih sekali atas kegiatan yang dilakukan IDC,” kata Bandar.

Hal tersebut diaminkan oleh Ketua RW 08, Bapak Aiman. Ia mengungkapkan, di lingkungannya pernah terjadi wabah demam berdarah yang menyerang sebanyak 33 anak.

“Pernah terjadi wabah demam berdarah di tempat kami itu sampai menyerang sebanyak 33 anak. Sehingga (fogging) ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan sangat mulia, karena ini merupakan bentuk pertolongan terhadap warga masyarakat dari IDC,” ujar Aiman.

Apa yang disampaikan kepala lingkungan, dibenarkan oleh warga RW 08. Ibu Jamilah salah satunya, menurutnya kegiatan fogging gratis ini sangat
bermanfaat. Sehingga ia berharap bisa dilakukan lebih sering.

“Saya malah berharap bisa dilakukan sebulan sekali, tanpa harus menunggu penyakit itu datang. Kalaupun warga harus dikenai biaya Rp 10.000,- atau Rp 5.000,- insya Allah masih mampu. Kalau gratis lebih bagus lagi,” tuturnya.

Terakhir, Ibu Jamilah selaku warga RW 08 menyampaikan ucapan terima kasih kepada IDC atas bakti sosial yang digelar.

Seiring kumandang adzan shalat zhuhur, kegiatan bakti sosial pun berakhir. Baksos berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga sekitar.

Bagi warga yang ingin mendapat layanan fogging gratis bisa menghubungi
08122700020 admin Relawan IDC.

IDC Gelar Pengobatan Massal, Warga : Program Mulia Sangat Bermanfaat

Pengobatan massal yang digelar oleh IDC (Infaq Dakwah Center) diikuti antusias oleh warga.

(BEKASI) wahdahjakarta.com — Warga RW 08, Perumahan Pondok Ungu Permai, Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat mengapresiasi kegiatan bakti sosial (Baksos) berupa pengobatan massal dan fogging secara gratis oleh Infaq Dakwah Center (IDC) bekerjasama dengan Tim Medis Go Medica pada Ahad (10/3/2019).

Kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi dari program wakaf kesehatan IDC. Di mana program tersebut fokus memberikan layanan kepada masyarakat.

“Program ini sebagai bagian khidmat Infaq Dakwah Center (IDC), melalui dana wakaf kaum Muslimin. Ke depan, program wakaf IDC membutuhkan dukungan dari masyarakat, sehingga layanan ini bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Ustadz Badrul Tamam, Relawan Senior IDC, saat membuka Baksos di lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Bapak Aiman, selaku Ketua RW 08 Perumahan Pondok Ungu Permai, mendukung kegiatan IDC dan menyampaikan ucapan terima kasih.

“Saya atas nama warga RW 08 dan saya selaku Ketua RW 08 mengucapkan banyak terima kasih kepada IDC yang telah memberikan sumbangsih bakti sosial terhadap masyarakat. Dengan teriring doa jazaakumullah ahsanal jazaa, semoga kebaikan yang diberikan ini dibalas oleh Allah dengan sebaik-baik kebaikan,” kata Aiman.

Setelah dibuka, ratusan warga pun berbondong-bondong mendatangi kantor sekretariat RW 08, tempat digelarnya pengobatan massal.

Ibu Sularsih misalnya, wanita yang sudah sepuh ini harus dipapah saat ingin berobat gratis, lantaran penyakit yang dideritanya.

“Hipertensi, kaki baal (mati rasa) sama gatel-gatel,” tutur Ibu Sularsih menceritakan sakitnya.

Demikian pula dengan Bapak Sularso, pria paruh baya ini berobat karena mengeluhkan sakit batuk, pilek dan pusing. Setelah mendapatkan pelayanan kesehatan dari tim medis, Sularso menyampaikan ucapan terima kasih kepada IDC.

“Saya mengucapkan terima kasih ada pengobatan gratis dari IDC. Semoga bisa berlanjut seterusnya. Kalau sehat kan bisa beribadah,” ujarnya.

Sumber : Rilis

Baitul Mal Elkisi dan Laznas Dewan Da’wah Bantu Warga Banten

LAZNAS saat mengadakan penyuluhan di Pandeglang, Banten. Ahad (10/3/2019)

(Pandeglang) Wahdahjakarta.com -, Baitul Mal Elkisi (BME) Mojokerto, Jawa Timur bersama Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nasional Dewan Da’wah (Laznas Dewan Da’wah), berbagi rezeki kepada warga Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten, Ahad (10/03/2019).

Di Desa Cigeulis, BME membelikan dua unit kipas angin untuk menyegarkan hawa di Mushola Imam Bin Hasan. Mushola ini dikelola Ustadz Bey Hanafi, da’i Dewan Da’wah yang pernah bertugas di pedalaman Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, BME juga membagikan 50 paket sembako kepada 50 warga terdampak musibah gempa dan tsunami akhir tahun lalu.

Di hadapan Ketua RT, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu majlis taklim Cigeulis, Deputy Direktur Laznas Dewan Da’wah Nurbowo mengatakan bahwa bantuan ini bukan yang pertama dan terakhir.

“Laznas Dewan Da’wah sudah sering kesini mengadakan berbagai kegiatan dan membuka posko bencana. Alhamdulillah, hari ini ada sedikit titipan dari BME Mojokerto Jawa Timur. Mereka sebenarnya ingin ketemu ibu-ibu, tapi karena kesibukan di pesantren, amanah ini dititipkan melalui kami,” tutur Nurbowo di Mushola Imam Bin Hasan, Ahad pagi.

Siangnya, Tim BME dan Laznas Dewan Da’wah mengunjungi warga Kampung Bambu Koneng, Desa Banyuasih, Cigeulis. Dusun ini berada tak jauh dari bibir pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, yang tempo hari dihajar tsunami.

Di hadapan limapuluhan ibu majlis taklim yang diasuh Ustadz Solihin, BME menyampaikan sedikit bantuan berupa paket bahan makanan pokok dan telur ayam.

Sama seperti di Cigeulis, dalam kesempatan ini juga Laznas Dewan Dakwah memberikan pemahaman tentang cara menyikapi musibah.

Laznas Dewan Da’wah juga menyampaikan bahwa jelang Ramadhan nanti akan mengirim Kafilah Da’wah ke Banyuasih. Kafilah terdiri puluhan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) M Natsir Cipayung, Jakarta Timur. Hingga jelang Idul Fitri, mereka akan mendampingi warga dalam memakmurkan Ramadhan 1440 Hijriyah.

Menurut Direktur Islamic Center Elkisi, Fathur Rohman, kiprah kemanusiaan BME mencerminkan visi ‘’Elkisi untuk Dunia’’. Da’i Dewan Da’wah asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini mengungkapkan, pihaknya selalu turut membantu korban bencana alam di dalam maupun luar negeri.

‘’Alhamdulillah, jamaah Elkisi ikut membantu meringankan korban bencana di Lombok, Sulawesi Tengah, Banten, banjir Jawa Timur, juga pengungsi Rohingya baik di Medan maupun di Bangladesh,’’ tutur Ustadz Fathur yang bersama Laznas Dewan Da’wah pernah terjun ke Kamp Pengungsi Rohingya di Cox’s Bazaar, Bangladesh, dan di Medan, Sumatera Utara. []

Sumber: Rilis

Ustadz Zaitun: Keragaman Harokah Bukan Aib dan Ancaman Bagi Ukhuwah

(Palu) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan, keragaman dalam berharokah bukan aib dan bukan pula ancamana dalam ukhuwah.

“Keberagaman dalam berharokah bukanlah aib dalam kemuliaan islam. Berbeda dalam berharokah bukanlah cacat yang semestinya bukan ancaman bagi persatuan dan ukhuwah kita,” jelas Ustadz Zaitun saat menghadiri silaturrahim dan temu tokoh ormas Forum UmatIslam (FUI) Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (07/03/2019).

Oleh karena itu Wakil Sekjen MUI Pusat ini mengajak para tokoh umat untuk bersama-sama membangun kesepahaman dan merajut ukhuwah. “Bangun kesepahaman dan rajut ukhuwah demi indonesia yang bermartabat. Ummat dan tokohnya harus mengambil peluang pada tahapan demi tahapan dakwah yang ada pada saat ini untuk menuju pada kemenangan yang dicita-citakan”, ungkapnya.

Menurutnya selama ini ummat dan tokoh-tokohnya masih disibukkan dengan urusan pribadi dan golongan masing-masing, sampai lupa mengupayakan persatuan.

“Kita terlalu disibukkan dengan kepentingan pribadi dan golongan sampai kita lupa akan persatuan ummat Islam. Persatuan ummat Islam tidak hanya cukup dengan ormas dengan ormas, tapi juga harus melalui person ke person”, terangnya.

“Perkuat pegangan kaum muslimin yaitu dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai modal persatuan dan perjuangan ummat muslim,” tegasnya. []

Sumber: Laziswahdah.com

Forjim Gandeng Wahdah Islamiyah, WAMI dan MRI Dalam Perekrutan Anggota

Foto bersama anggota Forum Jurnalis Muslim (FORJIM) setelah Konsolidasi & Mukernas di Menara 165, Kamis (7/3/2019)

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Dalam perekrutan anggota, Forum Jurnalis Muslim (Forjim) tahun 2019 ini akan merekrut perwakilan dari berbagai lembaga yang sudah lama bermitra. Sekaligus pembentukan pengurus tingkat propinsi dan Kota.

Hal ini dilakukan guna kedepan Forjim dapat pengakuan dari Dewan Pers. Sebagai wadah kewartawanan.

Dudy S Takdir selaku ketua umum Forjim dalam sambutannya menyampaikan, ada tiga lembaga yang akan dijadikan mitra dalam perekrutan. Ketiga lembaga tersebut adalah Wahana Muda Indonesia (WAMI), Wahdah Islamiyah (WI) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

“Salah satu syarat untuk mendapatkan pengakuan adalah memiliki anggota yang banyak dan menyebar di seluruh Indonesia” ujar jurnalis ahad.co.id ini

Hal ini diungkapkan dalam acara Konsolidasi Nasional dan Mukernas ke 2 Forjim “Meneguhkan peran Forjim dalam menebar inspirasi”, kamis (7/3/2019), gedung Menara 165 Jakarta.

YBM PLN Apresiasi Forjim Peduli dengan Kebencanaan

Serah terima penghargaan terhadap Forjim dalam partisipasinya memberitakan bencana kemanusiaan & bencana.

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Yayasan Baitul Mal (YBMPLN menyampakan apresiasinya untuk Forjim dalam pemberitaan filantropi Islam pada Konsolidasi dan Mukernas II di Menara 165, Jakarta, Kamis (7/3/2019) kemarin.

Ditahun 2018, Forjim memberikan banyak kontribusi dalam hal menyebar informasi membantu relawan dan kebencanaan, khususnya pada organisasi filantropi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Deputi Direktur YBM PLN Salman Alfarisi menyampaikan apresisasinya terhadap Forjim dalam pemberitaan mengenai filantropi Islam

“Terima kasih  untuk kawan-kawan Forjiim yang turut membersamai dalam  gerakan menjejak manfaat filantropi Islam di Indonesia. Sukses dan berkah selalu,” ujar Salman.

Diketahui, Forjim selama tahun 2018 ikut meliput dengan beberapa lembaga filantropi Islam saat bencana terjadi di Indonesia, seperti Lombok, Sulawesi dan Banten. Tak hanya meliput, beberapa kali Forjim pun menggalang dana di komunitas wartawan untuk membantu korban bencana alam. Hasil penggalangan dana diserahkan ke lembaga filantropi Islam.