Pembelahan Dada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Serial Sirah Nabawiyah

Pembelahan Dada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(Serial Sirah Nabawiyah [05] dari Kitab Al-Khulaashoh al-Bahiyyah fiy Ahdaats as-Siyrah an-Nabawiyah, Karya Syekh Wahid Abdus-Salam Bali)

Tatkala usia Nabi ﷺ menginjak empat tahun, dua malaikat mendatanginya dan membelah dadanya, lalu mencuci hatinya dan mengembalikannya ke tempat semula.”

Penjelasan

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shohihnya, bahwa Rasulullah ﷺ didatangi oleh Malaikat Jibril ketika sedang bermain bersama anak-anak sebayanya, kemudian (Jibril) mengambilnya dan menelentangkannya, lalu membelah dadanya lalu mengeluarkan hatinya dan mengeluarkan satu gumpalan darinya, lantas berkata:

Ini adalah bagian Syaitan yang ada padamu“, kemudian mencucinya dalam bejana emas dengan air zam-zam lalu menata dan mengembalikannya ke tempat semula. Dan anak-anak (yang sedang bermain dengannya) berlarian mencari ibu susuannya seraya berseru: “Muhammad telah dibunuh”, maka merekapun mendatangi Rasulullah ﷺ yang mukanya terlihat pucat.”

Anas bin Malik berkata: “Saya pernah melihat bekas jahitan di dada Rasulullah ﷺ .”(Shahih Muslim no. 261).

Ibnu Sa’ad berkata; “Umur Rasulullah ﷺ saat peristiwa tersebut (pembelahan dada) adalah 4 tahun. (Lihat ath-Thobaqoot I/112).

Pembersihan spiritual dari bagian syaitan, mrupakan prolog dini kenabian dan prsiapan untuk pemeliharaan dari berbagai kejahatan dan penyembahan kepada selain Allah. Tidak boleh ada di dadanya kecuali Tauhid.

Baca Juga  Rambu Pernikahan: Memilih Pasangan yang Tepat

Peristiwa masa kecil Beliau ﷺ telah menunjukkan hal tersebut, beliau ﷺ tidak pernah melakukan dosa dan tidak pernah bersujud kpda berhala di saat hal trsbut menjadi sesuatu yg biasa di tengah kaumnya. (Lihat As-Sirah an-Nabawiyah Ash-Shohihah, DR. Akram Dhiya’ al-‘Umari).

Peristiwa ini (pembelahan dada) menyebabkan Rasulullah ﷺ dikembalikan kepada ibunya, Aminah binti Wahb, karena Halimah merasa khawatir terhadap keselamatan beliau ﷺ . (Musnad Ahmad 4:184-185, Sunan Ad-Darimi 1:8-9, Mustadrak al-Hakim 2:616). (MU/sym]

WaLlahu Ta’ala A’lam.

Posted in Artikel, Sirah Nabawiyah and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan