Perang Fijar (Serial Sirah Nabawiyah Part: 09)

Sirah Nabawiyah parta 8: Perang Fijar

Sirah Nabawiyah parta 8: Perang Fijar

 

(Serial Sirah Nabawiyah [09] dari Kitab Al-Khulaashoh al-Bahiyyah fiy Ahdaats as-Siyrah an-Nabawiyah, Karya Syekh Wahid Abdus-Salam Bali)

٩ – ولما بلغ – صلى الله عليه وسلم – الخامسة عشرة كانت حرب الفجار بين قريش وهوازن.

9. Ketika usia Rasululullah ﷺ menginjak 15 tahun terjadi perang Fijar antara Quraisy versus Hawazin.

Pelajaran:

1. Peristiwa perang Fijar terjadi antara Kinanah yang didukung oleh Quraisy berhadapan dengan Hawazin. Perang ini dinamakan Fijar karena telah melanggar kehormatan bulan Harom.

2. Tidak ada kabar yang shohih menyebutkan tentang keikutsertaan Rasulullah ﷺ pada perang ini kecuali apa yang disebutkan oleh Ibnu Hisyam dalam Sirahnya tanpa menyebutkan sanad, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: ”Ketika itu (perang Fijar) aku memanah melindungi paman-pamanku.”

Namun as-Suhaili mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ tidak ikut bersama paman-pamannya dalam perang tersebut karena perang ini melanggar kehormatan bulan harom, dan pihak-pihak yang bersengketa masih dalam kekufuran. Sementara Allah ﷻ tidak mengijinkan bagi orang beriman untuk berperang kecuali untuk meninggikan kalimat Allah. (Lihat ar-Raudhu al-Unuf 1/209).

3. Ahli sejarah berbeda pendapat tentang umur Rasulullah ﷺ saat meletusnya perang ini. Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa saat itu umur Rasulullah 14 atau 15 tahun. Sedangkan Ibnu Ishaq mengatakan bahwa umur Rasulullah ﷺ saat itu adalah 20 tahun. Ada juga yang mengatakan bahwa umur Rasulullah ﷺ waktu itu adalah 10 tahun. Pendapat ini yang dipilih oleh asy-Syaikh Ahmad Fariid karena peristiwa Fijar terjadi 15 tahun sebelum pemugaran Ka’bah, dan pemugaran Ka’bah terjadi 15 tahun sebelum Nabi diangkat menjadi Rasul. Dan Rasulullah diangkat menjadi Rasul di usia 40 tahun, maka usia Rasulullah saat peristiwa Fijar tersebut adalah 10 tahun. (lail an-Nubuwwah Lil Baihaqi 2/58-60).

Baca Juga  SHAFWAN BIN UMAYYAH, BENCI BERBUAH CINTA

4. Pemicu terjadinya perang ini adalah seseorang dari Bani Kinanah yang bernama al-Barradh membunuh Urwah dari Bani Hawazin, padahal mereka berada di bulan harom. Karena peristiwa tersebut emosi kedua kabilah ini tersulut.

5. Panglima dari kalangan Quraisy dan Kinanah saat itu adalah Harb bin Umayyah. Pada pagi harinya kemenangan berada di pihak Hawazin, namun keadaan berbalik saat tengah hari menjadi kemenangan pihak Kinanah.

6. Akhir dari perang ini adalah kedua kubu bersepakat untuk bertemu tahun depan di Ukazh. Saat waktu yang ditentukan tersebut tiba, perjanjian damai terjadi setelah pihak Kinanah membayar denda kepada Hawazin. WaLlohu Ta’ala A’lam. [MU/sym].

Posted in Artikel, Sirah Nabawiyah and tagged , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.