Persaudaraan Sejati

Ayat-Ayat Persaudaraan
Tadabbur Ayat-ayat Persaudaraan dari Surat Al-Hujurat

Oleh: Ust. Muhammad Zaitun Rasmin
Surat Al Hujurat banyak mengajarkan kepada kita tentang persaudaraan. Allah Ta’ala mengajarkan secara rinci bagaimana seharusnya kita ber-ukhuwwah. Surat ini adalah “Surat Ukhuwwah”.

Perintah mewujudkan dan menjaga ukhuwwah Allah sebutkan di ayat ke-10:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al-Hujurat:9).

Allah “nash“-kan dalam ayat ini bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Ini sebuah keniscayaan. Rela atau tidak, suka atau tidak, Allah tetapkan setiap Muslim itu bersaudara. Sebagaimana saudara kandung, suka atau tidak, kalau kita dilahirkan dari ayah atau ibu yang sama, otomatis kita bersaudara. Meskipun terkadang ada sifat yang tidak kita sukai dari saudara kita, meskipun ada kekurangan, tetap saja ikatan persaudaraan itu tidak bisa lepas. Ibarat mau dicuci dengan air laut dari tujuh samudra pun, ikatan itu tidak akan hilang.

Sama juga dengan setiap Muslim, Allah sendiri yang menegaskan bahwa kita ini bersaudara. Penegasan ini bukan tanpa makna, ayat ini bukan berita sia-sia. Ma’adzallah, tidak ada yang sia-sia dalam setiap lafazh Al Qur’an. Dalam ayat ini Allah tidak menyebut ashdiqaa‘ (kawan, sahabat), tapi Allah sebut “ikhwah” (saudara). Dan mudah difahami bahwa ikatan pertemanan tidaklah sama dengan ikatan persaudaraan. Dari suku apapun, bangsa apapun, asalkan dia uslim berarti dia saudara kita. Harus kita penuhi hak-hak ukhuwwah kepadanya. Tidak boleh direndahkan dan dirusak kehormatannya.

Baca Juga  Tanda Orang Beriman yang Sebenarnya (1)

Ayat ini diawali dengan kata “innama” yang artinya atau kurang lebih terjemahnya kurang lebih “hanyalah”. Dalam bahasa Arab, kata ini berfungsi sebagai “hasr” atau pembatasan. Artinya, yang bisa bersaudara hanyalah orang-orang beriman. Maknanya bahwa persaudaraan yang hakiki hanyalah persaudaraan yang diikat oleh Iman dan Islam.

Kata iman disini juga berarti Islam. “Al mu’minun” artinya disini juga orang Islam (Al Muslimun). Karena kata Iman dan Islam itu saling mewakili jika hanya disebut salah satu. Dalam bahasa Arab disebut “Idza jtama’a iftaraqaa wa idzaftaraqaa ijtama’a“. Kalau disebut salah satu, berarti mewakili yang lain, dan jika disebut bersama-sama masing-masing memiliki arti yang berdiri sendiri.
Jadi, bukan berarti kalau sekedar muslim tidak ada ikatan ukhuwah jika belum mu’min. Karena kata mu’min (orang beriman) di ayat ini berarti juga muslim.

Dalam hadits juga ditegaskan, “Al muslimu akhul muslim“. Setiap muslim adalah saudara muslim yang lain. Sehingga jangan ada dikotomi antara ukhuwwah imaniyyah dan ukhuwwah islamiyyah karena ayat ini.Meskipun memang iman adalah faktor terbesar dalam ukhuwwah. Kenyataan saat ini, melemahnya ukhuwwah di antara kaum muslimin karena faktor lemahnya iman. Namun bukan berarti kita tidak berukhuwwah, kita tetap bersaudara dengan saudara kita sesama muslim. [ibw/sym].

Posted in Al-Qur'an, Kolom UZR, Tazkiyah and tagged , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.