Pertemuan dengan Pendeta Buhaira (Serial Sirah Nabawiyah Part: 08)

Pertemuan dengan Pendeta Buhaira
(Serial Sirah Nabawiyah [08] dari Kitab Al-Khulaashoh al-Bahiyyah fiy Ahdaats as-Siyrah an-Nabawiyah, Karya Syekh Wahid Abdus-Salam Bali)

٨ – ولما بلغ – صلى الله عليه وسلم – الثانية عشرة خرج به عمه أبو طالب إلى الشام، فلما بلغوا بصرى رآه بحيرى الراهب، فتحقق فيه صفات النبوة فأمر عمه برده، فرجع

 

8. Saat Rasulullah ﷺ menginjak usia 12 tahun, Abu Tholib membawanya ke Syam. Ketika mereka sampai di Bushra, seorang pendeta bernama Buhaira melihatnya. Pendeta ini mendapati sifat-sifat  kenabian pada diri Rasulullah ﷺ maka ia pun meminta Abu Tholib untuk memulangkannya, maka ia pun kembali.

Pelajaran:
1. Keterangan tentang hal ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Musa al-Asy’ari dishohihkan oleh asy-Syaikh al-Albani. (Shahih Sunan Tirmidzi 3/191)

2. Buhaira dalam riwayat tersebut mnyebutkan dasar knapa ia membenarkan sifat kenabian pada diri Rasulullah ﷺ , yaitu: Waktu rombongan Rasulullah ﷺ meninggalkan Aqobah maka semua batu dan pohon bersujud kepada Rasulullah, yang mana benda ini tidak bersujud kecuali untuk seorang Nabi. Adanya tanda kenabian di bawah pundak Rasulullah ﷺ yang menyerupai buah apel. Adanya awan yang mnyertai dan menaungi Rasulullah ﷺ saat Rasulullah skalipun beralih tempat. Juga bayangan pohon yang miring melindungi beliau ketika tidur di dekatnya.

3. Buhaira meminta Abu Tholib agar membawa Rasulullah ﷺ pulang dan mengurungkan niat untuk membawanya ke Syam, ia mengkhawatirkan ancaman orang2 Romawi dan Yahudi, maka Muhammad ﷺ kembali ke Makkah brsama beberapa orang lainnya.
Di penghujung riwayat tersebut, disebutkan bahwa yang menyertai Rasulullah ﷺ pulang adalah Abu Bakar dan Bilal, namun keterangan tentang hal ini dikritik oleh para Ahli Hadits.

Baca Juga  Cinta dan Makna Kerinduan

4. Dari kisah Buhaira ini terdapat bukti bahwa Ahlul kitab mngetahui sifat dan waktu dimana Rasulullah ﷺ akan diutus, namun bersama dengan pengetahuan itu, mereka tetap mengingkari risalah yang Rasulullah ﷺ bawa. (Lihat QS. Al-Baqarah: 89)

5. Kesaksian seorang ulama dari Ahlul kitab tentang kebenaran yang Rasulullah bawa, serta kabar tentatng permusuhan yang keras dari ahlul kitab kpada Rasulullah ﷺ bserta risalahnya. WaLlahu Ta’ala A’lam. [MU/sym].

Tahfidz Weekend
Posted in Artikel, Sirah Nabawiyah and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.