Poligami Solusi yang Disalahpahami

Poligami solusi yang disalahpahami, baik oleh sebagian pelaku yang mempraktikannya maupun oleh para pembenci dan pencelanya. Ada yang menolak dan mencela secara mutlak. Ada pula yang mempraktikannya tanpa mengindahkan adab dan etika syar’i. 

Poligami, sebuah kata yang memiliki daya magis. Betapa banyak kata-kata yang akan muncul saat kata ‘poligami’ ini didengar. Ada ungkapan antusias dengan berbagai macam jenisnya. Ada yang mengecam, mencibir, dan menolak mentah-mentah. Sebaliknya, ada yang menanggapinya dengan penuh gairah.

Dalil tentang hal ini sudah sangat ma’ruf:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ

Artinya: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. [QS. An-Nisa’: 3].

Banyak kisah yang menceritakan suka-duka poligami. Ada yang berakhir dengan kisah tragis, rumah tangga hancur, daftar janda semakin bertambah, terlebih lagi anak-anak yang menjadi korban perceraian atau kurang kasih sayang. Namun banyak pula kisah poligami yang berakhir dengan happy ending. Ia menjadi payung keindahan dalam kehidupan berumah tangga.

Dari sini dapat diambil pelajaran, bahwa seharusnya setiap Muslim adil dalam memandang masalah poligami. Islam menempatkan poligami sebagai salah satu solusi dalam kehidupan berrumah tangga. Asal hukum dari poligami adalah mubah, dengan syarat bisa berlaku adil. Dan hukum tersebut bisa berubah-ubah tergantung urgensinya bagi setiap rumah tangga, dengan melihat plus-minusnya yang berhubungan dengan situasi dan kondisi yang ada dalam rumah tangga masing-masing.

Jika dirasa dengan poligami, bisa semakin mengokohkan rumah tangganya kelak, maka poligami bisa menjadi solusi. Namun jika dirasa sebaliknya, maka sebaiknya menghindari. Mempertahankan rumah tangga yang sudah lama berjalan wajib hukumnya daripada mengambil jalan sunnah yang pada akhirnya bisa menghancurkan tanggyng jawab yang wajib.
Ibarat sebuah perusahaan, yang ingin membuka cabang baru, maka perlu mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan manajemennya. Jika perusahaan induk saja belum beres, maka bisa dipastikan perusahaan cabang ikut tidak beres.

Baca Juga  Istri dan Keharmonisan Rumah Tangga (2)

Jika poligami itu perlu dilakukan, hendaknya dengan cara yang tepat, memperhatikan mudharat dan mashlahat ke depan secara kompleks. Dan yang paling penting mengindahkan hukum-hukum serta norma-norma yang diajarkan dalam Islam. Banyak kisah poligami gagal dikarenakan sejak awal dimulai dengan pelanggaran terhadap aturan Agama.

Semua itu menunjukan, bahwa poligami bukanlah hal yang sederhana, dan tidak layak untuk disederhanakan sedemikian rupa. Bukan juga dianggap sebagai permainan, hal yang remeh, dan menjadi media pemuas nafsu belaka.

Syari’at poligami haruslah dipandang sebagai salah satu solusi, namun bukan satu-satunya solusi. Sebagai sebuah solusi, maka ia tak harus menjadi bingkai atau hukum yang sama. Bagi sebagian orang poligami bisa menjadi solusi untuk kebahagiaan rumah tangganya. Namun belum tentu menjadi solusi bagi rumah tangga yang lain. Bahkan bagi sebagian orang bisa menjadi petaka kehancuran rumah tangganya.

Jadi, mari letakkan poligami secara proporsional dalam kehidupan kita. Tak usah memandang buruk pada orang yang mengamalkannya. Namun sebaliknya jangan sekali-kali membanggakan diri karena telah menjalankannya kalau ternyata beragam kemungkaran dilakukan demi poligami yang seolah-olah menjadi cita-cita.

Segala yang dilakukan tanpa meneladani Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan dilakukan dengan serampangan pasti akan berakhir buruk. Namun segala sesuatu yang dilakukan dengan mengikuti i petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pasti akan berbuah kebaikan. [Tri .A/ed:sym].
Jakarta, 3 Januari 2018

Posted in Keluarga, Muslimah, Tarbiyah and tagged , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan