Press Release Seminar Internasional Pembelaan Terhadap Tanah Suci Umat Islam

Tanah Suci Umat Islam

PRESS RELEASE

SEMINAR INTERNASIONAL PEMBELAAN TANAH SUCI ISLAM

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Sesungguhnya keberadaan tanah suci bagi agama apapun tidak bisa dipisahkan dari aqidah dan ibadah umatnya. Demikianlah keberadaan kota Mekah, Madinah, dan Baitul Maqdis tidak bisa dipisahkan dari Aqidah dan Ibadah kaum muslimin.

Kaum muslimin di seluruh dunia wajib bersyukur atas terpeliharanya dua kota suci utama, yaitu Makkah dan Madinah, dalam penjagaan dan pemeliharaan penuh kaum muslimin di bawah kepemimpinan yang mulia Raja Saudi Arabia sebagai pelayan dua kota suci.

Namun demikian, kaum muslimin tidak boleh lupa dengan kondisi kota suci yang ketiga, yaitu Baitul Maqdis yang sudah lebih dari tujuh puluh tahun dalam cengkeraman penjajahan Zionis Israel hingga saat ini.

Padahal sejatinya semua kota suci itu harus berada dalam penguasaan, pemeliharaan, dan penjagaan umat Islam sendiri. Karena hakikat kota suci itulah adalah keberadaan “Rumah Allah”, yaitu mesjid-mesjid suci, dan Allah hanya mengizinkan penjaga dan pemakmur mesjid-mesjid Allah itu adalah rang-orang yang beriman, bukan orang-orang yang kafir dan menyekutukan-Nya,

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At Taubah : 17-18)

Baca Juga  Bacaan Khusus Ketika Mendengar Adzan

Sungguh sangat memprihatinkan dan sekaligus mengkhawatirkan pada saat Baitul Maqdis masih dalam cengkraman penjajah Zionis Israil karena umat Islam dunia masih belum bersatu untuk mengembalikan kepangkuannya, usaha-usaha untuk mengacaukan kedamaian dan stabilitas dua kota suci Mekah dan Madinah mulai didengungkan lagi, di antaranya dengan isu dan wacana internasionalisasi dua kota suci itu yang dipelopori oleh negara tertentu.

Isu dan gagasan seperti itu tentu sangat berbahaya bagi negara pelayan dua kota suci khususnya, stabilitas kawasan, dan bagi umat Islam di seluruh dunia pada umumnya. Oleh sebab itulah kewajiban kaum muslimin di dunia untuk menolak gagasan tersebut dan bersatu padu untuk membela kesucian dan keselamatannya.

Atas dasar pemikiran dan fakta tersebut, peserta muktamar Pembelaan terhadap Tanah Suci Umat Islam, yang berlangsung di Grand Hotel Cempaka, Jakarta Pusat pada hari Jum’at Tanggal 22  Syawal 1439 H / 6 Juli 2018 M,  menyerukan kepada semua kaum muslimin terutama para pemimpin dan ulamanya agar menyikapi permasalahan kota-kota suci itu secara adil dan seimbang. Perjuangan membebaskan Baitul Maqdis dari cengkraman Zionis Yahudi sama pentingnya dengan menjaga dan melindungi Haramain dari usaha mengacaukan dan mencabutnya dari pelayannya yang sah.

Demikian pula sebaliknya, tidaklah adil jika menjaga kemuliaan Haramain sementara penderitaan Baitul Maqdis dibiarkan tanpa ada yang mempedulikannya.

Jakarta, 22 Syawal 1439 H/6 Juli 2018 M.

Baca Juga  Kaum Muslimin Wajib Tentang Pemindahan Ibu Kota Israel ke Baitul Maqdis

Panitia Penyelenggara,

Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara

Tahfidz Weekend

Posted in Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.