Saat Paling Hina di Dunia

Mempermainkan tubuh dan melalaikan hati. Bukti akan hal ini didapatkan dan terjadi pada anak-anak dunia. Engkau dapati mereka menghabiskan waktu-waktu dalam umur mereka dengan sesuatu yang melalaikan hati dan melengahkan dari berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Adapun janji dan ancaman yang ada di hadapan, engkau lihat mereka telah menjadikan agama mereka sebagai permainan dan gurauan belaka. Tak benar-benar menyeriusi dalil-dalil yang terhampar. Tak mau mengambil faedah dari pengajaran tentang analisa kehidupan di akhirat kelak

Saat paling hina adalah saat dimana aku menghadapi rabb-ku dan aku masih memikirkan tentang hal dunia. Dan tidak jarang aku luput dari rakaat shalatku. Dunia telah menelan waktuku. Habis hanya untuk mengejarnya sabang hari. Tak mau lepas, tak mau berhenti

Dunia telah membinasakanku. Tak ada habisnya. Hanya lelah yang kudapat. Hanya kecewa yang menyesakkan dada. Ibadah kian kendor, tak terjaga lagi kualitas dan kuantitasnya. Hingga pada akhirnya. Hanyalah penyesalan dan kehinaan yang kudapatkan

…………………………

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” [Al-‘Ankabût/29: 64]

 

Artikel: Apotek Wahdah

Posted in Artikel, Tarbiyah, Tazkiyah and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.