Saat Si Kecil Hadir ke Dunia

Saat Si Kecil Lahir ke Dunia

Ilustrasi : Si Kecil Lahir ke Dunia

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman: 34)

Hal-hal ghaib, hanya diketahui oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, termasuk diantaranya apa yang ada di dalam rahim. Mengenai janin dalam rahim, ada beberapa hal yanga hanya diketahui oleh Allah. Antara lain, berapa lama janin akan berada dalam rahim ibu? Bagaimana kehidupan janin tersebut setelah lahir ke dunia? Akan seperti apakah amaliyah hidupnya? Bagaimana rizqinya? Apakah dia bahagia atau sengsara?Dan juga, apa jenis kelamin dari janin tersebut sebelum terbentuk?

Adapun setelah janin diciptakan, maka jenis kelamin yang dimiliki oleh janin itu bukan lagi bagian dari ilmu ghaib, karena dapat diketahui dengan panca indra dengan alat deteksi yang akurat. Deteksi ini dibolehkan dan tidak berarti ‘mendahului’ ketentuan Allah, akan tetapi hanya mengetahui apa yang telah Allah ciptakan. Adapun sebelum semuanya diciptakan oleh Allah, maka hal tersebut merupakan hal ghaib, dimana hanya Allah saja yang mengetahuinya.

Yang terpenting, apapun jenis kelaminnya, hendaklah kita tetap ridha atas anugerah-Nya. Bukan hak kita untuk menentukannya. Jika jenis kelamin anak yang kita lahirkan tidak sesuai dengan harapan kita, maka tetaplah bersyukur, karena banyak orang yang tidak Allah berikan keturunan.

Lalu, hal-hal apa saja yang harus kita lakukan saat si kecil hadir dalam kehidupan kita?

  1. Mohon perlindungan untuk si kecil
    Mohonlah perlindungan agar syaithan tidak menggoda anak kita. Sorang bayi yang lemah tak berdaya, dia belum bisa memohon perlindungan untuk dirinya sendiri kepada Allah Maka kitalah sebagai orangtua yang harus memintakan perlindungan kepada pencipta-Nya. Istri ‘Imran saat melahirkan Maryam beliau berdoa:
Baca Juga  Adab Menggunakan Media Sosial

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: “Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”.” (QS Al ‘Imran: 36)

  1. Hukum Adzan dan Iqomat di telinga bayi

Adapun membaca adzan dan iqomat di telinga bayi, sebaiknya ditinggalkan karena diperselisihkan oleh para ulama. Hendaklah kita merasa cukup dengan mengamalkan bimbingan Al Qur’an dan sunnah nabi yang shahih, yang tidak diperselisihkan oleh para ulama.

  1. Mentahnik bayi dan mendoakan keberkahan baginya

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha ia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ.

Artinya: “Sesungungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah didatangkan kepadanya bayi-bayi, maka beliau mendoakan keberkahan dan mentahnik mereka” (HR.Muslim no.2147)
Tahnik ialah mengunyah kurma kemudian meletakkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit mulut bayi.
Hanya saja, berhati-hatilah terhadap orang yang tidak kita ketahui keshalihannya. Jangan sampai orang yang merokok melakukan tahnik bagi anak kita, karena bisa saja di mulut dan ludahnya terdapat racun yang berbahaya bagi bayi.

  1. Aqiqah

Aqiqah ialah menyembelih kambing di hari ketujuh, atau ke empat belas,atau ke duapuluh satu setelah kelahiran bayi.
Untuk bayi laki-laki 2 ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan cukup satu ekor kambing.
Di hari ketujuh ini selain ‘aqiqah, disunnahkan pula mencukur rambut, menamai (jika belum ada), dan mengkhitannya.

Setiap yang disyariatkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah bermanfaat dan tidak selayaknya ditinggalkan.
Wallaahu a’lam.

[Tri Afrianti]

Sumber: Tuntunan Praktis dan Padat Bagi Ibu Hamil dari “A” sampai “Z” Menurut Al Qur’an dan As Sunnah yang Shahih

Posted in Artikel, Muslimah, Tajuk and tagged , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan