Sepuluh Langkah Praktis Meraih Pahala di Hari Arafah

Sepuluh Langkah Praktis Meraih Pahala di Hari Arafah

Hari Arafah merupakan  hari yang utama. Bahkan lebih utama dari sepuluh ribu hari, sebagaimana dikatakan sahabat  Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Hari Arafah juga merupakan hari pengampunan dosa dan pembebasan dari siksa neraka.  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Diantara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. ” (Terj. HR. Muslim no. 1348).

Oleh karena itu seorang Muslim hendaknya berusaha meraih keutamaan hari yang mulia ini. Berikut ini sepuluh langkah meraih pahala di hari ‘Arafah yang mulia.

  1. Mengagungkan hari Arafah dengan mengingat keutamaan dan kedudukannya disisi Allah karena Allah Subhana wa Ta’ala telah bersumpah dalam firman-Nya:

( وَمَشْهُودٍ): dan yang disaksikan.

  1. Seorang Muslim hidup dengan hatinya, sebagaimana keadaan Nabi Shallahu Alahi wa Sallam shalat dan berkhutbah dihadapan manusia ketika wukuf di hari Arafah.
  2. Merasakan anugerah Allah dengan disempurnakannya agama Islam di hari Arafah dan dicukupkannya kenikmatan setelah cahaya yang agung dari ayat-ayat tauhid, kisah-kisah, dan hukum-hukum, dan juga merasakan bahwa hari Arafah adalah hari raya yang agung bagi orang islam.
  3. Merasakan kasih sayang Allah kepada manusia yang berada di Arafah: “Apa yang mereka inginkan? Lihatlah kepada hamba-hambaku, yang datang kepadaku dalam keadaan kusut dan berdebu“.
  4. Berniat sejak malam untuk puasa Arafah untuk menyempurnakan pahala, sebab puasa di hari itu menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan dosa satu tahun yang akan datang. Dan dimana lagi kita mendapatkan amalan di hari tersebut yang dapat menghapuskan dosa lebih dari 700 hari?
  5. Melakukan amalan saleh di hari Arafah seperti hari-hari yang lain dari 10 hari pertama dzulhijjah dan semua hari dalam setahun seperti:
Baca Juga  Empat Pelajaran dari Keteladanan Nabi Ibrahim

* Shalat malam dan beristigfar pada waktu sahur.

* Shalat berjama’ah dan bersegera datang ke Masjid.

* Duduk setelah shalat subuh untuk berdzikir, bagi laki-laki di masjid dan perempuan di rumahnya.

* Mencurahkan diri dalam ketaatan dengan menunggu  shalat setelah shalat.

* Mengisi waktu dengan Al-Qur’an baik dengan tilawah, menghafal, memahami, mentadabburi dan mengajarkannya.

* Membaca dzikir pagi dan petang.

* Memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, secara mutlak kapan saja di 10 hari pertama dzulhijjah, dan dikhususkan pada akhir sholat setelah terbit fajar di hari arafah.

  1. Mengumpulkan syarat-syarat terkabulnya doa dan adab-adabnya mulai dari: ikhlas, harapan, yakin, husnuzon, bersungguh-sungguh dalam meminta, merendahkan diri, bersuci, menghadap kiblat, meminta dengan nama-nama Allah yang baik, doa-doa dari Al-Qur’an, nabi, dan kumpulan doa, mengakui dosa, meminta pengampunan, dan rahmat, mengangkat kedua tangan, mengulangi doa, dan bershalawat kepada Nabi Shallahu Alaihi Wasalam, serta berpakaian yang baik.
  2. Memanfaatkan waktu-waktu yang agung pada hari Arafah karena “(sebaik-baik doa, doa di hari Arafah)”, dan jangan sampai waktu-waktu yang berharga ini terlewatkan di tempat perbelanjaan atau sibuk mengendarai kendaraan di hari Arafah.
  3. Untuk Jama’ah haji memiki pahala yang banyak, dan untuk selain mereka punya pahala in syaa Allah bagi yang berdzikir di hari Arafah “(sebaik-baik doa, doa di hari Arafah dan sebaik-baik apa yang Aku (Rasulullah) katakan dan Nabi-nabi sebelumku
Baca Juga  Keutamaan Puasa ‘Arafah

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan dan pujian milik-Nya dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu“.

Dan dari keutamaan (Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seorang hamba dari neraka adalah hari Arafah)

  1. Mengharapkan karunia Allah yang besar dan luasnya kasih sayang-Nya. Dan keutamaan hari Arafah bagi siapa yang berada di Arafah dan yang tidak di arafah masih mendapatkan keutamaan hari Arafah, dan sesungguhnya keutamaan ada pada hari itu, dan keutamaan berdoa yang bersifat umum untuk para haji dan selain mereka, tetapi siapa yang berada di Arafah maka dia telah mengumpulkan antara keutamaan tempat dan waktu.

Dan pembebasan dari api neraka di hari Arafah umum untuk semua kaum Muslim. sebagaimana yang dikatakan Ibn Rajab Al-Hambali “Siapa yang wukuf di Arafah dan siapa yang tidak wukuf di Arafah dari kalangan kaum Muslim”.

Ya Allah, rahmatilah kami, dan ampunilah kami, dan masukkanlah kami ke Surga, dan lindungilah kami dari azab neraka, wahai yang Maha Pengampun. [ed:sym].

Sumber: 10 Khuthuwat ‘Amaliyah Lis Titsmar Yaum ‘Arafah al-‘adzim Oleh Syaikh Al-Munajjid, Alih Bahasa Oleh: Muttazimah

Tahfidz Weekend
Posted in Kajian and tagged , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.