Simulasi UN Nyaris Terhambat Pasca Tsunami, LAZIS Wahdah lakukan ini di Lampung

Relawan LAZIS Wahdah saat mendamping murid MTs Nurul Islam dalam ujian TryOut yang digelar di Lab. Komputer SMKN 2 Kalianda (3/2/2019).

(KALIANDA) Wahdahjakarta.com – Jelang Ujian Nasional yang akan digelar Pemerintah pada April mendatang, LAZIS Wahdah membersamai Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Islam yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kec. Rajabasa, Lampung Selatan, untuk menggelar Try Out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Try Out dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMK Negeri 2 Kalianda, diikuti oleh 25 siswa kelas IX MTS Nurul Islam, Minggu (03/02/2019).

Relawan LAZIS Wahdah, Rizki Handrajati mengatakan, Try Out digelar di sekolah yang berbeda karena laboratorium komputer MTS Nurul Islam rusak parah akibat terjangan tsunami Desember 2018 silam.

“Dua bulan lagi mereka yang duduk di kelas sembilan akan mengikuti UNBK. Keterbatasan sekolah tentu menjadi penghambat, maka kami fasilitasi untuk melaksanakan Try Out di sekolah lain yang terletak di Ibu Kota Kabupaten,” kata Handra sapaan akrabnya.

Murid MTs Nurul Islam Lampung Selatan saat mengikuti ujian TryOut

Handra menambahkan, Try Out ini bekerjasama dengan SMKN 2 Kalianda sebagai penyedia simulasi UNBK.

“Insya Allah setelah mengikuti Try Out ini, pihak sekolah akan mengevaluasi kemampuan dan persiapan siswa sehingga kondisi pasca tsunami ini tidak membuat mereka harus ikut mengorbankan pendidikan mereka,” ucap Handra.

Angkutan siswa menuju lokasi Try Out menggunakan mobil operasional LAZIS Wahdah dengan menempuh waktu 30 menit.

Sesampai di lokasi, Siswa kemudian diberikan penguatan di Musholla sekolah setempat, SMKN 2 Kalianda, oleh Relawan LAZIS Wahdah, agar bisa mengerjakan soal Try Out dengan baik dan benar.

“Awal dari semuanya adalah doa kepada Allah ta’ala, agar diberikan ketenangan dan kemampuan dalam menjawab soal. Selanjutnya adalah sugesti. Sugesti diri kita bahwa Insya Allah soalnya mudah dikerjakan. Maka Insya Allah kita akan tenang saat ujian nanti,” pesan Rustam Hafid, relawan LAZIS Wahdah di hadapan 25 siswa MTS, lima belas menit sebelum ujian dimulai.

“Jangan lupa untuk mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu, dan soal yang dinilai sulit kerjakan kemudian,” sambungnya.

Pengawas Try Out, Novandi Setiawan yang juga merupakan tenaga pengajar di SMK setempat mengungkapkan, mayoritas peserta Try Out terkendala pada pengoperasian komputer.

Hal ini menurut dia, sedikit banyaknya mempengaruhi konsentrasi peserta dalam mengerjakan soal.

“Misal saat input identitas pribadi, banyak siswa yang bingung cara menulis huruf kapital menggunakan keyboard. Juga banyak yang salah dalam menggunakan klik kiri dan klik kanan pada mouse komputer,” terang Novandi.

Pihak sekolah MTS Nurul Islam sebelumnya menyampaikan, kondisi pasca tsunami yang menyebabkan sebagian ruangan rusak, memberikan pengaruh terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Seperti yang diungkapkan oleh Syaefudin selaku kepala MTS Nurul Islam. Dia menerangkan, salah satu ruangan yang rusak adalah ruang penyedia beberapa unit komputer, sehingga berdampak pada persiapan UNBK.

“Alhamdulillah LAZIS Wahdah memfasilitasi kami untuk tetap bisa menggelar Try Out, walaupun lokasi ujiannya nanti cukup jauh,” tutur Syaefudin.

Beberapa sekolah yang terletak di daerah terdampak Tsunami, seperti yang berada di Desa Sukaraja, Way Muli dan Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan, kesulitan dalam mempersiapkan siswanya untuk mengikuti UNBK yang akan digelar Pemerintah pada April mendatang.

Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain kondisi sekolah yang rusak, psikologi siswa yang belum pulih total dari trauma, dan akses ke sekolah yang menjadi tuan rumah Try Out yang jauh.

“Insya Allah kami juga akan memfasilitasi persiapan UN di sekolah-sekolah yang lain. Baik dengan simulasi UNBK, maupun pembahasan soal ujian secara manual,” kata Rustam, relawan LAZIS Wahdah. (*)

Posted in Syair.

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.