DPW DKI Jakarta dan Depok

 Sudah Talak Tiga, Pengen Rujuk, Bagaimana Caranya?

10

Sudah Talak Tiga, Pengen Rujuk, Bagaimana Caranya?

Pertanyaan:

“Assalamu Alaikum, pak Ustadz, langsung saja pertanyaannya, saya sudah mentalak istri saya sebanyak tiga kali, dalam arti talak tiga saya sudah jatuh. Saya menyesal karena melihat kondisi anak-anak. Bagaimana cara agar saya bisa kembali lagi hidup bersama mantan istri saya?”

Jawaban:

Wa’alaikum Salam, dalam ajaran Islam, jika talak tiga sudah jatuh maka seorang suami tidak lagi memiliki hak untuk rujuk kepada istrinya, sampai mantan istri itu dinikahi oleh lelaki lain. Seperti dinyatakan dalam firman Allah:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ … فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik… Kemudian jika si suami mentalaknya (talak ketiga) maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia menikah dengan lelaki yang lain”. (QS. Al Baqarah: 229-230).

Perlu ditegaskan, pernikahan yang dilakukan oleh mantan istrinya itu betul-betul pernikahan. Yakni ada proses hubungan badan dengan suami keduanya. Bukan pernikahan sandiwara yang diatur untuk tujuan menghalalkan suami pertama menikahinya kembali. Kemudian setelah itu terjadi perceraian antara keduanya secara alami pula, dan bukan atas rekayasa dari suami pertama atau selainnya.

Jika kedua hal ini tidak ada, maka proses pernikahan suami pertama yang ingin kembali rujuk batal alias tidak sah. Bahkan, perbuatan ini, yakni merekayasa pernikahan agar suami pertama bisa kembali (Muhallil), termasuk dosa besar yang diancam laknat.

Dari Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِالتَّيْسِ الْمُسْتَعَارِ؟ قاَلُوْا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: هُوَ الْمُحَلِّلُ، لَعَنَ اللهُ المُحَلِّلَ وَالْمُحَلَّلَ لَهُ.

Sukakah aku kabarkan kepada kalian tentang At-Taisil Musta’aar (domba pejantan yang disewakan)?” Para Sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah”. Beliau kemudian bersabda: “Ia adalah Al-Muhallil, Allah akan melaknat Al-Muhallil dan Al-Muhallal lahu”. (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad Hasan).

Ibnu Qudamah mengatakan,

“Nikah Muhallil adalah haram, batal, menurut pendapat umumnya ulama. Di antaranya: Hasan Al-Bashri, Ibrahim An-Nakha’i, Qatadah, Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, Ibnu Mubarak, dan Imam Asy-Syafi’i”. (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 7/574)

Al Muhallil adalah laki-laki yang disuruh oleh mantan suami agar bersandiwara menikahi mantan istinya lalu menceraikan dengan tanpa menggaulinya, agar suapa ia bisa kembali rujuk. Sedangkan Al Muhallal lahu, adalah mantan suami yang merekayasa pernikahan tersebut.

Dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu Anha, ia berkata:

أَنَّ امْرَأَةَ رِفَاعَةَ الْقُرَظِىِّ جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ رِفَاعَةَ طَلَّقَنِى فَبَتَّ طَلاَقِى ، وَإِنِّى نَكَحْتُ بَعْدَهُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الزَّبِيرِ الْقُرَظِىَّ ، وَإِنَّمَا مَعَهُ مِثْلُ الْهُدْبَةِ . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – لَعَلَّكِ تُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِى إِلَى رِفَاعَةَ ، لاَ ، حَتَّى يَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ وَتَذُوقِى عُسَيْلَتَهُ

“Pernah istri Rifa’ah Al Qurazhiy menemui Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam serya berkata: “Aku adalah istri Rifa’ah, kemudian ia menceraikanku dengan talak tiga. Setelah itu aku menikah dengan Abdurrahman bin Az-Zubair Al Qurazhiy. Akan tetapi sesuatu yang ada padanya seperti juntaian kain (tidak mampu berhubungan intim)”. Rasulullah pun berkata kepadanya: “Barangkali engkau ingin kembali kepada Rifa’ah? Tidak bisa, sebelum kamu merasakan madunya dan ia pun merasakan madumu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud “hingga engkau merasakan madunya”, yakni hingga engkau merasakan nikmatnya berhubungan intim bersama suamimu saat ini, dan dia pun (suamimu saat ini) merasakan kenikmatan darimu. Wallahu A’lam.

(Sumber: Akun Facebook Ustadz Rapung Samuddin, Lc, MA)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.