Ust. Haikal Samakan Panggilan Aksi dengan Panggilan Jihad

Ust. Haikal Hassan Samakan Panggilan Aksi dengan Panggilan Jihad

Ust. Haikal Hassan Samakan Panggilan Aksi dengan Panggilan Jihad

Jakarta – Ust. Haikal Hassan menyamakan panggilan Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada hari Jum’at (11/05) dengan panggilan jihad.

Beliau membawakan ayat ke 38 Surat At Taubah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.”

Anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia menyebutkan, tidak sepantasnya ada seorang muslim yang tidak ikut aksi tanpa udzur.

Beliau ingatkan lagi dengan ayat berikutnya. Bahwa ketidakbersediaan untuk berjuang hanya akan mengundang adzab Allah subhanahu wata’ala.

إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Aryinya: “Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS at Taubah: 39).

Terakhir beliau kembali menegaskan bahwa persoalan Al Quds adalah barometer keimanan. [ibw]

 

Konferensi Pers AIMMA 3

Wahdah Islamiyah Tergabung di AIMMA (Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa)

Wahdah Islamiyah Tergabung di AIMMA (Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa)

Jakarta – Paska Aksi Bela Palestina 1712 di Monas, muncul inisiasi agar dibentuk program aksi nyata untuk mendukung perjuangan yang lebih spesifik membebaskan Alaqsha.

Wahdah Islamiyah termasuk yang menghadiri pertemuan lembaga-lembaga sosial yang selama ini turut berkontribusi untuk perjuangan Palestina.

Pertemuan dan konferensi press yang diadakan pada Hari Rabu (20/12/2017) di AQL ini membentuk aliansi yang dinamakan AIMMA (Aliansi Indonesia Membebaskan Masjid Al Aqsha). Acara ini juga dihadiri oleh wartawan dan banyak NGO Nasional termasuk LAZIS Wahdah dan Wahdah Peduli yang mewakili Wahdah Islamiyah.

Ustadz Bachtiar Nasir, selaku pembina AIMMA mengatakan, langkah tersebut sebagai bukti nyata perjuangan bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

“Ini sebagai aksi nyata kita dalam menindaklanjuti Aksi Bela Palestina kemarin,” ujarnya dalam konferensi pers yang bertema “Langkah Konkret Pasca Aksi Bela Palestina”, sebagaimana dikutip laziswahdah(dot)com.

Bagi anda yang ingin terlibat di dalam mendukung perjuangan pembebasan Masjid Al Aqsha dan Kota Alquds, dapat menghubungi kontak 082387900900 (wa/call/sms).(ayd).

Konferensi Pers AIMMA 1

Perwakilan Lazis Wahdah Bersama Ustadz Bachtiar Nasir

Konferensi Pers AIMMA 2

Konferensi Pers AIMMA

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Jakarta, Tausyiah jarak jauh bersama Habib Muhammad Rizieq Shihab dalam Aksi Bela Palestina, Beliau menegaskan bahwa sesuai fakta historis, Israel bukanlah sebuah negara, dan Al Quds adalah milik Umat Islam.

Aksi Bela Palestina di Lapangan Monumen Nasional

Aksi Bela Palestina di Lapangan Monumen Nasional

“Aksi Bela Palestina bertujuan untuk menolak adanya pengakuan Yerussalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel dan menolak Israel sebagai negara.” Ungkap Imam Besar pada acara tersebut (17/12).

AS dan Sekutunya telah memberikan bantuan kepada Israel untuk melakukan penjajahan terhadap Bangsa Palestina.

Muslim Indonesia sebagai negara besar dan disegani dunia, harus memberikan sikap tegas atas penjajahan terhadap Israel. Jangan hanya diam melihat Al Quds direbut oleh Israel

Indonesia tidak butuh Amerika, tapi Amerika lah yang butuh Indonesia.

Sebagai penutup, Beliau juga memimpin lagu Aksi Bela Palestina yang telah dibuat beliau sendiri guna meningkatkan semangat jihad jamaah yang hadir.
[rma]

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir memberikan sambutan dalam Aksi Bela Palestina di Monas, Ahad (17/12). Anies menyatakan dalam sambutannya bahwa Indonesia berhutang kepada Palestina.

Anies Baswedan Menghadiri Aksi Bela Palestina

Anies Baswedan Menghadiri Aksi Bela Palestina

“Kita berhutang kepada Palestina karena mereka mendukung perjuangan bangsa kita. Dan sekarang 74 tahun setelah merdeka, Palestina masih terjajah, dan Indonesia tidak pernah bergeming, tetap mendukung Palestina.”

Menurutnya, keputusan Trump bukan hanya keliru, tapi fatal. Tapi dengan adanya keputusan ini justru perjuangan bangsa Palestina seperti mendapat jalan.

“Rakyat Palestina telah merasakan kesengsaraan selama bertahun-tahun hingga mereka merasa terbiasa dengan penderitaan tersebut. Namun, ini adalah titik balik, cahaya kemerdekaan makin hari makin terang bagi Palestina.”

Menutup sambutannya, Anies memuji para peserta aksi dengan menyebutnya sebagai mujahid.
“Saudara memilih untuk menjadi mujahid dengan memilih hadir di tempat ini,” ungkapnya.

[ibw]

Ikrar Persatuan Pemuda Islam Bersatu Bela Palestina

Ikrar Persatuan Pemuda Islam Bersatu Bela Palestina

Ikrar Persatuan Pemuda Islam Bersatu Bela Palestina

Jakarta, Pelaksanaan Aksi Bela Palestina semakin bergemuruh dengan dibacakannya ikrar persatuan pemuda Islam bela Palestina.

Pembacaan ikrar tersebut dibacakan oleh beberapa perwakilan Ormas Pemuda Indonesia, namun implementasinya untuk seluruh Ormas Pemuda Indonesia.

Kepala tangan menandakan Pemuda Islam Indonesia siap untuk berjihad mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Beberapa poin dari Ikrar Persatuan Pemuda Islam Indonesia.

  1. Kami Pemuda Pemudi Indonesia mengaku bahwa penjajah diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri keadilan dan peri kemanusiaan.

  2. Kami Pemuda dan Pemudi Indonesia mendukung kedaulatan Bangsa Palestina dan Yerussalem kembali kepangkuan Palestina.

Demi Allah kami berikrar, bahwq jika segala bentuk diplomasi tidak ada solusi, maka kami Pemuda dan Pemudi Indonesia siap untuk bergerak memenuhi panggilan jihad.

Allahu Akbar !!!

Bebaskan Al Aqsa, bebaskan Baitul Maqdis karena sahid adalah cinta dan cita kami.

Allahu Akbar !!!

Merdeka !!!
[rma]

MPR: Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi

MPR: Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi

MPR: Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi

(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa membela Palestina merupakan kewajiban konstitusi.

“Semua Umat Islam harus sepakat menentang pengakuan Trump atas Yerussalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel. Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi”, tegasnya dalam orasi Aksi Bela Palestina di Monas, Ahad,(17/12).

Oleh karena itu menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini Aksi Bela Palestina yang digelar hari ini tidak termasuk kegiatan radikal, karena sejalan dengan konstitusi, Justru yang radikal adalah Amerika dan Yahudi.

“Sesungguhnya yang radikal adalah Amerika dan Yahudi. Mereka tidak perlu mengajarkan toleransi terhadap Umat Islam Indonesia, karena Aksi Bela Palestina adalah kegiatan yang berdasar pada konstitusi”, terangnya.

“Hari ini Umat Islam bersatu, persatuan Umat Islam ini bisa menjadi potensi kekuatan ekonomi. Maka bersatu dan berukhuwahlah sesama Umat Islam,” pungkasnya. [Rep:
rma]

Ringkasan Khutbah Jum’at dari Masjidil Haram, “Masjidil Aqsha dan al-Quds”

Ringkasan Khutbah Jum’at dari Masjidil Haram, “Masjidil Aqsha dan al-Quds

  1. “Duhai Palestina, di setiap hati seorang muslim ada luka berdarah dari problematikamu. Dan di setiap pelupuk mata muslim ada deraian tangis karenamu. Dan bagi setiap muslim dengan keislamannya ada janji untuk Palestina, sejak saat Allah memilih Palestina menjadi tempat Mi’raj menuju langit yang memiliki gugusan-gugusan bintang.”

  2. “Wahai Palestina, simbol ketegaran, jika cinta tanah air dikarenakan udara, tanah dan jalan yang dilalui oleh seseorang, maka cinta seorang Muslim terhadapmu adalah karena dalam naunganmu terdapat kiblat pertama, Masjidil Aqsha, yang diberkahi tanah sekitarnya.”

  3. Masjidil Aqsha, Tanah Suci Palestina dan Baitul Maqdis adalah bumi kenabian, tempat Isra’ Mi’raj Nabi saw dan warisan umat penutup yang menghuni hati setiap muslim.

  4. Daerah yang diberkahi Allah, juga wilayah sekitarnya. Bagian bumi yang paling banyak ditinggali oleh para Nabi. Udaranya bercampur dengan nafas para Nabi. Halaman-halamannya mendengar tilawah dan munajat mereka. Tanahnya dibasahi dengan air mata dan darah mereka. Lembah-lembah dan lereng-lerengnya adalah tempat tumbuh sebagian besar para Nabi. Jalanannya pernah menerima wahyu Allah dari langit.

  5. Jika kesesatan di berbagai belahan bumi dapat berupa paganisme atau atheisme, maka kesesatan di negeri Syam, atau Baitul Maqdis khususnya, adalah berupa kelengahan menuaikan kewajiban risalah, atau penyelewengan terhadap prinsip-prinsip yang dibawa para Nabi, dengan tetap adanya sisa-sisa kebenaran di tengah mereka, berupa lembaran-lembaran atau kitab-kitab.

  6. Rasulullah saw ketika di Makkah, shalat menghadap Baitul Maqdis selama 13 tahun. Dan setelah hijrah ke Madinah, beliau shalat menghadapnya selama 17 bulan, Sampai al-Qur’an turun memerintahkan shalat menghadap Masjidil Haram. Masjid yang terkait secara azali dengan Masjdil Aqsha. Perjalanan Isra adalah menuju Masjdil Aqsha, dan mi’raj adalah dari Masjdil Aqsha. “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” [QS al-Isra’: 1]

  7. Dari Abu Dzarr ra. beliau berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, masjid mana yang diletakkan lebih dahulu?” Rasulullah berkata, “Masjidil Haram.” Aku bertanya lagi, “Kemudian masjid apa?” Rasulullah SAW menjawab, “Masjidil Aqsha.” Aku bertanya lagi, “Berapa lama jarak antara keduanya?” Rasulullah SAW menjawab, “Empat puluh tahun.” [Muttafaqun ‘alaih]

  8. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak (diperintahkan) menyiapkan perjalanan kecuali ke tiga masjid; Masjidil Haram, Masjidil Aqsha dan masjidku ini.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

  9. Peristiwa Nabi Muhammad saw mengimami para Nabi di Baitul Maqdis saat Isra’ Mi’raj adalah deklarasi bahwa Islam adalah kalimat Allah yang terakhir kepada manusia, yang menjadi sempurna di tangan Nabi Muhammad saw. Celupan terakhir untuk Masjidil Al-Aqsha adalah celupan Islam. Maka melekatlah nasab Masjidil Aqsha dengan Umat yang mewarisinya ini.

  10. Di tahun ke 15 H nubuwat itu terwujud. Ketika para pendeta berkata, “Kami tidak akan menyerahkan kunci Baitul Maqdis kecuali kepada Khalifah yang sifat-sifatnya tersebut di dalam kitab suci” dan ternyata Khalifah Umar bin Khattab lah orang tersebut.

  11. Umar memandang al-Quds dari bukit al-Mukabbir. Di sana beliau bertakbir, lalu gema takbir kaum muslimin pun mengikutinya. Ketika itulah beliau berkata, “Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Bagaimanapun kalian mencari kemuliaan dengan selainnya, Allah pasti akan menghinakan kalian.”

  12. Sesungguhnya Palestina itu, sejarahnya, tanahnya, tempat-tempat sucinya, dan tempat-tempat bersejarahnya, adalah warisan yang wajib diterima, harus dipelihara, dan mesti dijaga. Al-Quds adalah ayat dalam al-Qur’an. ia akan abadi sepanjang zaman.

  13. Tak seorangpun yang dapat mengubah hakikat ini. umat ini memiliki akar yang terlalu kuat untuk dapat dicabut.

  14. Palestina dan Baitul Maqdis beralih ke tangan kaum muslimin dengan beralihnya berbagai syariat terdahulu kepada syariat Islam. “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” [QS al-Ma’idah: 48]

  15. Tempat-tempat suci tersebut kembali ke pemiliknya yang masih bersungguh-sungguh membelanya meskipun dengan menanggung segenap pahit dan duka. Ia kembali dengan janji-janji al-Qur’an dan pengaturan Tuhan.

  16. Hal yang tidak berubah sejak penaklukan pertama hingga hari Mahsyar nanti, bahwa negeri Palestina dan kota al-Quds adalah negeri Islam dan Arab. Hal yang insidentil atau pengecualian adalah ketika Palestina ada di tangan orang lain.

  17. Kita percaya dan yakin bahwa janji ini akan terwujud hingga tuntas. Karena itu, setiap keinginan dan kekuatan yang memaksakan selain itu, hanyalah membuang nyawa, menyulut kekerasan dan kebencian, menimbulkan keretakan dalam tubuh umat manusia, dan cacat dalam peradaban, kemudian akhirnya akan merupakan kerugian.

  18. Masalah Palestina bukanlah masalah sebuah bangsa atau etnik atau partai atau organisasi. Ia adalah masalah seluruh kaum muslimin. Ia menggugah loyalitas segenap kaum muslimin, menyatukan sikap mereka dan menguatkan barisan mereka. Ia adalah simbol kekompakan, kesatuan dan kesepakatan mereka.

  19. Bangsa Palestina secara umum dan penduduk Baitul Maqdis secara khusus telah berkorban dengan pengorbanan yang tidak ada bandingannya. Mereka sudah mengalami penjajahan terpanjang di masa ini. Dan mereka masih mempertahankan tanah mereka, bertahan dengan tangan kosong tanpa senjata, kecuali bebatuan dan yel-yel mereka.

  20. Sejak 70 tahun desa-desa mereka terancam pembantaian dengan tujuan menteror mereka dan mengusir mereka. Segala peristiwa tersebut hanyalah menambah kuat tekad mereka. Mereka sudah merasakan penindasan orang-orang dengan dirampasnya tanah mereka dan pahitnya pengasingan.

  21. Wahai bangsa Palestina yang mulia, meskipun kesabaran kalian terhadap penjajahan adalah teladan, tapi kesabaran kalian terhadap saudara kalian sendiri lebih dituntut. Masalah kalian adalah masalah bangsa Arab dan kaum muslimin. Dan mereka sudah memberikan yang mereka mampu dan masih terus memberi. Baik dalam kondisi perang ataupun damai, bantuan materi atau sikap politik.

  22. Dan musuh kalian punya kepentingan untuk memisahkan kalian dari posisi strategis bangsa Arab dan Islam, menjauhkan antara bagian-bagian Islam agar tidak bersatu, memotong sendi-sendi Arab hingga tidak tergabung.

  23. Al-Quds akan tetap dalam hati kita dan ada dalam kesadaran umat. Kerajaan Saudi Arabia berkali-kali menegaskan dukungannya yang terus menerus terhadap Palestina. Dan bahwa sikapnya tidak berubah sepanjang masa. Dan Kerajaan Saudi Arabia terus berusaha secara maksimal agar bangsa Palestina mendapatkan haknya secara sempurna.

#salamuntukalaqshatercinta

Kiyai Ma'ruf Apa Donald Trum Tuli dan Bisu Boikot!

Kiyai Ma’ruf: Apa Donald Trum Tuli dan Bisu? Boikot!

Kiyai Ma’ruf: Apa Donald Trum Tuli dan Bisu? Boikot!

Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin hadir dalam Aksi Bela Palestina yang digelar di Monas, Ahad (17/12/17). Acara yang dimotori oleh MUI ini adalah bentuk reaksi terhadap pernyataan Donald Trump yang menyatakan Al Quds sebagai ibukota Israel.

Kiyai Ma’ruf menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk pembelaan terhadap Palestina yang saat ini masih ditindas dan dianiaya.

“Hari ini kita betul-betul merasa tersakiti dengan pernyataan Trump yang mengatakan Jerusalem sebagai ibukota Israel.” ungkapnya.

Kiyai Kharismatik yang juga Ra’is Aam Nahdhatul Ulama ini mengajak seluruh umat Islam satu suara menuntut agar Trump mencabut keputusannya.

Beliau menyebut Donald Trump tuli dan bisu karena desakan dari umat Islam di seluruh dunia tidak diindahkan.

“Sampai hari ini Donald Trump masih belum bergeming. Apa dia tidak mendengar? Atau sudah tidak bisa mendengar? “Shummun bukmun umyun?”, kata beliau.

Kiyai Ma’ruf menegaskan jika Trump tidak mencabut pernyataannya maka beliau mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan boikot terhadap Amerika.

[ibw]

Indonesia Bersatu Bela Palestina

INDONESIA BERSATU
BELA PALESTINA

MUI Pusat akan memimpin langsung “Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina” insya Allah pada hari Ahad, 17 Desember 2017 di Depan Kedubes Amerika di Jakarta.

🔻 SATUAN RELAWAN WAHDAH PEDULI PALESTINA, insya Allah akan action membersamai aksi kemanusiaan terbesar ini dengan menyediakan fasilitas bagi jutaan peserta aksi berupa:
– Tempat transit
– Makanan
– Minuman
– Transportasi

💗 Kami mengajak Anda yang peduli dengan Palestina untuk ikut action, dengan BERSEDEKAH DAN BERINFAK.

💰 Infak dan Sedekah dapat disalurkan melalui : Bank Syariah Mandiri (451) 497 900 900 9 a.n Lazis Wahdah Sedekah. Kode transfer 317. Contoh : Rp 3.000.317,-

☎ Konfirmasi dan Informasi Transfer ke : 0823 15 900 900 / 0823 3545 6647 (sms/wa/call)

🔞 Pendaftaran SAR (Satuan Relawan) Wahdah Peduli Jakarta : 081 1111 0948 / 0857 1236 1666 (call/wa/sms)

✊🏻 “Berdoa, Bersuara, Berinfak, Berjihad sampai Masjidil Aqsa Merdeka!”

#SavePalestine
#SaveAlaqsa
#SaveHumanity
#WahdahPeduliPalestina

🌐 Info Update Aksi Bela Palestina :
www.wahdahjakarta.com
– www.facebook.com/wahdahislamiyahjakarta

“Tebar Manfaat, Raih Pahala!”