Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi

 

Ustadz Zaitun sedang menyampaikan ceramah pada tabligh akbar Dari Pemuda Islam Untuk Palestina. Foto: Ummatpos.com

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi. “Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka.

(Jakarta)-wahdahjakarta.com – Ahad (31/12/2017) lalu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir sebagai pembicara pada Tabligh Akbar Pemuda IslamUntuk Palestina.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun Rasmin mengungkapkan rasa optimisnya bagi kemerdekaan Palestina dan kembalinya kota suci Al Quds ke pangkuan umat Islam.

“Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka. Bukan saja karena Trump telah berbuat kesalahan fatal, telah berbuat gerakan blunder. Tetapi karena pemuda-pemudi di seluruh dunia terutama Indonesia dengan penuh semangat akan turut membebaskan masjid al Aqsha dan palestina,” ujarnya disambut pekik takbir dari Jemaah yang memadati ruang utama masjid Istiqlal.

Menurut Wakil Sekjen MUI Pusat ini perjuangan yang dilakukan secara massif dan bersama-sama akan menjadi faktor kemerdekaan Palestina. “Kemerdekaan Palestina akan segera datang apabila perjuangan Muslim selalu bersama-sama dan dilakukan secara massif, terkhusus yang dilakukan oleh pemuda Islam”, terangnya.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN ini juga mengimbau para pemuda Islam untuk terus memviralkan isu kemerdekaan Palestina, khususnya melalui Media Sosial (Medsos). “Jangan sampai isu Palestina redup dibahas oleh masyarakat Indonesia, diharapkan terus diviralkan di Medsos”, tandasnya.

Bersama Ustadz Zaitun hadir pula Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid (HNW) dan Imam Masjidil Aqsha Syaikh Ali Omar Yacub Abbasi. Dalam ceramahnya HNW mengatakan bahwa kemerdekan Palestina merupakan \. Sementara Syaikh Abbasi mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan juga kepada Presiden Joko Widodo atas segala dukungan moril dan upaya diplomatik serta bantuan rakyat Indonesia. [sym]

Ulama Palestina: 5-10 tahun Lagi insya Allah Al-Aqsha Merdeka

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

(Makassar-wahdahjakarta.com) Anggota Perhimpunan Ulama Palestina Syaikh Mahmud Abu Bakr Al-Filastini hafidhahullah optimis bahwa insya Allah lima atau sepuluh tahun lagi Al-Aqsha akan merdeka. Hal itu beliau katakan saat berbicara pada Daurah Maqsidiyyah yang diselenggarakan panitia Mukernas X Wahdah Islamiyah di Masjid Quba Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (22/12/2017).

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

Menyingung peran kaum Muslimin dalam pembebasan Al-Aqsha, Syekh menyebutkan tiga hal penting yaitu, pertama, bangsa Palestina sendiri telah menyiapkan diri untuk berhadapan langsung dengan Yahudi. “Kami sebagai bangsa yang ditaqdirkan harus berhadapan langsung dengan Yahudi telah menyiapkan para mujahid yang telah dididik dengan Alqur’an sebagai langkah awal penguatan kepribadian”, jelasnya.

Kedua, “Hendaknya setiap Kaum Muslimin dimanapun, agar menyiapkan dukungan dalam bentuk materi untuk mensupport proyek jihad Kaum Muslimin di Palestina”, imbuhnya. Ketiga, “Menguasai media sosial, dalam rangka menyuarakan kebenaran yang sesungguhnya, karena hampir semua media mainstream tidak berpihak pada Rakyat Palestina”, tandasnya.

Ustadz Ikhwan Jalil saat menerjemahkan daurah maqdisiyah

Daurah diterjemahkan dan dipandu oleh Ust Ikhwan Jalil, Lc., MA ini diikuti oleh 500 orang lebih para dai dari seluruh Indonesia. Ustadz Ikhwan juga menekankan pentingnya pemanfaatan medsos untuk kampanye masalah Palestina. “Tiada hari tanpa posting di Medsos, Selain tentang Palestina. Doa, Sumbang, Jihad!, bagi yang belum punya anak, niatkan agar bercita-cita mempunyai anak yang akan disumbangkan untuk Al-Aqsha”, tutup ustadz yang juga Ketua Dewan Syuro DPP Wahdah Islamiyah.

Bagi anda yang akan turut berkontribusi untuk pembebasan Alaqsha, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode transfer 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke nomer 082387900900 (call/wa/sms).(ayd/sym).

Shalahuddin Al-Ayyubi dan Pembebasan Al-Aqsha

 

Pembebasan Al-Aqsha tidak dapat dipisahkan dari sosok Shalahuddin Al-Ayyubi, Apa sebenarnya rahasia kemenangan dan kesuksesan Shalahuddin al Ayyubi dalam

pembebasan Al-Aqshaatau Baitul Maqdis ?

Pengantar
Masjid Al-Aqsha yang terletak di kota al-Quds termasuk salah satu situs suci kaum Muslimin, karena ia merupakan kiblat pertama dalam Islam. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya menjadikannya sebagai qiblat mereka dalam jangka waktu sekian lama sampai kemudian Allah memerintahkannya untuk berpindah kiblat ke arah Masjidil Haram. Ia juga menjadi masjid kedua yang dibangun setelah Masjidil Haram dan masjid ketiga yang terpenting dan utama setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Shalat di dalamnya memiliki pahala 500 kalilipat dari shalat di masjid lain selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits “Shalat di Masjidil Haram pahalanya adalah seperti shalat seratus ribu kali, dan shalat di masjidku ini (Masjid An-Nabawi) pahalanya seperti shalat seribu kali, dan shalat di Masjid Al Aqsha pahalanya seperti shalat lima ratus kali.”

Al-Aqsha juga merupakan salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi sebagaimana disebutkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari-Muslim: Janganlah kalian bersusah payah untuk melakukan perjalanan kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram (di Mekkah), Masjidku ini (An-Nabawi di Madinah), dan Masjidil Aqsha di Palestina.
Masjid Al-Aqsha juga merupakan tempat yang diberkahi oleh Allah. Meskipun pada dasarnya semua masjid adalah tempat yang berberkah, namun khusus masjid al-Aqsha Allah Ta’ala menegaskan dalam firmanNya dengan kalimat `Yang Kami berkahi di dalamnya’. Ini merupakan isyarat yang agung agar kaum Muslimin tahu betapa tingginya nilai masjid ini. Sekaligus peringatan bahwa Masjid Al-Aqsha, Al Quds, dan Palestina seluruhnya adalah milik ummat Islam..

Dalam catatan sejarah, Al Quds dan Palestina berada di bawah kepemimpinan kaum Muslimin selama hampir 1.300-an tahun. Kemudian dirampas oleh kaum Salib dan berada dibawah kekuasaan mereka selama hampir 100 tahun. Lalu berhasil direbut kembali oleh panglima Sholahuddin Al Ayyubi.
Tulisaan ini berusaha untuk mengkaji rahasia faktor keberhasilan Sholahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali kota suci kaum Muslimin ‘al- Aqsha’ setelah sebelumnya berada dalam cengkraman orang-orang Salibis.

Sekilas Tentang Shalahuddin al-Ayyubi
Shalahuddin bernama lengkap Shalahuddin Yusuf bi Ayyub. Beliau lahir pada tahun 532 H/ 1137 M di Trikit, sebuah kota tua dekat Baghdad. Ia berasal dari keluarga mulia dan terpandang berkebangsaan Kurdi. Keluarga ini menguasai Mesir dan Syam yang dikenal dengan Daulah Ayubiyah. Ayahnya yang bernama Ayub bin Syadzi memiliki hubungan kekerabatan dengan salah seorang komandan militer Daulah Saljukiyah Mujahiduddin Bahruz.
Al-Ayyubi hidup antara tahun 532 -589 H. Masa itu dikenal sebagai masa kelam Islam. Sebab pada masa itu Islam sebagai kekuatan moral dan gerakan spritual berada dalam posisi yang paling rendah. Rezim penguasa yang otokratis, berbagai macam peperangan dahsyat yang meluluhlantakkan, dan kemewahan serta kemegahan yang tidak terkendali dari luar turut berpengaruh besar terhadap kondisi sosial dan religius kehidupan saat itu.

Sebelum lahirnya Al-Ayyubi konflik agama dan politik serta pertentangan antara Eropa dan dunia Islam terjadi. Sebagai kelanjutannya, terjadi pembasmian sedikit demi sedikit sepanjang periode 300 tahun. Stabilitas politik, perluasan wilayah , kemegahan duniawi, dan kedaulatan, serta kekuasan Muslim yang tidak tertandingi (pada masa sebelumnya –ed-) sebagaimana fenomena material lainnya, hanya bagaikan orang yang menumpang sementara waktu.
Dalam sejarah, Shalahuddin al Ayyubi tercatat sebagai salah satu putra terbaik yang dimiliki oleh Ummat Islam. Nama beliau tidak dapat dipisahkan dari perjuangan pembebasan Masjidil aqsa di Palestina. Karena beliaulah panglima perang Islam yang membebaskan Baitul Mqadis setelah dikuasai oleh para salibis .

Faktor Keberhasilah Shalahuddin dalam Membebaskan al-Aqsha
Apa sebenarnya rahasia kemenangan dan kesuksesan Shalahuddin al Ayyubi dalam menghadapi kaum salib dan membebaskan Al-Aqsha atau Baitul Maqdis ? Kemenangan yang diaraih oleh Shalahuddin bukanlah karunia yang didapatkan tanpa sebab. DR.Syekh Nashih Ulwan dalam bukunya menyebutkan lima aspek yang menjadi rahasia dan sebab kemenangan Shalahuddin dalam merebut Masjidil Aqsha :
1. Takwa Kepada Allah dan Menjauhi maksiat.
2. Persiapan matang dan perhatian maksimal terhadap langkah pembebasan.
3. Kesatuan politik Negara-Negara Islam dibawah satu pemerintahan.
4. Berperang dengan mengagungkan kalimat Allah.
5. (Meyakini), Pembebasan merupakan ketetapan Islam dan Muslim.
Namun, dibalik faktor-faktor di atas masih terdapat faktor lain yaitu aktivitas i’dad (persiapan) dan tajdid (pembaharuan) yang dijalani oleh Shalahuddin rahimahullah. Masih menurut Syekh Nashih Ulawan, ada lima bidang kehidupan Ummat Islam yang diperbaharui dan di-recoveri oleh Shalahuddin Al ayyubi rahimahullah, yaitu; (1) Sarana fisik, (2) Pendidikan. (3) Ekonomi, (4) Sosial, dan (5) Aqidah.
Jadi, penyebab keberhasilan Shalahuddin dalam merebut kembali Baitulmaqdis dari pasukan salib merupakan kombinasi dan akumulasi dari berbagai faktor. Namun faktor yang paling dominan adalah Al-Ishlah Al-Ta’limiy wa al Tarbawiy (Pembaharuan dalam bidang Pendidikan). Sebab, sejarah telah mencatat bahwa faktor keterpurukan kaum Muslimin dan ketidak berdayaan mereka dalam menghadapi serangan pasukan salib adalah kerusakan ilmu. Kerusakan ilmu tersebut melahirkan ulama-ulama dan penguasa yang rusak pula. Akibat kerusakan ilmu muncul penguasa yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin. Rusaknya ilmu ketika itu juga melahirkan ulama-ulama su’ yang hanya menjilat kepada penguasa dan tidak memiliki ghirah untuk membebaskan tanah suci kaum Muslimin yang dikuasai oleh para salibis.

Akan tetapi, sebagian sejarawan Arab dan Islam masa kini, ketika melihat sejarah kepahlawan Shalahuddin al Ayyubi rahimahullah, mereka langsung melompat ke fase (perjuangan) militer (Jihad ‘askariy) yang beliau pimpin bersama para sahabatnya untuk membebaskan Baitul Maqdis. Mereka melupakan jihad lain yang menjadi muqaddimah (prakondisi) bagi terwujudnya kemenangan yang besar (fathun ‘adziym). Jihad lain yang dimaksud adalah Al Jihad At Tarbawiy (Pembinan dan pendidikan) yang oleh Nashih Ulwan disebut Al-Ishlah Al-Ta’limiy. Jihad Tarbawiy tersebut dilakukan oleh Shalahuddin bersama para pengikutnya sebagai counter/perlawanan terhadap rezim Ubaidiyah yang menguasai Mesir pada masa itu dengan kekuatan dan Thugyan.”

Inilah fakta sejarah yang sering dilupakan, sesungguhnya perjuangan (jihad) yang dilakukan Shalahuddin al Ayyubi tidak terbatas pada jihad ‘askari. Sebelum menggelorakan semangat jihad kaum Muslimin untuk merebut Masjidil Aqsa, beliau terlebih dahulu berjihad di bidang pendidikan (jihad tarbawiy). Melalui jihad Tarbawiy, beliau mendidik masyarakat Muslim di atas prinsip-prinsip Islam. Melalui jihad tarbawiy tersebut beliau mengkondisikan ummat Islam untuk siap berjuang bersama-sama dalam kancah jihad ‘askariy.

Jadi, Shalahuddin selain berjuang dengan kekuatan militer, beliau juga membangun kekuatan lain sebagai penopang keuatan militer tersebut. Beliau menjadikan pendidikan sebagai sarana medidik generasi Islam untuk cinta Islam,rela berjuang demi Islam. Beliau membangun lembaga-lembaga pendidikan seperti Masjid, Kuttaab, Madrasah dan sebagainya. Dari lembaga-lembaga pendidikan tersebut kemudian lahir para mujahid yang berjuang bersamanya dalam mengusir tentara salibis dan membebaskan Baitul maqsis setelah lepas dari genggaman Ummat Islam.
Sebagian aktivis Islam yang merindukan tegaknya Islam hanya memandang perjuangan Shalahuddin dari sisi militer. Sehingga mereka hendak memaksakan untuk menggiring kaum Muslimin pada medan perjuangan yang hampir mustahil mereka mau terlibat. Mereka hendak melibatkan masyarakat Islam dalam kancah jihad ‘askariy, sementara mereka belum mengkonidisikan masyarkat untuk hal itu.
Sementara sebelum melakukan Jihad ‘Askari, Shalahuddin terlebih dahulu melakukan jihad tarbawiy. Ini yang kurang disadari oleh sebagian aktivis pejuang Islam hari ini. Apa saja bentuk-bentuk jihad tarbawiy yang digagas Shalahuddin al Ayyubiy? (bersambung insya Allah).
Bahan Bacaan diantaranya:
1. Shalaahuddin Al Ayyuubiy Bathal Hiththiyn Wa Muharrir Al Quds Min Ash Shalabiyyiyn,karangan Dr ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan (Mesir: Darussalam tanpa tahun).
2. Ghazali’s Philosophy of Education, (terj) karangan Shafique Ali Khan. Sape’i (Bandung CV Pustaka Setia) cet.I
3. Majalah al-Furqan( terbitan Jam’iyyah Ihyautturats Kuwait), dll.

Subuh Berjamaah Untuk Palestina

INILAH YANG DIBACA IMAM SAAT SHUBUH DI MONAS

INILAH YANG DIBACA IMAM SAAT SHUBUH DI MONAS

  1. Ayat-ayat Kemenangan dan Lahirnya Generasi Baru
    Akhir surat Al Fath ayat 27-29
    Dibaca pada rekaat pertama

Ayat ini menjelaskan janji Allah yang akan memenangkan Umat Islam
Di ayat terakhir adalah bagaimana ciri dan proses lahirnya generasi emas.

Ayat 28
لَّقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِن شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا (27) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا (28)

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (29)

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (27)

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.(28)

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.(29)

  1. Ayat-ayat Persaudaraan
    Surat Al Hujurat Ayat 9-13
    Ayat-ayatnya berbicara tentang hakikat persaudaraan dan cara merawatnya
    Dibaca pada rekaat kedua

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (10) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (11)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ (12) يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (13)
Artinya:
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (10)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (11)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (12)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (13)

  1. Qunut Nazilah
    Imam mendoakan kemaslahatan dan kejayaan untuk umat, kemenangan untuk para mujahidin, dan pertolongan untuk mustadh’afiin
    Serta kehancuran dan kehinaan untuk Zionis dan para musuh Islam

[ibw]

Aksi Bela Palestina 1712 : Luar Biasa, Satu Juta Orang Telah Hadir di Monas Shubuh ini

Aksi Bela Palestina 1712 : Luar Biasa, Satu Juta Orang Telah Hadir di Monas Shubuh ini

“Takbirr!, Takbir!. BEBASKAN AL QUDS!, BEBASKAN PALESTINA”, pekik orator di panggung.

Ratusan Ribu Kibar bendera Palestina bergerak mengiringi matahari dari ufuk timur.

Sementara itu ribuan poster dan spanduk berderet mengiringi kepakan semangat takbir, tahlil dan tahmid, menuntut agar ditegakkan keadilan. “NO SPACE FOR ISRAEL, IN AL AQSA!”, “GO TO HELL ISRAEL & AMERIKA!”, demikian diantara tuntutan para pejuang aksi.

Jantung para pejuang aksi bela palestina 1712 seolah digebrak dan dihentak oleh pusaran semangat pembuka orator shubuh di panggung aksi.

Diperkirakan satu juta orang sejak shubuh ini telah hadir lambaikan semangat bara pembebasan Palestina.(ayd)

Ismail Haniyah: Ruh dan Darah Kami Siap Jadi Tumbal Untuk Bebasnya Masjid Al-Aqsha

Kami Siap Jadi Tumbal Untuk Bebasnya Masjid Al Aqsha

PM. Palestina Ismail Haniyah

(Gaza-wahdahjakarta.com)- Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah mengatakan bahwa ruh dan darah serta apapun yang dimiliki siap dikorbankan untuk membebaskan Al-Quds atau Masjid Al Aqsha dari penjajahan Israel.
“Saat Hamas berdiri, kami telah mematrikan diri bahwa ruh-ruh kami, darah-darah kami, keluarga-keluarga kami, rumah-rumah kami, anak-anak kami, siap menjadi tumbal untuk bebasnya Al Quds dan Masjid Al Aqsha”, ujarnya saat menyampaikan orasi milad gerakan Hamas yang ke.30 sebagaimana dilansir https://paltoday.ps/ar/post/312723.

Perdana Mentri Palestina ini juga menegaskan bahwa, “Tidak pernah ada dalam kamus kami sebuah negara yang bernama Israel, yang mengklaim ibukota negaranya adalah Alquds. Tidak pernah ada. Kami tidak akan pernah memberikan sejengkal pun tanah Palestina, walau harus dibayar dengan berpisahnya kepala dari tubuh kami”.
“Kami tidak akan pernah menjual tanah suci Al-Quds. Kami tidak akan pernah menyepelekan negeri Palestina. Kami tidak akan pernah mundur dari hak kembali ke Palestina. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mengakui negara Israel”, tandasnya.
“Kami semua akan pergi ke Al Quds. Kami akan menyumbangkan jutaan Syuhada demi Al Quds. Kami semua akan pergi ke Al Quds. Kami akan menyumbangkan jutaan syuhada demi Al Quds…”, pungkasnya. Link video: https://www.facebook.com/WahdahIslamiyahJakarta/videos/1426060704159028/ [ed: sym].