Al Balagh Edisi 28 dengan Judul “Meraup Pahala Dengan Bertetangga”

🎁 Bismillah.
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

🗞Telah terbit buletin Al Balagh Edisi 28 dengan Judul “Meraup Pahala Dengan Bertetangga”

💖 Dicetak GRATIS Bagi 10 Masjid Area Jakarta – Depok Setiap Jum’atnya

📞Untuk berlangganan, silahkan menghubungi kontak kami di 08119746900 (call/sms/WA)

💌 LAZIS Wahdah,
“Melayani dan Memberdayakan”

✊ Silahkan Share, Raih Pahala

 

Lihat juga program Lazis Wahdah Jakarta yang lain

Buletin Al Balagh

Buletin Al Balagh Edisi 3 Th 1439 H

Buletin Al Balagh Edisi 3 Th 1439 H : Merindu Surga

Di tengah beratnya siksaan yang dialaminya, seorang wanita yang teguh mempertahankan keimanannya berucap dengan penuh tawakkal:
“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Surga ….”

Doa itu ia panjatkan beberapa saat menjelang ajalnya dalam kesyahidan. Untaian kalimat yang diucapkannya ini diabadikan dalam Al Qur’an. Doa selengkapnya dapat ditemukan dalam surah at-Tahrim (66) ayat 11. Wanita mulia itu bernama Asiyah istri dari seorang penguasa yang terkenal sepanjang masa Fir ’aun. Tak hanya sombong dan kejam, sang suami benar-benar telah melampaui batas. Banyaknya pengikut dan besarnya pengaruh kekuasaanya hingga ia mengaku sebagaituhan tertinggi. Karena mengimani risalah tauhid yang dibawa oleh nabi Musa ‘alaihissalam, Asiyah pun harus rela menerima siksaan pedih dari suami dan pengikutnya. Surga yang dirindukan menjadi harapan dan cita-cita terbesarnya, sehingga  beratnya kepedihan yang ia rasakan seolah tidak diperdulikannya. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya. Akibat beratnya ujian keimanan yang dihadapinya, Asiyah pun akhirnya meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan algojo, pengikut setia Fir’aun. Keteguhan Asiyah memper tahankan aqidahnya mendapat pujian dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya; “Laki-laki yang sempurna banyak, sedangkan wanita yang sempurna hanyalah Asiyah istri Fira’un dan Maryam bintu Imran”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Cobaan yang dia alami jika ditimpakan atas wanita sekarang, mungkin akan membuat mereka lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan berat seperti yang dialaminya. Tak  jarang kita saksikandi berbagai media bagaimana seorang figur atau tokoh publik yang dengan mudahnya melepas keyakinannya. Mereka menjadi murtad (na’udzubillah),
demi mendapatkan keridhaan manusia yang dipujanya. Ada pula yang memilih menempuh jalan yang dibenci Allah justru karena sebuah sunnah yang diakuinya. Namun karena kuatnya  arus perasaan yang menguasainya hingga akhirnya mampu menggoyahkan keyakinannya. Kita tentunya benar-benar memahami seperti apa kedudukan Asiyah saat itu. Beliau adalah  seorang istri raja. Gemerlap dunia mampu diraihnya, fasilitas istana dan segala kemewahannya juga dapat dengan mudah dinikmatinya. Biasanya para istri raja jugaakan saling bersaing  mendapatkan cinta dan memalingkan pandangan sang raja, bahkan tidak sedikit yang bersaing dengan tidak sehat. Namun, apa yang telah dipilihnya? Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan pengakuan atau pandangan manusia. Betapapun kecintaan dan kepatuhannya pada suami.

Merindukan Surga

Surga adalah puncak kenikmatan dan harapan setiap muslim dalam kehidupan akhirat nanti. Begitu indahnya surga, karenanya jiwa dan pikiran manusia sulit untuk menggambarkannya.  Surga dideskripsikan dalam hadits qudsi sebagai: (sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, bahkan terpikirkan dan terbersit oleh indra  perasaan manusia).

Penggambaran surga yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memang hampir tak mampu kita gambarkan dengan nalar dan imajinasi kita yang terbatas ini. Betapa sulit membayangkan kenikmatan yang demikian besar, seperti istana, kemah-kemahnya, perhiasannya, sungai yang mengalir dan luas  kebun, buah-buahannya, dan juga penghuninya (anak-anak, pelayan dan pasangan dari kalangan bidadari). Sungguh kemampuan imajinasi kita akan terbentur pada keterbatasannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi,” (Terjemahan QS Ali Imran: 133).  Dari ayat di atas, juga dapat dipahami bahwa beramal atau beribadah karena mengharap Surga-Nya bukanlah sesuatu yang tercela, sebab ia adalah perintah dari ar-Rahman.  Adanya pernyataan yang mengatakan; “Aku beribadah bukan karena mengharap surga,” maka dengan membaca kembali ayat di atas dengan tadabbur akan mencukupkannya dalam  menjawab syubhat tersebut.

Bahkan dalam salah satu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda; “Apabila kalian berdoa kepada Allah, mintalah kepada-Nya  surga al Firdaus. Karena surga Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atas surga ini ada Arsy Allah ar-Rahman. Dari surgafirdaus, bersumber mata air sungai- sungai ke seluruh surga.” (HR. Bukhari).

Download Buletin Al Balagh Edisi lainnya di : http://wahdahjakarta.com/download/

Buletin Al Balagh

Buletin Al Balagh Edisi 2

Buletin Jumat Al Balagh Edisi 2 : Istidraj, Nikmat Bagi Pelaku Maksiat

Setiap hamba yang beriman dengan adanya hari akhirat pasti memandang bahwa nilai dunia yang kita singgahi saat ini begitu rendah dibandingkan kehidupan akhirat yang kekal.  Lantaran inilah Allah Ta’ala tidak menjadikan dunia sebagai ganjaran bagi kaum yang taat kepada-Nya. Sebagaimana Dia juga tidak menghukum kaum kafir dan yang bermaksiat dengan tidak memberikan mereka berbagai kenikmatan dunia. Hal ini telah diisyaratkan oleh sabda suci Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk pun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi : 2320, shahih)

Hadits ini menunjukkan bahwa dunia tak memiliki nilai apa-apa di sisi Allah Ta’ala , sehingga kaya miskinnya seorang manusia tidak bisa dijadikan parameter nilai kemuliaannya di hadapan Allah Ta’ala , karena hal itu hanya bisa dinilai dari segi ketaqwaan: “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Terjemahan QS. Al-Hujurat: 13).

Hanya saja perlu diyakini bahwa kekurangan hidup dan musibah yang menimpa seorang mukmin yang taat adalah suatu ujian. Apabila ia bersabar dalam menghadapinya, Allah akan mengangkat derajatnya sebagai orang sabar yang meraih pahala yang tak terhingga.  “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (Terjemahan QS. Az-Zumar: 10). Juga musibah atau kesulitan hidup tersebut akan menjadi penghapus dosa-dosanya bila ia bersabar karena Allah. “Ujian selalu bersama dengan orang beriman lelaki dan perempuan, baik di dalam diri, anak dan hartanya, sampai dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai satu kesalahan pun.” (HR Tirmidzi: 2687, shahih)

Download Buletin Al Balagh Edisi lainnya di : http://wahdahjakarta.com/download/

Buletin Al Balagh

Buletin Al Balagh Edisi 1 Tahun 1439 H

Buletin Al Balagh Edisi 1 : Langkah – Langkah Syetan Memperdaya Manusia

Setan merupakan musuh yang nyata bagi bani Adam. Permusuhannya terhadap mereka bermula tatkala pembesar mereka Iblis la’anahullaah diusir oleh Allah Ta’ala dari surga karena enggan memberikan sujud penghormatan terhadap kakek kita, Adam ‘alaihissalaam.

Permusuhan iblis ini kemudian ia kobarkan pada keturunan dan bala tentaranya dari kalangan setan jin dan manusia, agar mereka bisa menyesatkan manusia dari jalan Allah Ta’ala dan menjerumuskan mereka ke dalam jurang kesesatan dan kegelapan neraka. Allah Ta’ala menegaskan adanya permusuhan Iblis dan setan ini dalam firman-Nya. “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu. Maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (Terjemahan QS. Faathir: 6).

Hanya saja para setan tidak akan sanggup menggoda dan menyesatkan orang-orang yang rajin dan benar-benar taat dan ikhlas beribadah kepada Allah Ta’ala. Allah berfirman “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah”. (Terjemahan QS An-Nahl: 99-100).

Download Buletin Al Balagh Edisi lainnya di : http://wahdahjakarta.com/download/

Buletin Al Balagh

Buletin Al Balagh Edisi 37 : Kaum Muslimin Ibarat Satu Tubuh

Kaum Muslimin Ibarat Satu Tubuh

Perumpamaan Umat Islam sebagaimana digambarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan satu tubuh. Hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir berbunyi:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

Hadits lain yang memiliki pesan sama adalah, “Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa banyak Kaum Muslimin di penjuru bumi yang masih belum merasakan ketenangan dan ketentraman hidup. Di Suriah, Palestina, Afghanistan, Afrika Tengah dan paling anyar sekarang adalah di Arakan Myanmar. Saudara kita muslim dari etnis Rohingya, dibantai, dibunuh secara sadis oleh militer Myanmar tanpa mengenal tua dan muda, dewasa atau  pun anak-anak. Bahkan bayi yang masih di rahim ibunya tak luput dari pembantaian kafirin di sana.

Islam mendorong Umatnya untuk membantu siapa yang membutuhkan. Dan pada hakikatnya menolong orang yang membutuhkan juga berarti bahwa menolong diri sendiri. Ada kaedah dalam bahasa Arab yang berbunyi: aljazaa’ min jinsil ‘amal, bahwa balasan seperti amal yang dilakukan. Karena itu dengan kaedah tersebut kita bisa memahami sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :

“Siapa yang menyelesaikan problem saudaranya sesama kaum muslimin di Dunia maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyelesaikan problemnya di Akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesulitan maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kemudahan kepadanya di Dunia dan Akhirat. Siapa yang menutupi aib saudaranya kaum muslimin maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menutupi aibnya di Dunia dan Akhirat. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya”. (HR. Muslim).

“Tidak beriman seorang diantara kalian sehingga mencintai saudaranya kaum muslimin sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari).

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mencatat kita sebagai orang-orang yang beriman dengan sejatinya. Memudahkan kita untuk senantiasa menolong saudara-saudara kita se-aqidah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan bagi Kaum Muslimin yang masih teraniaya di berbagai penjuru bumi. Menolong mereka yang belum bisa merasakan keamanan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban agama. Melindungi mereka dari kerusakan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam. Âmîn yâ rabbal ‘âlamîn

 

Download buletin Al Balagh : http://wahdahjakarta.com/download/

Buletin Al Balagh

Buletin Al Balagh Edisi 35

Pembukaan UUD 1945 menegaskan: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur…”. Rumusan itu sungguh indah; sesuai dengan rumusan aqidah ahlus sunnah; memadukan aspek rahmat Allah dan usaha manusia. Bangsa Indonesia berjuang merebut kemerdekaan dan kita mengakui, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah yang menganugerahi kemerdekaan. Pengakuan itu kita letakkan dalam Pembukaan Konstitusi, dan biasanya dibaca setiap upacara bendera.

Semangat Jihad
Sejarah mencatat, goresan tinta ulama memiliki andil signifikan dalam meraih kemerdekaan NKRI. Bahkan, perjuangan mengusir penjajah, sering kali memadukan goresan tinta ulama
dan kucuran darah syuhada. Penjajahan bukan soal politik dan ekonomi, tetapi juga masalah iman. Sebab, penjajah membawa misi “Gospel”, yakni menyebarkan agama mereka dan merusak keagamaan penduduk muslim. Karena itu, sepanjang sejarah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, peranan para ulama Islam sangat menonjol.

Buletin Al Balagh

Buletin Jumat Al Balagh Edisi 32

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Terjemahan QS:At-Tahriim: 6).

Download Buletin Al Balagh Edisi lainnya di : http://wahdahjakarta.com/download/