Meriahnya Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa di Makassar

Makassar 29/04/2018 – Lembaga Pembinaan & Pengembangan Pendidikan al-Qur’an Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa telah sukses mewisuda 530 santri dari 50 TK-TPA binaannya se-kabupaten Gowa pada hari ke-13 bulan Sya’ban tahun 1439 H yang bertepatan dengan hari ahad terakhir di bulan April tahun ini.

Ratusan orang memadati gedung Addaraen Jl Sultan Alauddin kota Makassar dengan penuh antusias didukung cuaca yang begitu sangat cerah.

Wisuda Santri LP3Q DPD WI Gowa yang ke XV ini dihadiri oleh Bapak Dinas Sosial Kabupaten Gowa mewakili Bupati Gowa. Dalam sambutannya, Bapak H. Syamsuddin Bidol, S.Sos., M.Si membacakan sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa.

Pemerintah Kabupaten Gowa mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sejalan dengan misi pemerintah kabupaten dan perlu untuk terus dikembangkan.

Tidak hanya sambutan tertulis dari bapak Bupati Gowa, turut hadir pula bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak H. Tajuddin, S.Ag., M.Ag, mewakili Kementerian Agama Kabupaten Gowa.

Dalam sambutannya, Bapak H. Tajuddin menasehatkan kepada para wisudawan agar tetap mengaji meski ijazah munaqasyah telah didapatkan, karena mengkaji dan mempelajari Al-Qur’an tidak mengenal usia dan masa.

Sambutan hangat nan penuh bangga juga datang dari Ketua LP3Q Wahdah Islamiyah Pusat, Ustadz H. Komari, S.Pd.

Demikian pula sambutan dari Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Gowa, Ustadz Andi Tajuddin SM, yang penuh harap akan dukungan dari para Tamu dan Hadirin peserta Wisuda Santri untuk bersinergi dalam menyebarkan kebaikan diinul islam di Kabupaten Gowa.

Bapak Kepala Dinas Sosial, Bapak Kepala KUA Kecamatan Sombaopu, Bapak Ketua LP3Q DPP Wahdah Islamiyah dan ketua DPD Wahdah Islamiyah turut mewisuda para santri sebagai puncak acara ini.

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Suasana Wisuda Santri Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Wisuda Santri LP3Q Wahdah Islamiyah Gowa

Renungan Tentang Al-Qur’an

Renungan Tentang Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan rahmat terbesar dari Allah kepada manusia (Qs. Yunus:57-58). Dan manusia paling beruntung memperoleh rahmat Allah adalah mereka yang dimudahkan oleh Allah mempelajari, menghapal, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an. Singkatnya semua kesibukan manusia yang berkaitan dengan Al-Qur’an merupakan rahmat Allah.

Dua  hari terakhir berseliweran di WhatsApp Group (WAG) sebuah tulisan singkat berbahasa Arab tentang Rahmat Allah berupa kemudahan dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.

****

 

Salah satu rahmat terbesar adalah Allah mengajarkanmu Al-Qur’an. Allah berfirman:

الرَّحْمَن عَلَّمَ الْقُرْآنَ

“ Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). Yang telah mengajarkan Al-Qur’an”. (QS. Ar Rahmaan: 1-2)

Anda tidak akan pernah dapat mempelajari Al-Qur’an kecuali dengan rahmat dari Allah Jalla Jalaluhu.

 وَمَا كُنْتَ تَرجُوْ أَنْ يُلْقَى إِلَيْكَ الْكِتَابُ (إِﻻَّ رَحْمَةً) مِنْ رَبِّكَ

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu”. (QS. Al Qashash: 86)

Allah ‘Azza wa Jalla merahmati (menyayangi) seorang hamba lalu mengajarkannya Al-Qur’an;

 

Lalu mereka bertemu dengan) seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. (Terj. QS. Al Kahfi: 65)

Kau tidak akan diberikan taufik untuk kekuatan hafalanmu kecuali dengan rahmat dari Tuhanmu

وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ ﻻَ تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيْلًا

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembelapun terhadap Kami (QS. Al Israa’: 86)

(اِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ)

Kecuali karena rahmat dari Tuhanmu

اَللَّهُمَّ ارْحَمْنَا وَعَلِّمْنَا الْقُرْآنَ وَيَسِّرْهُ لَنَا يَارَحِيْمٌ

Ya Allah, kasihilah dan ajarkanlah kami Al-Qur’an serta mudahkanlah ia bagi kami wahai (Allah) Yang Maha Penyayang

Semoga Allah menjadikan kami dan kalian sebagai para ahli Al-Qur’an dan orang istimewa-Nya.

[sym].

 

Hafalan Al-Qur’an Tingkatkan Kesehatan Mental

Hafalan Al-Qur’an Tingkatkan Kesehatan Mental

Sebuah kajian dan penelitian dilakukan. Temanya tentang tingkat kesehatan psikologis yang diperoleh seseorang dan kaitannya dengan tingkat hafalan al-Qurannya. Bagaimana hasilnya?

Ternyata menghafal al-Quran mempunyai korelasi yang sangat kuat dengan tingkat kesehatan psikologi seseorang. Hal ini sangat kuat disimpulkan dari hasil kajian yang dilakukan DR. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, seorang dosen di Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh. Penelitian itu melibatkan dua kelompok, yakni kelompok siswa dan siwi Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah yang berjumlah 170 orang. Dan kelompok siwa-siswi Lembaga Kajian al-Quran Imam Syatibi yang berada di bawah koordinasi Organisasi Penghafal al-Quran di Jeddah yang muridnya juga berjumlah 170 orang.

Peneliti mengidentifikasi definisi kesehatan mental sebagai: Situasi kesesuaian psikologi seseorang melalui empat dimensi utama, yaitu dimensi religious atau spiritual, dimensi psikologis, sosial dan dimensi fisik. Peneliti menggunakan skala untuk mengukur kesehatan mental dari bahan kajian Solaiman Dawereay, yang terdiri dari 60 istilah tentang kesehatan mental sehingga menghasilkan koefisien stabilitas yang baik.

Study ini menemukan adanya hubungan positif antara tingginya tingkat hafalan al-Quran dan tingkat kesehatan mental. Siswa-siswi yang memiliki hafalan al-Quran lebih banyak ternyata memiliki tingkat kesehatan mental yang jauh lebih baik di banding selain mereka yang perbandingan yang sangat mencolok.

Ada lebih dari 70 studi yang dilakukan baik oleh kalangan Muslim maupun non Muslim, yang semuanya menekankan pentingnya agama dalam peningkatan tingkat stabilitas psikologis atau mental seseorang. Di Saudi Arabia juga pernah pernah dilakukan sejumlah penelitaian yang menghasilkan bahwa peran hafalan al-Quran sangat besar dalam pengembangan keterampilan siswa di sekolah dasar. Selain itu, dibuktikan juga dampak positif dari al-Quran pada prestasi akademik yang diperoleh mahasiswa di universitas.

Hasil studi itu menyebutkan dengan jelas antara dimensi keagamaan siswa, utamanya hafalan al-Quran dan sejauh mana pengaruhnya dalam kesehatan mental mereka. selain itu, disebutkan juga tentang tingkat ketidakseimbangan mental siswa yang tidak disiplin dengan tuntunan agama, atau hanya memiliki hafalan yang minim terhadap al-Quran.

Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah agar para guru dan pendidik umumnya memperhatikan aspek hafalan al-Qur’an peserta didik. Ini disebabkan bukti bukti yang dihasilkan tentang adanya pengaruh positif yang sangat jelas bagi anak didik secara prestasi maupun kehidupan sosial mereka. Juga dikarenakan hafalan al-Quran menjadi sebab paling penting bagi stabilitas mental. Bahkan karena pengaruh positif yang terjadi dalam diri siswa oleh hafalan al-Qurannya, studi ini juga menghimbau para guru dan pendidik untuk meningkatkan hafalan anak didik melebihi target kurikulum yang ditetapkan pihak sekolah atau lebaga pendidikan.

Begitulah seseorang yang menghafal al-Quran karim sebagai kitabullah dan senantiasa mendengar bacaan ayat-ayat al-Quran, akan mengalami perubahan besar dalam kehidupannya. Hafalan al-Qur’an juga memiliki pengaruh terhdap kesehatan fisik, karena dalam sejumlah eksprimen disebutkan bahwa hafalan al-Quran mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia dan membantunya agar lebih telindung dari penyakit.

Beberapa manfaat menghafal al-Quran yang dihasilkan, baik oleh penelitian maupun pengalaman, yaitu:

  1. Pikiran akan terang
  2. Daya ingat yang semakin kuat
  3. Memiliki ketenangan dan stabilitas psikologis
  4. Memunculkan rasa gembira dan senang yang tak bisa dilukiskan.
  5. Menghilangkan rasa takut, cemas dan sedih.
  6.  Meningkatnya kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Arab.
  7. Memiliki kemampuan hubungan sosial yang baik dan mudah menarik kepercayaan orang lain.
  8. Terhindar dari penyakit kronis yang umum dialami orang
  9. Lebih meningkatkan kemampuan memahami dan menguasai persoalan.
  10. Mempunyai mental yang lebih tenang dan stabil.

Itulah sebabnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sebenarnya al-Quran itu ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

Tulisan ini merupakan penjabaran keuntungan yang diperoleh di dunia. Sedangkan di akhirat akan ada keuntungan yang lebih banyak dan luar biasa yakni bertemu dengan Allah. Mendapatkan ridho-Nya dan dekat dengan Rasulullah pada hari kiamat. (Sumber: Majalah Tarbawi) [sym].

Jangan Sok Tahu

Jangan sok tahu

Jadi Orang Jangan Sok Tahu , Sumber : http://www.wahdahmakassar.co.id

Jangan sok tahu , jangan mengatakan sesuatu yang kamu tidak ketahui. Karena semua yang terucap dan diperbuat akan dimintai pertanggung jawaban.

Allah Ta’ala berfirman;

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al Israa`: 36).


Janganlah kamu katakan; ‘saya lihat’ padahal kamu tidak lihat, ‘saya dengar’ padahal kamu tidak dengar, ‘saya tahu’ padahal kamu tidak tahu, karena Allah akan menanyaimu tentang semua itu”, (Qatadah bin Di’amah As-Sadusi dalam Tafsir   Ibn Katsir (Tafsir Al-Qu’an al-‘Adziem)).

Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, tetapi pastikanlah kebenaran apa yang kamu katakan dan lakukan”. (Syekh As-Sa’di).

Jangan malu mengatakan ‘saya tidak tahu’ jika memang tidak tahu, karena itu lebih selamat daripada mengatakan sesuatu yang kita tidak punya ilmu dan pengetahuan tentangnya”. (Al-Faqir IlaLlah).

Mulia dengan Al-Qur’an (Bagian 3 dari Tiga Tulisan)

Mulia dengan Al-Qur’an

Bagi yang menghendaki kemuliaan hendaknya mengambil bagian dari Al-Qur’an, yakni dengan mempelajari dan atau mengajarkannya. Jadikan belajar dan mengajar Al-Quran sebagai agenda hidup sepanjang hayat. Luangkan waktu mninimal satu dua jam sepekan untuk ngaji qur’an. Tingkatkan kemampuan membaca Alquran! dan teruslah bertumbuh secara ilmiah dan ruhiah bersama Alquran

 

***

Al-Quran merupakan kitab suci lagi mulia. Diturunkan oleh Tuhan semesta alam kepada manusia termulia melalui Malaikat paling mulia serta di tempat paling mulia dan pada waktu paling mulia, yakni bulan Ramadhan. Allah Ta’ala menerangkan dalam beberapa ayatNya tentang keagungan dan kemuliaan Alquran, diantaranya surah Al-Waqi’ah ayat 75-77;

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿٧٥﴾ وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿٧٦﴾ إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠

Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (76) Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (78) tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (79) Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin. (80) (Qs. Al-Waqi’ah:75-80)

Melalui ayat-ayat di atas Allah mengabarkan bahwa Alquran adalah kitab suci dan mulia yang diturunkan dari Rasbb[ul] ‘alamin, Tuhan semesta alam. Dalam ayat ini juga Allah menyifati Alquran sebagai al-karim; bacaan yang mulia. Menurut Ibnu Jauzi bahwa,” al-karim adalah kata (maknanya) menyeluruh untuk segala sesuatu yang terpuji. Alquran disebut dengan sifat al-karim karena mengandung penjelasan, petunjuk, dan hikmah. Alquran diagungkan disisi Allah”. (Zadul Masir,VIII/151).

Pada tulisan sebelumnya telah diterangkan tentang kemuliaan Al-Qur’an dari sisi kemulian tempat dan waktu diturunkan serta kemuliaan Al-Qur’an dari sisi diturunkan kepada Nabi terbaik dan ummat terbaik pula. Pada tulisan ini akan dilanjutkan dengan uaraian kemuliaan Al-Qur’an dari kemuliaan Malaikat yang membawanya keuliaan manusia yang mengembanya.  Selamat membaca.

6. Al-Qur’an Dibawa Oleh Malaikat Termulia

Malaikat yang menjadi pembawa wahyu Al Qur’an adalah Malaikat Jibril yang merupakan sebaik-baik malaikat dan terpercaya. Sbagaimana dijlaskan dalam surat At-Takwir ayat 19;

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ﴿١٩

Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)’’. (Qs. At-Takwir:19).

Allah juga memuji malaikat Jibril yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menyifatinya sebagai Malaikat terpercaya untuk menurunkan wahyu Ilahi. Sebagaimana dalam beberapa ayat diantaranya;

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ﴿١٠٢

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“. (Qs. An-Nahl:102)

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٩٢﴾ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ ﴿١٩٤

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, (Qs. Asy-Syu’ara:192-194).

7. Al-Qur’an  Diturunkan Pada Generasi Terbaik

Sebaik-baik generasi adalah generasi yang padanya Al Qur’an turun (Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).  Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik generasi adalah generasi di zamanku, kemudian yang setelahnya, dan kemudian yang setelahnya.” (HR. Muslim).

8. Manusia Terbaik adalah yang Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an

Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan yang mengajarkannya”. (HR. Al Bukhari).

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ.

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (Az-Zukhruf : 43-44)

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata;

أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Bahwa Nabi kalian shallallahu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Qur’an, dan merendahkan yang lainnya juga dengan Al Qur’an. (HR. Muslim).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata;

أن جماع أمراض القلب هي أمراض الشبهات والشهوات والقرآن شفاء للنوعين

 “Unsur penyakit hati terkumpul pada dua hal, yaitu syubhat dan syahwat. Dan keduanya diobati dengan Al Qur’an.” (Ighatsatul Lahafan, Juz.1/44).

Dalilnya bisa dilihat di QS. Yunus: 57, Al Isra’: 82;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Qs. Yunus:57).

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian’’. (Qs. Al-Isra:82)

Anda Juga Ingin MULIA ?

Bagi yang menghendaki kemuliaan hendaknya mengambil bagian dari Al-Qur’an, yakni dengan mempelajari dan atau mengajarkannya. Jadikan belajar dan mengajar Al-Quran sebagai agenda hidup sepanjang hayat. Luangkan waktu mninimal satu dua jam sepekan untuk ngaji qur’an. Tingkatkan kemampuan membaca Alquran! dan teruslah bertumbuh secara ilmiah dan ruhiah bersama Alquran. [sym].

Al-Qur’an adalah Ilmu yang Sempurna

Al-Qur’an adalah Ilmu yang Sempurna

Al-Qur’an adalah Ilmu yang Sempurna

Maka Al-Qur’an adalah ilmu yang sempurna. Semua ilmu ada di dalam nya. Al-Qur’an mengajarkan segalanya. (Syaikh Al-Barrak).

Generasi awal umat Islam sebenarnya adalah orang-orang yang sangat penakut. Saking penakutnya bahkan ada yang mengambil setan dan jin sebagai temannya. Lalu setelah mereka membaca Al-Qur’an. Maka mereka berubah menjadi manusia yang lebih baik. Dari yang penakut mereka menjadi pemberani. Dari titik nadir mereka menjadi pahlawan.

Generasi awal umat ini ketika belum mempelajari Al-Quran, mereka semua kotor, jorok dan sangat jauh dari kebersihan, bahkan ada yang memakan bangkai. Maka Al-Qur’an mengajarkan kepada mereka mana yang bisa dikonsumsi mana yang tidak bisa dikonsumsi. Al-Quran mengajarkan kepada mereka bagaimana bersuci dan membuat manusia menjadi lebih beradab dan hidup lebih layak.

Islam dan Al-Quran mengajarkan kebersihan. Lihatlah bagaimana Islam mengajarkan manusia mencuci wajah tangan dan kakinya dengan berwudhu. Perumpamaan sholat yang lima waktu itu diibaratkan seperti orang yang di depan rumahnya terdapat sungai yang mengalir. Apakah menurut kalian mungkin, bahwa orang yang ada sungai di depan rumah nya tersebut itu kotor? Jawabannya tidak mungkin.

Al-Qur’an mengandung segala sesuatu. Dan Al-Qur’an itu lengkap. Ketika seseorang lahir sampai dia meninggal semuanya diatur di dalam Al-Qur’an. Apa saja petunjuk tentang kehidupan dan apa yang harus dilakukan dalam hidup semua lengkap aturannya dalam Al-Qur’an. Karena itu setiap bayi yang lahir ke dunia, dikumandangkan adzan baginya, dan demikian juga halnya ketika manusia mati. Semua ada aturannya dalam Al-Qu’ran.

Al-Qur’an ada banyak ilmu-ilmu di dalamnya. Ketika Allah subhanahu wa ta’ala melarang riba, semua itu untuk kebaikan manusia sendiri. Al-Qur’an menjelaskan semuanya yang dibutuhkan manusia. Dari mulai bagaimana cara ia mendapatkan harta, bagaimana ia harus mempergunakannya, bagaimana ia harus mengelolanya dan bagaimana ia harus menginfakkannya, semua jelas diatur di dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an mengatur kehidupan manusia. Bahwa kehidupan di dunia ini tidaklah abadi. Dunia hanyalah jembatan untuk menuju akhirat. Dunia hanyalah tempat untuk beribadah. Dunia hanyalah tempat untuk menyembah Allah subhanhu wa ta’ala. Bukan untuk bermewah-mewahan bukan untuk bersenang-senang bukan untuk bermain-main. Sesungguhnya tempat kembali kita adalah akhirat. Di sanalah kita hidup kekal dan abadi.

Al-Qur’an mengatur segala sesuatunya tentang kehidupan manusia. Yang besar yang kecil, yang tua yang muda, laki-laki dan perempuan, bahkan anak kecil pun sudah diatur dalam Al-Qur’an. Juga mengatur bagaimana hubungan antara penguasa dan rakyat. Juga mengatur hak para Nabi dan Rasul.

Bagaimana dengan wanita? Dalam Al-Qur’an wanita juga punya hak. Dan Al-Qur’an menjelaskan tentang hak-haknya. Sebagaimana Al-Qur’an mengajarkan kepada wanita untuk berhijab. Wanita harus berpakaian yang syar’i, sehingga identitas nya dapat dikenal. Wanita dalam Al-Qur’an adalah seorang putri yang suci yang terjaga dan dilindungi. Padahal jauh sebelum adanya Al-Qur’an wanita sangat dihinakan.

Al-Qur’an telah menjadikan generasi awal dari umatnya menjadi pahlawan-pahlawan besar. Al-Qur’an menjadi an manusia dari titik nol menjadi pahlawan besar. Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan tentang orang-orang yang cacat, orang-orang yang buta. Dan ini tidak ada disebutkan dalam kitab-kitab samawi sebelumnya.

Al-Qur’an menyebutkan segala sesuatunya. Pertanian bahkan perindustrian. Contohnya tentang buah zaitun. Maka Al-Qur’an mengajak manusia untuk aktif dan beraktifitas. Untuk tidak malas. Dan mau bekerja keras. Al-Qur’an tidak mengajarkan manusia untuk malas.

Al-Qur’an mengandung segala sesuatu bahkan dalam bidang kesehatan. Contohnya perintah untuk makan dengan tidak berlebih-lebihan. Ini menyangkut dengan ilmu kesehatan, bahwa segala sesuatu yang berlebih2an tidak baik bagi tubuh manusia.

Al-Qur’an juga mengajarkan ilmu falak(astronomi) tentang gugusan bintang, langit dan bumi. Allah mendirikan langit tanpa penyanggah tanpa tiang. Seumpamanya orang yang membuat bangunan, tidak pernah ada yang bisa mendirikannya tanpa tiang. Ini lah bukti kebesaran Nya bukti ke Esaan-Nya.

Maka Al-Qur’an adalah ilmu yang sempurna. Semua ilmu ada di dalam nya. Al-Qur’an mengajarkan segalanya. Semoga kita semua yang ada disini bisa mempelajari dan mengambil kebaikan darinya. Amin. [Ringkasan kajian dengan tema “From zero to hero with Al-Qur’an” bersama Syeikh Prof. DR. Muhammad Sholih Al Barack Hafidhahullah (Guru Besar Tafsir Al Quran di KSA), Rabu, 17 Januari 2018].

Allah Pelindung Orang Beriman

 

 

Allah Pelindung Orang Beriman, gambar: wahdahmakassar.or. id

Allah Pelindung Orang Beriman

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya:
Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” [Surat Al-Baqarah 257].

Makna dan maksud Waliy pada frasa Allahu waliyyulLadzina Amanu di atas adalah penolong dan pembantu, pecinta, pemberi hidayah, sebagaimana dikatkan oleh Imam Al-Baghawi (1/273). Jadi maksud Allah sebagai Waliy bagi orang beriman adalah;
– Allah akan selalu menolong dan membantu orang-orang beriman,
– Allah mencintai orang beriman,
– Allah membimbing dan meneguhkan orang beriman di atas hidayah dan petujuk-Nya
– Allah memenuhi dan mengurusi keperluan orang-orang beriman

Kesemua karunia di atas sesungguhnya merupakan balasan dari janji Allah kepada para Waliy-Nya dah hamba-hambaNya yang beriman, sebagaimana dalam Hadits Qudsi tentang keistimewaan wali-wali Allah, “Dan jika hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah tambahan (nawafil/nafilah), maka Aku pasti mencintainya. Jika Aku telah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dengannya dia mendengar, (Akulah) penglihatannya yang dengannya dia melihat, (Akulah) tangannya yang dengannya dia memegang, dan (Akulah) kakinya yang dengannya dia berjalan, Jika dia meminta Aku kabulkan dan jika dia memohon perlindungan Aku pasti melinunginya”. (HR. Bukhari).

Itulah hakikat dan makna Allah sebagai waliy bagi orang beriman, sebagaimana sebaliknya orang beriman merupakan wali Allah. Sebagaimana firman Allah, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa”. (Qs. Yunus:62-63).

Minadz Dzulumati Ilan Nur
“Mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya”; Maknanya dari gelapnya kekufuran dan kejahilan menuju cahaya iman dan ilmu. Ibnu Katsir mengatakan, “Dia mengeluarkan hamba-hambaNya yang beriman dari gelapnya kekufuran keraguan menuju cahaya kebenaran yang sangat jelas, terang, mudah, dan bersinar terang”.

Semakna dengan Imam Ibnu Katsir, Syekh As-Sa’di mengatakan, “Allah mengeluarkan mereka dari gelapnya kekufuran, maksiat, dan kebodohan menuju cahaya iman, ketaatan, dan ilmu. Sehingga balasan bagi mereka adalah keselamatan bagi mereka dari gelapnya kuburan, hari kebangkitan, dan kiamat”.

Jalan Kebenaran dan Keselamatan Hanya Satu
Pada Frasa “minadzulumat ilan Nur”, kata dzulumat disebutkan dengan bentuk jamak (plural/jama’), sedangkan kata Nur disebutkan dengan bentuk tunggal (singular/mufrad). Hal ini mengisyaratkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. Sebaliknya kekufuran itu beragam dan semuanya bathil. Hal ini semakna dengan firman Allah dalam surah Al-An’am ayat 153;

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Qs.Al-An’am:153).

Seperti pada ayat 257 Surat Al-baqarah, dalam ayat di atas jalan lurus yang diperintahkan oleh Allah untuk diikuti disebutkan dalam bentuk mufrad (tunggal), sedangkan jalan yang Allah larang untuk diikuti disebutkan dalam bentuk jamak (plural). Sebab jalan jalan kebenaran itu hanya satu.

Wali Orang Kafir Adalah Thaghut
Adapun orang kafir maka pelindung adalah Thaghut dan Setan yang menghiasi kekafiran dalam pandangan mereka, sehingga mereka keluar dari cahaya iman dan ilmu menuju gelapnya kekufuran dan kejahilan. Jalan kekafiran disebut dan disifati sebagai kegelapan karena jalannya penuh dengan iltibas (ketidakjelasan).

Balasan untuk mereka adalah neraka dan kekal di dalamnya.
Semoga Allah meneguhkan iman di hati-hati kita dan menunjuki kita ke jalan iman, ilmu, dan ketaatan. [sym].

Mulia dengan Al-Qur’an (Bagian Terakhir dari Tiga Tulisan)

Mulia dengan Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci lagi mulia. Diturunkan oleh Tuhan semesta alam kepada manusia termulia melalui Malaikat paling mulia serta di tempat paling mulia dan pada waktu paling mulia, yakni bulan Ramadhan. Allah Ta’ala menerangkan dalam beberapa ayatNya tentang keagungan dan kemuliaan Alquran, diantaranya surah Al-Waqi’ah ayat 77-80;

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠

Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (76) Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (78) tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (79) Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin. (80) (Qs. Al-Waqi’ah:75-80)

Kemuliaan Al-Quran dan berpengaruh pada kemuliaan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Al-Qur’an adalah firman Allah yang Maha mulia, diturunkan kepada manusia paling mulia melalui perantaraan Malaikat paling mulia, pada malam kemuliaan di bulan paling mulia dan di bumi paling mulia pula.

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan kemuliaan Al-Qur’an dari sisi kemulian waktu dan tempat diturunkannya serta kemuliaan Nabi pembawa Al-Qur’an dan ummatnya yang mengemban Al-Qur’an. Selanjutnya dalam tulisan ini akan diuraikan kemuliaan Al-Qur’an dari sisi kemuliaan Malaikat yang membawanya kepada Nabi dan kemuliaan orang-orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Selamat membaca.

6. Al-Qur’an Dibawa Oleh Malaikat Termulia

Malaikat yang menjadi pembawa wahyu Al Qur’an adalah Malaikat Jibril yang merupakan sebaik-baik malaikat dan terpercaya. Sbagaimana dijlaskan dalam surat At-Takwir ayat 19;

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)’’. (Qs. At-Takwir:19).

Allah juga memuji malaikat Jibril yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menyifatinya sebagai Malaikat terpercaya untuk menurunkan wahyu Ilahi. Sebagaimana dalam beberapa ayat diantaranya;

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُواوَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“.Qs. An-Nahl:102)

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٩٢﴾ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ﴿١٩٤

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,(Qs. Asy-Syu’ara:192-194).

7. Al-Qur’an Pada Generasi Terbaik

Sebaik-baik generasi adalah generasi yang padanya Al Qur’an turun (Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).

Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُالنَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَيَلُونَهُمْ

Sebaik-baik generasi adalah generasi di zamanku, kemudian yang setelahnya, dan kemudian yang setelahnya.” (HR. Muslim).

8. Manusia Terbaik adalah yang Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an

Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan yang mengajarkannya”. (HR. Al Bukhari).

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌلَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ.

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (Az-Zukhruf : 43-44).

Umar ibnu Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

  إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَاالْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

 Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Qur’an, dan merendahkan yang lainnya juga dengan Al Qur’an. (HR. Muslim).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata;

أن جماع أمراض القلب هي أمراض الشبهات والشهوات والقرآن شفاءللنوعين

 “Unsur penyakit hati terkumpul pada dua hal, yaitu syubhat dan syahwat, dan keduanya diobati dengan Al Qur’an.” (Ighatsatul Lahafan, Juz.1/44).

Sebagaimana diterangkan dalam Surat Yunus ayat  57 dan Surat Al Isra’ayat 82;

يَاأَيُّهَاالنَّاسُ قَدْجَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِوَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(Qs. Yunus:57).

Penjelasan singkat ayat di atas dapat dibaca pada Rahmat dan Karunia Terbesar Itu Adalah Al-Qur’an.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَاهُوَشِفَاءٌ وَرَحْمَةٌلِّلْ مُؤْمِنِينَ ۙ وَلَايَزِيدُالظَّالِمِينَ إِلَّاخَسَارًا ﴿٨٢

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian’’. (Qs. Al-Isra:82).

Anda Juga Ingin MULIA ?

Bagi yang menghendaki kemuliaan hendaknya mengambil bagian dari Al-Qur’an, yakni dengan mempelajari dan atau mengajarkannya. Jadikan belajar dan mengajar Alquran sebagai agenda hidup sepanjang hayat. Luangkan waktu mninimal satu dua jam sepekan untuk ngaji qur’an. Tingkatkan kemampuan membaca Alquran! dan teruslah bertumbuh secara ilmiah dan ruhiah bersama Alquran. [sym]

Wahdah Jakarta Akan Kedatangan Guru Besar Tafsir Alqur’an dari Saudi Arabia

Foto Bersama Wahdah Jakarta dengan Guru Besar Tafsir Al Qur'an

Foto Bersama Wahdah Jakarta dengan Guru Besar Tafsir Al Qur’an

Jakarta – Satu keistimewaan tersendiri pada tahun 2018 ini bagi Wahdah Jakarta, atau lebih lengkapnya, DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta. Dimana pertengahan Januari akan kedatangan seorang Ulama Guru Besar Tafsir Alqur’an dari Saudi Arabia.

Beliau adalah Prof. DR. Muhammad Shalih Albarrak hafizhahullah, yang juga merupakan salah satu murid senior dari Ulama Besar Abad ini yaitu Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin rahimahullah.

Rencananya Syaikh Albarrak akan mengisi Tabligh Akbar Pemuda di Masjid Istiqlal, Jakarta pada tanggal 17 Januari 2018 pkl 18.00-20.30 WIB dengan tema “From Zero To Hero With Alqur’an“.

Acara yang disponsori oleh LAZIS Wahdah ini juga akan menghadirkan Ustadz Zaitun Rasmin (Wakil Sekjen MUI) dan Insya Allah akan hadir Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, M.B.A., yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Kegiatan Tabligh Akbar Syaikh Albarrak diselenggarakan atas kerjasama dengan beberapa komunitas Pemuda seperti : Rohis DKI, JPRMI (Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia), ARMI (Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal) dan LDK Albashirah.

Syaikh Albarrak yang baru berkunjung dua kali ke Indonesia ini, rencananya akan melakukan melanjutkan safari dakwah ke Bandung pada 20 Januari 2018 dan ke Pangandaran pada 22 Januari 2018.

“Syeikh Prof. DR Muh. Sholeh Al Barrak hafizhahullah adalah ulama tafsir yang masyaAllah sangat mutamakkin, beliau pernah mengajar kami dan beberapa asatidzah di kelas di Jamiah Islamiyah. Kalo Syeikh Utsaimin ke Medinah atau ke kampus maka beliau yang mendampinginya karena beliau termasuk murid Syeikh Utsaimin yang tersenior”, kata Ustadz Yusran Ansar, seorang alumni Universitas Islam Madinah.

“Ikhwah di Jakarta dan sekitarnya jangan sia-siakan istifadah dgn mengikuti acara tersebut”, lanjut Ust M Yusran Anshar, PhD., yang juga merupakan Rektor Sekolah Tinggi Bahasa Arab Wahdah Islamiyah.

Karena itu, diharapkan kepada setiap Kaum Muslimin agar bersegera bisa menghadiri acara Tabligh Akbar di atas dan dapat mengajak keluarga yang lain.

Bagi anda yang tidak sempat menghadiri dan ingin mendukung acara tersebut dan dakwah Alqur’an dapat menyalurkan donasinya melalui Bank Syariah Mandiri (451) 497 900 900 9 an LAZIS Wahdah Sedekah. Kode transfer 300. Contoh Rp 100.300,-. Informasi dan komfirmasi 08119787900 (call/wa/sms).(ayd).

Tujuh Faidah Bagi Penghafal Al Qur’an (2): Allah Menolong Para Penghafal Al Qur’an

Tujuh Faidah Bagi Penghafal Al Qur’an (2): Allah Menolong Para Penghafal Al Qur’an

Masya Allah! Sesunguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersama para penghafal Al-Qur’an. Dia senantiasa mengulurkan bantuan dan pertolongan-Nya kepada mereka. Oleh sebab itu, anda akan mendapati mereka sebagai orang-orang kuat.

Pembaca yang budiman, jika anda membaca kisah kisah para sahabat, maka anda merasa takjub. Benar! Pada awalnya mereka menemukan sesuatu untuk demikian, tetapi meskipun demikian mereka adalah orang orang yang keras terhadap orang orang kafir dan saling menyayangi diantara sesama muslim.

Dengan segala keterbatasan yang ada,mereka sanggup melangkah orang orang Quraisy, kemudian mengalahkan seluruh kabilah kabilah (suku) kaum Musyrikin. Setelah itu, mereka memusatkan perhatian kepada Kisra (kekaisaran Persia) dan Kaisar (kekaisaran Romawi) hingga benar benar menghancurkan dan melenyapkan keduanya. Dengan apakah?. Dengan Al Qur’an yang mulia.

Janganlah anda mengira bahwa kekuatan terletak pada besarnya badan dan kebesaran nama. Sekali kali tidak. Sesungguhnya, kekuatan itu adalah kekuatan hati, maka barangsiapa yang merasa ragu, hendaklah ia mendalami sirah Rasulullah dan kehidupan para sahabatnya.

Saudara tercinta, benarkah ingin menjadi kuat dan pemberani?. Jjika benar, berpegang teguhlah kepada Al Qur’an, taati dan hiduplah di bawah naungannya!

Baca Juga: Tujuh Faidah bagi Penghafal Al-Qur’an (1) : Allah Mencintai Para Penghafal Al-Qur’an