Kaedah Menyikapi Ikhtilaf  (Perbedaan) Antar Umat Islam

 

Kaedah Menyikapi Ikhtilaf  (Perbedaan) Antar Umat Islam

Di antara Mutiara Pertemuan Ulama & Asia, Afrika & Eropa ke 5 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta 3-6 Juli, yang paling mahal ialah Kaedah-kaidah Ikhtilaf antar Umat Islam.

Di antaranya :

  1. Kebenaran Itu tidak harus selalu bersama orng paling tua, paling banyak ilmunya, yang paling tinggi pangkat atau paling banyak hartanya. Karena semua itu bisa menyebabkan sesorang sombong. Kalau sudah sombong sulit menerima ilmu/masukan orng lain. Di zaman Sahabat pun terjadi dimana Ibnu Abbas yang paling muda sering diminta pendapatnya oleh para sahabat senior.
  1. Menghadapi perbedaan/khilafiyah dalam masalah furu’ (cabang agama) dalam tubuh umat Islam ialah:
  • Kalau sama-sama punya dalil, maka tdk jadi masalah dan silahkan masing-masing laksanakan
  • Kalau A punya dalil sedangkan si B tidak punya dalil, Maka B harus ikut A dan begitu pula sebaliknya.
  •  Kalau ada orang yang tidak punya dalil ngotot dengan pendapatnya berarti ia mengikuti hawa nafsu dan kebatilan
  1. Perbedaan maslah furu’ tdk boleh merusak ukhuwwah Islamiyah krn ukhuwwah itu wajib sdgkn masalah2 furu’ itu biasanya  dalam perkara-perkara yang sunnah.

  2. Bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati dan toleransi dalam perkara-perkara yang diperselisihkan.

  3. Menghadapi perkara kesesatan dan bid’ah yang terjadi di masyarakat harus berdakwah kepada mereka dengan bahasa, cara dan sikap yang baik, bijak dan megayomi, bukan dengan kata, cara dan sikap kasar dan menghujat.

Kalau semua ulama dan da’i mau inhsaf dan mengikuti beberapa kaedah tersebut di atas in syaa Allah ukhuwwah Umat Islam segera bisa terwujud.

Kalau tidak mau dan terus menerus taash-shub (fanatik)dng diri, kelompok, jamaah, syekh/kiyai, mazhab apalagi di baliknya ada kepentingan duniawi, maka umat ini akan terus menerus terpecah belah. Akibatnya, orang kafir dengan mudah meghancurkan umat dan negeri kita.

Pilihannya hanya satu dari dua :

BERSATU KITA TEGUH

ATAU BERPECAH KITA RUNTUH

اللهم الف بين قلوب المؤمنين ووحد صفوفهم وانزل عليهم السكينة والرحمة وانصرهم عل القوم الكافرين ومن والاهم

 

[Fathuddin Ja’far/ed:Sym].

Ulama dan Da’i Asia Tenggara Serukan Umat Jaga Haramain dan Baitul Maqdis

ustadz zaitun

Ulama dan Da’i Asia Tenggara Serukan Umat Jaga Haramain dan Baitul Maqdis

Jakarta (wahdahjakarta.com) – Ikatan (Rabithah) Ulama dan Da’i Asia Tenggara menggelar Seminar Internasional Pembelaan Terhadap Kota Suci Umat Islam, di Grand Hotel Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat,  (6/7/2018).

Ketua Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara KH Muhammad Zaitun Rasmin, menyerukan kaum Muslimin agar melakukan pembelaan terhadap Baitul Maqdis. Menurut dia, kaum Muslimin, terutama para pemimpin dan ulama, harus menyikapi persoalan tanah suci secara adil dan seimbang.

“Perjuangan membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman Zionis Yahudi sama pentingnya dengan menjaga dan melindungi Haramain dari usaha mengacaukan dan mencabutnya dari pelayannya yang sah,” ungkap Ustadz Zaitun saat membacakan pernyataan sikap usai Seminar Internasional yang dihadiri seratusan peserta.

Menurut Ustadz Zaitun, tidaklah adil jika kaum Muslimin hanya menjaga kemuliaan Haramain sementara penderitaan Baitul Maqdis dibiarkan tanpa ada yang memperdulikannya. Padahal, jelas dia, keberadaan tanah suci seperti Mekah, Madinah dan Baitul Maqdis tidak dapat dipisahkan dari akidah kaum Muslimin.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) ini mengungkapkan, kaum muslimin di seluruh dunia wajib bersyukur atas terpeliharanya dua kota suci utama, yaitu Mekah dan Madinah (haramain), dalam penjagaan dan pemeliharaan penuh kaum muslimin di bawah kepemimpinan Raja Saudi Arabia sebagai pelayan dua kota suci (khadimul haramain).

“Namun demikian, kaum muslimin tidak boleh lupa dengan kondisi kota suci yang ketiga, yaitu Baitul Maqdis yang sudah lebih dari tujuh puluh tahun dalam cengkeraman penjajahan Zionis Israel hingga saat ini,” ungkap Zaitun.

Seharusnya, lanjut  ustadz Zaitun, semua kota suci itu harus berada dalam penguasaan, pemeliharaan, dan penjagaan umat Islam sendiri. Alasannya hakikat kota suci itulah adalah keberadaan “Rumah Allah”, yaitu mesjid-mesjid suci, dan Allah hanya mengizinkan penjaga dan pemakmur mesjid-mesjid Allah itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang yang kafir dan menyekutukan-Nya.

Seminar internasional “Pembelaan terhadap Tanah Suci Umat Islam” diikuti oleh sekiar seratus ulama dan da’i dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka adalah sebagian dari peserta Pertemuan Ilmiah Internasional ke-5 yang digelar sejak Selasa, 3 Juli lalu. Bertindak sebagai narasumber Syekh Dr Murawih Nassar.

Saat konferensi pers, selain dua narasumber utama, Zaitun Rasmin juga didampingi oleh Sekjen MIUMI sekaligus Ketua Umum Spirit of Aqsa Ustaz Bachtiar Nasir, Mudir Aam JATMAN KH Wahfiudin, dan beberapa ulama dari negara lain. []

Sumber:Suaraislam.online.com

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

Ustadz Zaitun

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin memandu Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtira Nasir, dan Ustadz Abdul Shomad

Ketiga Ustadz Ini Sepanggung dan Ceramah di Forum  Ulama dan Da’i Internasional

 

(Jakarta) Wahdahjakarta.com-, Pada Kamis (05/07/2018) yang merupakan malam puncak acara Pertemuan (Multaqa) Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-5, para peserta menanti suatu momen yang ditunggu-tunggu. Yakni Talkshow tiga Ulama Muda Indonesia; Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI Pusat), Ustadz Abdul Shomad, Ustadz Adi Hidayat.

Para ustadz masyhur yang selama ini memenuhi ruang-ruang di media sosial, pada malam itu duduk di satu meja, bergantian berceramah di hadapan para ulama dan masyayekh dari berbagai negara, dan dengan intensif berbahasa Arab.

Dimoderatori Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, para ustadz yang ketika itu dipanggil dengan gelar “syekh” itu pun satu per satu menyampaikan risalah Islam dengan kekhasannya masing-masing.

“Syekh Bachtiar Nasir, Syekh Abdul Somad, dan Syekh Adi Hidayat,” Ustadz Zaitun Rasmin memanggil satu per satu ketiganya ke atas panggung.

Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) diberi giliran pertama dan berbicara tentang persatuan dan lemahnya kondisi umat Islam saat ini dalam politik, ekonomi, dan bidang strategis lainnya.

Dalam penjelasaannya, UBN mengutip kisah terkenal ulama Mesir Syekh Mutawalli As-Sya’rawi yang menjawab pertanyaan seorang orientalis mengenai kebenaran Al-Quran. Cukup singkat ceramah UBN pada malam itu.

“Saya meyakini persatuan di antara kita, tidak akan pernah terjadi sebelum kita meng-upgrade status dari sekedar Muslimin menjadi Mu’minin,” ujar UBN, melansir Islamic News Agency (INA) kantor berita yang diinisiasi Jurnaslis Islam Bersatu (JITU).

Selanjutnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengawali ceramahnya dengan memperkenalkan diri kepada para masyayekh mengenai latar belakang pendidikan dan asal-usulnya.

Dalam ceramahnya, UAS membawa masalah perbedaan madzhab fikih dengan pembawaan yang ringan. Dia bahkan terkadang menyelipkan humor yang tak jarang membuat para peserta dan para ulama yang lengkap dengan gamis dan kefiyyehnya itu tak mampu menahan tawa.

“PERSIS, NU, Muhammadiyah semuanya adalah saudara kami. Perbedaan-perbedaan yang ada hanyalah bersifat furu’iyah (cabang) bukan ushuliyah (landasan atau dasar-dasar agama),” ucap UAS.

Sementara Ustadz Adi Hidayat (UAH), dengan gaya bahasa yang puitis, yang didukung dengan penyebutan ayat-ayat Al-Quran yang dikontekstualisasikan dengan sejarah Islam di Nusantara berkali-kali membuat para peserta berdecak kagum.

Seakan dia ingin berpesan, bahwa datangnya rahmat Allah ke Indonesia tidak dapat dilepaskan begitu saja dari peran para ulama terdahulu yang telah menyebarkan agama Islam ke berbagai penjuru Tanah Air.

UAH, yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, secara fasih dapat menyebutkan silsilah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. “Keduanya merupakan dua bersaudara dari kakek buyut yang sama”, tegasnya.

Selain dihadiri ulama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tak ingin melewatkan momen tersebut. Tidak seperti biasanya, Anies hadir tanpa berbicara di hadapan umum dan mengaku hanya ingin menikmati ceramah para ustadz. [ed:sym].

Spirit of Aqsa Hadirkan Pusat Edukasi Palestina dan Baitul Maqdis

Spirit of Aqsa Hadirkan Pusat Edukasi Palestina dan Baitul Maqdis

(Jakarta) wahdahjakarta.com Sejak terbentuk dari tahun 2010 lalu, lembaga Spirit of Aqsa (SoA)  terus berkonsentrasi pada perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kemerdekaan Palestina, utamanya di bidang diplomasi, donasi kemanusiaan serta edukasi. Pada acara Silaturahim Aktivis dan Media Pejuang Baitul Maqdis yang diselenggarakan pada sabtu, 5 Mei 2018, Spirit of Aqsa meluncurkan inovasi baru di bidang edukasi kepalestinaan, yaitu Rumah Spirit of Aqsa; Pusat Edukasi Palestina dan Baitul Maqdis.

Rumah Spirit of Aqsa diresmikan langsung oleh KH. Bachtiar Nasir, selaku ketua umum, bersama dengan kehadiran puluhan aktivis Palestina, media, relawan maupun masyarakat umum. Tujuannya agar seluas mungkin masyarakat bisa mengetahui dan mengambil manfaat dari keberadaan rumah edukasi ini, utamanya dalam perihal pengetahuan yang utuh terkait hal-hal prinsip perjuangan Palestina.

Dari tema sejarah Palestina sebagai negeri para nabi hingga Nabi Muhammad saw, kemudian juga sejarah Palestina dalam naungan Islam, bahkan sejarah kemunculan Zionis dan perlawanan rakyat Palestina. Semuanya disajikan dalam Rumah Spirit of Aqsa dengan ringan, padat dan menarik.

Selain fasilitas edukasi, Rumah Spirit of Aqsa juga menyediakan SoA Store dan perpustakaan. Dari Rumah ini diharapkan semangat besar masyarakat Indonesia untuk membela Palestina dan Baitul Maqdis bisa mendapatkan pencerahan terkait pengetahuanpengetahuan mendasar yang harus dipahami.

Rumah Spirit of Aqsa juga menyediakan media-media edukasi online melalui berbagai media sosial berupa berita harian, pekanan baik dalam bentuk tulisan, foto bahkan video. Semua ini dijalankan atas dasar kewajiban edukasi yang seharusnya diemban oleh berbagai unsur masyarakat seperti pendidik, insan media, aktivis dan lain sebagainya.

Kehadiran Rumah Spirit of Aqsa terbuka untuk kesempatan kunjungan individu maupun kolompok dengan penyampaian yang lebih cepat dan utuh. In sya Allah.

Jakarta, 05 Mei 2018

Contact : +628161977184

Media Sosial : Spirit of Aqsa | @spiritofaqsa

Email : spiritofaqsa10@gmail.com

Seret Pembunuh Imam Palestina ke Mahkamah Internasional

Imam Palestina Dr. Fadi AlBahts yang ditembak di Malaysia, Ahad (22/04/2018) lalu

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Pimpinan  Lembaga dan Organisasi Massa Islam (Ormas Islam) yang tergabung dalam Koalisi Pembebasan Al Aqsha (Al Quds) tuntut pelaku dan semua pihak yang terlibat dalam pembunuhan terhadap Imam Palestina Dr.  Fadho AlBahts diseret ke Mahkamah Pidana Internasional sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan.

Tuntutan dan desakan tersebut tertuang dalam pernyataan pers  yang ditanda tangani para pimpinan  lembaga dan ormas Islam di Jakarta, pada Selasa (24/04/2018).

“Oleh karena itu sudah seharusnya pimpinan politik Israel seperti Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan dan Direktur Mossad diseret ke Mahkamah Pidana Internasional sebagai pelaku Kejahatan Kemanusiaan (Crimes Againts Humanity)”, dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com.

Koalisi Pembebasan Al-Quds juga menghimbau Pemerintah Indonesia untuk mewaspadai dan melakukan iperasi kontra intelijen terhadap operasi Intelijen oleh Mossad di dalam wilayah Indonesia serta bersikap lebih konkrit dalam menghentikan penjajahan zionis Israel terhadap Palestina.

Berikut pernyataan pers selengkapnya:

 

 

PERNYATAAN PERS

TENTANG

PEMBUNUHAN DR. FADHI ALBATHS

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. [QS. Ali Imran: 169]

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Sehubungan dengan pembunuhan yang terjadi terhadap Dr. Fadhi Albaths, pada hari ahad tanggal 22 April 2018, kami ormas ormas Islam  yang tergabung dalam Koalisi Pembebasan Al Aqsha (Al Quds) menyatakan ;

  1. Turut bela sungkawa yang sedalam dalamnya atas pembunuhan keji terencana tersebut dan Insya Allah beliau wafat sebagai syuhada.
  1. Bahwa pembunuhan keji tersebut jelas sangat terencana dan dilakukan oleh organisasi intelijen Mossad melalui agen agen mereka yang tersebar diberbagai belahan dunia. Kita sama mengetahui bahwa Mossad sebagai organisasi intelijen Israel laknatullah, sudah terpola dan menjadi kebiasaan mereka melakukan pembunuhan aktifis Palestina diberbagai belahan dunia. Berbagai operasi assasination oleh Mossad adalah tugas resmi dari pimpinan negara Israel laknatullah, oleh karena itu sudah seharusnya pimpinan politik Israel seperti Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan dan Direktur Mossad di seret ke Mahkamah Pidana Internasional sebagai pelaku Kejahatan Kemanusiaan (Crimes Againts Humanity).
  1. Kepada negara Malaysia, agar segera menemukan pelaku pembunuhan tersebut dan menghukum mati pelaku serta mendorong upaya Internasional untuk menempatkan Israel sebagai Terorism sponsor state.
  1. Menghimbau Pemerintah Indonesia untuk mewaspadai dan melakukan iperasi kontra intelijen terhadap operasi Intelijen oleh Mossad di dalam wilayah Indonesia serta bersikap lebih konkrit dalam menghentikan penjajahan zionis Israel terhadap Palestina.

Demikian kami sampaikan.

Jakarta, 24 April 2018

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Koalisi Pembebasan Al Aqsha (Al Quds)

  1. KH. M. Siddiq MA (DDII)

  2. KH. Abdul Rosyid AS (Perguruan As Syafi’iyah)

  3. KH. M. Alkhattat (FUI)

  4. KH Arifin Ilham (Majelis Az Zikra)

  5. KH Fikri Bareno (Ittihadiyah)

  6. KH Ahwan (JAS)

  7. KH M Abu Jibril (Majelis Mujahidin)

  8. KH A. Shobri Lubis (FPI)

  9. KH .Muhammad Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah)

  10. KH A Syuhada (Sabiluna)

  11. KH. Feri Nur (KISPA)

  12. Ust. Bernard AJ (PA 212)

  13. Bpk. Ibnu Baskoro (Darrussallam)

  14. Dr. Jeje Zaenudin (PP Persis)

  15. H Usama Hisyam (Parmusi)

  16. Ust Buchori Muslim (Parmusi)

  17. H Joko Adi Wibowo (PW KB PII Jakarta)

  18. H Ismet (SAPA Islam)

  19. Yoserizal Geneng (SAPA Islam)

  20. Munarman ( An Nashr Institute)

  21. KH Bachtiar Nasir (AQL)

[sym]

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

Hadiri Konfrensi Al-Quds Amanah Kita Bersama, Pimpinan Wahdah Tampilkan Nasyid Palestina

(Istanbul) wahdahjakarta.com– Bertempat di Kota bersejarah Istambul, Turkey tanggal 13-14 April 2018 berlangsung Konfrensi Internasional Al-Quds Amanah Kita. Dihadiri perwakilan dari berbagai negara muslim dunia, yang membahas persoalan Masjidil Aqsha dan kota Al-Quds tercinta.

Konfrensi ini juga membahas penyikapan yang tegas dan cerdas atas keputusan Amerika untuk menjadikan Al Quds sebagai ibukota Negara penjajah Israel.
Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin turut hadir sebagai salah satu tamu kehormatan.

Aksi Bela Palestina 17-12-17 di Monas Jakarta yang dinisiasi oleh para Ulama Indonesia diantaranya Ustadz Zaitun Rasmin sebagai salah satu aktor utamanya sungguh mendapat apresiasi luar biasa dari dunia Islam .

Penghargaan berupa keping kubah Masjidil Aqsha diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir dan Ustadz Zaitun bersama beberapa tokoh Ulama Indonesia yang hadir .
Ustadz Zaitun juga memberi nuansa Indonesia dalam konfrensi dengan menampilkan Nasyid Palestina Tercinta bersama Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil dan Ananda Umar Al Faruq yang juga didaulat untuk menbawakan Tilawah Al Quran dalam pembukaan konferensi. Grup Nasyid dadakan ini cukup membuat semangat para peserta bergelora hingga menyambutnya dengan berdiri.

Dalam kunjungan ini UZR berkesempatan untuk bertemu dengan Presiden Turkey Rajab Toyib Erdogan bersama beberapa perwakilan ulama Indonesia .
Semangat membela al Aqsha demikian mengkristal dan hal itu perlu dikapitalisasi dengan cerdas dan cermat . [MIJ/sym/wahdahjakarta.com].

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku
(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) didapuk memberikan sambutan terakhir dalam Multaqo Al-Quds Amanati di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4/2018).

Video orasi UBN saat Aksi Bela Palestina di Jakarta 17-12-17 menuai decak kagum dan standing applause. “Kita tidak akan surut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami memang datang dari jauh. Tapi kemenangan itu sangat dekat,” ungkapnya.

Lebih lanjut UBN mengatakan, warga Indonesia serta pemuda Idonesia bersama warga dunia yang lain akan terus membebaskan Palestina.

Pimpinan AQL ini juga mengajak para pemimpin negara Islam untuk bersatu membebaskan Palestina. “Musibah terburuk umat saat ini adalah perpecahan. Kekalahan dahulu cukup sudah menjadi pelajaran, kini saatnya bersatu,” tegas UBN.

Pada acara puncak konferensi Internasional al-Quds Amanahku II tersebut KH. Bachtiar Nasir menerima penghargaan dari Lembaga al-Quds Amanahku atas perjuangan dan usahanya bersama para ulama dan tokoh Indonesia dalam membela serta mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaannya, khususnya dalam Aksi Bela Palestina 17 Desember 2017 di Monas Jakarta. Penghargaan tersebut berupa kepingan dari kubah qubbatush shakra di Masjidil Aqsha.

Ini merupakan sebuah kehormatan agar estafet perjuangan pembebasan Al-Quds dipegang oleh muslimin Indonesia. Saat akan menerima penghargaan UBN justru mengatakan, “Saya tidak bisa memimpin jutaan ummat muslim Indonesia dalam aksi 17-12-17 tanpa bantuan sahabat-sahabat saya.”

Lalu UBN memanggil KH Shobri Lubis, Ustadz Zaitun Rasmin (UZR), Ustadz Jeje Zainuddin, Ustadz Tamsil Linrung serta para tokoh Islam Indonesia yang turut hadir pada acara multaqo tersebut. Hal itu sebagai isyarat bahwa penghargaan ini bukanlah untuk individu tertentu, tapi pada hakikatnya ini adalah penghargaan untuk seluruh umat Islam Indonesia yang tetap komit pada janjinya untuk selalu mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. (Forjim).

Ulama Indonesia Hadiri Konferensi Internasional Pembebasan Al-Quds di Istanbul

Sejumlah tokoh dan Ulama Indonesia menghadiri konfrensi Internasional pembebasan Al-Quds diTurki

(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sejumlah Tokoh Pemuda Islam dunia dan berbagai organisasi pembebasan Al-Quds menghadiri konferensi internasional pembebasan Al-Quds Amanati ke-II di Istanbul, 13-15 April 2018.

Beberapa tokoh dari Indonesia ikut hadir dalam konferensi tersebut, antara lain Ustadz Bachtiar Nasir (MIUM-AQL), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah), KH. Ahmad Shobri Lubis (FPI), Ustaz Usamah Hisyam (parmusi), Ustaz Jeje Zainuddin (Persis), Ustaz Ahmad Musyafa dan sebagainya.
“Harapan besar salah satunya pemuda Indonesia menjadi pemegang peranan penting pada pembebasan Al-Quds,” kata ketua pelaksana Multaqo, Dr. Wisam Alribi dari Tunisia.

Al-Quds, lanjutnya, dulu pernah dibebaskan oleh khalifah Umar Al Faruq. “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al-Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,” katanya seperti dilaporkan Hendy Irawan, Ketua Bidang Dakwah Forjim yang meliput jalannya Multaqo, Sabtu (14/4/2018).

Umar Al-faruq bin Muhammad Ikhwan Jalil

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Komite Al-Quds pada organisasi Islam dunia, Dr. Ahmad Al-Umari mengatakan persoalan Masjid Al Aqsa sudah menjadi isu dunia. “Kita harus mempersiapkan segala daya dan upaya untuk pembebasan kembali Al-Quds. Kiya harus bersatu atas nama Allah dan Rasulullah dan atas nama Al-Quds,” tegasnya.

Sejak berdiri tahun 2014, organisasi Amanati Al-Quds berupaya menghidupkan kembali semangat perjuangan Al-Quds dengan berbagai upaya, termasuk secara diplomatik.

Agar semua informasi tentang Masjid Al Aqsa sampai kepada masyarakat dunia, Amanati Al-Quds juga menggunakan media sosial untuk mengkampanyekan kepedulian kepada Al-Quds. (Forjim)

Sekjen MIUMI: Jadikan Indonesia Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur

Sekjen MIUMI: Jadikan Indonesia Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur

(Pangkal Pinang) wahdahjakarta.com – Sekretaris Jendral (Sekjen) Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan wasiat untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur.

Hal itu disampaikan Ustadz Bachtiar saat menjadi pembicara utama dalam Majelis Tadabbur Asmaul Husna di Masjid Al Huda, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang diadakan Dewan Masjid Indonesia (DMI), pada Sabtu (10/3/2018).

Dalam ceramahnya, Pimpinan Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Center itu berwasiat untuk menjadikan Pangkal Pinang, dan Indonesia umumnya menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

“Saya punya program yang bisa menjadikan Pangkal Pinang menjadi negeri yang baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur”, ujarnya. Menurutnya tips untuk menjadikan sebuah negeri sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur terdapat dalam surat Saba’ ayat 15. “Ada poin besar dalam surat ini untuk menggapai program itu,” ungkap UBN seraya mengajak seratusan Jama’ah untuk menirukan ayat 15 surat Saba yang beliau bacakan.

“Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): “Makanlah dari rezeki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’ Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”

Surat tersebut, kata UBN, menggambarkan kondisi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur di Negeri Saba’. Salah satu digambarkan penuh dengan keberkahan.
“Disebutkan bahwa ketika safar di sana dari Saba’ ke Syam 40 hari 40 malam tidak takut kelaparan karena di kiri kanan itu banyak kebun-kebun yang banyak buahnya. Intinya dari baldatun thayyibatun itu tinggal makan, tidak perlu cape kerja. Semuanya dari rezeki Allah,” terang UBN

Karena banyaknya rezeki, maka ciri selanjutnya, para penduduk negeri baldatun thoyyibah itu mudah bersyukur.

UBN melanjutkan bahwa cara agar sebuah negeri menjadi baldatun thoyyibah adalah dengan memposisikan Allah sebagai Robbul Ghofur yang orientasi para penduduknya adalah mencari ampunan Allah.

“Jika Pangkal Pinang ingin kembali berjaya, pilih pimpinan yg mengajak kepada ampunan Allah.
Jangan mau dibohongi janji-janji kampanye, tapi pilih yang benar-benar mengajak kepada ampunan Allah,” ungkap UBN.

Masyarakat yang selalu mencari baldatun thoyyibatun maka tidak mudah dibohongi, tidak mudah disogok dengan uang.
UBN menegaskan jika ingin menjadikan Indonesia seperti zaman negeri Saba’ yang penuh keberkahan maka rakyatnya harus banyak beristigfar.
“Allah itu maha pengampun dan tidak pernah berhenti mengampuni dosa-dosa. Bukan hanya mengampunkan dosa, tapi Allah juga menutup aib kita dan menyembuhkan penyakit kita,” paparnya.
Jika Allah menerima istighfar rakyat Indonesia, lanjut UBN, maka akan dikirimkan hujan yang berkualitas dan terus turun. Artinya itu pertanda rahmat, sehingga akan makmur negaranya.
(Rep: M.Jundi/ed:sym).

Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis Konsolidasi di Jakarta

Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Ratusan peserta yang terdiri dari ulama, da’i, pimpinan ormas Islam, aktivis, lembaga kemanusiaan dan wartawan berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis, Sabtu (3/3/2018).

Acara ini diinisiasi oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan Spirit of Aqsa (SoA).

Dalam sambutannya  Sekretaris Jendral Majelis Intelektual  dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan bahwa berbicara tentang Palestina  dan Baitul Maqdis tidak lagi hnya sektoral tapi membutuhkan kerja sama. Hal ini disampaikan UBN pada Silatirrahim Nasional Ulama dan Aktivis Perjuangan Palestina di Jakarta, pada Sabtu (3/3/2018).

“Dibutuhkan kerja sama dan kerja-kerja besar untuk merealisasikan semangat pembelaan terhadap Palestina dan Al-Quds”, ujar UBN yang juga pimpinan  Ar Rahaman Qur’anic Learning (AQL) ini.

“Umumnya elemen pejuang Baitul Maqdis masih berjalan sendiri-sendiri. Masih terjadi kurangnya komunikasi di antara kita,” ungkap  Ustadz Bachtiar di hadapan awak media usai acara.

“Kami bersepakat bekerjasama menyemangati umat khususnya dan para tokoh minimal di tingkat nasional untuk perhatian dengan identitas umat Islam didunia yaitu Baitul Maqdis,” terangnya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong dengan penuh sinergitas antara lembaga kemanusiaan dengan para ulama. “Jangan membiarkan para ulama sendiri,” pintanya.

Menurutnya secara konstitusi bangsa Indonesia memiliki landasan yang kuat untuk terlibat dalam pembebabasan Al-Quds atau Baitul Maqdis. “Kita punya landasan konstitusi yang kuat untuk berkontribusi dalam masalah Al-Quds”, ujarnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam sambuatannya HNW mengatakan bahwa persoalan Masjidil Aqsa merupakan salah satu masalah penting ummat Islam. Oleh karena itu beliau berharap acara Silatnas ini menjadi momentum mengokohkan kembali kepedulian terhadap Masjidil Aqsa dan Al-Quds.

Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis ini diisi oleh pemaparan kondisi Al Quds oleh Wakil Ketua Komite Al Quds Syekh Samir Said. Lembaga ini berada di bawah al-Ittihad al-Alami lil Ulama al-Muslimin (Persatuan Ulama Muslim Dunia).

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari para ulama, ormas Islam dan lembaga kemanusiaan.  Nampak hadir Fahmi Salim (MIUMI Jakarta), Jeje Zainuddin (DPP Persis), Ilham Jaya Abdul Rauf (Wahdah Islamiyah), Ahmad Rofi’i (An-Najat), Abdullah Baharmus, Abdullah Sholeh Al-Hadhrami, Soeripto (Ketua KNRP), dan sebagainya. [sym].