Kaum Muslimin Wajib Tentang Pemindahan Ibu Kota Israel ke Baitul Maqdis

Kaum Muslimin Wajib Tentang Pemindahan Ibu Kota Israel ke Baitul Maqdis

(Jakarta) wahdahjakarta.com, – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan resolusi untuk menyikapi pemindahan ibukota Israel ke Al-Quds.

Pertama, kata dia, Komisi Fatwa mendukung keputusan pimpinan harian MUI untuk menolak pemindahan tersebut. “Memperkuat dan mendukung penuh keputusan Pimpinan harian MUI atas kecaman dan penentangan atas keputusan menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibukota penjajah Israel,” kata Ustadz Zaitun saat berorasi dalam Aksi Bela Palestina di Monas, Jakarta pada Jumat (11/05/2018).

Kedua, lanjut Ustadz Zaitun, MUI menentang segala upaya membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Dan sikap ketiga, umat Islam berkewajiban menolak keputusan Trump.

“Kaum muslimin berkewajiban secara syar’i menentang dan menolak keputusan Trump serta segala bentuk penjajahan. Salah satu jalannya dengan mendukung unjuk rasa Bela Baitul Maqdis,” katanya.

“Aksi ini dapat menjadi salah satu jalan melawan kemungkaran yang merupakan kewajiban umat Islam,” sambungnya.

Ustadz Zaitun juga mengimbau umat Islam untuk memberikan bantuan pada rakyat Palestina pada umumnya dan penduduk Baitul Maqdis untuk menjaga tanah suci tersebut dari kebiadaban zionis Israel. Bantuan tersebut bisa diberikan dalam bentuk uang, atau kebutuhan di bidang kesehatan dan pendidikan.

Terakhir, ia mengajak bangsa Indonesia dan masyarakat internasional untuk terus menentang penjajahan di Palestina dan dimanapun di dunia ini.

Hidayat Nur Wahid: Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

Hidayat Nur Wahid Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

Hidayat Nur Wahid Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

Hidayat Nur Wahid: Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

(Jakarta) wahdahjakarta.com, – Pada dasarnya jarak Indonesia dan Al Quds, Palestina adalah sangat jauh, namun jarak tersebut akan menjadi dekat apabila didasarkan dengan akidah Umat Islam.

“Keputusan sepihak Donald Trump telah mendapatkan berbagai penolakan bagi seluruh elemen masyarakat Nasional, bahkan Internasional,” jelas  Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam #Aksi115  Indonesia Bela Baitul Maqdis di Monas, Jakarta pada Jum’at  (11/05/2018)

“Sebagai Umat Islam, jangan sampai membiarkan Muslim Palestina berjuang sendiri. Kita sebagai Umat Islam harus senantiasa bersama Muslim Palestina dalam upaya pembebasan Baitul Maqdis”, ujarnya.

Salah satu perjuangan yang potensial untuk membebaskan Baitul Maqdis adalah mewujudkan pemimpin yang bersiap membela Baitul Maqdis.

Sebagai penutup, Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini  memberikan nasehat bahwa perjuangan dalam membebaskan Baitul Maqdis tidaklah mudah, dan dipastikan mengalami berbagai hambatan. Namun hambatan ini tidak akan berarti atas adanya kuasa Allah Ta’ala. Kuasa Allah akan menyertai hamba-Nya yang selalu berjuang.[rma/sym]

Sumber: Media Center Aksi Indonesia Bela Baitul Maqdis

Peggy Khadijah: Indonesia Akan Berdiri di Garis Depan Membebaskan Baitul Maqdis

Peggy Khadijah: Indonesia Akan Berdiri di Garis Depan Membebaskan Baitul Maqdis

Jakarta – Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis tanggal 11 Mei 2018 di Monas semakin istimewa dengan hadirnya artis hijrah, Peggy Khadijah.

Inspirator hijrah yang baru saja kembali dari safari kemanusiaan di Palestina ini mengobarkan semangat para peserta aksi dengan orasi yang berapi-api.

Khadijah sapaan hijrah beliau, menyatakan bahwa tanah Palestina sudah Allah tetapkan menjadi bumi penuh berkah.

“Baaraknaa fiiha (Red: Allah memberkahinya). Palestina adalah jantumg kaum muslimin. Jika jantung ini berhenti berdetak maka akan berakhir semuanya”, tegasnya.

Peggy Khadijah mengajak bangsa Indonesia untuk bersama di garis depan membebaskan Baitul Maqdis.

“Mereka penduduk Palestina berada di garis depan, kita juga akan ikut berada di garis depan. Semoga Allah ridha!”, ungkapnya.

Peggy menekankan kembali bahwa Palestina bukan sekedar tanah yang diwariskan karena faktor genetis, faktor kesamaan etnis, atau perihal biologis. Menurutnya, urusan Palestina adalah urusan aqidah.

Peggy mengatakan, “Para Nabi datang ke Palestina bukan karena genetis, etnis, atau biologis. Mereka datang kesana karena perintah Allah. Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di-isra’kan kesana dengan perintah Allah. Ini adalah perkara aqidah”

Artis yang dulu dikenal dengan panggilan Peggy Melati Sukma ini kembali menegaskan bahwa Baitul Maqdis adalah ibukota Palestina. Tidak ada sedikitpun hak bagi zionis Israel. [ibw]

Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI ke-6 Dukung Aksi Bela Baitul Maqdis

Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI ke-6 Dukung Aksi Bela Baitul Maqdis

(Banjarbaru) wahdahjakarta.com- Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-6 yang digelar selama tiga hari  di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru Kalimantan Selatan selesai, Rabu (09/05/218).

Dalam Ijtima yang diikuti 700an Ulama dari berbagai daerah di tanah air ini Komisi Fatwa  MUI menghasilkan 24 fatwa dan satu resolusi yaitu Aksi bela baitul maqdis yang akan digelar di Jakarta Jum’at (11/05/2018) besok.

Secar eksplisit  para Ulama peserta Ijtima’  mendukung unjuk rasa atau aksi bela Baitul Maqdis yang diorganisir oleh MUI atau  ormas-ormas Islam. Aksi ini dapat menjadi salah satu jalan melaksanakan tanggung jawab melawan kemungkaran yang merupakan kewajiban umat Islam.

Berikut isi resolusi Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI ke-6 selengkapnya.

 

RESOLUSI IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TERKAIT PERSOALAN BAITUL MAQDIS

Bahwa  keputusan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan ibukota Israel ke Baitul Maqdis (Yerusalem), telah dikecam dan ditentang oleh masyarakat internasional temasuk masyarakat Indonesia yang dipelopori oleh Majelis Ulama Indonesia dalam unjuk rasa besar-besaran yang dihadiri jutaan orang.

Pemerintah Indonesia juga bersama-sama dengan seluruh pemimpin Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah memberikan protes keras atas keputusan yang semakin melegalkan penjajahan Israel atas bangsa Palestina. Namun demikian ternyata Amerika Serikat dan Israel tetap bersikukuh dengan keputusan tersebut dimana Amerika telah mengumumkan pemindahan kedutaaannya ke Baitul Maqdis pada tanggal 14 Mei 2018 yang akan datang.

Sehubungan dengan hal tersebut Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa  Majelis Ulama Indonesia se-Indonesia VI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengeluarkan resolusi sebagai berikut:

  1. Memperkuat dan mendukung penuh keputusan Pimpinan Harian MUI Pusat atas kecaman dan penentangan terhadap keputusan menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibukota penjajah Israel.
  2. Menentang segala upaya-upaya walaupun informal apalagi illegal untuk membuka hubungan diplomatik atau Hubungan apapun dengan penjajah Israel.
  3. Kaum muslimin berkewajiban secara syar’i menentang dan menolak keputusan Presiden Amerika tersebut dan segala bentuk penjajahan serta penindasan terhadap bangsa Palestina. Salah satu jalannya adalah dengan melakukan dan mendukung unjuk rasa atau aksi bela Baitul Maqdis yang diorganisir oleh MUI atau  ormas-ormas Islam. Aksi ini dapat menjadi salah satu jalan melaksanakan tanggung jawab melawan kemungkaran yang merupakan kewajiban umat Islam.
  4. Mengajak dan menghimbau umat Islam untuk memberikan bantuan pada rakyat Palestina pada umumnya dan penduduk Baitul Maqdis pada khususnya yang terus menjaga tanah suci tersebut dan Masjid al Aqsha dari kebiadaban zionis Israel. Bantuan bisa berupa dana untuk pangan dan tempat tinggal mereka yang sangat memprihatinkan disebabkan blokade dan penindasan atas mereka. Begitu pula pada bidang kesehatan dan pendidikan.
  5. Mengajak seluruh bangsa Indonesia dan masyarakat Internasional untuk terus menentang penjajahan dan segala bentuk kezaliman di Palestina, di Rohingya, dan dimanapun di dunia ini karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Banjarbaru, 9 Mei 2018 / 23 Sya’ban 1439

Press Release Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis

Press Release Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis 

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Menjelang Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis Panitia Aksi menggelar konferensi pers di Hotel Sofyan Jakarta, Senin (7/5/2018). Aksi tersebut insya Allah akan digelar pada Jumat 11 Mei 2018 (Aksi 115) di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

Hadir dalam dalam konferensi pers tersebut Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Muhammad al Khaththath, Ustaz Muhammad Nur Sukma, Ustaz Ahmad Syuhada, Ustaz Wilyudin Dhani, Ahmad Michdan dan lainnya.

Berikut pernyataan sikap Panitia Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis:

Bismillahirrahmanirrahim

Sejak keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 6 Desember 2017 yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibukota bagi penjajah Zionis Israel, seluruh dunia mengadakan penolakan baik di tingkat masyarakat maupun negara. Bahkan di sidang darurat Majelis Umum PBB pada 21/12, sebanyak 128 negara mendukung resolusi yang menolak keputusan Trump yang provokatif ini .

Namun Trump sama sekali tidak mengindahkan penolakan dunia atas sikap provokatifnya itu. Amerika Serikat bahkan menegaskan akan tetap memindahkan kedutaannya pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini bertepatan dengan 70 tahun dimulainya pendudukan Israel atas Palestina.

Hal ini sangat jelas menggambarkan sikap jahat dan zalim Trump yang menantang dunia. Oleh karena itu, kami rakyat Indonesia mengajukan tuntutan-tuntutan sebagai berikut :

  1. Kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersikap tegas atas pelanggaran Donald Trump ini yang bertentangan dengan 9 resolusi Dewan Keamanan PBB, diantaranya resolusi 242 tahun 1967, resolusi 252 pada tahun 1968, resolusi 456 & 478 pada tahun 1980, 672 pada tahun 1990, 1397 pada tahun 2002 dan lain sebagainya.
  2. Kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bersatu dan menentang keras keputusan Trump tersebut serta menggelar sidang darurat sebagai suara aspirasi umat Islam global.
  3. Kepada Pemerintah Amerika Serikat, untuk membatalkan pengakuan terhadap eksistensi Negara Israel dan rencana pemindahan kedutaannya ke Yerusalem (Baitul Maqdis), serta keputusan provokatifnya yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibukota Israel.
  4. Kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk berjuang keras menggunakan haknya dalam menekan OKI dan PBB untuk bersama melawan keputusan Trump, sebagaimana janji pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri selama ini, bahwa Palestina berada di jantung hati kebijakan luar negeri Indonesia.
  5. Kepada seluruh rakyat Indonesia, agar terus bersatu dalam memperjuangan hak-hak rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dari penjajah Zionis Israel.
  6. Khususnya kepada ummat Islam Indonesia untuk memperkokoh ukhuwwah Islamiyah dan tetap berada di bawah bimbingan ulama rabbani agar tercapainya tujuan perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjid Al-Aqsha ke pangkuan kaum muslimin.
  7. Kepada seluruh elemen bangsa untuk ikut serta hadir dalam Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada hari jumat, 11 mei 2019 di Monas dengan menjaga kode etik peserta aksi diantaranya :

a. Senantiasa menjaga persaudaraan ketertiban, kebersihan, keindahan lingkungan.

b. Tidak membawa bendera kecuali bendera Indonesia & Palestina.

c.  Menggunakan pakaian putih-putih dan membawa atribut kepalestinaan seperti kaos, syal dan sejenisnya.

d. Tidak menggunakan atribut politik praktis.

Pusat Informasi Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis : 08119113996

Pernyataan Sikap GNPF Ulama Bogor Tentang Pemindahan Ibu Kota Israel Ke Baitul Maqdis

Pernyataan Sikap GNPF Ulama Bogor Tentang Pemindahan Ibu Kota Israel Ke Baitul Maqdis

(Bogor) wahdahjakarta.com- Sejumlah elemen umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Bogor Raya menggelar Tabligh Akbar peduli Palestina di Masjid Al Muttaqin, Kota Bogor, Sabtu (5/5/2018).

Acara yang bertema “Umat Bersatu Bela Al Quds” digelar dalam rangka menolak kebijakan Amerika Serikat (AS) yang akan mengambil alih Al-Quds menjadi ibu kota Israel.

Hadir sejumlah ulama dan tokoh di acara tersebut, diantaranya plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Pembina GNPF Ulama KH Roudl Bahar, Ketua GNPF Ulama Bogor Ustaz Iyus Khaerunnas, Ketua KNRP Bogor Erry Nugroho, Ketua IKADI Bogor Dr Hasyim, Ketua Dewan Dakwah Bogor Ustaz Abdul Halim, Pimpinan PA 212 Ustaz Muhammad Nur Sukma, Ketua FSLDK Rohmi Imanudin dan lainnya. Acara tersebut dipandu oleh Ustaz Dadang Holiyuloh.

Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman dalam sambutannya mengatakan, posisi kenegaraan bangsa Indonesia sudah jelas mendukung kemerdekaan bagi Palestina. “Bagi kita jelas, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan,” tegasnya sebagaimana dilansir dari suaraislamonline.com.

Usmar juga mendukung Aksi Bela Al-Quds yang akan digelar pada 11 Mei mendatang di Jakarta. “Namun kita tetap harus jaga kondisifitas agar selalu tertib, dan semangat membela Palestina harus terus dijunjung tinggi,” jelasnya.

Dalam tabligh akbar tersebut disampaikan pula pernyataan sikap GNPF Ulama Bogor Raya yang dibacakan dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Arab dan Iggris.

Plt Walikota Bogor Usmar Hariman Pada tabligh Akbar Bela Al-Quds

 

Pembacaan pernyataan sikap dipandu oleh Ustaz Wilyudin Dhani selaku pimpinan GNPF Ulama Bogor Raya. Berikut isinya:

Pernyataan Sikap GNPF Ulama Bogor Raya

Bismillahirrahmanirrahim

Saudara-saudara kita di Palestina sampai saat ini terus dizalimi, dijajah, diperangi dan diusir dari tanah-tanah mereka oleh bangsa yang congkak dan dimurkai Allah yakni zionis Israel dengan dukungan sekutunya.

Dan hari-hari ini, setiap hari warga Palestina di Gaza melakukan aksi Pawai Kepulangan Akbar (Great Return March) untuk memperjuangkan tanah kelahiran mereka yang dirampas oleh Israel sejak tahun 1948. Disaat yang sama, muncul rencana pengambilalihan Baitul Maqdis menjadi ibu kota Israel.

Oleh karena itu, kami atas nama umat Islam Indonesia menyatakan:

  1. Menolak rencana Israel dan sekutunya (AS) tersebut yang akan menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel. Pengambilalihan Baitul Maqdis menjadi ibu kota Israel adalah pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan kemanusiaan internasional terbesar pada abad ini.
  2. Mengecam kejahatan Israel yang merespon aksi Pawai Kepulangan Akbar di Gaza dengan cara-cara biadab. Seperti diketahui, hingga saat ini sudah sekitar 50 orang gugur dan lebih dari 6 ribu orang terluka.

Kami umat Islam Indonesia akan terus bersikap dan menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Kami bersama Palestina.

Kuatkan kesabaran dan semangat jihadmu wahai saudara kami di Palestina, doa dan dukungan kami selalu menyertai kalian.

Semoga Allah melindungi kalian, memberi kemenangan kepada kalian, memberi kemerdekaan kepada kalian dan memuliakan kalian di dunia dan di akhirat. Aamin ya Robbal Alamin

Bogor, 5 Mei 2018

Atas nama Umat Islam Indonesia

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku

Sekjen MIUMI Peroleh Penghargaan dari Lembaga Al-Quds Amanahku
(Istanbul) wahdahjakarta.com– Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) didapuk memberikan sambutan terakhir dalam Multaqo Al-Quds Amanati di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4/2018).

Video orasi UBN saat Aksi Bela Palestina di Jakarta 17-12-17 menuai decak kagum dan standing applause. “Kita tidak akan surut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami memang datang dari jauh. Tapi kemenangan itu sangat dekat,” ungkapnya.

Lebih lanjut UBN mengatakan, warga Indonesia serta pemuda Idonesia bersama warga dunia yang lain akan terus membebaskan Palestina.

Pimpinan AQL ini juga mengajak para pemimpin negara Islam untuk bersatu membebaskan Palestina. “Musibah terburuk umat saat ini adalah perpecahan. Kekalahan dahulu cukup sudah menjadi pelajaran, kini saatnya bersatu,” tegas UBN.

Pada acara puncak konferensi Internasional al-Quds Amanahku II tersebut KH. Bachtiar Nasir menerima penghargaan dari Lembaga al-Quds Amanahku atas perjuangan dan usahanya bersama para ulama dan tokoh Indonesia dalam membela serta mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaannya, khususnya dalam Aksi Bela Palestina 17 Desember 2017 di Monas Jakarta. Penghargaan tersebut berupa kepingan dari kubah qubbatush shakra di Masjidil Aqsha.

Ini merupakan sebuah kehormatan agar estafet perjuangan pembebasan Al-Quds dipegang oleh muslimin Indonesia. Saat akan menerima penghargaan UBN justru mengatakan, “Saya tidak bisa memimpin jutaan ummat muslim Indonesia dalam aksi 17-12-17 tanpa bantuan sahabat-sahabat saya.”

Lalu UBN memanggil KH Shobri Lubis, Ustadz Zaitun Rasmin (UZR), Ustadz Jeje Zainuddin, Ustadz Tamsil Linrung serta para tokoh Islam Indonesia yang turut hadir pada acara multaqo tersebut. Hal itu sebagai isyarat bahwa penghargaan ini bukanlah untuk individu tertentu, tapi pada hakikatnya ini adalah penghargaan untuk seluruh umat Islam Indonesia yang tetap komit pada janjinya untuk selalu mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. (Forjim).

Ulama Palestina: Kami Akan Terus Lakukan Perlawanan Sampai Titik Darah Penghabisan

Ulama Palestina Diaspora, Syaikh DR. Nawwaf Takruri (tengah)

Ulama Palestina: Kami Akan Terus Lakukan Perlawanan Sampai Titik Darah Penghabisan

Jakarta (wahdahjakarta.com)- Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora, Dr. Nawwaf Takruri menegaskan bahwa rakyat Palestina akan terus berjuang membela Baitul Maqdis. Hal itu dikemukakannya di hadapan awak media dalam Konfrensi Pers Realisasi Kewajiban Ulama dan Da’i Terhadap Baitul Maqdis yang digelar di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018) sore.

“Mereka di Palestina akan mengorbankan semua yang berharga dan semua yang mereka cintai. Kami tidak akan pernah berhenti untuk terus melakukan perlawanan dan intifadhah dan akan terus bergerak sampai titik darah penghabisan,” ujarnya.

Syaikh Nawaf mengungkapkan, perlawanan yang dilakukan tidak hanya di dalam Gaza dan Palestina, namun juga di Tepi Barat dan daerah lainnya bahkan hingga ke luar Palestina dan dilakukan oleh semua kalangan dengan persenjataan yang terbatas sekalipun.

“Baik anak muda hingga orang tua bahkan ibu-ibu tetap memperjuangkan Baitul Maqdis walau hanya dengan pisau dan apa saja yang mereka miliki agar mereka bisa melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Meskipun mendapat banyak tekanan, rakyat Palestina akan terus berjuang. Ia bersyukur mendapatkan dukungan dari ummat Islam Indonesia. “Ketika kami hampir saja lelah dan hampir sudah putus asa, kami dapati saudara-saudara kami melakukan demonstrasi di Jakarta, Kuala Lumpur, Istanbul dan di beberapa belahan dunia. Ini semacam energi baru yang akan membuat kami terus bangkit,” ucapnya.

Beliau berharap dukungan ummat Islam Indonesia terhadap perjuangan Baitul Maqdis terus mengalir. “Kami akan terus berjuang dan kami berharap Anda terus membersamai kami seterusnya dan berharap anda dapat berjuang bersama kami seterusnya,” imbuhnya.

“Saya sangat berbangga dengan apa yang dilakukan oleh ulama-ulama Indonesia khususnya sikap mereka dalam keberpihakannya terhadap saudara-saudara mereka di Palestina”, tandasnya. (Rep: Firdaus/ed:sym]).

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

MIUMI, AQL, dan Spirit of Aqsa Gelar Silaturrahim Ulama Pejuang Baitul Maqdis

JAKARTA (wahdahjakarta.com)- Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), AQL Islamic Center dan Spirit of Aqsa (SoA) menggelar Silaturrahim Ulama  Pejuang Baitul Maqdis di kediaman ibu Ida Hasyim Ning, Cikini No. 24, Jakarta Pusat, Rabu malam, (21/3/2018).

Sekjen MIUMI Pusat Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan silaturahim ini agar ulama dan aktivis bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis.

“Selama ini kumpulan asatidz dan pejuang Palestina kelihatannya kurang serius bekerja sama dalam perjuangan Palestina, sementara di luar negri para ulama telah membentuk lembaga-lembaga khusus untuk membantu Palestina”, ujarnya.

UBN juga mengimbau para ulama untuk senantiasa merapatkan barisan agar terhindar dari upaya adu domba dan pemecah-belahan yang bertujuan melemahkan semangat pembelaan kepada Bumi Syam. “Kami mengajak para ulama untuk terus membangkitkan semangat umat dan tak berhenti meningkatkan kepeduliannya terhadap Bumi Syam”, imbuhnya.

Menurutnya, merapatkan barisan untuk perjuangan pembebasan Al -Aqsa sangat penting mengingat penderitaan saudara se-Iman di Bumi Syam hingga kini tak kunjung henti. Penindasan dan penggusuran permukiman warga Baitul Maqdis terus dilakukan oleh penjajah Zionis.
Ketua Spirit of Aqsa (SoA) ini juga menekankan bahwa persoalan Baitul Maqdis dan Palestina merupakan tanggung jawab bersama selurh ummat Islam. “Apa yang terjadi di Palestina tanggung jawab kita semua”, tandasnya.

Acara ini dihadiri para ulama, Da’i dan aktivis pejuang Baitul Maqdis dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Tokoh yang hadir di antaranya; DR. Nawwaf Takruri (Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora), DR. Muhammad Abdul Karim (Komite Dakwah Ikatan Syariah Ulama & Da’i Sudah, DR. Ali Yusuf (Anggota Persatuan Ulama Internasional), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), DR. Nasir Zain, Ustadz. Fahmi Salim (MIUMI DKI), DR. Mu’inudinillah (MIUMI Solo), Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, MA (Wahdah Islamiyah), dan beberapa ulama dan tokoh lainnya. [sym].

Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis Konsolidasi di Jakarta

Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Ratusan peserta yang terdiri dari ulama, da’i, pimpinan ormas Islam, aktivis, lembaga kemanusiaan dan wartawan berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis, Sabtu (3/3/2018).

Acara ini diinisiasi oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan Spirit of Aqsa (SoA).

Dalam sambutannya  Sekretaris Jendral Majelis Intelektual  dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan bahwa berbicara tentang Palestina  dan Baitul Maqdis tidak lagi hnya sektoral tapi membutuhkan kerja sama. Hal ini disampaikan UBN pada Silatirrahim Nasional Ulama dan Aktivis Perjuangan Palestina di Jakarta, pada Sabtu (3/3/2018).

“Dibutuhkan kerja sama dan kerja-kerja besar untuk merealisasikan semangat pembelaan terhadap Palestina dan Al-Quds”, ujar UBN yang juga pimpinan  Ar Rahaman Qur’anic Learning (AQL) ini.

“Umumnya elemen pejuang Baitul Maqdis masih berjalan sendiri-sendiri. Masih terjadi kurangnya komunikasi di antara kita,” ungkap  Ustadz Bachtiar di hadapan awak media usai acara.

“Kami bersepakat bekerjasama menyemangati umat khususnya dan para tokoh minimal di tingkat nasional untuk perhatian dengan identitas umat Islam didunia yaitu Baitul Maqdis,” terangnya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong dengan penuh sinergitas antara lembaga kemanusiaan dengan para ulama. “Jangan membiarkan para ulama sendiri,” pintanya.

Menurutnya secara konstitusi bangsa Indonesia memiliki landasan yang kuat untuk terlibat dalam pembebabasan Al-Quds atau Baitul Maqdis. “Kita punya landasan konstitusi yang kuat untuk berkontribusi dalam masalah Al-Quds”, ujarnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam sambuatannya HNW mengatakan bahwa persoalan Masjidil Aqsa merupakan salah satu masalah penting ummat Islam. Oleh karena itu beliau berharap acara Silatnas ini menjadi momentum mengokohkan kembali kepedulian terhadap Masjidil Aqsa dan Al-Quds.

Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis ini diisi oleh pemaparan kondisi Al Quds oleh Wakil Ketua Komite Al Quds Syekh Samir Said. Lembaga ini berada di bawah al-Ittihad al-Alami lil Ulama al-Muslimin (Persatuan Ulama Muslim Dunia).

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari para ulama, ormas Islam dan lembaga kemanusiaan.  Nampak hadir Fahmi Salim (MIUMI Jakarta), Jeje Zainuddin (DPP Persis), Ilham Jaya Abdul Rauf (Wahdah Islamiyah), Ahmad Rofi’i (An-Najat), Abdullah Baharmus, Abdullah Sholeh Al-Hadhrami, Soeripto (Ketua KNRP), dan sebagainya. [sym].