Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi

 

Ustadz Zaitun sedang menyampaikan ceramah pada tabligh akbar Dari Pemuda Islam Untuk Palestina. Foto: Ummatpos.com

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi. “Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka.

(Jakarta)-wahdahjakarta.com – Ahad (31/12/2017) lalu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir sebagai pembicara pada Tabligh Akbar Pemuda IslamUntuk Palestina.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun Rasmin mengungkapkan rasa optimisnya bagi kemerdekaan Palestina dan kembalinya kota suci Al Quds ke pangkuan umat Islam.

“Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka. Bukan saja karena Trump telah berbuat kesalahan fatal, telah berbuat gerakan blunder. Tetapi karena pemuda-pemudi di seluruh dunia terutama Indonesia dengan penuh semangat akan turut membebaskan masjid al Aqsha dan palestina,” ujarnya disambut pekik takbir dari Jemaah yang memadati ruang utama masjid Istiqlal.

Menurut Wakil Sekjen MUI Pusat ini perjuangan yang dilakukan secara massif dan bersama-sama akan menjadi faktor kemerdekaan Palestina. “Kemerdekaan Palestina akan segera datang apabila perjuangan Muslim selalu bersama-sama dan dilakukan secara massif, terkhusus yang dilakukan oleh pemuda Islam”, terangnya.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN ini juga mengimbau para pemuda Islam untuk terus memviralkan isu kemerdekaan Palestina, khususnya melalui Media Sosial (Medsos). “Jangan sampai isu Palestina redup dibahas oleh masyarakat Indonesia, diharapkan terus diviralkan di Medsos”, tandasnya.

Bersama Ustadz Zaitun hadir pula Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid (HNW) dan Imam Masjidil Aqsha Syaikh Ali Omar Yacub Abbasi. Dalam ceramahnya HNW mengatakan bahwa kemerdekan Palestina merupakan \. Sementara Syaikh Abbasi mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan juga kepada Presiden Joko Widodo atas segala dukungan moril dan upaya diplomatik serta bantuan rakyat Indonesia. [sym]

Ulama Palestina: 5-10 tahun Lagi insya Allah Al-Aqsha Merdeka

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

(Makassar-wahdahjakarta.com) Anggota Perhimpunan Ulama Palestina Syaikh Mahmud Abu Bakr Al-Filastini hafidhahullah optimis bahwa insya Allah lima atau sepuluh tahun lagi Al-Aqsha akan merdeka. Hal itu beliau katakan saat berbicara pada Daurah Maqsidiyyah yang diselenggarakan panitia Mukernas X Wahdah Islamiyah di Masjid Quba Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (22/12/2017).

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

Menyingung peran kaum Muslimin dalam pembebasan Al-Aqsha, Syekh menyebutkan tiga hal penting yaitu, pertama, bangsa Palestina sendiri telah menyiapkan diri untuk berhadapan langsung dengan Yahudi. “Kami sebagai bangsa yang ditaqdirkan harus berhadapan langsung dengan Yahudi telah menyiapkan para mujahid yang telah dididik dengan Alqur’an sebagai langkah awal penguatan kepribadian”, jelasnya.

Kedua, “Hendaknya setiap Kaum Muslimin dimanapun, agar menyiapkan dukungan dalam bentuk materi untuk mensupport proyek jihad Kaum Muslimin di Palestina”, imbuhnya. Ketiga, “Menguasai media sosial, dalam rangka menyuarakan kebenaran yang sesungguhnya, karena hampir semua media mainstream tidak berpihak pada Rakyat Palestina”, tandasnya.

Ustadz Ikhwan Jalil saat menerjemahkan daurah maqdisiyah

Daurah diterjemahkan dan dipandu oleh Ust Ikhwan Jalil, Lc., MA ini diikuti oleh 500 orang lebih para dai dari seluruh Indonesia. Ustadz Ikhwan juga menekankan pentingnya pemanfaatan medsos untuk kampanye masalah Palestina. “Tiada hari tanpa posting di Medsos, Selain tentang Palestina. Doa, Sumbang, Jihad!, bagi yang belum punya anak, niatkan agar bercita-cita mempunyai anak yang akan disumbangkan untuk Al-Aqsha”, tutup ustadz yang juga Ketua Dewan Syuro DPP Wahdah Islamiyah.

Bagi anda yang akan turut berkontribusi untuk pembebasan Alaqsha, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode transfer 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke nomer 082387900900 (call/wa/sms).(ayd/sym).

Donald Trump

Kiyai Ma’ruf: Is Donald Trump Deaf and Mute? Boycott!

Kiyai Ma’ruf: Is Donald Trump Deaf and Mute? Boycott!

Jakarta – Chairman of the Indonesian Ulema Council (MUI) KH Ma’ruf Amin attended the Palestinian Defense Action held at Monas on Sunday (17/12/17). The MUI-led event is a form of reaction to Donald Trump’s statement that states Al-Quds as the capital of Israel.

Kiyai Ma’ruf stated that this action is a form of defense of the Palestinians who are still oppressed and persecuted.

“Today we are really feeling hurt by Trump’s statement that says Jerusalem is the capital of Israel.” he said.

Kharismatic chaplain who is also Ra’is Aam of Nahdhatul Ulama invites all Muslims one voice demanding that Trump revoke his decision.

He called Donald Trump deaf and mute because the insistence of Muslims around the world was ignored.

“Until today Donald Trump is still not budged whether he has not heard or can not hear?” Shummun bukmun umyun? “, He said.

Kiyai Ma’ruf asserted that if Trump did not revoke his statement then he invited Muslims around the world to boycott the Americans.

[ibw]

KH Shobri Lubis: The Most Easy Way Is Boycott

KH Shobri Lubis: The Most Easy Way Is Boycott

Jakarta – Chairman of the DPP Front Pembela Islam (FPI) KH Shobri Lubis present in the Palestinian Defense Action held at Monas on Sunday (17/12/17). The MUI-led event is a form of reaction to Donald Trump’s statement that states Al-Quds as the capital of Israel.

Kiyai Shobri mentions that the affairs of Al-Quds are not only the affairs of the Palestinians, but the affairs of the Muslims entirely. “Palestine belongs to Muslims.” he said.

According to him, the root cause of the problem is that Palestinian land does not belong to the Zionists: “The problem is that the Zionists established the state of Israel on the property of Muslims and we rejected any offer to divide the Aqsa Mosque,” he explained.

Kiyai Shobri is optimistic that Indonesian Muslims will be able to print historical records with their defense of Palestine.

“The year 2017 will be a historical record, Al-Quds once taken by the Crusaders and Saladin freed it. This year it will be captured by America and Israel, will we let or defend it?”, He asked the participants of the action which was met with the thrill of takbir.

According to him the easiest form of resistance is to boycott Zionist and American products.

“Boycott Jewish products for as long as possible, intend lillahi ta’ala,” he concluded.

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Jakarta, Tausyiah jarak jauh bersama Habib Muhammad Rizieq Shihab, Beliau menegaskan bahwa sesuai fakta historis, Israel bukanlah sebuah negara, dan Al Quds adalah milik Umat Islam.

“Aksi Bela Palestina bertujuan untuk menolak adanya pengakuan Yerussalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel dan menolak Israel sebagai negara.” Ungkap Imam Besar pada Aksi Bela Palestina (17/12).

AS dan Sekutunya telah memberikan bantuan kepada Israel untuk melakukan penjajahan terhadap Bangsa Palestina.

Muslim Indonesia sebagai negara besar dan disegani dunia, harus memberikan sikap tegas atas penjajahan terhadap Israel. Jangan hanya diam melihat Al Quds direbut oleh Israel

Indonesia tidak butuh Amerika, tapi Amerika lah yang butuh Indonesia.

Sebagai penutup, Beliau juga memimpin lagu Aksi Bela Palestina yang telah dibuat beliau sendiri guna meningkatkan semangat jihad jamaah Aksi Bela Palestina.
[rma]

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir memberikan sambutan dalam Aksi Bela Palestina di Monas, Ahad (17/12). Anies menyatakan dalam sambutannya bahwa Indonesia berhutang kepada Palestina.

“Kita berhutang kepada Palestina karena mereka mendukung perjuangan bangsa kita. Dan sekarang 74 tahun setelah merdeka, Palestina masih terjajah, dan Indonesia tidak pernah bergeming, tetap mendukung Palestina.”

Menurutnya, keputusan Trump bukan hanya keliru, tapi fatal. Tapi dengan adanya keputusan ini justru perjuangan bangsa Palestina seperti mendapat jalan.

“Rakyat Palestina telah merasakan kesengsaraan selama bertahun-tahun hingga mereka merasa terbiasa dengan penderitaan tersebut. Namun, ini adalah titik balik, cahaya kemerdekaan makin hari makin terang bagi Palestina.”

Menutup sambutannya, Anies memuji para peserta aksi dengan menyebutnya sebagai mujahid.
“Saudara memilih untuk menjadi mujahid dengan memilih hadir di tempat ini,” ungkapnya.

[ibw]

Ikrar Persatuan Pemuda Islam Bersatu Bela Palestina

Ikrar Persatuan Pemuda Islam Bersatu Bela Palestina

Ikrar Persatuan Pemuda Islam Bersatu Bela Palestina

Jakarta, Pelaksanaan Aksi Bela Palestina semakin bergemuruh dengan dibacakannya ikrar persatuan pemuda Islam bela Palestina.

Pembacaan ikrar tersebut dibacakan oleh beberapa perwakilan Ormas Pemuda Indonesia, namun implementasinya untuk seluruh Ormas Pemuda Indonesia.

Kepala tangan menandakan Pemuda Islam Indonesia siap untuk berjihad mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Beberapa poin dari Ikrar Persatuan Pemuda Islam Indonesia.

  1. Kami Pemuda Pemudi Indonesia mengaku bahwa penjajah diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri keadilan dan peri kemanusiaan.

  2. Kami Pemuda dan Pemudi Indonesia mendukung kedaulatan Bangsa Palestina dan Yerussalem kembali kepangkuan Palestina.

Demi Allah kami berikrar, bahwq jika segala bentuk diplomasi tidak ada solusi, maka kami Pemuda dan Pemudi Indonesia siap untuk bergerak memenuhi panggilan jihad.

Allahu Akbar !!!

Bebaskan Al Aqsa, bebaskan Baitul Maqdis karena sahid adalah cinta dan cita kami.

Allahu Akbar !!!

Merdeka !!!
[rma]

MPR: Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi

MPR: Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi

MPR: Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi

(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa membela Palestina merupakan kewajiban konstitusi.

“Semua Umat Islam harus sepakat menentang pengakuan Trump atas Yerussalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel. Membela Palestina adalah Kewajiban Konstitusi”, tegasnya dalam orasi Aksi Bela Palestina di Monas, Ahad,(17/12).

Oleh karena itu menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini Aksi Bela Palestina yang digelar hari ini tidak termasuk kegiatan radikal, karena sejalan dengan konstitusi, Justru yang radikal adalah Amerika dan Yahudi.

“Sesungguhnya yang radikal adalah Amerika dan Yahudi. Mereka tidak perlu mengajarkan toleransi terhadap Umat Islam Indonesia, karena Aksi Bela Palestina adalah kegiatan yang berdasar pada konstitusi”, terangnya.

“Hari ini Umat Islam bersatu, persatuan Umat Islam ini bisa menjadi potensi kekuatan ekonomi. Maka bersatu dan berukhuwahlah sesama Umat Islam,” pungkasnya. [Rep:
rma]

Ringkasan Khutbah Jum’at dari Masjidil Haram, “Masjidil Aqsha dan al-Quds”

Ringkasan Khutbah Jum’at dari Masjidil Haram, “Masjidil Aqsha dan al-Quds

  1. “Duhai Palestina, di setiap hati seorang muslim ada luka berdarah dari problematikamu. Dan di setiap pelupuk mata muslim ada deraian tangis karenamu. Dan bagi setiap muslim dengan keislamannya ada janji untuk Palestina, sejak saat Allah memilih Palestina menjadi tempat Mi’raj menuju langit yang memiliki gugusan-gugusan bintang.”

  2. “Wahai Palestina, simbol ketegaran, jika cinta tanah air dikarenakan udara, tanah dan jalan yang dilalui oleh seseorang, maka cinta seorang Muslim terhadapmu adalah karena dalam naunganmu terdapat kiblat pertama, Masjidil Aqsha, yang diberkahi tanah sekitarnya.”

  3. Masjidil Aqsha, Tanah Suci Palestina dan Baitul Maqdis adalah bumi kenabian, tempat Isra’ Mi’raj Nabi saw dan warisan umat penutup yang menghuni hati setiap muslim.

  4. Daerah yang diberkahi Allah, juga wilayah sekitarnya. Bagian bumi yang paling banyak ditinggali oleh para Nabi. Udaranya bercampur dengan nafas para Nabi. Halaman-halamannya mendengar tilawah dan munajat mereka. Tanahnya dibasahi dengan air mata dan darah mereka. Lembah-lembah dan lereng-lerengnya adalah tempat tumbuh sebagian besar para Nabi. Jalanannya pernah menerima wahyu Allah dari langit.

  5. Jika kesesatan di berbagai belahan bumi dapat berupa paganisme atau atheisme, maka kesesatan di negeri Syam, atau Baitul Maqdis khususnya, adalah berupa kelengahan menuaikan kewajiban risalah, atau penyelewengan terhadap prinsip-prinsip yang dibawa para Nabi, dengan tetap adanya sisa-sisa kebenaran di tengah mereka, berupa lembaran-lembaran atau kitab-kitab.

  6. Rasulullah saw ketika di Makkah, shalat menghadap Baitul Maqdis selama 13 tahun. Dan setelah hijrah ke Madinah, beliau shalat menghadapnya selama 17 bulan, Sampai al-Qur’an turun memerintahkan shalat menghadap Masjidil Haram. Masjid yang terkait secara azali dengan Masjdil Aqsha. Perjalanan Isra adalah menuju Masjdil Aqsha, dan mi’raj adalah dari Masjdil Aqsha. “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” [QS al-Isra’: 1]

  7. Dari Abu Dzarr ra. beliau berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, masjid mana yang diletakkan lebih dahulu?” Rasulullah berkata, “Masjidil Haram.” Aku bertanya lagi, “Kemudian masjid apa?” Rasulullah SAW menjawab, “Masjidil Aqsha.” Aku bertanya lagi, “Berapa lama jarak antara keduanya?” Rasulullah SAW menjawab, “Empat puluh tahun.” [Muttafaqun ‘alaih]

  8. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak (diperintahkan) menyiapkan perjalanan kecuali ke tiga masjid; Masjidil Haram, Masjidil Aqsha dan masjidku ini.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

  9. Peristiwa Nabi Muhammad saw mengimami para Nabi di Baitul Maqdis saat Isra’ Mi’raj adalah deklarasi bahwa Islam adalah kalimat Allah yang terakhir kepada manusia, yang menjadi sempurna di tangan Nabi Muhammad saw. Celupan terakhir untuk Masjidil Al-Aqsha adalah celupan Islam. Maka melekatlah nasab Masjidil Aqsha dengan Umat yang mewarisinya ini.

  10. Di tahun ke 15 H nubuwat itu terwujud. Ketika para pendeta berkata, “Kami tidak akan menyerahkan kunci Baitul Maqdis kecuali kepada Khalifah yang sifat-sifatnya tersebut di dalam kitab suci” dan ternyata Khalifah Umar bin Khattab lah orang tersebut.

  11. Umar memandang al-Quds dari bukit al-Mukabbir. Di sana beliau bertakbir, lalu gema takbir kaum muslimin pun mengikutinya. Ketika itulah beliau berkata, “Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Bagaimanapun kalian mencari kemuliaan dengan selainnya, Allah pasti akan menghinakan kalian.”

  12. Sesungguhnya Palestina itu, sejarahnya, tanahnya, tempat-tempat sucinya, dan tempat-tempat bersejarahnya, adalah warisan yang wajib diterima, harus dipelihara, dan mesti dijaga. Al-Quds adalah ayat dalam al-Qur’an. ia akan abadi sepanjang zaman.

  13. Tak seorangpun yang dapat mengubah hakikat ini. umat ini memiliki akar yang terlalu kuat untuk dapat dicabut.

  14. Palestina dan Baitul Maqdis beralih ke tangan kaum muslimin dengan beralihnya berbagai syariat terdahulu kepada syariat Islam. “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” [QS al-Ma’idah: 48]

  15. Tempat-tempat suci tersebut kembali ke pemiliknya yang masih bersungguh-sungguh membelanya meskipun dengan menanggung segenap pahit dan duka. Ia kembali dengan janji-janji al-Qur’an dan pengaturan Tuhan.

  16. Hal yang tidak berubah sejak penaklukan pertama hingga hari Mahsyar nanti, bahwa negeri Palestina dan kota al-Quds adalah negeri Islam dan Arab. Hal yang insidentil atau pengecualian adalah ketika Palestina ada di tangan orang lain.

  17. Kita percaya dan yakin bahwa janji ini akan terwujud hingga tuntas. Karena itu, setiap keinginan dan kekuatan yang memaksakan selain itu, hanyalah membuang nyawa, menyulut kekerasan dan kebencian, menimbulkan keretakan dalam tubuh umat manusia, dan cacat dalam peradaban, kemudian akhirnya akan merupakan kerugian.

  18. Masalah Palestina bukanlah masalah sebuah bangsa atau etnik atau partai atau organisasi. Ia adalah masalah seluruh kaum muslimin. Ia menggugah loyalitas segenap kaum muslimin, menyatukan sikap mereka dan menguatkan barisan mereka. Ia adalah simbol kekompakan, kesatuan dan kesepakatan mereka.

  19. Bangsa Palestina secara umum dan penduduk Baitul Maqdis secara khusus telah berkorban dengan pengorbanan yang tidak ada bandingannya. Mereka sudah mengalami penjajahan terpanjang di masa ini. Dan mereka masih mempertahankan tanah mereka, bertahan dengan tangan kosong tanpa senjata, kecuali bebatuan dan yel-yel mereka.

  20. Sejak 70 tahun desa-desa mereka terancam pembantaian dengan tujuan menteror mereka dan mengusir mereka. Segala peristiwa tersebut hanyalah menambah kuat tekad mereka. Mereka sudah merasakan penindasan orang-orang dengan dirampasnya tanah mereka dan pahitnya pengasingan.

  21. Wahai bangsa Palestina yang mulia, meskipun kesabaran kalian terhadap penjajahan adalah teladan, tapi kesabaran kalian terhadap saudara kalian sendiri lebih dituntut. Masalah kalian adalah masalah bangsa Arab dan kaum muslimin. Dan mereka sudah memberikan yang mereka mampu dan masih terus memberi. Baik dalam kondisi perang ataupun damai, bantuan materi atau sikap politik.

  22. Dan musuh kalian punya kepentingan untuk memisahkan kalian dari posisi strategis bangsa Arab dan Islam, menjauhkan antara bagian-bagian Islam agar tidak bersatu, memotong sendi-sendi Arab hingga tidak tergabung.

  23. Al-Quds akan tetap dalam hati kita dan ada dalam kesadaran umat. Kerajaan Saudi Arabia berkali-kali menegaskan dukungannya yang terus menerus terhadap Palestina. Dan bahwa sikapnya tidak berubah sepanjang masa. Dan Kerajaan Saudi Arabia terus berusaha secara maksimal agar bangsa Palestina mendapatkan haknya secara sempurna.

#salamuntukalaqshatercinta

دور مؤسسة الحجاز في نشر الخير والمنفعة في المظاهرة السليمة لدفاع عن الأقصى ١٢/١٧

دور مؤسسة الحجاز في نشر الخير والمنفعة في المظاهرة السليمة لدفاع عن الأقصى ١٢/١٧

جاكرتا،لم يمض يوم إلا وقد نشر الخيرات والمنفعة،هاهي مؤسسة الحجاز الخيرية إندونسيا.المؤسسة التي أنشئت في ديبوك،حوالي ست سنوات الماضية استمرت إلى هذه الأيام في نشر الخيرات والمصالح للناس،على رأسها مساهمة الحجاز في عدة وتجهيز حوائج ومتطلبات مشاركي المظاهرة السليمة للدفاع عن فلسطين التي تقام في موناس تاريخ سبعة عشر من ديسمبر.

المؤسسة التي انضمت تحتها المعاهد والمدارس لتحفيظ آلقرآن للآيتام لمرحلة الإبتدائية الومتوسطة هذه قد أرسلت طلبتها ومدرسيها والموظفين للاشتراك في المظاهرة السليمة في موناس،على رأسها ابن رئيس المؤسسة الأستاذ عرفة شرف الدين وهو في سبعة من عمره ويبيت مع المشاركين في مسجد الاستقلال. يا لها من جهود سامية.