10 TAHUN AQL, UBN BERI PESAN DAMAI LEWAT TEMA “PEACE IS POWER”

 

UBN mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim.

Jakarta (wahdahjakarta.com)-, Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center menggelar Milad Akbar pada selasa (11/9/ 2018) yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H, di Balai Kartini, Kuningan Jakarta Selatan me.

Ada pesan penting yang disampaikan mengambil tema “PEACE IS POWER”. Menurut pendiri AQL, Ustadz Bactiar Nasir (UBN), tema ini diambil untuk memberi tahu publik bahwa Islam adalah agama yang damai dan bukan agama teroris, seperti yang dituduhkan semenjak peristiwa Nine Eleven, 11 September 2001 lalu.

“Walaupun World Of Terrorist sudah dihentikan oleh pemerintahan Obama pada 21 April 2013, namun propaganda kebencian yang diedarkan oleh Donald Trump belakangan ini dengan isu-isu baru tentang Islam adalah sebuah fitnah besar bagi umat Muslim di kalangan masyarakat,” ujar UBN dalam Press Conference sebelum acara dimulai.

Oleh sebab itu UBN membuat milad akbar ini dengan bertajuk kedamaian, agar isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat tersebut bisa dinetralisir hingga dihentikan. “Kami ingin mengingatkan Donald Trump bahwa terorisme yang dilekatkan kepada Islam adalah sebuah kesalahan yang besar,” imbuhnya.

Melalui acara tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini, yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim. “Karena sejatinya umat muslim adalah umat yang menjaga perdamaian, dan bukan umat yang berprilaku keras”, jelasnya.

AQL Islamic Center yang berpusat di Tebet Utara Jakarta Selatan ini didirikan pada 1 Muharram 1429 H yang bertepatan dengan 29 Desember 2008 dengan visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran. Visi ini didorong kesadaran pendiri AQL Islamic Center, bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran.
(Rep: Fry/Ed:sym).

Peggy Khadijah: Indonesia Akan Berdiri di Garis Depan Membebaskan Baitul Maqdis

Peggy Khadijah: Indonesia Akan Berdiri di Garis Depan Membebaskan Baitul Maqdis

Jakarta – Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis tanggal 11 Mei 2018 di Monas semakin istimewa dengan hadirnya artis hijrah, Peggy Khadijah.

Inspirator hijrah yang baru saja kembali dari safari kemanusiaan di Palestina ini mengobarkan semangat para peserta aksi dengan orasi yang berapi-api.

Khadijah sapaan hijrah beliau, menyatakan bahwa tanah Palestina sudah Allah tetapkan menjadi bumi penuh berkah.

“Baaraknaa fiiha (Red: Allah memberkahinya). Palestina adalah jantumg kaum muslimin. Jika jantung ini berhenti berdetak maka akan berakhir semuanya”, tegasnya.

Peggy Khadijah mengajak bangsa Indonesia untuk bersama di garis depan membebaskan Baitul Maqdis.

“Mereka penduduk Palestina berada di garis depan, kita juga akan ikut berada di garis depan. Semoga Allah ridha!”, ungkapnya.

Peggy menekankan kembali bahwa Palestina bukan sekedar tanah yang diwariskan karena faktor genetis, faktor kesamaan etnis, atau perihal biologis. Menurutnya, urusan Palestina adalah urusan aqidah.

Peggy mengatakan, “Para Nabi datang ke Palestina bukan karena genetis, etnis, atau biologis. Mereka datang kesana karena perintah Allah. Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di-isra’kan kesana dengan perintah Allah. Ini adalah perkara aqidah”

Artis yang dulu dikenal dengan panggilan Peggy Melati Sukma ini kembali menegaskan bahwa Baitul Maqdis adalah ibukota Palestina. Tidak ada sedikitpun hak bagi zionis Israel. [ibw]

Jelang Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis, GNPF Ulama Bogor Gelar Tabligh Akbar

Jelang Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis, GNPF Ulama Bogor Gelar Tabligh Akbar

(Bogor) wahdahjakarta.com – Menjelang Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis   yang akan dilaksanakan pada Jum’at (11/05) mendatang, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Bogor Raya akan menggelar Tabligh Akbar Persatuan dalam rangka membela Al-Quds Palestina pada Sabtu 5 Mei 2018 mendatang di Masjid Al Muttaqien, Indraprasta, Kota Bogor.

Ketua GNPF Ulama Bogor Ustaz Iyus Khaerunnas menjelaskan, acara tersebut digelar untuk menunjukkan solidaritas bagi Palestina khususnya terkait Al-Quds. “Kita menolak kebijakan Amerika Serikat (AS) yang pada bulan Mei ini rencananya akan mengambil alih Al-Quds menjadi Ibu Kota Israel,” jelasnya, Kamis (3/5).

Selain itu, kata Ustaz Iyus, Tabligh Akbar tersebut juga digelar dalam rangka mensukseskan dan mengawali rencana aksi besar-besaran umat Islam di Jakarta pada 11 Mei mendatang (Aksi 115). “Kita bersama para Ulama dan Habaib di Bogor akan mengkonsolidasikan umat Islam khususnya di Bogor agar pada 11 Mei nanti bisa bersama-sama ke Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, aksi 11 Mei merupakan acara nasional yang juga serempak digelar oleh negara-negara lain. “Kita berharap aksi ini menjadi gerakan internasional sehingga memiliki pengaruh yang kuat untuk menggagalkan rencana pengambilalihan Al-Quds oleh Israel dan sekutunya,” jelas Ustaz Iyus.

Tabligh Akbar yang bertajuk “Umat Bersatu Bela Al Quds” pada 5 Mei mendatang akan digelar mulai pukul 08.00 pagi hingga waktu menjelang zuhur. Rencananya sejumlah Ulama, Habaib, Pimpinan Ormas Islam serta perwakilan tokoh mahasiswa akan hadir, diantaranya Prof Dr KH Didin Hafidhuddin (Ketua Umum BKsPPI), KH Shabri Lubis (Ketua Koalisi Pembebasan Al Quds), KH Roudl Bahar (Pembina GNPF Ulama), Habib Mahdi Assegaf (Pimpinan Majelis Syababul Khaer), Ustaz Ahmad Syuhada (Sekjen Koalisi Pembebasan Al Quds), Ustaz Iyus Khaerunnas (Ketua GNPF Ulama Bogor Raya), Ustaz Muhammad Nur Sukma (Pimpinan PA 212), Ustaz Abdul Halim (Ketua DDII Kota Bogor), Ustaz Ery Nugroho (KNRP Bogor), Rohmi Rohminudin (Ketua FSLDK Bogor) dan Ustazah Euis Sufi (Pimpinan PD Salimah).

Acara tersebut juga akan dihadiri Ketua Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Dudy Sya’bani Takdir. Kehadirannya akan menjelaskan bagaimana perjuangan dan pengorbanan para jurnalis di Palestina khususnya saat ini yang sedang melakukan peliputan pada momen Pawai Kepulangan Akbar (Great Return March) di Gaza. Aksi pawai itu digelar dalam rangka mengembalikan tanah Palestina yang dirampas penjajah Israel. [ ]

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

Wakili Indonesia Terima Penghargaan Bela Palestina, UBN dan UZR Dipertemukan dengan Erdogan

(Istanbul)- wahdahjakarta.com– Dalam konferensi Al-Quds Amanati, para aktivis Palestina Internasional mengundang tamu utama, dua tokoh khusus untuk mewakili dua negara pembela Baitul Maqdis. Pertama ustad Bachtiar Nasir mewakili rakyat Indonesia, dan kedua Dr. Nuruddin Nabati, anggota parlemen Turki.

Konferensi yang dihadiri ratusan delegasi Indonesia ini, juga memberikan tanda penghargaan atas usaha-usaha pembelaan terhadap Palestina di dua negara ini. Terkhusus untuk rakyat Indonesia, Konferensi Internasional yang diberada dibawah pengawasan langsung para Ulama Al-Quds ini menghadiahkan salah satu lempengan asli kubah masjid Ash-Shakrah.

Setelah berdampingan di forum dengan Dr. Nuruddin Nabati, anggota Parlemen Turki pembela Al-Quds, Ustad Bachtiar Nasir diundang khusus untuk bertemu Presiden Erdogan yang sedang berada di Istanbul saat itu. Untuk mewakili seluruh umat Islam Indonesia, maka pertemuan itu juga dihadiri oleh Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, KH. Ahmad Shabri Lubis, Ustad Jeje Zainuddin dan ustad Ridwan Yahya.

Berikut videonya : https://www.youtube.com

Satu harapan besar dari konferensi internasional aktivis Baitul Maqdis di Istanbul ini agar Indonesia berada di shaf terdepan dalam pembelaannya. Bahkan, seorang tokoh arab yang hadir mengatakan setelah mendengar penampilan bacaan al-Qur’an oleh seorang anak Indonesia bernama Umar Al-Faruq, “Sekarang dalam multaqo ini anak Indonesia Umar Al Faruq membacakan Alquran, semoga kelak yang membebaskan Al Quds adalah Umar Al Faruq dari Indonesia,”.

Amanah besar di pundak, siapkah kita untuk bersama Palestina menjaga Baitul Maqdis?n[SoA/sym/wahdahjakarta.com].

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi

 

Ustadz Zaitun sedang menyampaikan ceramah pada tabligh akbar Dari Pemuda Islam Untuk Palestina. Foto: Ummatpos.com

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi. “Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka.

(Jakarta)-wahdahjakarta.com – Ahad (31/12/2017) lalu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir sebagai pembicara pada Tabligh Akbar Pemuda IslamUntuk Palestina.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun Rasmin mengungkapkan rasa optimisnya bagi kemerdekaan Palestina dan kembalinya kota suci Al Quds ke pangkuan umat Islam.

“Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka. Bukan saja karena Trump telah berbuat kesalahan fatal, telah berbuat gerakan blunder. Tetapi karena pemuda-pemudi di seluruh dunia terutama Indonesia dengan penuh semangat akan turut membebaskan masjid al Aqsha dan palestina,” ujarnya disambut pekik takbir dari Jemaah yang memadati ruang utama masjid Istiqlal.

Menurut Wakil Sekjen MUI Pusat ini perjuangan yang dilakukan secara massif dan bersama-sama akan menjadi faktor kemerdekaan Palestina. “Kemerdekaan Palestina akan segera datang apabila perjuangan Muslim selalu bersama-sama dan dilakukan secara massif, terkhusus yang dilakukan oleh pemuda Islam”, terangnya.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN ini juga mengimbau para pemuda Islam untuk terus memviralkan isu kemerdekaan Palestina, khususnya melalui Media Sosial (Medsos). “Jangan sampai isu Palestina redup dibahas oleh masyarakat Indonesia, diharapkan terus diviralkan di Medsos”, tandasnya.

Bersama Ustadz Zaitun hadir pula Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid (HNW) dan Imam Masjidil Aqsha Syaikh Ali Omar Yacub Abbasi. Dalam ceramahnya HNW mengatakan bahwa kemerdekan Palestina merupakan \. Sementara Syaikh Abbasi mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan juga kepada Presiden Joko Widodo atas segala dukungan moril dan upaya diplomatik serta bantuan rakyat Indonesia. [sym]

Ulama Palestina: 5-10 tahun Lagi insya Allah Al-Aqsha Merdeka

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

(Makassar-wahdahjakarta.com) Anggota Perhimpunan Ulama Palestina Syaikh Mahmud Abu Bakr Al-Filastini hafidhahullah optimis bahwa insya Allah lima atau sepuluh tahun lagi Al-Aqsha akan merdeka. Hal itu beliau katakan saat berbicara pada Daurah Maqsidiyyah yang diselenggarakan panitia Mukernas X Wahdah Islamiyah di Masjid Quba Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (22/12/2017).

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

Menyingung peran kaum Muslimin dalam pembebasan Al-Aqsha, Syekh menyebutkan tiga hal penting yaitu, pertama, bangsa Palestina sendiri telah menyiapkan diri untuk berhadapan langsung dengan Yahudi. “Kami sebagai bangsa yang ditaqdirkan harus berhadapan langsung dengan Yahudi telah menyiapkan para mujahid yang telah dididik dengan Alqur’an sebagai langkah awal penguatan kepribadian”, jelasnya.

Kedua, “Hendaknya setiap Kaum Muslimin dimanapun, agar menyiapkan dukungan dalam bentuk materi untuk mensupport proyek jihad Kaum Muslimin di Palestina”, imbuhnya. Ketiga, “Menguasai media sosial, dalam rangka menyuarakan kebenaran yang sesungguhnya, karena hampir semua media mainstream tidak berpihak pada Rakyat Palestina”, tandasnya.

Ustadz Ikhwan Jalil saat menerjemahkan daurah maqdisiyah

Daurah diterjemahkan dan dipandu oleh Ust Ikhwan Jalil, Lc., MA ini diikuti oleh 500 orang lebih para dai dari seluruh Indonesia. Ustadz Ikhwan juga menekankan pentingnya pemanfaatan medsos untuk kampanye masalah Palestina. “Tiada hari tanpa posting di Medsos, Selain tentang Palestina. Doa, Sumbang, Jihad!, bagi yang belum punya anak, niatkan agar bercita-cita mempunyai anak yang akan disumbangkan untuk Al-Aqsha”, tutup ustadz yang juga Ketua Dewan Syuro DPP Wahdah Islamiyah.

Bagi anda yang akan turut berkontribusi untuk pembebasan Alaqsha, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode transfer 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke nomer 082387900900 (call/wa/sms).(ayd/sym).

Donald Trump

Kiyai Ma’ruf: Is Donald Trump Deaf and Mute? Boycott!

Kiyai Ma’ruf: Is Donald Trump Deaf and Mute? Boycott!

Jakarta – Chairman of the Indonesian Ulema Council (MUI) KH Ma’ruf Amin attended the Palestinian Defense Action held at Monas on Sunday (17/12/17). The MUI-led event is a form of reaction to Donald Trump’s statement that states Al-Quds as the capital of Israel.

Kiyai Ma’ruf stated that this action is a form of defense of the Palestinians who are still oppressed and persecuted.

“Today we are really feeling hurt by Trump’s statement that says Jerusalem is the capital of Israel.” he said.

Kharismatic chaplain who is also Ra’is Aam of Nahdhatul Ulama invites all Muslims one voice demanding that Trump revoke his decision.

He called Donald Trump deaf and mute because the insistence of Muslims around the world was ignored.

“Until today Donald Trump is still not budged whether he has not heard or can not hear?” Shummun bukmun umyun? “, He said.

Kiyai Ma’ruf asserted that if Trump did not revoke his statement then he invited Muslims around the world to boycott the Americans.

[ibw]

KH Shobri Lubis: The Most Easy Way Is Boycott

KH Shobri Lubis: The Most Easy Way Is Boycott

Jakarta – Chairman of the DPP Front Pembela Islam (FPI) KH Shobri Lubis present in the Palestinian Defense Action held at Monas on Sunday (17/12/17). The MUI-led event is a form of reaction to Donald Trump’s statement that states Al-Quds as the capital of Israel.

Kiyai Shobri mentions that the affairs of Al-Quds are not only the affairs of the Palestinians, but the affairs of the Muslims entirely. “Palestine belongs to Muslims.” he said.

According to him, the root cause of the problem is that Palestinian land does not belong to the Zionists: “The problem is that the Zionists established the state of Israel on the property of Muslims and we rejected any offer to divide the Aqsa Mosque,” he explained.

Kiyai Shobri is optimistic that Indonesian Muslims will be able to print historical records with their defense of Palestine.

“The year 2017 will be a historical record, Al-Quds once taken by the Crusaders and Saladin freed it. This year it will be captured by America and Israel, will we let or defend it?”, He asked the participants of the action which was met with the thrill of takbir.

According to him the easiest form of resistance is to boycott Zionist and American products.

“Boycott Jewish products for as long as possible, intend lillahi ta’ala,” he concluded.

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Jakarta, Tausyiah jarak jauh bersama Habib Muhammad Rizieq Shihab dalam Aksi Bela Palestina, Beliau menegaskan bahwa sesuai fakta historis, Israel bukanlah sebuah negara, dan Al Quds adalah milik Umat Islam.

Aksi Bela Palestina di Lapangan Monumen Nasional

Aksi Bela Palestina di Lapangan Monumen Nasional

“Aksi Bela Palestina bertujuan untuk menolak adanya pengakuan Yerussalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel dan menolak Israel sebagai negara.” Ungkap Imam Besar pada acara tersebut (17/12).

AS dan Sekutunya telah memberikan bantuan kepada Israel untuk melakukan penjajahan terhadap Bangsa Palestina.

Muslim Indonesia sebagai negara besar dan disegani dunia, harus memberikan sikap tegas atas penjajahan terhadap Israel. Jangan hanya diam melihat Al Quds direbut oleh Israel

Indonesia tidak butuh Amerika, tapi Amerika lah yang butuh Indonesia.

Sebagai penutup, Beliau juga memimpin lagu Aksi Bela Palestina yang telah dibuat beliau sendiri guna meningkatkan semangat jihad jamaah yang hadir.
[rma]

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir memberikan sambutan dalam Aksi Bela Palestina di Monas, Ahad (17/12). Anies menyatakan dalam sambutannya bahwa Indonesia berhutang kepada Palestina.

Anies Baswedan Menghadiri Aksi Bela Palestina

Anies Baswedan Menghadiri Aksi Bela Palestina

“Kita berhutang kepada Palestina karena mereka mendukung perjuangan bangsa kita. Dan sekarang 74 tahun setelah merdeka, Palestina masih terjajah, dan Indonesia tidak pernah bergeming, tetap mendukung Palestina.”

Menurutnya, keputusan Trump bukan hanya keliru, tapi fatal. Tapi dengan adanya keputusan ini justru perjuangan bangsa Palestina seperti mendapat jalan.

“Rakyat Palestina telah merasakan kesengsaraan selama bertahun-tahun hingga mereka merasa terbiasa dengan penderitaan tersebut. Namun, ini adalah titik balik, cahaya kemerdekaan makin hari makin terang bagi Palestina.”

Menutup sambutannya, Anies memuji para peserta aksi dengan menyebutnya sebagai mujahid.
“Saudara memilih untuk menjadi mujahid dengan memilih hadir di tempat ini,” ungkapnya.

[ibw]