4 Cara Agar Selamat dari Kerugian (Tadabbur Surah Al-‘Ashr)

Manusia Dalam Kerugian Kecuali

Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih serta nasihat menasihati dalam menetapi kebenaran dan kesabaran”.(QS Al ‘Ashr:1-3)

Surat ini meskipun singkat, hanya tiga ayat tetapi mencakup ma’na yang dalam dan kandungan yang luas. Al-Imam As Syafi’I Rahimahullah mengatakan “Jika sekiranya manusia mentadaburi surat ini dengan benar niscaya surat ini sudah cukup menjamin kebahagiaan mereka.” Dalam ungkapan yang lain beliau mengatakan, “Jika sekiranya Allah tidak menurunkan surat yang lain kepada hamba-Nya melainkan surat ini saja maka ia sudah cukup bagi mereka”. Maksudnya surat ini sudah cukup sebagai perintah untuk berpegang dengan agama Allah berupa keimanan amal sholih dan berda’wah di jalan Allah, serta bersabar diatasNya. Bukan berarti surat ini sudah cukup bagi hamba dalam seluruh syari’at,” demikian jelas Syaikh Utsaimin rahimahullah.

Surat yang mulia ini mengajarkan kepada manusia beberapa langkah agar selamat dari kerugian. Asyaikh Utsaimin Rahimahullah brkata: Allah Azza Wa jalla bersumpah di dalam surat ini dengan masa bahwa setiap manusia berada di dalam kerugian bagaimanapun banyaknya hartanya dan anak-anaknya serta tingginya kedudukannya melainkan dapat mengumpulkan pada dirinya sifat yang empat (Lih Syarh Utsul Tsalatsah Hal : 26).

1.Iman
Keimananlah yang membuat seorang manusia selamat dari kerugian. Karna sluruh manusia akan braa alam krugian, kkurangan an khanuran kuali orang-orang yang briman. Keimanan pulalah yang akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang baik. Allah telah menjamin bahwa Dia akan memberikan kehidupan yang baik kepada hamba yang hidupnya dan amalan-amalannya dilandasi oleh keimanan. Allah berfirman:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(Qs An Nahl:97).

Keimanan di sini bukan sekadar ucapan dibibir saja, tetapi benar-benar tertanam di dalam hati, lalu diucapkan dengan lisan selanjutnya dibuktikan oleh amalan anggota badan. Al Hasan Al Basri rahimahullah mengatakan: “Bukanlah keimanan itu sekadar angan-angan saja tetapi keimanan adalah keyakinan yang tertanam di dalam hati dan dibuktikan oleh amalan”.

Keimanan disini juga mencakup seluruh perkara yang mendekatkan kepada Allah berupa aqidah yang benar dan ilmu yang bermanfaat (lih Syarh Utsul Tsalathah Hal : 26).

2. Amal Sholih

Keimanan yang benar akan membuahkan amal. Seseorang merugi dan celaka sampai ia membuktikan keimanannya dengan amal sholih. Amal sholih adalah menunaikan kewajiban, meninggalkan larangan dan mengerjakan kebaikan. Bahkan mencakup seluruh perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepada Allah yang dilakukan dengan niat ikhlash dan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wassallam.
Seorang Tabiin yang mulia Fudhail bin Iyadh ketika mengomentari firman Allah. “Dialah Allah yang telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah yang paling baik amalannya diantara kalian (QS. Al-Mulk : 2). Beliau mengatakan “ Ahsanukum amala ” yang paling baik amalannya diantara kalian, maksudnya; amalan yang paling ikhlash dan paling benar. Ditanyakan kepada beliau; wahai Abu Abdillah apa maksudnya suatu amalan meskipun pelakunya ikhlash tapi tidak benar dan benar tapi tidak ikhlash maka tidak akan diterima.
Jadi suatu amalan dapat disebut sebagai amal sholih jika niyatnya suci (ikhlash) dan caranya benar (sesuai contoh / petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam). Cara mewujudkan amalan yang benar sesuai petunjuk Nabi adalah dengan ilmu syar’i. Sebab kita tiak aka n tahu apakah wudhu dan sholat kita sesuai dengan wudhu dan sholat Nabi tanpa ilmu. Disinilah rahasianya mengapa menuntut ilmu dalam Islam hukumnya wajib.

3.Berdakwah

Seseorang yang telah beriman lalu merealisasikan keimanannya dengan amal sholih maka ia sudah mencapai Al-Kamaal Al Fardi (kesempurnaan secara individual), demikian Ibnul Qayim menuturkan.
Namun seorang muslim tidak pantas hanya menikmati keimanan dan kesholihannya sendirian. Ia masih terancam dengan kerugian sampai mentransfer keimanan dan kesholihannya kepada orang lain. “Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri “demikian Nabi bersabda”.

Nah proses transformasi kesholihan itu adalah da’wah yang dalam surah Al-Asr ini dibahasakan dengan “Nasihat Menasihati di dalam kebenaran”.
Jangan lupa bahwa mentransfer kesholihan bukan hanya menyelamatkan dari kerugian tapi memiliki pahala yang lumayan banyak. Diantaranya ia akan mendapatkan pahala orang yang melakukan kebaikan yang ia ajarkan tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, demikian ma’na sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam.

4. Bersabar
Mewujudkan ketiga perkara yang disebutkan di atas (Iman, amal, da’wah) bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang mesti dihadapi,terlebih dizaman seperti sekarang dimana kebaikan dan kebenaran dianggap sebagai sesuatu yang asing. Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap yang berjalan di atas kebenaran dan mengajak kepadanya pasti akan menghadapi hambatan dan ujian. Jadi bersabar di dalam merealisasikan keimanan, beramal sholih dan menda’wahkannya adalah satu kemestian yang tidak dapat ditawar-tawar.
Barang siapa yang telah mewujudkan keempat aspek tersebut di atas maka menurut Ibnul Qayyim ia termasuk orang-orang Rabbani. Dengan mewujudkan keempatnya seorang manusia telah selamat dari kerugian dan mendapat keberuntungan yang besar.

Harus Berjamaah

Jika kita perhatikan, keempat aspek di atas dijelaskan oleh Allah dengan bentuk jamak. Hal ini mengisyaratkan pentingnya Ta’awun dan kebersamaan di dalam mewujudkan keempat hal di atas. Terlebih dizaman ini dimana pelaku-pelaku kebathilan bekerjasama dengan begitu solid dan rapi di dalam menyebarkan kebathilan. Allah berfirman : “…Dan orang-orang kafir adalah penolong antara satu dengan yang lain. Jika kalian tidak melakukannya (Tolong-menolong) maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi” (QS. Al-Anfal) . [sym]

Ustad Ilham Jaya

Ustad Ilham Jaya: Da’i Harus Terlibat dalam Dunia Tulis Menulis

Ustad Ilham Jaya

Ustad Ilham Jaya

Bogor (wahdahjakarta.com) – Da’i harus terlibat dalam dunia tulis menulis. Demikian dikatakan ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah (WI) Jakarta, Ustaz Ilham Jaya Abdul Rauf pada Training Jurnalistik Media Islam di Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Sabtu (11/11). “Dunia kita menuntut kita terlibat dalam dunia tulis menulis, sebab dunia kita saat ini telah berpindah dari dunia nyata ke dunia maya”, ucap alumni Universitas Islam Madinah ini.

Ustaz Ilham juga menegaskan kepada para peserta untuk menjadikan media sebagai salah satu senjata utama dalam dakwah. “Kita harap bahwa kita yang secara umum terlibat di medan dakwah bisa menjadikan media sebagai senjata utama kita dalam dakwah”, imbuhnya.

Menurut Direktur Basaer Asia Publishing ini peran media sangat strategis dalam dakwah karena visi dakwah dan perjuangan Islam dapat diperjungkan melalui media. “Dakwah kita di media merupakan pekerjaan besar, karena melalui media kita dapat memperjuangan visi dakwah kita”, pungkasnya.

Training Jurnalistik Media Islam ini diselenggarakan DPW Wahdah Islamiyah Jakarta bekerjasama dengan Media Suara Islam. Hadir sebagai nara training redaktur pelaksana Tabloid Suara Islam, Saeful Falah dan Pimpinan Redaksi SuaraIslamdotcom, Shodiq Ramadhan. [sym].

LAZIS Wahdah, DPW Wahdah Islamiyah Jakarta dan YARISA Salurkan Beasiswa Akademi Al Qur’an dan Dakwah Rp 91.000.000,-

LAZIS Wahdah, DPW Wahdah Islamiyah Jakarta dan YARISA Salurkan Beasiswa Akademi Al Qur’an dan Dakwah Rp 91.000.000,-

JAKARTA – AQD (Akademi Al Qur’an dan Dakwah) adalah pusat pembibitan calon-calon pelayan dan pendakwah al Qur’an yang berada di Cibinong Bogor. Lembaga ini baru diperkenalkan bulan Mei 2017, dimana seluruh biaya untuk sarana, makan, kitab dan asrama bersifat gratis. Sehingga Mahasantri diharapkan, dapat belajar fokus, berprestasi tanpa sibuk dengan urusan pembiayaan.

Rabu, 9/08/2017 baru – baru ini untuk kedua kalinya mendapatkan tambahan beasiswa sebesar Rp 91.000.000,- dari YARISA (Yayasan Risalah Khatulistiwa) melalui LAZIS Wahdah dan DPW Wahdah Jakarta selaku penanggung jawab lembaga. Beasiswa ini akan digunakan untuk kebutuhan pokok harian, kitab-kitab, ranjang santri, fasilitas pengajaran dan pelatihan kemandirian.

Mahasantri AQD (Akademi Al Qur’an dan Dakwah) yang proses belajarnya rencana selama 2 tahun ini, disamping mendapatkan Ilmu-ilmu al Qur’an dan pengajaran dakwah, juga berbagai skill kemandirian seperti : kesehatan nabawi, marketing medsos, kerelawanan, dsb.

Bagi anda yang ingin berdonasi turut serta memfasilitasi para pelayan dan pembela al Qur’an (insya Allah), dapat menyalurkan bantuannya kembali melalui : BSM 497 900900 an LAZIS Wahdah Sedekah.

Catatan :
1) Demi kedisiplinan pencatatan, harap menambah nominal Rp 306,-. Contoh Rp 2.000.306,-
2) Konfirmasi transfer ke nomer (WA/SMS) : 082315900900

Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita semua untuk terlibat di dalam setiap kebaikan. Jazakumullah Khair.

Akademi Al Qur'an dan Dakwah

Akademi Al Qur’an dan Dakwah

Akademi Al Qur'an dan Dakwah

MoU Akademi Al Qur’an dan Dakwah

⁠⁠⁠Dakwah yang bijak itu

Dakwah yang bijak

. ‘Aala bashiiratin (dengan ilmu, karena bila tanpa ilmu akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki).

. Dengan kasih sayang dan secara umum penuh dengan kelembutan.

. Membangun (walaupun pelan tapi pasti) menuju bangunan Islam yang kokoh dan utuh.

. Bertahap, tapi dengan tujuan dan sasaran yang jelas. Baik untuk pribadi maupun bagi ummat.

. Dakwah yang menyeluruh pada semua aspek kehidupan dan saling terkait satu sama lain, bukan yang berdiri sendiri apalgi saling menafikan.

(UZR)

Beasiswa Akademi Al Quran dan Dakwah

Beasiswa Akademi Al Quran dan Dakwah

[Klik gambar untuk melihat lebih detail]

Beasiswa Akademi Al Quran dan Dakwah

AQD (Akademi Al Quran dan Dakwah) adalah pusat pembibitan calon-calon pelayan dan pendakwah al Qur’an yang berada di Cibinong Bogor. Seluruh biaya untuk sarana, makan, kitab dan asrama bersifat gratis. Sehingga Mahasantri diharapkan, dapat belajar fokus, berprestasi tanpa sibuk dengan urusan pembiayaan. Mahassantri Akademi Al Quran dan Dakwah ini dididik dan dilatih menjadi Da’i Pengajar Al Quran yang berakhlaq Qur’ani dan Mandiri. Program ini dikelola oleh DPW Wahdah Islamiyah Jakarta, Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah dan Lazis Wahdah.

Mahasantri AQD (Akademi Al Qur’an dan Dakwah) yang proses belajarnya rencana selama 2 tahun ini, disamping mendapatkan Ilmu-ilmu al Qur’an dan pengajaran dakwah, juga berbagai skill kemandirian seperti : kesehatan nabawi, marketing medsos, kerelawanan, dsb.

Pendaftaran dimulai dari 22 Februari – 22 Maret 2017 dan diumukan calon mahasantri yang lolos berkas pada tanggal 23 Maret 2017. Selanjutnya diadakan seleksi tertulis tanggal 25 Maret 2017 dan diumukan calon mahasantri yang diterima tanggal 29 Maret 2017.

Persyaratan :

  1. Pendidikan minimal SMA/MA/SMK
  2. Usia 17 – 30 tahun
  3. Belum menikah dan bersedia untuk tetap melanjutkan pendidikan jika menikah
  4. Lancar membaca Al Quran
  5. Tidak merokok
  6. Mengisi formulir pendaftaran
  7. Membayar uang pendaftaran sebesar 500.000
  8. Melampirkan berkas pendaftaran
    1. Biodata
    2. Fotokopi Ijazah terakhir
    3. Fotokopi KTP
    4. SKCK
    5. Surat keterangan berbadan sehat
    6. Pas foto 2×3 dan 3×4 masing-masing sebanyak 4 lembar
    7. Surat izin orang tua
    8. Rekomendasi dari lembaga Islam atau tokoh Islam
  9. Jika diterima, menandatangani surat perjanjian bersedia mengembalikan biaya jika mengundurkan diri tanpa udzur syar’i

Informasi lebih lanjut hubungi Ustadz Agusman, S.Si (0852 1336 8996)

Bagi anda yang ingin berdonasi turut serta memfasilitasi para pelayan dan pembela al Qur’an (insya Allah), dapat menyalurkan bantuannya kembali melalui : BSM 497 900900 an LAZIS Wahdah Sedekah.

Catatan :
1) Demi kedisiplinan pencatatan, harap menambah nominal Rp 306,-. Contoh Rp 2.000.306,-
2) Konfirmasi transfer ke nomer (WA/SMS) : 082315900900