Wahdah Jakarta Utara Sertifikasi 11 Pengajar Al-Qur’an Khusus Dewasa

Peserta Training yang lulus sertifikasi sebagai pengajar dirosa di Jakarta Utara pada Ahad(9/12/2018) di Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,– Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Jakarta Utara melakukan sertifikasi terhadap 11 pengajar Al-Qur’an khusus orang dewasa, Ahad (9/13/2108).

Para peserta disertikasi setelah terlebih dahulu mengikuti pengajar Al-Qur’an metode DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) yang digelar pada hari yang sama di Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara.

Menurut Ketua pelaksana Saripudin, kegiatan ini memang bertujuan untuk mencetak para pengajar dari pemuda muslim untuk memberantas buta huruf Alquran.

“Dirosa ini programnya “ECI” (Efektif, Cepat, Indah), artinya efektif, cepat diterapkan dan indah karena kebersamaan.” ujar Andi(35th), salah seorang peserta training dari Cilincing.

Menurut Andi, program ini sangat perlu dikembangkan di beberapa wilayah khususnya Jakarta karena kebanyakan masyarakat kurang paham(buta) dengan huruf Al Qur’an.

Suasana saat berlangsung materi penguasaan buku dirosa pada Training Pengajar Dirosa Jakarta Utara, Ahad(9/12/2018) di Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara

Peserta awalnya disuguhi materi tentang penguasaan metode buku Dirosa selama lebih kurang 2 jam dan kemudian diberi kesempatan untuk praktek dalam mikro teaching selama 3 jam.

Terakhir, Saripudin yang juga ketua DPD WI Jakarta Utara bersyukur atas kelancaran kegiatan dan berharap agar para pengajar yang baru lulus dari pelatihan pengajar ini mampu ikut serta dalam pemberantasan buta huruf khususnya di wilayah Jakarta Utara.

“Harapannya kedepan para pengajar yang baru lulus dari training bisa ikut bergabung melaksanakan pemberantasan buta huruf di Jakarta Utara.”pungkasnya. [fry]

DIROSA, Metode Milenial Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

DIROSA

Tabligh Akbar Pengukuhan Pengurus DIROSA yang dirangkaikan dengan Tasyakuran alumni DIROSA, Ahad (11/11/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com-, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) menggelara tasyakuran alumni DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa), di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Ahad (11/11/2018).

Program pembelajaran Al-Qur’an dengan metode DIROSA telah dijalankan oleh Wahdah Islamiyah sejak bertahun-tahun. Sudah tidak terhitung jumlah orang dewasa yang merasakan manfaatnya. Mereka yang belum pernah belajar Alquran sejak kecil, akhirnya bisa lancar membaca kitab suci.

Metodenya yang mudah dan hanya dalam 20 kali pertemuan membuat program ini sangat menarik. Orang dewasa bahkan orang tua sekalipun tidak kesulitan mengikuti proses pembelajaran.

Banyak di antara peserta yang merasa sudah lancar mengaji. Setelah ikut Dirosa, mereka baru sadar bahwa cara mengaji mereka selama ini belum sesuai tajwid. Bukan hanya pahalanya yang tidak sempurna, maka ayat yang dibaca bisa salah jika cara penyebutan hurufnya salah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia  (RI), AM Iqbal Parewangi memuji program ini.  Menurutnya program ini nyata telah membantu banyak orang untuk melek Alquran.

“Salut saya dengan Wahdah Islamiyah. Program Dirosa bagi masyarakat masyaa Allah. Ada orang menggunakan metode milenial untuk membebaskan buta huruf Alquran,” kata Iqbal saat menghadiri tasyakuran 130 peserta Dirosa yang dirangkaikan pengukuhan pengurus DPD Wahdah Islamiyah Makassar periode 2018-2023 di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Minggu (11/11/2018).

Dalam acara ini, pengurus DPD dan DPC Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar turut dikukuhkan. Selain Iqbal Parewangi, acara ini juga dihadiri Kepala Bagian Kesra Kota Makassar Azis Badwi yang mewakili wali kota, Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah Dr Rahmat Abdul Rahman dan Kepala Bank Muamalat Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Ahmad Safril Ilham.

DPD Wahdah Islamiyah Makassar periode 2018-2023 dipimpin Ustaz Gishar Hamka didampingi Sekretaris Ustaz Zulkifli.

Sementara Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Rahmat Abdul Rahman berharap DPD Makassar menjadi lokomotif untuk mengembangkan dakwah Islam. Mereka diminta membuat strategi baru agar bisa menyentuh semua segmen mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. (Sym).

Sumber: rakyatku.com

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

Harapan Ustadz Komari Penemu Metode Dirosa

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Ustadz Komari hadir sebagai pemateri utama dalam Pelatihan Pengajaran Al Qur’an Metode Dirosa yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Anjungan Jawa Barat, Jumat-Ahad (31/8-2/9 2018). Ia bersama 4 orang timnya saling bergantian menyampaikan materi selama hampir tiga hari berturut-turut.

Dalam sesi materinya, Ustadz yang menulis buku dirosa ini bertanya kepada peserta TOT yang merupakan pengajar dirosa mengenai teknik yang diajarkan ke peserta. Semua peserta serentak menjawab dengan benar tetapi ada teknik yang belum pernah sama sekali diajarkan oleh pengajar dirosa yaitu teknik berpasangan. Dalam teknik berpasangan, pengajar menyuruh muridnya untuk saling berhadapan dengan temannya, yang satu membaca dan satunya lagi menyimak secara bergantian.

Ustadz Komari saat ditanya oleh Tim LAZIS Wahdah Jakarta mengenai jalannya TOT kali ini, ia mengaku terkesan dengan tempatnya yang berada di lokasi wisata. Namun, peserta juga kewalahan mencari tempat ini.

“Secara umum acara berjalan lancar, tempat yang bagus dan nyaman. Kendala selama ini di Jakarta adalah belum adanya program yang berkesinambungan untuk membuat pelatihan mengajar sehingga program tidak berjalan semestinya. Ini terbukti hanya ada dua pengajar dirosa yang aktif yaitu Ustadz Syaripuddin dan Ustadz Abdurrahman”, ujar Ustadz Komari.

Di akhir sesi wawancaranya dengan Tim LAZIS Wahdah Jakarta, Ustadz Komari sangat berharap melalui TOT kali ini, semua alumninya bisa action mengajar dan membuka banyak pelatihan di daerahnya sehingga bisa melahirkan pengajar-pengajar dirosa yang baru.

“Harapannya adalah alumni bisa action mengajar dan membuka pelatihan untuk melahirkan pengajar-pengajar yang baru, sehingga penambahan jumlah pengajar/guru dirosa bisa terwujud”, tutur Ustadz Komari.

[rsp]

—————

Info donasi dan kegiatan LAZIS Wahdah Jakarta: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

Para Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa Konsolidasi dan Berbagi Tips

Kumpul di TMII, Para Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa Konsolidasi dan Berbagi Tips

Penemu metode Dirosa Ustadz Komari pada TOT Dirosa Nasional di Jakarta, Jum’at-Ahad (31/08-02/09/2018)

Kumpul di TMII, Para Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa Konsolidasi dan Berbagi Tips

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Selama tiga hari berturut-turut sejak Jum’at (31/08/2018) sampai Ahad (02/09/2018) sore Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok menggelar Training Of Trainer  (TOT) Pengajar Al-Qur’an metode Dirosa. Training berskala nasional ini mengambil lokasi di Anjugan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Para peserta yang merupakan utusan dari berbagai daerah Cabang Wahdah Islamiyah dibekali berbagai skill sebagai trainer atau pelatih pengajar Al-Qur’an metode Dirosa. Sebuah  metode belajar Al-Qur’an dari dasar bagi orang dewasa yang disusun oleh kader Wahdah Islamiyah Ustad Komari.

Oleh karena para peserta training merupakan para pengajar yang telah berpengalaman mengajar Al-Qur’an dengan metode Dirosa, maka panitia menyelipkan Agenda Konsolidasi, sharing pengalaman dan tips dalam mengajak untuk orang dewasa untuk belajar Al-Qur’an.

Diantara peserta yang berbagi pengalaman mengajak belajar Al-Qur’an  Ustadz Abdurrahman utusan Wahdah Islamiyah Kolaka Sulawesi Tenggara.

Salah satu cara efektif menurut alumni pelatihan da’i (tadrib addu’at)  Wahdah Islamiyah tahun angkatan 2011 dalam menjalankan program dirosa ini adalah dengan cara ‘menjemput bola’, tidak menunggu mereka yang mau datang belajar.

Ibu ibu pengantar yang sedang menunggu anaknya belajar di kelas pada sebuah sekolah dasar, ditawari untuk belajar membaca Al-Quran. Mereka masing-masing diminta memperdengarkan bacaanAl-fatihah dan melafalkan penyebutan huruf hijaiyyah.

Dari sini diketahui bahwa mereka umumnya bacaan mereka masih sangat jauh dari standar bacaan Al-Qur’an yang benar. Pertemuan singkat tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sang guru ngaji guna menawarkan program belajar Al-Qur’an dengan menggunakan metode Dirosa. Gayung pun bersambut, mereka tertarik dan mau belajar.

Pengalaman dalam dakwah bersama Wahdah Islamiyah cabang Kolaka Sulawesi Tenggara memberikan penglaman kepada pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan ini, cara sangat efektif dan efisien menyentuh masyarakat dan mengajak mereka belajar ngaji  melalui metode dirosa ini dengan cara ‘menjemput bola’, tidak menunggu mereka yang mau datang belajar. (AA/sym)

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Tema Al-Qur’an sangat strategis dalam melakukan penetrasi dakwah umum ke masyarakat. Beberapa lembaga dakwah yang bermunculan akhir akhir ini  juga mengambil branding mengenai Al Quran.

Salahsatu program dakwah umum yang di jalankan oleh Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok adalah program pembelajaran Al-Qur’an khusus orang dewasa melalui metode khusus yang dikenal dengan Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa).

“Metode Dirosa ini adalah  program andalan lembaga Wahdah Islamiyah”, ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf saat membuka Traininf of Trainer (TOT) Nasiona Pengajar DIROSA yang digelar di Anjungan Jaba Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada Jum’at (31/08/2018).

Wahdah Islamiyah Jakarta Gelar TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf Pada Pembukaan TOT Pengajar Al-Qur’an Metode Dirosa di TMII Jakarta, Jum’at (31/08/2018)

“Untuk mengantisipasi permintaan pengajar Al-Qur’an  metode Dirosa di daerah, harus diiringi ketersediaan tenaga pengajarnya. Dalam melahirkan para pengajar Dirosa di berbagai daerah, maka diperlukan para trainer yang siap melatih para dai menjadi pengajar dirosa”, jelasnya.

Kegiatan ini digagas oleh Tim Dirosa Pusat Wahdah Islamiyah  dibawah kordinasi Lembaga Pembinaan  Pengelolaan dan Pengajaran Quran (LP3Q) bekerja sama dengan Departemen Pendidikan DPW WI DKI Jakarta Depok sebagai panitia enyelenggara lokal.

Kegiatan ini digelar selama 3 hari 31 Agustus – 2 September 2018 dan diikuti oleh 50 orang peserta utusan WI se Indonesia. [Anwr/sym].

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

Terima Kasih Wahdah Islamiyah (WI)

(Ira Ummu Aisyah)

Dahulu kalau kita pulang ke kampung, maka penampilan dan pemahaman kita terasa sangat asing. Walaupun keluarga dari pihak bapak di Jeneponto (Sulawesi Selatan) sangat sopan dan tidak pernah menyindir perbedaan yang ada di diri kami, semisal pakaian atau kami yang tidak salaman dengan keluarga yang bukan mahram.

Namun beberapa tahun belakangan ini, kami sangat bersyukur karena da’wah sudah mulai menyentuh  keluarga; beberapa di antara mereka sudah ikut program DIROSA (pendidikan iqra orang dewasa) bahkan tarbiyah intensif yang dbina oleh teman-teman dari Wahdah Islamiyah yang ada di Jeneponto. Mereka masuk ke kampung-kampung, membina masyarakat dengan tulus dan sabar. Para pejuang-pejuang kebaikan ini kebanyakannya bukan lulusan pesantren atau kampus berbasic Islam, tapi bekal da’wah mereka diperoleh dari sebuah halaqah tarbiyah islamiyah yang di dalamnya mereka dibekali dengan ilmu syar’ie dari alquran maupun hadits sesuai pemahaman salafush shalih (generasi awal Islam yang lurus), memperbaiki bacaan alquran dan mendalami hukum-hukum tajwid, dikontrol amal hariannya, ditanamkan dan dibentuk adab dan akhlaknya, diluruskan syubhat-syubhat yang bertengger di kepalanya, bahkan ditanamkan dengan kuat untuk mengambil peran dalam dawah dan perjuangan  sesuai dengan potensi masing-masing serta harus memberi manfaat dimanapun, kapanpun dan apapun profesinya.

Dirosa

Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) Sebagai Salah satu ujung tombak dakwah Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia

Sehingga tidak heran, ketika ada satu saja binaan wahdah di sebuah daerah maka akan mulai muncul kegiatan-kegiatan islamy;  minimal mengajarkan membaca alquran baik anak-anak, orang dewasa sampai kakek nenek. Dan lihatlah dari 1 orang maka akan berkembang da’wah di daerah tersebut bak angin yang bertiup dimana setiap orang bisa merasakan keberadaannya.

Sangat terharu dan berterima kasih dengan Wahdah Islamiyah yang menyebarkan da’wah ke pelosok negri dengan cinta; cinta kepada Allah dan cinta kepada manusia sehingga rela berpayah agar orang-orang di sekitar mereka mendapat kebaikan-kebaikan yang banyak dari Islam.

Saya yakin banyak teman-teman yang merasakan kebaikan ini, ketika kita terbatasi bahkan mungkin sebagian putus asa untul menda’wahi keluarga… ternyata Allah membukakan pintu hidayah/ kebaikan kepada mereka lewat orang lain… makanya tidak heran ketika salah seorang kerabat mengatakan “saya terima kasih kepada Wahdah Islamiyah”; saya terharu walaupun tetap diluruskan bahwa setiap kebaikan datangnya dari Allah, Wahdah Islamiyah cuma sarana/perantara kebaikan tersebut. Dan Begitulah kami diajarkan dan selalu diulang-ulangi oleh ustadz dan murabbi kami tentang wahdah, bahwa kita beramal dan  berjuang pastikan niat kita lillah (untuk Allah) bukan lilwahdah (bukan untuk wahdah).

Salam ta’zhim kepada segenap da’i da’iyah wahdah Islamiyah di manapun berada. Baarokallahu fiinaa wa fiikum.  [IUA/ed:Sym].

Meski Tidak Muda Lagi,  Pak Budi Tetap Semangat Belajar Al-Qur’an

Meski Tidak Muda Lagi,  Pak Budi Tetap Semangat Belajar Al-Qur'an

Meski Tidak Muda Lagi,  Pak Budi Tetap Semangat Belajar Al-Qur’an

Jakarta (wahdahjakarta.com) – Pak Budi yang sehari-hari sibuk sebagai karyawan masih menyempatkan untuk belajar Al-Qur’an di sela-sela kesibukannya. Dia mengawali belajar dari Nol di Markaz Qur’an Wahdah pada Sabtu (5/5 / 2018).

“Jika sedang di rumah, saya sering disuruh oleh anak saya belajar Al-Qur’an. Alhamdulillah,  saya ketemu info tentang Dirosa di internet”, ujar Pak Budi.

Tidak menunggu waktu lama, Bapak Budi akhirnya sampai di Markaz Qur’an Wahdah yang beralamat di Jl. Lenteng Agung Barat (Dekat Universitas Pancasila)  No. 1. Lalu mulai belajar dengan kesungguhan hati.

“Untuk pertemuan perdana ini cukup berat, dan butuh kesabaran ekstra dalam mengajarkannya. Saya meminta dia untuk sering mengulang-ngulangnya di rumah”,  ustadz Jundi menuturkan.

#Dirosa

#RamadhanUkhuwah

LAZIS Wahdah Gelar TOT  Pengajar Alquran Metode DIROSA

TOT Dirosa

LAZIS Wahdah Gelar TOT  Pengajar Alquran Metode DIROSA

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat umum pelajaran Qur’an, LAZIS Wahdah bekerjasama dengan Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Selatan menggelar Trainer Of Trainer  (TOT)/ Pelatihan Calon Pengajar Alquran metode DIROSA pada Kamis (19/04/2018).

Acara yang juga didukung oleh DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Selatan ini diikuti oleh Mahasantri Akademi AlQur’an dan Dakwah (AQD) Wahdah Islamiyah Jakarta.  Pelatihan ini merupakan kegiatan pertama yang diadakan di Markaz Qur’an Wahdah Lenteng Agung Jaksel. Setelah sebelumnya beberapa kali diadakan di Rumah Qur’an di daerah Pasar Minggu.

Pelatihan berlangsung cukup interaktif, karena peserta diajak langsung praktek bersama trainernya yaitu Ust Syaripudin yang telah berpengalaman mengajar Alqur’an metode DIROSA. Metode Dirosa sendiri merupakan sebuah metode pembelajaran membaca Alquran dari nol untuk dewasa yang telah diikuti ribuan orang dari Aceh hingga marauke.

Rencananya para Mahasantri AQD yang juga telah dibekali berbagai skill dakwah ini akan dikirim ke beberapa daerah yang juga diharapkan ada Markaz Qur’annya yaitu : Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Menjelang Ramadhan ini, masyarakat umumnya mempunyai semangat beribadah dan belajar yang tinggi. Sehingga perlu uluran tangan dan sentuhan Dai Qur’ani lebih maksimal.

Program-program seperti di atas yang diselenggarakan oleh Markaz Qur’an yang disupport penuh oleh LAZIS Wahdah ini bersifat “gratis” dan juga diperuntukkan bagi masyarakat umum. Sehingga bagi lembaga maupun perorangan dapat bekerjasama mengundang trainer untuk calon pengajar atau pengajarnya untuk peserta pemula.

Diharapkan dari TOT ini melahirkan pengajar-pengajar Alquran yang berkompeten dan memiliki semangat juang yang tinggi dalam menda’wahkan Al Quran di tengah ummat.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan layanan pengajaran Alqur’an lebih maksimal, LAZIS Wahdah sedang berusaha menyiapkan 7 lokasi Markaz Qur’an di sekitar Jakarta.[rsp/yd]

Donasi Via LAZIS Wahdah

Bagi anda yang ingin berpartisipasi menggapai keutamaan pahala bersama Alqur’an, dipersilahkan turut berdonasi cukup Rp 15.000,- ke rekening Bank Syariah Mandiri (451) 497 900 900 9 an Lazis Wahdah Sedekah. Kode transfer 302. Contoh Rp 15.302,-

Harap konfirmasi ke 0811 9787 900 (wa/sms) berserta bukti transfer.

Terima kasih kepada para muhsinin yang sudah mendermakan hartanya untuk membantu terwujudnya Markaz Qur’an Wahdah di Jakarta. Jazakumullahu khairan, semoga dapat menjadi pemberat amal kebaikan kelak di yaumul hisab.

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

Hadiri Musda Wahdah Islamiyah Semarang, Ini Harapan Walikota Semarang

Sambutan Walikota Semarang Pada Musda I WI Seamrang dibacakan oleh Camat Sandisari Moeljanto

Hadiri Musda Wahdah Islamiyah Semarang, Ini Harapan Walikota Semarang

Semarang (wahdahjakarta.com)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Kota Semarang Jawa Tengah menggelar Musyawarah Daerah Pertama (Musda I) di Hotel Candi Indah Semarang, pada Sabtu (24/3/2014).

Musda yang baru pertama kali digelar ini dihadiri pengurus dan kader Wahdah Islamiyah Semarang, dan Jawa Tengah serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP)  yang diwakili Ketua Bidang I Ustadz. Muhammad Qasim Saguni,  Ketua Bidang IV Ustadz Nursalam Sirajuddin, Wakil Sekjen Ustadz Saiful Bahri,  Ustadz Elan Kurniawan,  yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Pembukaan Musda I WI Semarang juga dihadiri perwakilan ormas Islam dan Pemerintah Kota Semarang. Dalam sambutan Walikota Semarang H. Hendrar Prihadi yag  dibacakan Camat Candisari Moeljanto dinyatakan bahwa Pemkot Semarang menyambut baik kehadiran Wahdah Islamiyah di kota Semarang.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Semarang menyambut baik dan memberi apresiasi atas dinamisasi DPD Wahdah Islamiyah Semarang yang selama ini mampu berjalan dengan baik dalam rangka melahirkan keselarasan dan kesamaan langkah di dalam mensuksekan program-program pembangunan Kota Semarang”, ujar Moeljanto.

Walikota  juga berharap forum Musda ini dimanfaatkan untuk mewujudkan percepatan pencapaian visi dan misi DPD yang telah ditetapkan serta membangun kekuatan demi eksistestensi dan peningkatan peran organisasi.

“Semua unsur DPD Wahdah Islamiyah Semarang agar bersama-sama membangun kekuatan demi eksistensi dan peningkatan peran dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas khaira ummah, dan negara yang aman, damai, adil, dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala”, ungkapnya.

“Oleh karenanya seluruh elemen DPD Wahdah Islamiyah Semarang harus bisa melaksanakan berbagai usaha, antara lain memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat, merumuskan program dan kebijakan yang sesuai nilai dan tuntunan Islam, dan menjadi penghubung antara ulama dan uamra”, imbuhnya.

“DPD Wahdah Islamiyah Semarang harus bisa mempunya fungsi sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan dan bertindak sebagai pembawa aspirasi seluruh umat Muslim khususnya yang ada di kota Semarang”, tandasnya.

Beliau juga mengajak Wahdah Islamiyah Semarang untuk berperan dalam menangkal paham yang bertentangan degngan nilai-nilai Islam. “Saya juga ingin mengajak kepada seluruh keluarga besar DPD Wahdah Islamiyah  agar selalu menjadi pionir di dalam menangkal setiap paham radikalisme maupun paham-paham lain yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman agar tidak berkembang di kota Semarang”, pungkasnya.

Ketua Bidang I DPP WI Ustadz Muhammad Qasim Saguni

Musda juga dirangkaikan dengan Tasyakuran Alumni DIROSA. DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an bagi orang dewasa dengan 20 kali pertemuan. Program ini salah satu program unggulan Wahdah Islamiyah di seluruh DPD Wahdah Islamiyah. Menurut Ketua Bidang I DPP WI Ustadz Qasim Sagubi, Program ini merupakan pengejawantahan dari salah sati misi dan konsep dakwah Wahdah Islamiyah, yakni mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an. [sym].

Mulia dengan Al-Qur’an (Bagian Terakhir dari Tiga Tulisan)

Mulia dengan Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci lagi mulia. Diturunkan oleh Tuhan semesta alam kepada manusia termulia melalui Malaikat paling mulia serta di tempat paling mulia dan pada waktu paling mulia, yakni bulan Ramadhan. Allah Ta’ala menerangkan dalam beberapa ayatNya tentang keagungan dan kemuliaan Alquran, diantaranya surah Al-Waqi’ah ayat 77-80;

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾ فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾ لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠

Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (76) Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (78) tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (79) Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin. (80) (Qs. Al-Waqi’ah:75-80)

Kemuliaan Al-Quran dan berpengaruh pada kemuliaan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Al-Qur’an adalah firman Allah yang Maha mulia, diturunkan kepada manusia paling mulia melalui perantaraan Malaikat paling mulia, pada malam kemuliaan di bulan paling mulia dan di bumi paling mulia pula.

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan kemuliaan Al-Qur’an dari sisi kemulian waktu dan tempat diturunkannya serta kemuliaan Nabi pembawa Al-Qur’an dan ummatnya yang mengemban Al-Qur’an. Selanjutnya dalam tulisan ini akan diuraikan kemuliaan Al-Qur’an dari sisi kemuliaan Malaikat yang membawanya kepada Nabi dan kemuliaan orang-orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Selamat membaca.

6. Al-Qur’an Dibawa Oleh Malaikat Termulia

Malaikat yang menjadi pembawa wahyu Al Qur’an adalah Malaikat Jibril yang merupakan sebaik-baik malaikat dan terpercaya. Sbagaimana dijlaskan dalam surat At-Takwir ayat 19;

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)’’. (Qs. At-Takwir:19).

Allah juga memuji malaikat Jibril yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menyifatinya sebagai Malaikat terpercaya untuk menurunkan wahyu Ilahi. Sebagaimana dalam beberapa ayat diantaranya;

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُواوَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)“.Qs. An-Nahl:102)

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٩٢﴾ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ﴿١٩٤

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,(Qs. Asy-Syu’ara:192-194).

7. Al-Qur’an Pada Generasi Terbaik

Sebaik-baik generasi adalah generasi yang padanya Al Qur’an turun (Sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).

Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُالنَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَيَلُونَهُمْ

Sebaik-baik generasi adalah generasi di zamanku, kemudian yang setelahnya, dan kemudian yang setelahnya.” (HR. Muslim).

8. Manusia Terbaik adalah yang Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an

Rasulullah shalllahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan yang mengajarkannya”. (HR. Al Bukhari).

فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (43) وَإِنَّهُ لَذِكْرٌلَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ.

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (Az-Zukhruf : 43-44).

Umar ibnu Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

  إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَاالْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

 Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Qur’an, dan merendahkan yang lainnya juga dengan Al Qur’an. (HR. Muslim).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata;

أن جماع أمراض القلب هي أمراض الشبهات والشهوات والقرآن شفاءللنوعين

 “Unsur penyakit hati terkumpul pada dua hal, yaitu syubhat dan syahwat, dan keduanya diobati dengan Al Qur’an.” (Ighatsatul Lahafan, Juz.1/44).

Sebagaimana diterangkan dalam Surat Yunus ayat  57 dan Surat Al Isra’ayat 82;

يَاأَيُّهَاالنَّاسُ قَدْجَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِوَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(Qs. Yunus:57).

Penjelasan singkat ayat di atas dapat dibaca pada Rahmat dan Karunia Terbesar Itu Adalah Al-Qur’an.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَاهُوَشِفَاءٌ وَرَحْمَةٌلِّلْ مُؤْمِنِينَ ۙ وَلَايَزِيدُالظَّالِمِينَ إِلَّاخَسَارًا ﴿٨٢

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian’’. (Qs. Al-Isra:82).

Anda Juga Ingin MULIA ?

Bagi yang menghendaki kemuliaan hendaknya mengambil bagian dari Al-Qur’an, yakni dengan mempelajari dan atau mengajarkannya. Jadikan belajar dan mengajar Alquran sebagai agenda hidup sepanjang hayat. Luangkan waktu mninimal satu dua jam sepekan untuk ngaji qur’an. Tingkatkan kemampuan membaca Alquran! dan teruslah bertumbuh secara ilmiah dan ruhiah bersama Alquran. [sym]