Saat Semuanya Tak Lagi Berarti

Saat Semuanya Tak Lagi Berarti

Kalau Anda merasa sedang butuh makna hidup, jalan-jalanlah ke Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin. Di Mandai. Dekat bandara lama.

Di sini, uang tak lagi berarti. Anda boleh punya belasan juta di dompet dan ratusan juta di ATM, tetapi jika kota tujuan Anda adalah Palu, tak akan ada tempat duduk yang nyaman.

Begitu banyak yang berpakaian rapi, harum, dan mahal. Namun tetap harus antre seat di Hercules, satu-satunya pesawat yang bisa berangkat ke tanah yang baru dua hari diterjang gempa dan tsunami itu.

Lupakan dahulu penerbangan komersial, duduk di bussines class, dan dilayani pramugari. Lupakan dahulu ruang tunggu yang dingin dan banyak toilet. Lupakan Starbucks, J.Co, dan executive lounge.

Ada yang rela bermalam di sini, tidur di tegel dan taman, tetapi belum juga bisa terbang sampai sekarang.

Terlalu banyak yang mendaftar. Kapasitas terbatas. Beberapa Hercules yang mondar-mandir Makassar-Palu, Palu-Makassar, belum cukup untuk mengangkut semuanya.

Asri, teman kantor saya sangat mencemaskan kakak dan ponakannya. Belum ada yang bisa dihubungi. Makanya dia mesti berangkat ke Palu. Mencari sendiri kepastian itu.

Doelnest la Maspul, Paulus Tandi Bone, Nurdin Amir, Hariandi Hafid, Maman Sukirman, dan banyak rekan jurnalis lain juga masih menanti dipanggil namanya. Lambung mulai getar, baterai ponsel melemah, badan penat. Namun tidak ada yang bisa mempercepat keberangkatan sebelum tiba gilirannya.

Para relawan dan tim medis juga menunggu jatah terbang.

Lalu di bagian kedatangan, yang tanpa AC dan pengharum, ratusan orang lainnya tiba. Mereka para korban gempa yang selamat.

“Habis semuanya. Ada mobil, tapi kami parkir sembarangan di bandara Palu. Tidak ada artinya lagi,” ujar seorang ibu yang tampak sangat lelah. Matanya berair.

Seorang anggota keluarganya tidak ikut ke Makassar. Belum ditemukan. Dia cuma memikirkan dua kemungkinan; tenggelam atau tertanam. Gempa dan tsunami membuat banyak yang hilang.

Empat bocah bersaudara duduk bernaung di bawah kanopi kantin. Ibunya yang bercadar membelikan minuman dan wafer.

Di Palu, kata mereka, sekarang sangat susah mengasup. Krisis air, krisis makanan. Belum banyak bantuan yang datang. Bandara tutup. Jalur darat putus. Pelabuhan juga kabarnya rusak.

Masih di bagian kedatangan, beberapa ambulans menembus blokade. Sejumlah penumpang harus segera dibawa ke rumah sakit. Ada yang tangannya dibalut perban. Ada yang tidak bisa berjalan karena kakinya entah tertimpa apa pada Magrib di hari Jumat itu.

Saya juga melihat seorang wanita tua, yang melangkah gontai sambil terus terisak. Pasti ada yang hilang dari dirinya. Entah harta, sanak saudara, atau apa. Saya tak mungkin menambah perihnya dengan pertanyaan.

Namun inilah realitas di dunia. Tempat kita sedang mampir ini. Begitu banyak duka, luka.

Jadi kalau sekarang kita masih dalam suka, ada baiknya kita meresponsnya dengan qana’ah. Kalau sekarang kita masih bisa sarapan Indomie, makan siangnya ikan teri, lalu malamnya bakso, itu sudah rezeki yang besar.

Percuma banyak deposito bila tak ada yang bisa dibeli. Uang dan kartu debit tak mungkin dikunyah.

Dan bila saat ini kita dalam keadaan berlebih, tengoklah ke saudara-saudara yang sedang tak berpunya.

Hidup seperti roda Hercules yang melaju di runway.

Fb Imam dz

Liputan Tim Lazis Wahdah di Lokasi Gempa di Palu

(Donggala) wahdahjakarta.com- Gempa bumi berkekuatan 7.7 SR mengguncang kembali Kota Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) petang setelah sebelumnya juga sempat diguncang gempa skala kecil > 5 SR beberapa kali. Gempa ini juga menyebar ke kota Palu hingga ke Sulawesi Barat dan sebagian daerah di Sulawesi Selatan.

Pasca gempa yang menimbulkan gelombang pasang di beberapa daerah tersebut Tim Wahdah Peduli langsung mengirim sejumlah relawan ke Donggala dan Palu Sulawesi Tengah Jum’at malam.

Berikut reportase dari tim relawan Lazis Wahdah Islamiyah di lokasi gempa di Palu Sulawesi Tengah

 

Wawan selaku relawan Wahdah Peduli yang ikut turut dalam rombongan mengatakan, penambahan relawan gelombang ketiga ini ditujukan untuk melakukan Assessment Emergency Conditional di lokasi terdampak gempa.

“Kami akan menyebar di beberapa titik untuk melakukan pendataan dan kebutuhan lainnya sebelum penurunan relawan gelombang selanjutnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemberangkatan jalur darat dilakukan setelah sebelumnya menghubungi pihak terkait untuk memastikan jalur yang aman untuk dilalui.

“Walaupun sempat ada kabar banyak jalur transportasi yang terputus, namun Alhamdulillah telah normal kembali,” terangnya.

Mari tunjukkan kepedulian kita, bantu sesama yang membutuhkan.

Donasi dapat di saluran melalui rekening BSM 4999009005 a.n LAZIS WAHDAH Peduli Negeri. Kode Transfer ATM bersama 451. Konfirmas bukti transfer ke 085315900900 Contoh PGS/Nama/ Daerah/ 500.600

Kontak Media TIM :+6281242618963

Wahdah Islamiyah Lepas Gelombang Ke 3 Relawan ke Palu

Wahdah Islamiyah Lepas Gelombang Ke 3 Relawan ke Palu

Wahdah Islamiyah Lepas Gelombang Ke 3 Relawan ke Palu

(Makassar) wahdahjakarta.com – Sebanyak 20 relawan dengan menggunakan 3 mobil dilepas secara resmi Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) ke Lokasi Gempa Palu

Rombongan relawan dilepas secara resmi oleh Ketua Harian DPP WI, Rahmat Abdurrahman, bersama jajaran petinggi WI lainnya bertempat di Kantor DPP WI, Jalan Antang Raya Makassar, Sabtu (29/9)

Wawan selaku relawan Wahdah Peduli yang ikut turut dalam rombongan mengatakan, penambahan relawan gelombang ketiga ini ditujukan untuk melakukan Assessment Emergency Conditional di lokasi terdampak gempa.

“Kami akan menyebar di beberapa titik untuk melakukan pendataan dan kebutuhan lainnya sebelum penurunan relawan gelombang selanjutnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemberangkatan jalur darat dilakukan setelah sebelumnya menghubungi pihak terkait untuk memastikan jalur yang aman untuk dilalui.

“Walaupun sempat ada kabar banyak jalur transportasi yang terputus, namun Alhamdulillah telah normal kembali,” terangnya.

Rombongan ketiga ini menerjunkan 20 relawan yang akan menempuh perjalanan darat menuju kota Palu yang terdiri dari Tim Asessment, SAR dan Medis.

Gelombang Pertama tadi malam Jumat (28/9) diterjunkan Relawan dari Cabang Wahdah Poso dan Ampana sebanyak 11 Orang dan tadi Pagi tenaga medis Via Pesawat lewat Poso

Mari tunjukkan kepedulian kita, bantu sesama yang membutuhkan.

Donasi dapat di saluran melalui rekening BSM 4999009005 a.n LAZIS WAHDAH Peduli Negeri. Kode Transfer ATM bersama 451. Konfirmas bukti transfer ke 085315900900 Contoh PGS/Nama/ Daerah/ 500.600

Kontak Media TIM :+6281242618963