Khotbah Jum’at: Meraup Berkah Ramadhan

 

 

Meraup Berkah Ramadhan

Khotbah Pertama

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin, jamaah shalat Jum’at yang dirahmati oleh Allah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, detik-detik yang dilaluinya bisa lebih berharga dibandingkan dengan dunia beserta seluruh isinya, dan jika datang bulan Ramdhan, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya dan menjelaskan tentang keutamaan dan berkah yang menyertainya, beliau mengatakan:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:”Telah tiba dihadapan kalian bulan Ramadhan, bulan penuh dengan berkah, Allah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa di dalamnya, pintu-pintu surga di buka, pintu-pintu neraka di tutup, dan syetan-syetan di belenggu di bulan Ramadhan. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan”. HR Ahmad.

Sikap Rasulullah ini tentunya menunjukkan dahsyatnya keutamaan bulan Ramadhan, Rasulullah menyebutnya sebagai bulan yang penuh dengan berkah, yang dimaksud dengan berkah adalah untaian-untaian kebaikan dan manfaat. Dan jika di hubungkan dengan bulan Ramadhan, maka berkahnya menghiasinya dalam beberapa hal:

Pertama: Bulan Ampunan dosa

Jika kita mengkaji hadits-hadits yang datang dari Rasulullah, maka kita akan mendapati banyak sekali amalan-amalan yang menjadi faktor diampuninya dosa-dosa hamba, diantaranya yang terkandung dalam sabda Rasulullah:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

Artinya:”Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosanya yang telah lalu”. Muttafaqun Alaihi.

Dan sabda Rasulullah:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:”Barang siapa yang shalat malam dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dari dosanya yang telah lalu”. Muttafaqun Alaihi.

Dan sabda Rasulullah:

 

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:”Barang siapa yang memakmurkan malam Lailatul Qadr (dengan Ibadah) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosanya yang telah lalu”. Muttafaqun Alaihi.

Tiga redaksi hadits ini menunjukkan bahwa Ramadhan merupakan bulan maghfirah, sebab berkumpul di dalamnya amalan-amalan yang dapat menjadi faktor diampuninya dosa seorang hamba, baik amalan tersebut hukumnya wajib ataupun yang hukumnya sunnah.

Maka jika seorang hamba melaksanakan satu amalan saja dengan penuh keikhlasan dan keimanan, seperti puasa yang merupakan bagian dari rukun islam yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan, maka sesungguhnya amalan ini dapat menjadi penghapus dosa yang telah lalu baginya.

Kedua: Bulan Dilipat Gandakannya Pahala Amalan

Ini adalah berkah kedua yang menghiasi bulan Ramadhan, yaitu pahala-pahala amalan dilipat gandakan oleh Allah, jika pada hari biasa, sebuah amalan dapat dilipat gandakan antara sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, maka di dalam bulan Ramadhan, ada amalan yang dilipat gandakan dengan jumlah yang tidak terbatas, Rasulullah bersabda:

كل عمل ابن آدم يضاعف الحسنة عشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف، قال الله عز وجل: إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

Artinya: ”Setiap Amalan manusia dilipat gandakan, satu kebaikan pahalanya (bila) sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Allah berfirman: kecuali ibadah puasa (pahalanya tidak terhingga), sesungguhnya (puasa) milikku, dan AKU yang memberi pahalanya”. HR Muslim.

Kaum muslimin, jamaah shalat Jum’at yang dirahmati oleh Allah.

Sesungguhnya hadits ini dapat memberikan motivasi bagi seluruh kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah puasa, sebab pahala yang dijanjikan oleh Allah sangat luar biasa, dapat melebihi hitungan-hitungan yang ada di kepala manusia, dan hadits ini juga dapat memberikan dorongan bagi kita untuk senantiasa meningkatkan kwalitas puasa yang kita laksanakan, sebab semakin baik kwalitas puasa kita, maka akan berpengaruh kepada besarnya pahala yang di dapatkan dari Allah.

Ketiga: Bulan Ramadhan mengkondisikan kaum muslimin untuk beramal sholih

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah diatas:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: ”Telah tiba dihadapan kalian bulan Ramadhan, bulan penuh dengan berkah, Allah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa di dalamnya, pintu-pintu surga di buka, pintu-pintu neraka di tutup, dan syetan-syetan di belenggu di bulan Ramadhan. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan”. HR Ahmad.

Dalam hadits ini, dapat kita simpulkan bahwa bulan Ramadhan telah dikondisikan dengan sedemikian rupa, untuk menjadi bulan Taubat, bulan beramal ibadah, dan bulan yang penuh dengan kebaikan, seakan tidak ada tempat bagi manusia untuk melakukan kemaksiatan. Silahkan di renungkan; di bulan Ramadhan di buka pintu-pintu Surga, ditutup pintu Neraka, di belenggu syaitan-syaitan, serta diwajibkan bagi seluruh kaum muslimin untuk berpuasa. Dan realita dalam kehidupan juga membuktikan, bahwa berapa banyak di kalangan kaum muslimin tidak mampu untuk berpuasa di luar bulan Ramadhan, meskipun puasa-puasa yang sangat dianjurkan dan dijanjikan pahala yang besar seperti puasa ‘Asyura’ dan ‘Arafah, namun ketika bulan Ramadhan datang, maka mereka dapat melaksanakan ibadah puasa tersebut. Dan betapa banyak di kalangan kaum muslimin yang tidak mampu untuk melaksakan qiyamul lail di luar bulan Ramadhan, namun ketika bulan Ramadhan datang menjelang, mereka dapat melaksanakannya dengan penuh semangat.

 

Keempat:  Lailatul Qadr

Ini adalah puncak dari keberkahan di bulan Ramadhan dan puncak keindahannya, yang mana malam ini, lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah:

 

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:”Laitul Qodar (adalah malam) yang lebih baik daripada seribu bulan”.

 

Kaum muslimin, jamaah shalat Jum’at yang dirahmati oleh Allah.

Inilah berkah yang dikandung oleh bulan Ramadhan, yang hendaknya kita termotivasi untuk meraihnya. Sesungguhnya cara yang terbaik untuk meraup keberkahan Ramadhan adalah dengan memaksimalkan kemampuan dan usaha kita untuk melaksanakan ibadah di dalamnya dengan sebaik dan sebanyak mungkin, sebagaimana ucapan Malaikat sebagaimana yang disabdakan Rasulullah:

يا باغي الخير أقبل

Artinya:”Wahai pencari kebaikan, datanglah”. HR Timidzi dan yang lainnya.

Semoga Allah senantiasa menuntun kita pada jalan kebaikan, dan menjaga kita dari jalan kesesatan.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وجعلني وإياكم من الصالحين.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

 

 

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين

عِبَادَ اللهِ

 إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 

Sumber: Wahdah.or.id

 

 

Hukum Bershalawat Saat Khutbah Jum’at Sedang Berlangsung  

 

Hukum Bershalawat Saat Khutbah Jum’at Sedang Berlangsung  

Pertanyaan:

Kita wajib mengucapkan shallallahu ‘alaihi wa sallam (bershalawat) saat mendengar nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam disebut. Tetapi pada saat khutbah kita wajib tidak berbicara, karena jika berbicara saat khutbah pahala kita akan hilang. Lalu apakah ketika khatib menyebut nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kita tetap bershalawat?

Jawaban:

Alhamdulillah, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, wa ba’d;

Masalah ini meruapakan perkara khilafiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama. Ada yang memandang keharusan untuk diam secara mutlak, berdasarkan hadits-hadits tentang perintah diam (inshat) saat khutbah. Dan ada pula yang berpendapat disyariatkannya ta’min (mengaminkan do’a) dan bershalawat kepada Nabi. Mereka berdalil dengan anjuran mengaminkan do’a seperti pada khutbah Istisqa (minta hujan). Demikian pula berdalil dengan mengangkat tangan saat berdo’a pada khutbah shalat istisqa, yang mana mengangkat tangan melebihi shalawat (karena mengangkat tangan berupa gerakan sedangkan shalawat sekadar ucapan yang dapat pula disirrkan). Sedangkan shalawat lebih penting dari ta’min. Karena shalawat hukumnya wajib, berdasarkan firman Allah;

“إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً” (الأحزاب:56)،

Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam;

“رغم أنف امرئ ذكرت عنده فلم يصلِّ عليّ” رواه الترمذي

Celakalah seseorang yang mendengar aku disebutkan dihadapannya lalu ia tidak bershalawat kepadaku”. (HR. Tirmidziy).

Inilah pendapat yang rajih dalam masalah ini. Oleh karena itu saya wasiatkan kepada para imam dan khatib untuk memperhatikan keadaan manusia dalam masalah ini, selama ia merupakan persoalan yang ada kelonggaran di dalamnya, dengan tidak mengharuskan orang-orang bershalawat secara jahr. Cukup mereka bershalawat secara sirr (lirih) agar tidak mengganggu orang di sekitarnya dan tidak menimbulkan fitnah.

Inilah sikap hikmah  dan manhaj Syaikhul Islam Ibn Taimiyah dan para Imam Islam lainnya. Mereka sangat memperhatikan keadaan manusia dalam persoalan yang tidak termasuk bid’ah atau amalan haram. Karena ia sebatas perkara fadhilah amal dan masalah khilafiyah yang mu’tabarah, seperti halnya masalah jahr dan sirr dalam Bismillahirrahmanirrahim dan yang lainnya. Sebab perbedaan (khilaf) merupakan sesuatu yang buruk, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.  Wallahu a’lam.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Sumber: http://www.almoslim.net/node/62918#

Kesimpulan:

Boleh bershalawat secara sirr  saat khutbah bila mendengar khatib menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Musibah di Atas Musibah (Khutbah Jum’at)


Oleh : Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc. MA

إن الحمد لله نحمده ، و نستعينه ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ، ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له .وأ شهد أ ن محمداً عبدُه و رسولُه
يَاأَيها الذين آ مَنُوا اتقُوا اللهَ حَق تُقَا ته ولاتموتن إلا وأنتم مُسلمُون
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
يَا أ يها الذين آ منوا اتقوا الله وقولوا قَو لاً سَديداً يُصلح لَكُم أَ عما لكم وَ يَغفر لَكُم ذُ نُو بَكُم وَ مَن يُطع الله وَ رَسُولَهُ فَقَد فَازَ فَوزاً عَظيماً

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وآله وسلم، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

Kaum muslimin rahimakumullah!
apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di beberapa tempat di Indonesia hari ini sungguh sangat memilukan

Belum lagi kering air mata kita dengan apa yang terjadi di Lombok kita pun dikejutkan dengan gempa bumi berikut tsunami yang meluluhlantakkan kota Palu.

Tidak ada kata yang patut untuk kita ucapkan atas semua ini kecuali innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya.

Kekuasaan Allah tidak terbatas, yang meliputi segala apa yang ada di alam raya ini, dan itu terbukti dengan apa yang terjadi berupa musibah yang datang beruntun dan berturut-turut ini.

Betapa kecil dan tidak berdaya nya manusia dihadapan kemahakuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini ibarat sebutir debu di Padang Sahara atau Setetes Air di tujuh lautan benua.

Semua doa kita panjatkan untuk para korban , semoga yang wafat mendapatkan syahid di sisi Allah , dan yang terluka segera disembuhkanNya,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِيْقُوَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Para syuhada itu ada lima golongan: yang terkena tha’un , mabthun ( sakit perut) ,tenggelam, terkena reruntuhan, dan yang syahid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.” ( HR.Al Bukhari & Muslim)

Kitapun berharap agar kondisi segera pulih dengan keimanan yang bertambah serta ketakwaan yang semakin mantap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dibutuhkan kontribusi kita semua moril dan materil sebagai wujud persaudaraan dan keimanan,, untuk menghadapi musibah yang sangat besar ini.

Namun ……
Jamaah Jum’at
Yang dimuliakan Allah

Tahukah kita akan musibah yang lebih besar daripada itu semua ?

Lebih besar daripada gempa bumi yang meluluhlantakkan kota

Lebih besar daripada banjir tsunami yang menyapu rata.

lebih dahsyat dari angin puyuh yang menerbangkan semua yang ada

Allah subhanahu Allah berfirman :

ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Surat An-Nur, Ayat 63)

Menyelisihi Jalan Kebenaran jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelisihi syariat Islam, menyelisihi petunjuk nabi, menyelisihi Al Quran , itulah semua yang mengundang bencana.

Saat kita diuji dengan bencana alam gempa bumi ,tsunami dan lain sebagainya lantas kemudian kita kembali kepada Allah menjadikannya sebagai pemicu untuk bertaubat kepada Allah sebagai jalan untuk taat dan kembali meniti jalan kesolehan maka sungguh musibah itu akan membuka lembaran-lembaran kebaikan bagi kehidupan kita.

Namun jika kekuasaan Allah yang mutlak itu telah ditunjukkannya dalam bentuk musibah yang datang silih berganti lantas kemudian kita tidak mengambil pelajaran ,kita tidak kembali kepada jalannya, kita tidak bertaubat, bahkan justru semakin sombong ,semakin ponggah dengan kesyirikan dan kemaksiatan ,maka azab Allah yang paling besar akan menimpa kita berupa kesesatan, berupa kekufuran, berupa jauhnya dan semakin jauh nya kita dari jalan Allah inilah musibah di atas musibah .
Musibah terbesar saat Allah jauhkan kita dariNya.
Wallahu l Musta’an

Bumi Langit dan seluruh semesta sejatinya adalah makhluk yang taat kepada Allah , maka Tidak sepantasnya manusia saat diberikan Wahyu oleh Allah untuk hidup di atas bimbingan Wahyu itu lantas kemudian menjauhkan diri dan bahkan menistakan wahyu Allah dan lebih memilih jalan yang dia buat sendiri, aturan yang dia ,karang sendiri, jalan hidup yang mereka rekayasa sendiri . Itulah yang justru akan menjadikan manusia itu terjatuh ke dalam lembah kebinasaan

Allah ta’ala berfirman

ومن اعرض عن ذكري فان له معيشه ضنكا ونحشره يوم القيامه اعمى

Barangsiapa yang berpaling dari peringatanku maka Sungguh aku akan berikan baginya kehidupan yang sempit dan kami bangkit kan dia di hari akhirat dalam keadaan buta

Para orang shaleh yang terdahulu saat mereka mendapatkan musibah , maka takutnya kepada Allah semakin bertambah dan itu mengantarnya lebih dekat kepada Allah.

Manusia sejatinya adalah hamba Allah yang ditugaskan beribadah kepada Allah dengan sebenarnya benarnya, saat kedurhakaan terjadi maka musibah itu akan menerpa semuanya, yang shaleh maupun yg salah , yg bermaksiat maupun yang taat.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan takutlah atas siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. (Surat Al-Anfal, Ayat 25)

Disinilah pentingnya kita memahami arti dakwah , amar Ma’ruf nahi mungkar,, tegaknya dakwah , amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar adalah jaring pengaman ilahiah atas adzab dan kemurkaanNya…
Semoga kita semua mendapatkan Ibrahim dan pelajaran

اقول قولي هذا و استغفره انه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله وحده الصلاه و السلام على من لا نبي بعده وعلى اله واصحابه ومن سار على نهجه الى يوم الدين اما بعد

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

musibah ini sejatinya adalah musibah kita semua, Saat sebagian saudara kita meregang nyawa, bahkan ribuan mayat terhampar di hadapan kita, sementara sebagian yang lainnya masih berada di tenda-tenda pengungsian, bahkan mungkin masih ada di tempat-tempat yang belum terjangkau dengan bantuan yang berarti.

Inilah saatnya kita mengukir kebaikan dalam keimanan kita, Inilah saatnya kita membuktikan persaudaraan kita, Mari kita hadirkan secercah senyum pada anak-anak kita yang ada di Palu di Lombok dan di berbagai belahan nusantara yang saat ini sedang menangis pilu didera bencana tanah ini.
Bersabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam,

 

: ” مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الأعضاء بالحمى والسهر ” متفق عليه .

Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” Muttafaq Alaihi

Selain itu kita berharap bahwa apa yang kita berikan dijalan Allah dengan membantu saudara-saudara kita yang menderita itu Semoga menjadi asbab kita terhindar dari musibah dan berbagai Prahara.

Ingatlah kita bahwa negeri ini adalah karunia Allah yang sangat luar biasa kita dimanja dengan berbagai kekayaan alam, namun hendaknya kita mengingat pula bahwa tak ada sejengkal pun negeri ini dan seluruh bumi ini kecuali milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala olehnya itu tak pantaslah kita menginjakkan kaki di atas bumi milik Allah untuk melakukan kemaksiatan apalagi dengan kemusyrikan dan kekufuran.

Akhirnya marilah kita menundukkan jiwa dan raga kita kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Seraya bermunajat memohon ampunan nya memohon kasih sayangnya memohon rahmat nya.

Ya Allah Yang Maha pengampun ampunilah kami karena tiada yang dapat memberi ampunan melainkan engkau
Ya Allah, yang maha pengasih engkau maha tahu dosa dan kemaksiatan yang telah kami ukirkan dalam jejak hitam perjalanan hidup kami, tak ada yang dapat menghapuskannya melainkan kasihmu melainkan ampunanmu yang tiada berbatas
Ya Allah Yang Maha Kuasa janganlah kau jadikan dosa segelintir orang di antara kami untuk Kau turunkan azab dan kemurkaan Mu atas kami

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang dapat belajar dari peringatan mu ini
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang bersegera menuju ampunan Mu menyambut berkah syariat Mu dan jadikanlah kami orang-orang yang kembali kepadamu dalam ketaatan dalam ketakwaan dalam keimanan

Ya Allah tolonglah kami , Angkatlah musibah ini dari kami dengan kekuasaanMu yang tiada berbatas.

اللهم ادفع عنا الغلاء والوباء والربا والزنا والزلازل والمحن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن عن بلدنا هذا خاصة وعن سائر بلاد المسلمين عامة يا رب العالمين، اللهم أنت الله لا إله إلا أنت،
اللهم ارحم موتانا و اشف مرضانا و أعد الينا الحياة بالإيمان و التقى العفاف و الغنى
اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلغنا به جنتك ومن اليقين ماتهون به علينا مصائب الدنيا اللهم متعنا باسماعنا وابصارنا وقواتنا ما احييتنا واجعله الوارث منا واجعل ثارنا من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا ولا تجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لايخافك فينا ولا يرحمنا
سبحان ربك رب العزه عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

Apakah Memasukkan Uang Ke Dalam Kotak Amal Saat Khutbah Jum’at Termasuk Lagha?

Kotak Amal

Kotak Amal

Apakah Memasukkan Uang Ke Dalam Kotak Amal Saat Khutbah Jum’at Termasuk Lagha?

Pertanyaan:

Bismillah.. Assalamualaikum ustadz,

Afwan.. Ana mau tanya..

Ketika khatib sedang berkhutbah itu kita wajib untuk tenang dan tidak melakukan gerakan yang sia2..

Kira2 yang dimaksud gerakan yg sia2 itu seperti apa saja ya ust? Apakah memasukkan uang kedalam kotak amal dan mendorong kotak amal juga termasuk gerakan yang sia-sia? (Fadhel/Group Wa Konsultasi Islami).

 

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

Khutbah Jum’at merupakan salah satu syarat sah pelaksanaan Shalat Jum’at. Dalam Khutbah Jum’at sendiri juga terdapat rukun-rukun khutbah yang harus terpenuhi, seperti  membaca hamdalah, membaca shalawat dan lain-lain. Oleh karena khutbah merupakan syarat sah shalat Jum’at maka menyimak dan mendengarkan khutbah Jum’at hukumnya wajib.

Oleh sebab itu ketika khutbah Jum’at berlangsung para jama’ah dianjurkan menghadap ke arah kiblat, memperhatikan, mendengarkan, dan menyimak khutbah dengan serius dan sungguh-sungguh serta tidak melakukan sesuatu yang sia-sia yang dapat mengurangi bahkan menggugurkan pahala jum’atnya. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim;

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

Barangsiapa berwudhu, lalu memperbagus (menyempurnakan) wudhunya, kemudian mendatangi shalat Jum’at lalu mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka dia akan diampuni dosa-dosanya antara  hari itu sampai dengan hari Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari sesudahnya. Barangsiapa menyentuh kerikil, maka sia-sialah Jum’atnya” (HR. Muslim)

Dalam Syarh Shahih Muslim Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa memegang (bermain-main) kerikil  dan lainnya merupakan saat khutbah merupakan salah satu perbuatan yang sia-sia. Selain itu juga terdapat isyarat untuk menghadapkan hati dan anggota badan saat  khutbah Jum’at berlangsung.

Selian itu perbuatan sia-sia (lagha) juga dapat berupa ucapan atau perkataan sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah dalam sabdanya,

Apabila engkau berkata kepada temanmu “diamlah” pada hari Jum’at sedang imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat lagha (sia-sia).” (HR al-Bukhari).

Imam Ash-Shan’ani dalam kitab Subulus-Salam Syarh Bulughil Maram menjelaskan: “Apabila engkau berkata kepada temanmu: ‘diamlah’ ketika khatib berkhutbah, maka engkau telah berbuat lagha” merupakan penguat larangan berbicara. Apabila hal tersebut (berkata ‘diamlah’) dikategorikan sebagai pebuatan laghapadahal perkataan hal tersebut termasuk pada amar ma’ruf, maka orang yang berbicara lebih berat hukumnya. Dengan pengertian tersebut, maka wajib bagi orang yang akan menegur dengan menggunakan isyarat apabila memungkinkan.

Artinya jika perkataan “diam”! yang dimaksudkan mengingatkan orang berbuat lagha tergolong lagha juga, maka perkataan lain seperti mengobrol lebih terlarang lagi.

Lalu bagaimana dengan memasukan uang ke kotak amal dan menggeser kotak amal?

Jika mengucapkan satu kata ‘’diam’’ dan menyentuh/mempermainkan kerikil yang merupakan gerakan paling ringan termasuk lagha (sia-sia) yang dilarang, maka perkataan dan perbuatan atau gerakan yang lebih banyak lebih terlarang. Apalagi saat pengedaran kotak infaq ketika khutbah terdapat enam gerakan yang tidak dapat dielakkan:

  • Mengambil dompet dari saku/tas
  • Memilih uang dalam dompet
  • Melipat-lipat uang sebelum memasukannya ke dalam kotak infaq
  • Memasukkan uang dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri menutupinya
  • Menggeser kotak infaq, sebelum maupun setelah memasukkan uang kedalam kotak infaq.
  • Jika tidak berinfaq minimal sekedar menggeser.

Illat (sebab)  yang menjadi alasan larangan memainkan kerikil, mengatakan ‘’diam”! atau yang lainnya karena dapat memalingkan dari berdzikir dan menyimak khutbah.

Oleh karena itu sebaiknya tidak mengedarkan kotak amal atau infaq saat Khutbah Jum’at sedang berlangsung. Hal ini demi menjaga suasana khusyu’ dan khidmatnya pelaksanaan shalat dan khutbah Jum’at. Sebagai solusi dapat diusahakan alternatif lain, seperti;

  1. Menyiapkan kotak amal/infaq di setiap pintu masuk,
  2. Mengedarkan kotak amal/infaq sebelum khutbah dimulai, misalnya saat penyampaian pengumuman atau maklumat oleh pengurus masjid jelang masuk waktu jum’at (jika ada).
  3. Mengedarkan kotak amal/infaq setelah shalat Jum’at sebelum menunaikan shalat ba’diyah jum’at.

Tentu bagi pengurus masjid perlu mensosialisasikan hal ini secara bijak kepada jama’ah, sebagai bentuk edukasi kepada para jama’ah. Walahu a’lam bish Shawab. [sym].

Khutbah Jumat Rohingya Adalah Kita

Khutbah Jumat Rohingya Adalah Kita
Oleh : Muhammad Ikhwan Jalil

Assalamu Alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.

‎إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
‎مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
‎أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Kaum Muslimin , A’azzakumullah

Rohingya ….
Apa itu ? Siapa mereka ? Dimana itu ? Ada apa dengannya?
Mungkin sederet pertanyaan akan muncul saat kita mendengar kata itu . Rohingya ….

Kaum Muslimin , Rahimakumullah .

Ketahuilah , Rohingya adalah nama bagi etnis muslim yang berada di wilayah negara Myanmar berbatasan dengan Negara Bangladesh ..
Mereka hari ini adalah etnis yang paling menderita atas suatu penjajahan dan kezaliman luar biasa melampaui batas- batas kemanusian dan nilai keberadaban yang dilakukan oleh pemerintah dan militer Myanmar serta sebagian rakyatnya .
Mereka terusir , rumah- rumah mereka dibakar , wanita-wanita muslimah diperkosa , dibunuh dan bahkan dimutilasi hidup-hidup .
Beberapa hari lalu kita merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan Qurban , maka demikianlah kaum kuffar memperlakukan muslimin Rohingya dengan menyembelih mereka .
Saat kita memanggang daging Qurban kita , manusia – manusia kafir berhati Iblis di Myanmar pun memanggang hidup-hidup saudara muslim Rohingya .
Wallahul Musta’an .
Siapakah mereka para korban itu , wagai kaum muslimin? Mereka adalah saudara kita , mereka adalah sebagian dari tubuh kita , bukankah Rasulullah Shallalllahu alaihi wasallam bersabda :

‎مَثَلُ الْمُسْلِمِيْنَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ كَالْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اِشْتَكَى مِنْهُ عَضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَى
“Perumpamaan kaum muslimin dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi di antara mereka adalah baikan tubuh yang satu ; apabila satu bagian merasa sakit, maka seluruh tubuh meresponnya dengan merasa demam.” (HR Muslim)

Sesungguhnya Allah telah menguji kita dengan musibah ini, apakah benar kita merasakan sakitnya sebagai umat yang hidup ?
Jika kita tidak merasa sakit akan penderitaan mereka , maka ketahuilah bahwa mungkin nurani keummatan kita telah mati atau mati suri ,,, dan apa arti hidup jika nurani telah mati .
Wallahul Musta’an

Kaum Muslimin – Afallaahu anna jamie’an ; Semoga Allah maafkan kita semua .
Semoga peristiwa ini menyadarkan kita bahwa sesungguhnya kita memiliki tanggung jawab untuk mengambil alih kendali kehidupan umat manusia , karena kika kendali dan kekuasaan berada di tangan- tangan manusia yang tidak beriman , maka yang terjadi adalah kezaliman dan keangkara murkaan.

وَالَّذينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (wahai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS.Al Anfal :73)

Allah Subhanau Wata’ala mengingatkan kita ; Jika perjuangan mengeksiskan keimanan sebagai pengendali kehidupan kita abaikan , maka yang terjadi adalah bencana dan kerusakan yang besar .

Dan dunia ini sesungguhnya adalah warisan Allah dan orang-orang beriman adalah para pewarisnya , Allah bergirman

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya Bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh. (QS. Al Anbiya’: 105)

أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لكم من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua :

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، الهادي إلى إحسانه، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وأعوانه وسلم تسليما كثيرا. أما بعد:

Kaum Muslimin Rahimakumullah ,
Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Perlukah kita mengiba-iba kepada orang- orang ponggah dan zalim serta musyrik itu ?

Imam Asy Syafi’e berkata :
‎ولا تر للأعادي قط ذلا
‎فإن شماتة الأعدا بلاء
‎ولا ترجُ السماحة ََ من بخيلٍ

Wa laa turi lil a’daai qaththu dzullan
Fainnaa syamaatatal a’daa balaaun
Wa laa tarjus samaahata min bakhilin.

Jangan kau perlihatkan kelemahan pada musuhmu

Bencana itu adalah saat mereka gembira atas penderitaanmu

Kebaikan orang kikir jangan menjadi harapanmu…

Allahu Akbar ….

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah ,

Yang dapat kita lakukan untuk saudara muslim Rohingya

Pertama : BERTAUBATLAH dengan sungguh-sungguh kepada Allah , karena dosalah berbagai bencana menimpa,

KeduA BERDOALAH dengan sungguh-sungguh untuk mereka, termasuk dengan Qunut Nazilah .

Bangunlah di penghujung malam,
Bersimpuhlah di batas adzan dan iqamah,
Bersungguhlah dalam sujud-sujudmu,
Pintalah dengan air mata dan jiwa:
Semoga Allah segerakan pertolonganNya
untuk saudara-saudara Muslim Rohingya di Bumi Arakan…
Semoga luka dan nestapa itu terbasuhkan
oleh bahagia dan keimanan.
Semoga para pembantai itu,
Para pendukungnya,
Para pendiamnya,
Disatukan dalam kawah adzab yang merapal lolong kesakitan mereka
hingga jauh ketujuh lapis bumi yang sepi…

Ketiga : BERSIAPLAH untuk berjihad jika ada jalan ke sana, karena inilah jalan kemulian yang telah diletakkan Allah untuk kita , kalaupun kaki dan tangan belum sampai ke sana , jangan sampai jiwapun kerdil untuk bersiap menyambut panggilan jihad.

Keempat :BERINFAQ dengan harta untuk meringankan penderitaan mereka, dan inipun termasuk bagian dari Jihad fie sabilillah.

Kelima :BERSILTURRAHIM kepada pengungsi Rohingya di tempat yang dapat anda jangkau. Jika Allah hadirkan mereka di dekat kita itu berarti berkah buat kita , sambut uluran tangan mereka yg terusir dari negerinya berpuluh tahun lamanya, jadikan rumah anda seperti rumah mereka , jadilah anshar yg baik bagi kaum muhajirin itu.

Keenam: BERBICARALAH tentang mereka dan berikan info yang benar tentang kondisi mereka termasuk di media sosial. Jangan diam seperti syethan yang bisu

Ketujuh :BERPARTISIPASI dan ikut serta dalam kegiatan dan aksi yang menyuarakan pembelaan terhadap Muslim Rohingya .

 

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنا ]) .


Khutbah Jumat Rohingya Adalah Kita

HADIRILAH !!!
Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana
“ROHINGYA, Bagian Tubuh Kita yang Lain”
👤 Bersama:
Al Ustadz Ilham Jaya, Lc., M.HI.
(Ketua DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta, Anggota Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)
🗓 Hari : Jum’at, 8 September 2017
🕰 Waktu : Ba’da Maghrib – 20.00 WIB
🕌 Tempat : Masjid Al Hijaz, Restoran Pondok Laras Depok
Siapkan Donasi Terbaik Anda
Diselenggarakan Oleh: Wahdah Islamiyah Jakarta & Depok
🌐 wahdahjakarta.com
📡 Live streaming Facebook: Wahdah Islamiyah Jakarta

Download Buletin Jumat Al Balagh di : http://wahdahjakarta.com/download/