Majelis Ta’lim Telkomsel Dukung Program Sekolah Darurat dan Motor Da’wah Lazis Wahdah

Majelis Ta’lim Telkomsel Dukung Program Sekolah Darurat dan Motor Da’wah Lazis Wahdah

Makassar (Wahdahjakarta.com) – Majelis Taklim Telkom (MTT) Regional Sulsel menyumbangkan donasi peduli Sulteng berupa biaya pendirian sekolah darurat dan pengadaan motor dakwah kepada LAZIS Wahdah Islamiyah. Sebelumnya, bantuan berupa paket makanan siap santap dan beberapa paket dakwah telah disalurkan ke sejumlah titik di daerah terdampak gempa dan tsunami.

Ketua MTT Regional Sulsel Bambang Mulyadi mengapresiasi kinerja relawan saat di Palu. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa LAZIS Wahdah punya banyak relawan yang ia sendiri saksikan di banyak pemberitaan.

“Saya percaya dengan kinerja LAZIS Wahdah dalam penanganan kebencanaan di Palu. Masya Allah banyak sekali relawannya dan hal inilah yang membuat kami memercayakan donasi ini kepada mereka,” ujarnya dalam acara serah terima bantuan di Mushola Lt. Lima Gedung Miring, Baruga Telkomsel Jln. A.P. Pettarani kota Makassar, Kamis (8/11).

Dari pihak LAZIS Wahdah, Taufik, Direktur Fundraishing LAZIS Wahdah mengatakan bahwa pihaknya selama ini sangat terbuka bagi lembaga manapun untuk memercayakan donasinya kepada LAZIS Wahdah.

“Bukan hanya MTT, bahkan kami punya reasi di luar negeri seperti Malaysia yang sudah beberapa kali bekerjasama dengan kami. Di Palu kami punya banyak posko, relawan kami siap mendistribusikan bantuan dan menyampaikan amanah dari umat,” tukasnya.

MTT merupakan salah satu unit pengumpul zakat dari Telkom yang diambil langsung dari penghasilan masing-masing karyawan untuk selanjutnya dikelola sesuai syariat.

Donasi yang disalurkan oleh MTT ke LAZIS Wahdah untuk program kemanusiaan Sulawesi Tengah sejumlah Rp 100 Juta Rupiah. []

Kesungguhan Hati Seorang Kakek Mengikuti Pelatihan Bekam

(Kudus) wahdahjakarta.com —Menjaga kesehatan itu penting. Orang bijak mengatakan “Mencegah lebih baik dari mengobati”. Jika ingin sehat, maka banyak cara yang dilakukan termasuk di antaranya mengikuti Pelatihan Bekam Sunnah yang diadakan di Yayasan Holistik NSH, Kudus (27-28 Oktober).

Tidak ada batasan usia bagi siapapun yang ingin belajar asalkan mempunyai keinginan yang kuat. Sebuah kisah menginspirasi datang dari seorang Kakek Slamet yang berasal dari Pati yang jaraknya lumayan jauh dari Kudus. Kakek Slamet ternyata aslinya satu kampung dengan trainer pelatihan ini, Ustadz Yudi Wahyudi, ST. Ia begitu antusias mengikuti pelatihan ini dengan duduk paling depan dan selalu datang tepat waktu di kegiatan kelas.

Kakek Slamet di usia senjanya ingin sekali memberikan manfaat untuk keluarga dan masyarakatnya. Melalui Pelatihan Bekam Sunnah ini, ia berharap bisa menambah wawasan, dapat menjaga kesehatan serta dapat mengamalkannya sesuai standar bekam sunnah Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI).

Ia pernah berdiskusi dengan trainer untuk pengembangan pelatihan ini karena mengaku banyak terinspirasi dari penyampaian trainer dalam berdakwah di bidang kesehatan. Kakek yang berjiwa muda ini pernah menyampaikan bahwa ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya lebih dini dikarenakan untuk menghindari berbagai godaan duniawi yang melalaikan dari agama.

LAZIS Wahdah selaku sponsor pelatihan ini memberikan apresiasi kepada Kakek Slamet sebagai peserta yang paling semangat dalam usia yang sudah tua. Selain itu, LAZIS Wahdah juga turut mengapresiasi kepada beberapa peserta lainnya. Penghargaan kepada peserta terbaik diberikan bonus berupa majalah dan kopi herbal dari berbagai kriteria penghargaan. Insya Allah pelatihan ini akan berlanjut dan peserta akan didorong untuk mengikuti standarisasi nasional dari Perkumpulan Bekam Indonesia yang merupakan satu-satunya mitra dari KEMENKES dalam hal pembinaan pembekam Indonesia.(yd/rsp)
———

Info donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms) atau (021) 2237 3844

Layanan Sedekah Harian:
Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek. 773 800 8008 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#spiritquran
#pedulinegeri

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

Relawan Wahdah Peduli sedang menurunkan paket bantuan kemanusiaan dari Lembaga Sosial Arab Saudi. Lembaga bentukan Raja Salman ini menyalurkan bantuan senilai 1 Milyar Rupiah untuk korban gempa Sulteng

Palu (Wahdahjakarta.com)– Memasuki pekan keenam pasca bencana gempabumi, tsunami, dan likuifaksi yang menimpa beberapa daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jum’at (28/09/2018) lalu, bantuan kemanusian terus berdatangan.

Delegasi Lembaga Sosial Arab Saudi King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre tiba di Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (6/11/2018). Lembaga yang didikan Raja Salman bin Abdul Aziz ini merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang  sosial dan bantuan kemanusiaan.

Para relawan Arab Saudi tersebut dipimpin Syaikh Khalid Al-Salamah dan didampingi oleh relawan Wahdah Peduli Syandri Sya’ban dan beberapa relawan lainnya.

Kedatangan lembaga sosial Raja Salman itu bertujuan untuk menindaklanjuti beberapa program sosial kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

“Mereka datang dengan berbagai program. Wahdah Islamiyah digandeng sebagai mitra dalam hal pendataan dan penyaluran bantuan,” terang Syandri kepada LAZISWahdah.com.

Syaikh Khalid juga menyampaikan terima kasih kepada Wahdah Islamiyah atas sambutan yang ramah serta berbagai kemudahan dan bantuan yang diberikan dalam melaksanakan proyek-proyek sosial dan kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

Wahdah Islamiyah Distribusikan Bantuan 1 M dari Lembaga Sosial Arab Saudi

“Semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut dan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat” tukasnya.

Total bantuan sebesar 1 M dengan rincian 5000 paket sembako, 5000 paket hygiene kit dan 3500 perlengkapan dapur. Bantuan tersebut akan didistribusikan oleh Wahdah Islamiyah di beberapa titik lokasi pengungsi Palu, Sigi dan Donggala.

Selain menggandeng Wahdah Islamiyah lembaga sosial internasional ini juga bermitra dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana gempa Palu. [sym]

Lazis Wahdah Rampungkan Pembangunan Masjid Sementara di Lombok Timur

Wahdah Islamiyah

Masjid sementara Wahdah Islamiyah di Lombok Timur

(Lombok Timur) wahdahjakarta.com  – Sudah tiga bulan gempa Lombok berlalu. Wahdah Islamiyah (WI) bersama masyarakat Indonesia terus berupaya mengikhtiarkan segala usaha untuk menghadirkan pelayanan maksimal demi kenyamanan masyarakat terdampak bencana gempa.

Diantara program yang dijalankan  oleh Wahdah adalah pembangunan Kompleks Shelter hunian sementara yang dilengkapi fasilitas umum seperti Masjid sementara dan Sekolah darurat yang  masih tengah berlangsung.

“Alhamdulillah, Rabu (31/10), Masjid Darurat yang berlokasi di Dusun Aikmanis, Desa Gunung Malang, Kec. Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur telah rampung dan siap dimanfaatkan oleh warga sekitar”, kata staf Lazis wahdah kepada wahdahjakarta.com melalui keterangann tertulis, Rabu (7/11/2018) siang.

Masjid ini seluas 134 m² ini memiliki daya tampung sebanyak 220 jamaah, dengan kontruksi  rangka baja ringan dan atap spandek serta dinding kalsiboard.

Program recovery tersebut merupakan bentuk dukungan dan solusi sebagai kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah kala berada di pengungsian.

Menurut Nu’man, selaku Koordinator relawan bahwa kebutuhan tempat beribadah bagi warga masyarakat Lombok pasca gempa  merupakan yang  utama. Menurutnya, sarana ibadah berupa pembangunan Majid darurat adalah awal yang baik bagi kebangkitan Lombok kedepan.

“Alhamdulillah, LAZIS Wahdah menghadirkan manfaat kebaikan melalui program pembangunan Masjid ini. Upaya ini merupakan bentuk totalitas Wahdah untuk membangun kembali pulau seribu Masjid,” pungkasnya. []

Donasi peduli Lombok dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer WA/SMS ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer) . Semoga Allah membalas semua usahaka kita atas kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita, aamiin. []

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempalombok #gemalombok

#pasukanhijau

#wahdahpeduli

#bangunkembalilombok

Terapi Qur’ani untuk  Trauma Healing Korban Gempa Palu 

 

Ustadz Muhammad Yani Abdul Karim, tim trauma healing Lazis Wahdah sedang menyampaikan taushiyah sebagai salah satu agenda terapi Qur’ani yang merupakan bagian dari kegiatan Trauma healing korban gempa Palu yang digelar Lazis Wahdah, Palu, Selasa (06/11/2018)

(Palu) wahdahjakarta.com – Tim penyembuhan trauma (Trauma Healing) LAZIS Wahdah  menitikberatkan penyembuhan psikologi korban gempa Palu dengan metode al-Qur’an. Hal ini dikemukakan langsung oleh Muhammad Yani Abdul Karim Lc. MA., Tim Dai dan Trauma Healing Wahdah Islamiyah.

“Mereka tidak hanya butuh makanan dan obat-obatan. Tetapi mereka perlu juga kita isi ruhnya dengan al-Qur’an agar hati dan pikiran mereka bisa terbuka bahwa bencana ini adalah ujian yang mengharuskan kita sabar,” ujarnya, Selasa (6/10).

Menurutnya, tim memilih teknik bermain dan pengelolaan emosi spiritual. Tim akan melakukan pendidikan bersifat religius, seperti terapi al-Qur’an, siraman rohani, kisah-kisah dan bermain bagi anak-anak.

“Nanti kami juga akan membantu mereka, adik-adik itu membaca Alquran. Karena itu persiapan untuk trauma healing, medianya juga macam-macam,” kata Yani.

Kegiatan ini dilaksanakan di mushola darurat di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu dengan jumlah peserta sebanyak 77 orang dengan rincian 30 ibu-ibu, 40 anak-anak dan 7 remaja, 11 diantaranya ikut bergabung dalam program dirosa (pembinaan al-Qur’an untuk orang deawasa) Wahdah Islamiyah.

Marlina (46), peserta kegiatan ini merasa senang karena telah dihibur oleh tim. Tak hanya itu, bantuan yang diberikan juga bervariasi. Selain hiburan bagi anak-anak, tausyiah bagi ibu-ibu juga diberikan santunan tunai per orang sebagai bentuk kepedulian Wahdah Islamiyah kepada para korban gempa.

“Alhamdulillah Wahdah Islamiyah tak hanya beri kami makanan, tapi juga ajari kami al-Qur,an dan mendampingi anak-anak kami,” ujarnya.

Hingga saat ini penanganan korban gempa dengan beragam kegiatan masih terus berlanjut. Wahdah Islamiyah sendiri hingga saat ini telah menjalankan beberapa program dan salah satunya adalah proyek hunian sementara atau shelter dibeberapa titik. Selain dari pasokan logistik, aksi layanan medis dan sebagainya. [sym]

Kader Wahdah Jakarta Menang Kejuaraan Panahan Nasional

Jayadi Hasan (pegang piala) , ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah peraih juara II Kejuaran panahan nasional di Jakarta.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Indonesia Youth and Sport (IYOS) mengadakan turnamen tingkat Nasional, bertempat di Lapangan GOR Popki Cibubur Jakarta Timur pada 1-4 November 2018.

Ada beberapa jenis kelas yang diperlombakan, seperti Horsebow, Barebow, Recurve dan Coumpound yang kemudian diikuti oleh kurang lebih 400 peserta dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Tak mau ketinggalan, Jayadi Hasan yang merupakan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah DKI Jakarta-Depok juga ikut berpartisipasi dalam ajang ini di cabang Horsebow dengan alasan bahwa olahraga ini merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi.

Suasana lomba yang digelar pada 1-4 November di Lapangan GOR Popki Cibubur, Jakarta Timur.

Ternyata keikutsertaan beliau membuahkan hasil. Beliau berhasil meraih peringkat ke 2 dalam kelas ini dengan teknik thumbdraw.

” Alhamdulillah semakin menambah semangat untuk terus berlatih dan menambah pengalaman serta memperluas silaturahim sesama pecinta olahraga sunnah ini” ujar Jayadi saat dihubungi oleh wahdahjakarta.com

Untuk cabang Horsebow sebetulnya termasuk cabang olahraga baru di Indonsia karena sebelumnya cabang ini belum pernah diperlombakan dalam olimpiade nasional di Indonesia, namun karena semakin pesatnya perkembangan maupun pelaksanaan lombanya membuat olahraga ini semakin diakui dan digemari. (AA/ed: Fry)

 Sehatkan Diri dan Keluarga dengan Al-Qur’an

Qur'anic Holiday Terapi Qur'ani Sehatkan Diri dan Keluarga  

Sehatkan Diri dan Keluarga dengan Al-Qur’an

(Depok) wahdahjakarta.com-, Salah satu fungsi Al-Qur’an adalah sebagai syifa (penawar dan penyembuh). Sebagaimana diterangkan dalam surat Yunus ayat 57:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Qs. Yunus: 58).

Menurut para Ulama, syifa yang dikandung oleh Al-Qur’an meliputi kesembuhan bagi (penyakit) hati berupa syubhat, jahalah (kebodohan), pendapat atau pandangan yang keliru (al-ara al-fasidah), penyimpangan yang buruk, serta maksud dan tujuan yang jelek.

Al-Qur’an adalah obat semua penyakit hati tersebut. “Karena Al-Qur’an mengandung ilmu yang meyakinkan yang menghapuskan setiap kerancuan (syubhat) dan kebodohan (jahalah). Selain itu al-Qur’an juga mengandung nasehat dan peringatan yang menghapuskan setiap syahwat yang menyelisihi perintah Allah”.

Kata  ‘’syifa lima fis Shudur” mencakup makna bahwa al-Qur’an adalah penyembuh bagi apa yang ada di dalam hati dan jiwa manusia berupa penyakit syahwat dan syubhat yang merupakan bibit utama penyakit hati. Buya Hamka mengistilahkannya dengan, “Sesuatu kumpulan dari resep-resep rohani”, (Tafsir Al-Azhar, 11/237).

Tapi bagaimana memfungsikan Al-Qur’an sebagai resep-resep rohani dan penawar bagi berbagai penyakit?

Untuk menjawab ini  Qur`anic Living Service (QALS) bekerjasama dengan Ma’had Bina Tahfidz (MABIT) dan Lazis wahdah menggelar event “Qur’anic Holiday” dengan tema;

“TERAPI QUR’ANI, SEHATKAN DIRI DAN KELUARGA”

Acara ini insya Allah akan digelar pada hari Sabtu, 10 November 2018, jam 08.00-12.00 bertempat di Masjid Balaikota Depok.

Panitia menghadirkan  pakar Ruqyah dari Makkah, Syaikh Yusen bin Sulaiman Hafizhahullah. Beliau adalah seorang da’i, imam, dan khatib di Makkah Saudi Arabia.Merupakan salah satu pengemban sanad Qur’an Qiro’ah Sab’ah.

“Di tengah kesibukannya telah menulis 4 buah buku Aqidah, putera beliau yang berusia kurang dari 10 tahun telah hafal Alqur’an, dan dalam kesehariannya beliau banyak membantu orang-orang di sekitarnya untuk berobat dan belajar terapi dengan Alqur’an Pengemban Sanad Qur’an Qiro’ah Sab’ah”, ujar Ketua Lazis Wahdah Jakarta dalam keterangan tertulis kepada wahdahjakarta.com, Senin (5/11/2018).

Selain itu acara ini juga akan diisi oleh  Ustadz Muhammad Nur Hasan Palogai, Lc. Beliau dikenal sebagai penggiat pendidikan Al-Qur’an.

“Ustadz  Nur juga telah menyusun 2 buah buku dalam pembelajaran Alqur’an  yakni 2 Langkah Mudah Belajar Tajwid dan 3 Langkah Mudah Menerjemah, dan  telah mengisi ratusan training yang telah meluluskan ribuan orang alumni”, kata Yudi menambahkan.

Ada beberpa materi yang akan disajikan dalam acara ini, yaitu:

  • Apa itu Terapi dengan Alqur’an?

  • Bagaimana terapi dengan Alqur’an?

  • Praktek Terapi Sehat dengan Alqur’an

  • Konsultasi Terapi Qur’ani

  • Apa dan Bagaimana Agar Alqur’an bersemayam di dalam diri dan Keluarga?

Informasi dan pendaftaran melalui 08111162262 / 08111768900 (wa/sms/telp) dengan format:

Ketik, NamaLengkap_Alamat_NomerHape_Email, kirim ke,

08111162262 / 08111768900 (wa/sms/telp)

 

Buruan Daftar, Peserta TERBATAS!

 

“Siapkan Infak Terbaik untuk Dakwah Qur`an di Palu dan Sekitarnya”


Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Wahdah Donggala Gelar Trauma Healing Melalui Motivasi Hijrah

Jama’ah sedang menyimak taushiyah Tabligh Akbar “Donggala Berhijrah” yang disampaikan ketua STIBA Makassar, Ustadz. DR. Muhammad Yusran Ansar, Lc, MA, Ahad (4/11/2018).

(Donggala) wahdahjakarta.com – Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Kabupaten Donggala menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” di Masjid Al-Istiqomah Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Sul-Teng, Ahad (4/11/2018).

Tabligh Akbar diawali dengan sambutan dari Ketua DPD WI Donggala, ustad Suparman Razak. Dalam penyampaiannya beliau mengungkapkan, Tabligh Akbar ini adalah yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Raya Donggala.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik ketika kita semua terlanda musibah, dengan mendatangkan bantuan sandang dan pangan dari seluruh daerah di Indonesia. Saat bencana, banyak warga yang trauma karenanya, maka kami mendatangkan praktisi trauma healing untuk mengatasinya,” tukasnya.

Selain bantuan sandang dan pangan, lanjut Ustad Suparman, warga juga membutuhkan logistik rohani. Rohani harus terisi agar keimanan semakin terisi.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Donggala (Wahdah Donggala) ustadz Suparman

“Maka WI hadir untuk memikirkan bagaimana caranya agar seluruh kaum muslimin, khususnya korban Gempa, bahagia jasmani dan rohaninya,” tutupnya.

Roni Jalaluddin, ketua Pengurus Masjid Al-Istiqomah ikut memberikan komentar kepada kegiatan Tabligh Akbar ini.

Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu cara Trauma Healing untuk masyarakat pasca bencana yang terjadi.

Setelah gempa dan tsunami melanda, Roni mengungkapkan kesuyukuran atas kehadiran LAZIS Wahdah yang hadir membangkitkan semangat warga Donggala. “Sebagaimana pada tema kegiatan, kita bersama membangun Donggala kembali untuk hijrah ke arah yang lebih baik ,” ujarnya.

Sambutan ini kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” bersama Ustad Muhammad Yusran Anshar, diikuti dengan pembagian 700 paket logistik kepada warga Donggala yang hadir. (Rustam/Sym)

Di Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah, Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

 

Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

Di Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah, Wakapolres Donggala Ajak Masyarakat Berhijrah ke Arah yang Lebih Baik

 (DONGGALA) wahdahjakarta.com – Bencana gempa bumi, Tsunami dan Likuifaksi yang melanda Palu, Donggala dan Sigi menyisakan banyak pertanyaan atas penyebab utamanya.

Meskipun prediksi ilmiah telah diungkapkan oleh banyak ahli, namun kompleksnya bencana yang hadir masih sulit jika semata-mata disalahkan pada alam.

“Bencana yang terjadi menjadi kewajiban bagi kita untuk mengambil pelajaran. Sebenarnya kejadian alam ini diluar nalar kita, karena memang terjadi atas kuasa Allah taala, ” ujar Wakil Kepala Kepolisian Resort (WAKAPOLRES) Kabupaten Donggala, Komisaris Polisi Hedi Abu Daftar, saat memberikan sambutan pada Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah di Masjid Al-Istiqomah Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Sul-Teng, Ahad (4/11/2018).

Hedi mengatakan, sebulan pasca bencana telah cukup untuk mengetahui penyebabnya, yakni kembali pada manusia yang menghuni wilayah tersebut.

“Setelah gempa ini tidak usah menyalahkan siapa, namun kita bermuhasabah atas dosa dan kesalahan kita masing-masing, ” tuturnya.

Hikmah dari bencana ini lanjut Hedi, tidak ada yang lain selain banyak berdoa dan berdzikir kepada Allah taala.

“Alhamdulillah saat ini kita akan mendengarkan Tabligh Akbar, maka mari kita memaksimalkan diri untuk benar-benar membuat daerah kita, Donggala, berhijrah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Sambutan ini kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dengan tema “Donggala Berhijrah” bersama Ustad Muhammad Yusran Anshar, diikuti dengan pembagian paket logistik kepada warga Donggala yang hadir. (Rustam/Sym)

Kunjungi Pengungsi Gempa Palu, Ini Pesan Ustadz Zaitun

Ketua Umum Wahdah islamiyah

Ustadz Muhammad Zaitun rasmin sedang menyampaikan taushiyah kepada para pengungsi korban gempa palu dan sekitarnya, Kamis (01/11/2018)

(Palu) wahdahjakarta.com – Ketua Umum  Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin bertolak dari Jakarta menuju kota Palu Sulawesi Tengah untuk mengunjungi korban gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Sebelum menggelar Silaturahim Akbar, Ustadz Zaitun meresmikan pembangunan shelter  Hunian Sementara (Huntara) yang berlokasi di Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli.

Pantauan Kiblat.net di lapangan sejak pukul 08.30 Wita, ratusan pengungsi baik ibu-ibu dan anak-anak yang berasal dari tempat-tempat pengungsian yang berada di sekitar kompleks pengungsian Wahdah Islamiyah Bukit Suharto Kelurahan Petobo (Ngatabaru) mendatangi tempat silaturahim tersebut.

Ustadz Zaitun menyampaikan bahwa orang yang beriman harus tetap meyakini bencana yang terjadi tidak terlepas dari ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Dengan adanya bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, seharusnya dalam menghadapi musibah bisa semakin membuat manusia bertambah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya di tengah-tengah pengungsi Petobo pada Kamis (01/11/2018).

Wasekjen MUI Pusat itu pun berpesan kepada masyarakat yang menjadi korban untuk tetap bersabar atas musibah yang terjadi dan bersyukur atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menjaga akidah keluarga dan kerabatnya.

“Saya berpesan kepada pengungsi dan korban gempa, tsunami dan likuefaksi agar tetap menjaga dirinya, keluarga serta kerabatnya dari paham-paham yang menyesatkan serta tetap bersabar atas musibah dan bersyukur dengan kebaikan atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pesannya.

Di sela-sela Silaturahmi Akbar tersebut hadir pula Ustadz Bachtiar Nasir yang turut berkunjung ke Kota Palu untuk menyerahkan langsung bantuan Huntara yang dibangun oleh AQL Islamic Center kepada masyarakat di Kabupaten Sigi.

Sumber:kiblat.net