BAZNAS Gandeng LAZ dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng lembaga amil zakat (LAZ) dalam menyalurkan dana zakat. Hal itu dikemukakan Ketua BAZNAS  Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, dalam simbolis penyerahan Kerja Sama Penyaluran Zakat BAZNAS melalui LAZ berbasis organisasi kemasyarakat (ormas) Islam.

Dalam kerja sama pendistribusian tersebut, BAZNAS mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan MUI, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama dan LAZ dari berbagai ormas seperti LAZ Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Baitul Maal Hidayatullah, LAZ Persis (Pusat Zakat Umat) dan Ormas Wahdah Islamiyah kepada Baznas atas wacana BAZNAS melayani masyarakat Indonesia termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk menunaikan zakat,” ujar Bambang Sudibyo  di Kantor MUI  Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)  KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua BAZNAS  Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang juga anggota BAZNAS  Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, dan Deputi BAZNAS  M. Arifin Purwakananta, anggota BAZNAS drh. Emmy Hamidiyah, M.Si, KH. Masdar F. Mas’udi, Prof. Dr. Mundzier Suparta, Ir. Nana Mintarti, MP, dan Prof. Dr. A. Satori Ismail.

Juga tampak para pengurus LAZ ormas, seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, Lazis Dewan Dakwah (DDII), Lazis Pusat Zakat Umat Persatuan Islam (Persis), Lazis Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan LAZIS Wahdah.

Sebagaimana amanat Pasal 5 Ayat 1 UU Zakat No 23 Tahun 2011 yakni, untuk melaksanakan pengelolaan zakat, pemerintah membentuk BAZNAS. Kemudian, Pasal 6 UU Zakat menegaskan, Baznas merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. Pasal 17, berbunyi, “Untuk membantu BAZNAS dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ.”

Dalam pendistribusian dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS melakukan berbagai saluran yakni melalui BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, lembaga program, ormas, yayasan dan lembaga yang menangani mustahik, baik langsung kepada mustahik maupun melalui kerja sama bidang bidang tertentu dalam membantu mustahik.

Pada hari ini adalah simbolisasi pendistribusian zakat BAZNAS melalui LAZ. Dukungan ormas-ormas besar dalam pendistribusian zakat BAZNAS akan membantu penyaluran yang transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat.

Pendistribusian melalui LAZ akan menyasar bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada asnaf zakat dan dipertanggungjawabkan. BAZNAS juga akan mendorong capacity building LAZ dalam mendistribusikan zakat.

BAZNAS menerapkan pengawasan rangkap dalam pendistribusian berupa monitor dan evaluasi oleh tim independen, audit internal, audit kantor akuntan publik (KAP), audit syariah. Juga penerapan manajemen ISO untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan syariat zakat yang berupa Fatwa MUI, pandangan syariah anggota bidang syariah BAZNAS dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menyimpang dari asnaf zakat yang telah jelas aturannya.

BAZNAS akan mengembangkan berbagai kemitraan pendistribusian zakat lainnya untuk melayani seluas mungkin kepentingan umat, termasuk mendukung berbagai program MUI. Penguatan pemberdayaan dibarengi dengan penguatan dakwah akan mendorong keberkahan dan kemakmuran Indonesia.

Dalam pengumpulan zakat maupun pendistribusian, BAZNAS akan terus dipandu oleh syariat Islam, Fatwa MUI, tuntunan ulama dan perundangan yang berlaku secara efektif dan efisien dan cermat serta berhati-hati.

Ini agar wacana pengembangan zakat Indonesia dapat berjalan dengan keberkahan, yakni sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dapat berzakat dengan mudah, aman dan modern dan pendistribusian dana zakat umat yang sesuai syariah, amanah, transparan dan akuntabel. BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk media dalam kegiatan ini.*

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 509 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

Wahdah Peduli Siaga Banjir di Pejaten Timur Jakarta Selatan

Wahdah Peduli Siaga Banjir

Dokumentasi Wahdah Peduli Bantu Banjir di Pejaten Timur Jakarta Selatan

Wahdah Peduli Siaga Banjir di Pejaten Timur Jakarta Selatan

Jakarta – Banjir Jakarta tahun ini (2018) dianggap lebih besar dibanding tahun lalu (2017). Bahkan pada beberapa titik dianggap menyamai banjir tahun 2007 yang hampir menenggelamkan Jakarta, khususnya untuk wilayah di seputaran Ciliwung. Diantara daerah yang dilalui aliran sungai Ciliwung yaitu Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jaksel.

Pada Selasa, 6 Februari 2018 Tim Wahdah Peduli yang disupport penuh oleh LAZIS Wahdah Jakarta alhamdulillah berkesempatan melakukan penyaluran bantuan mendasar berupa sembako (telor 30 kg, mie instan 20 dus, dan beras 50 kg) di RT 005 RW 005 di Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

Bantuan diterima langsung oleh Kesra Kelurahan Pejaten Timur beserta Sekel (Sekertaris Kelurahan). Tim Wahdah Peduli daerah Jakarta Selatan yang dipimpin Ustadz Anas Syukur dan LAZIS Wahdah Jakarta yang diketuai Ustadz Yudi berkesempatan bertemu dengan Bapak dan Ibu Camat untuk menyampaikan rasa bela sungkawa atas musibah yang terjadi dan berdiskusi terkait peta bencana di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Pantauan terakhir kami di lapangan, kebutuhan bantuan berupa pampers, pakaian pantas pakai, peralatan dapur dan tenaga untuk membersihkan lumpur yang belum terpenuhi”, papar Ibu Camat.

Menurut Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, Bapak Akhmad, dikatakan bahwa ada beberapa RW yang terendam Banjir, dan paling parah di RW 7 dan 8. “Data-data masih terus diupdate”, kata beliau.

Jelang sore hari Tim Wahdah Peduli dan LAZIS Wahdah Jakarta melakukan survei ke RT 01 dan RT 16, RW 07 Pejaten Timur. Tim yang sempat bertemu dan berdiskusi dengan Ketua RT 16 dan RT 01 ini kemudian mendapatkan data-data sebagai berikut :

1) Belum adanya bantuan sama sekali ke RT tersebut, baik dari pemerintah maupun lembaga sosial
2) Belum ada dapur umum
3) Sekitar 500 rumah warga terendam banjir, bahkan puluhan rumah lainnya hampir tenggelam dan rusak berat.
4) Kebutuhan mendasar :
– Sembako
– Pakaian pantas pakai
– Perkakas dapur dan rumah
– Tenaga bantuan untuk membersihkan lumpur
– Perbaikan puluhan rumah yang rusak berat.

Pertemuan yang juga didampingi Pegawai Bagian Kesra Kelurahan Pejaten Timur ini berakhir menjelang maghrib, dengan kesepakatan akan membuat dapur umum. Insya Allah.

Bagi anda yang ingin berdonasi meringankan beban warga Jakarta dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 499 900 900 5 an LAZIS Wahdah Peduli Negeri. Kode transfer 700. Contoh Rp 50.700,-. Informasi dan Konfirmasi Bantuan 08119787900 (call/wa/sms). (rd/yd).

Wahdah Jakarta Akan Kedatangan Guru Besar Tafsir Alqur’an dari Saudi Arabia

Foto Bersama Wahdah Jakarta dengan Guru Besar Tafsir Al Qur'an

Foto Bersama Wahdah Jakarta dengan Guru Besar Tafsir Al Qur’an

Jakarta – Satu keistimewaan tersendiri pada tahun 2018 ini bagi Wahdah Jakarta, atau lebih lengkapnya, DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta. Dimana pertengahan Januari akan kedatangan seorang Ulama Guru Besar Tafsir Alqur’an dari Saudi Arabia.

Beliau adalah Prof. DR. Muhammad Shalih Albarrak hafizhahullah, yang juga merupakan salah satu murid senior dari Ulama Besar Abad ini yaitu Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin rahimahullah.

Rencananya Syaikh Albarrak akan mengisi Tabligh Akbar Pemuda di Masjid Istiqlal, Jakarta pada tanggal 17 Januari 2018 pkl 18.00-20.30 WIB dengan tema “From Zero To Hero With Alqur’an“.

Acara yang disponsori oleh LAZIS Wahdah ini juga akan menghadirkan Ustadz Zaitun Rasmin (Wakil Sekjen MUI) dan Insya Allah akan hadir Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, M.B.A., yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Kegiatan Tabligh Akbar Syaikh Albarrak diselenggarakan atas kerjasama dengan beberapa komunitas Pemuda seperti : Rohis DKI, JPRMI (Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia), ARMI (Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal) dan LDK Albashirah.

Syaikh Albarrak yang baru berkunjung dua kali ke Indonesia ini, rencananya akan melakukan melanjutkan safari dakwah ke Bandung pada 20 Januari 2018 dan ke Pangandaran pada 22 Januari 2018.

“Syeikh Prof. DR Muh. Sholeh Al Barrak hafizhahullah adalah ulama tafsir yang masyaAllah sangat mutamakkin, beliau pernah mengajar kami dan beberapa asatidzah di kelas di Jamiah Islamiyah. Kalo Syeikh Utsaimin ke Medinah atau ke kampus maka beliau yang mendampinginya karena beliau termasuk murid Syeikh Utsaimin yang tersenior”, kata Ustadz Yusran Ansar, seorang alumni Universitas Islam Madinah.

“Ikhwah di Jakarta dan sekitarnya jangan sia-siakan istifadah dgn mengikuti acara tersebut”, lanjut Ust M Yusran Anshar, PhD., yang juga merupakan Rektor Sekolah Tinggi Bahasa Arab Wahdah Islamiyah.

Karena itu, diharapkan kepada setiap Kaum Muslimin agar bersegera bisa menghadiri acara Tabligh Akbar di atas dan dapat mengajak keluarga yang lain.

Bagi anda yang tidak sempat menghadiri dan ingin mendukung acara tersebut dan dakwah Alqur’an dapat menyalurkan donasinya melalui Bank Syariah Mandiri (451) 497 900 900 9 an LAZIS Wahdah Sedekah. Kode transfer 300. Contoh Rp 100.300,-. Informasi dan komfirmasi 08119787900 (call/wa/sms).(ayd).

Dapur Umum Wahdah Islamiyah di Palestina Mulai Beroperasi

Dapur Umum Wahdah Untuk Palestina

“Alhamdulillah, dapur umum Wahdah Islamiyah Untuk Palestina di Jalur Gaza telah beroperasi selama 4 hari. Insya Allah bantuan selanjutnya akan kami kirimkan.

(Palestina)-Wahdahjakarta.com– Krisis kemanusian yang melanda jalur Gaza Palestina mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit. Apalagi setelah terjadinya klaim sepihak yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Jumat lalu (5/1), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan, sebanyak 14 warga Palestina terbunuh dan 4.549 orang terluka. Akibatnya, banyak korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Ash Shifa Jalur Gaza. Saat ini, kebutuhan pasien akan bahan makanan semakin mengkhawatirkan. Rumah sakit tersebut tidak mampu lagi menutupi biaya konsumsi para pasien yang semakin hari kian banyak.

Mersepon hal tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS) Wahdah Islamiyah segera berkoordinasi dengan relawan setempat untuk membuka Dapur Umum, khususnya di Rumah Sakit Ash-Shifa yang menampung ribuan korban perang.

Menurut keterangan Ketua LAZIS Wahdah, Ustadz Syahruddin C Asho, pasien di rumah sakit tersebut membutuhkan sekitar 6000 porsi makanan tiap harinya atau sekitar 6 dollar Amerika tiap pasien.

“Alhamdulillah, dapur umum Wahdah Islamiyah di Jalur Gaza telah beroperasi selama 4 hari. Insya Allah bantuan selanjutnya akan kami kirimkan. Terima kasih kepada semua donatur yang telah memaksimalkan harta-hartanya demi membantu saudara-sauraka kita di Palestina,” ucapnya.

Bagi anda yang ingin berkontribusi untuk berkontribusi membantu saudara kita di Palestina, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode program 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke 08119787900 (call/wa/sms) []

Sumber : https://goo.gl/48yQth

Baazar Islamic Bookfair UI

Islamic Book Fair UI, Berdayakan Ekonomi Ummat

(Depok-WahdahJakarta.com) – Universitas Indonesia menyelenggarakan Gelaran Event Islamic Book Fair mulai 27-30 Desember 2017. Sejak dibukanya Islamic Book Fair sampai dengan selesai, 27-30 Des 2017, diperkirakan 20.000 lebih peserta telah hadir memadati lokasi.

Selain menyediakan puluhan stand Buku dari berbagai penerbit, panitia juga menyiapkan berbagai stand kuliner, pakaian dan hadir juga berbagai lembaga sosial diantaranya LAZIS Wahdah.

Berbagai acara yang digelar seperti bedah buku, talkshow, dengan mendatangkan artis ‘hijrah’ dan juga para penulis bukunya disinyalir menjadi daya tarik utama kegiatan.

Pengamatan penulis, hampir setiap stand selalu ramai dipadati pengunjung, bahkan hingga akhir acara.

Para pengunjung yang umumnya berasal dari Jabodetabek ini diperkirakan telah membelanjakan setidaknya Rp 50.000,- setiap orang, sehingga perputaran uang dalam 4 hari mendekati angka Rp 1 Miliar. Potensi yang luar biasa.

“Diharapkan event seperti ini terus berlanjut, dan dapat diduplikasi, sehingga ekonomi ummat lebih berdaya”, ujar salah seorang pengunjung.

“Event ini juga cukup membantu keberadaan lembaga sosial seperti kami di LAZIS Wahdah, sehingga bisa bersilaturahim dengan banyak pihak seperti pengunjung, penjual, aktivis lembaga sosial dan mahasiswa”, pungkas Yudi Wahyudi Ketua LAZIS Wahdah Jakarta.(ayd).

Konferensi Pers AIMMA 3

Wahdah Islamiyah Tergabung di AIMMA (Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa)

Wahdah Islamiyah Tergabung di AIMMA (Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa)

Jakarta – Paska Aksi Bela Palestina 1712 di Monas, muncul inisiasi agar dibentuk program aksi nyata untuk mendukung perjuangan yang lebih spesifik membebaskan Alaqsha.

Wahdah Islamiyah termasuk yang menghadiri pertemuan lembaga-lembaga sosial yang selama ini turut berkontribusi untuk perjuangan Palestina.

Pertemuan dan konferensi press yang diadakan pada Hari Rabu (20/12/2017) di AQL ini membentuk aliansi yang dinamakan AIMMA (Aliansi Indonesia Membebaskan Masjid Al Aqsha). Acara ini juga dihadiri oleh wartawan dan banyak NGO Nasional termasuk LAZIS Wahdah dan Wahdah Peduli yang mewakili Wahdah Islamiyah.

Ustadz Bachtiar Nasir, selaku pembina AIMMA mengatakan, langkah tersebut sebagai bukti nyata perjuangan bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

“Ini sebagai aksi nyata kita dalam menindaklanjuti Aksi Bela Palestina kemarin,” ujarnya dalam konferensi pers yang bertema “Langkah Konkret Pasca Aksi Bela Palestina”, sebagaimana dikutip laziswahdah(dot)com.

Bagi anda yang ingin terlibat di dalam mendukung perjuangan pembebasan Masjid Al Aqsha dan Kota Alquds, dapat menghubungi kontak 082387900900 (wa/call/sms).(ayd).

Konferensi Pers AIMMA 1

Perwakilan Lazis Wahdah Bersama Ustadz Bachtiar Nasir

Konferensi Pers AIMMA 2

Konferensi Pers AIMMA

Pengungsi Rohingya Bagian 2

KONDISI PILU PENGUNGSI ROHINGYA Bagian Ke-2

Pengungsi Rohingya Menghadapi Wabah Kolera

LAZISWahdah.com – Tim Dokter Indonesian Humanitarian Alliance melaksanakan Workshop Internasional, “Medical Management Guidelines For Refugees” selama dua hari, Senin-Selasa, 25-26 Septermber 2017 di Dhaka, Bangladesh. Workshop ini diikuti sekitar 100 dokter yang akan ditugaskan untuk menangani pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian Bangladesh. Salah satu masalah besar yang dihadapi pengungsi Rohingya saat ini adalah masalah kesehatan.

WHO sendiri telah memberikan peringatan resiko wabah kolera yang meningkat di kamp-kamp pengungsian sementara di Bangladesh.

Para pengungsi dalam sebulan terakhir telah tersebar di sekitar 68 kamp dan pemukiman di sepanjang perbatasan. Mereka tidak memiliki air minum yang bersih dan fasilitas-fasilitas kebersihan.

Kamp-kamp yang telah menjadi salah satu tempat pengungsian terbesar di dunia ini juga menghadapi kekurangan makanan dan obat-obatan.

Menurut sebuah media lokal berdasarkan data yang diambil dari UNCHR, saat ini kamp-kamp tersebut dihuni sekitar 436.000 pengungsi Rohingya. Direktur LAZIS Wahdah, Syahruddin yang saat ini berada di Coxs Bazar, Bangladesh bersama tim IHA mengatakan bahwa data tersebut belum valid karena hingga saat ini pengungsi masih terus berdatangan. Bahkan temuan lapangan tim IHA bahwa ada wilayah yang jumlah pengungsinya sampai 60 ribu hari ini dan besoknya kita datang lagi tapi mereka pergi entah kemana.[]

Pengungsi Rohingya Bagian 2

Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya Bagian 2

Kondisi Pilu Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian

KONDISI PILU PENGUNGSI ROHINGYA Bagian Ke-1

Laporan Perjalanan dari Kamp Pengungsi di Cox’s Bazar-Bangladesh

LAZISWahdah.com – Rabu (27/09/2017), Pagi waktu Bangladesh, saat saya dan TIM Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) sedang melakukan rapat koordinasi, tiba-tiba sebuah pesan masuk di handphone saya, pesan yang memang saya tunggu-tunggu dari seorang mitra lokal yang telah jauh hari sebelumnya telah kita jalin komunikasi dan membantu dengan baik menyalurkan bantuan ke pengungsi, senyum bahagia saat bertemu langsung dengan mereka.

Pada malam harinya kami tim NGO Indonesia berkumpul membahas temuan dari hasil kerja Tim Advance, tim pembuka yang menyampaikan kondisi terkini di lokasi pengungsian. Kondisi pengungsi yang jumlahnya sangat banyak dan masih terus berdatangan, membuat situasi dilapangan menjadi sangat dinamis maka butuh strategi khusus dengan melibatkan mitra lokal untuk membantu menyalurkan bantuan ke pengungsi yang jumlahnya tersebar digunung-gunung dan dilembah-lembah serta dijaga oleh militer Bangladesh.

Banyak pos militer yang akan kita lewati saat menuju ke kamp pengungsi, pemeriksaan setiap kendaraan yang lewat sudah jelas kita akan jumpai lebih khusus mobil-mobil pengangkut, mobil penumpang dan truk. Banyak truk berisi bantuan untuk pengungsi yang tertahan di pos-pos militer karena proses pemeriksaan dan perijinan yang mesti dilewati. Disini pemerintah dan militer bukan bermaksud menghalangi bantuan, namun lebih kepada ketertiban serta pemerataan saja, mereka sangat ramah dan sempat saya berpoto dengan mereka.

Dua jam waktu tempuh dengan angkutan sewaan CNG milik seorang warga (sejenis bajaj) untuk kami tiba di pos pertama. Mulai disini nampak lahan bekas pengungsian yang sangat luas, mereka lalu dipindahkan ke wilayah resmi milik pemerintah Bangladesh.

Karena kami tidak membawa barang maka tentu perjalanan jadi lancar walau khawatir dengan cara berkendaraan orang disini yang seolah tidak ada aturan lalu lintasnya.

Kondisi Pilu di Kamp Pengungsi Rohingya

Tidak jauh nampak dari sebelah kiri ada tenda BNPB Indonesia (Badan Nasional Penanggulan Bencana) yang juga terpasang spanduk IHA. IHA memang dibawah ijin dan koordinasi KEMENLU RI.

Mulai dari tempat ini telah banyak pengungsi Rohingya yang duduk di pinggir jalan. Mereka mengharap belas kasih bantuan dari orang-orang yang lewat. Kebanyakan dari mereka adalah wanita yang menggendong anak anak yang tanpa baju.

Banyak juga diantara mereka adalah laki laki yang sudah tua, mereka berjalan dengan kaki yang penuh lumpur, seolah berjalan tanpa arah dan akan berhenti dimana kaki mereka akan letih nanti. Para wanita dengan anaknya duduk diantara semak-semak mengawasi setiap kendaraan yang lewat ‘berharap’ ada yang singgah membagikan ‘taka’ mata uang Bangladesh, diantara mereka ada yang sebagai pengungsi lama maupun pengungsi yang baru tiba dari Myanmar.

Kami terus melanjutkan perjalanan dan ternyata apa yang kami jumpai selanjutnya makin membuat hati sedih. Terlebih ketika tiba di lokasi pengungsian yang terbuat dari bambu dan plastik hitam. Tenda-tenda darurat itu dibangun seadanya memenuhi lembah hingga bukit-bukit yang terhampar sejauh mata memandang. Sungguh memprihatinkan kondisi dan penderitaan yang mereka alami. Wallahu musta’an.
Bibir ini jadi kelu, tangan ini bingung untuk memotret yang mana, kiri kanan depan belakang sama semua. Perasaan ini berkecamuk, air mata tak kuasa lagi ditahan melihat kondisi mereka.
Jumlah pengungsi yang besar membuat dampak besar tentunya kepada kondisi sosial mereka. Tim IHA telah mendapati langsung pengungsi yang meninggal di kamp-kamp tersebut. Bahkan kemarin, Tim medis IHA saat melakukan aksi medis di lapangan, mereka juga mendapati kondisi yang menyayat hati.

Ibu hamil melahirkan premature, bayi lahir dengan panjang badan hanya sejengkal. Bayi yang lahir dalam kondisi yang serba memprihatinkan. Saat berjalan menyusuri lorong-lorong kamp yang bisa membuat pusing arahnya. Saya juga menemukan langsung wanita yang baru melahirkan dengan kondisi yang lemah dan perlengkapan yang kritis. Bayi-bayi hanya ditutup dengan sarung dan bantal sebab tidak ada baju bayi yang mereka miliki.

Begitu banyak kisah-kisah tentang kondisi pengungsi Rohingya yang sangat memilukan dan menyayat hati kita, jumlah yang sangat banyak 700 sampai 800 ribu jiwa membuat suasana bagaikan perkemahan pramuka dan pasar yang sangat padat pengunjung.
Setidaknya butuh waktu 5-7 hari bahkan bisa lebih untuk sekedar mengililingi pengungsi dari satu kamp ke kamp yang lain. Hal itu mengindikasikan banyaknya jumlah pengungsi akibat krisis kemanusiaan di wilayah Myanmar.[]

Laporan : Syahruddin C Asho (Direktur LAZIS Wahdah) dari Cox’s Bazaar-Bangladesh.

sumber : http://laziswahdah.com/blog/kondisi-pilu-pengungsi-rohingya-1-laporan-perjalanan-dari-kamp-pengungsi-di-coxs-bazar-bangladesh/

Pelatihan Bekam

Pelatihan Bekam Sehat Keluarga Bersama Wahdah Islamiyah Jakarta

Akademi Al-Qur’an dan Dakwah Wahdah Islamiyah Jakarta Selenggarakan Pelatihan Bekam Sehat Keluarga

AQD (Akademi Al-Qur’an dan Dakwah) Wahdah Islamiyah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan “Bekam Sehat Keluarga” kepada para mahasantri dan masyarakat umum. Kegiatan Pelatihan “Bekam Sehat Keluarga” berlangsung di Kampus AQD Cibinong pada tanggal 23-24 september 2017, pukul 08:30-17:00 WIB. Pelatihan ini mengundang trainer terstandar nasional yaitu Ustadz Yudi Wahyudi, yang merupakan seorang trainer yang sudah tersertifikasi dari Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI). Beliau juga merupakan konsultan di Rumah Sehat Muslimah “Sholeeha”, pemilik LKP Bekam Jogja Asri, dan sekaligus Ketua Lazis Wahdah Jakarta.

Kegiatan Pelatihan “Bekam Sehat Keluarga” merupakan acara yang didukung oleh LAZIS Wahdah dan Departemen HIS (Informasi Humas dan Sosial) DPW WI DKI Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 18 orang peserta baik ikhwan maupun akhwat. Peserta pelatihanpun mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Acara ini diiringi pula dengan serah terima bantuan perlengkapan bekam senilai kurang lebih 3 juta rupiah, yang diserahkan langsung kepada para peserta pelatihan bekam dari para mahasantri Akademi Al-Qur’an dan Dakwah dari LAZIS Wahdah.

Keutamaan dan Manfaat Bekam

Pada pelatihan ini, trainer menyampaikan jika pengobatan bekam ini dilakukan secara rutin maka telah menjalankah sunnah yang telah diajarkan dan dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wasallam, yang sebagian dari kita melupakannya. Disamping itu manfaat bekam dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang saat ini sulit disembuhkan oleh pengobatan konvensional. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, artinya: “sebaik-baiknya pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam” (HR. Ahmad).

Keutamaan dan manfaat bekam sudah banyak di jelaskan dalam sunnah-sunnah Nabi Shallallahu alaihi wasallam, dan bahkan beberapa penelitian telah menyebutkan banyak sekali manfaat yang diperoleh dari berbekam. Sebagai umat muslim tentu kita harus bangga akan hal ini, yang merupakan salah satu pengobatan yang direkomendasikan didalam hadits. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita menjalankannya dengan acuan/standar keilmiahan berdasarkan perkembangan ilmu saat ini.

Pelatihan ini akan dilaksanakan secara rutin, dan setiap peserta bekam akan diberi tugas yaitu melakukan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan bekam kepada masyarakat dengan target minimal 30 orang dari masing-masing peserta pelatihan. Demikian pelatihan yang diikuti para mahasantri AQD Wahdah Islamiyah Jakarta, mudah-mudahan diberikan keberkahan oleh Allah Subhanahu wata’aala, terhadap ilmunya agar bisa mengamalkannya dengan baik. (wps).

Lazis Wahdah Untuk Rohingya

LAZIS Wahdah Salurkan Bantuan Di 10 Wilayah Pengungsian Rohingya di Bangladesh

Coxs Bazar – Bangladesh. LAZIS Wahdah menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di 10 wilayah pengungsian di Tekhnaf, Coxs Bazar, Bangladesh yakni; Dakhsin Nhila, Naittong fara, Keruntali, Baroitali, Damdomya, Zadimura, Mosoni, Leda, Alihali, Roggihali.

Penyaluran bantuan berupa kebutuhan pokok dan alat masak tersebut disalurkan sejak hari Sabtu hingga hari Rabu, 16-20 September 2017.

Menurut informasi, jumlah pengungsi Rohingya di seluruh wilayah Coxs Bazar saat ini sebanyak 800 ribu orang. Para pengungsi masih terus berdatangan melalui perahu-perahu dan dari gunung-gunung.

Para pengungsi menempati tenda-tenda darurat dengan fasilitas seadanya. Karena itu bantuan tenda lah yang sangat dibutuhkan, apalagi saat ini di wilayah Coxs Bazar sudah mulai turun hujan.

“Alhamdulillah (dalam penyaluran bantuan ini) kita sangat terbantu dengan mitral lokal yang mengetahui dengan baik wilayah tersebut dan membantu penyaluran bantuan kita tepat sasaran.” Kata direktur LAZIS Wahdah, Syahruddin CA.

Relawan lokal LAZIS Wahdah di Bangladesh adalah Badrul Islam dan Nurul Qarim. Mereka berdua adalah pengelola salah satu madrasah di wilayah tersebut.

Tim relawan selanjutnya akan melakukan pendataan pengungsi Rohingya yang sampai ke wilayah terpencil.

“Insya Allah, dalam waktu dekat tim LAZIS Wahdah bersama rombongan AKIM akan bertolak ke Bangladesh.” Pungkas Syahruddin.