Gerai Sosial Muslimah Wahdah Jakarta, Bersama Berbagi Manfaat

Gerai Sosial Muslimah Wahdah Jakarta, Bersama Berbagi Manfaat

(Depok) wahdahjakarta.om—Muslimah Wahdah Jakarta mengadakan kegiatan sosial yang dinamakan dengan “gerai sosial”, Jumat (14/9) yang bertempat di Kompleks Mekarsari Permai, Depok. Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh LAZIS Wahdah ini berlangsung dari pukul 15.00 WIB s/d 17.15 WIB.

Adanya kegiatan gerai sosial ini sangat berarti sekali bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah terutama yang berkerja sebagai pemulung dan IRT yang begitu sulit membeli baju karena kesulitan ekonomi. Ummi santi selaku koordinator gerai berharap dengan adanya kegiatan ini bisa membantu warga menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sandang mereka dengan harga terjangkau.

“Harapannya bisa membantu warga menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sandang dengan harga terjangkau. Kedepan harapannya bisa lebih beragam lagi layanan yang diberikan kepada warga, tidak hanya pakaian”, ujarnya.

“Tadi lepas maghrib ada ibu-ibu dari Kampung Tipar yang jumlahnya 2 orang terlambat datangnya lalu sedikit memaksa untuk belanja di gerai sosial. Padahal sudah tutup dan barang sudah dirapikan. Alasannya karena telat dapat info. Berhubung jarak rumahnya cukup jauh dari lokasi gerai, maka kami kasih kesempatan membuka satu kantong pakaian dan memilih-milih yang diinginkan. Sebenarnya ingin membongkar semua tetapi kendalanya kami sudah kelelahan menunggui”, tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam lebih ini dihadiri oleh warga yang tinggal di sekitar kompleks dan warga yang datang dari kampung sebelah yang jumlahnya mencapai 50 an, semuanya ibu-ibu. Warga yang hadir sangat antusias membeli pakaian yang disukainya karena kualitasnya bagus dan dibandrol dengan harga yang murah.

“Bagus-bagus dan harganya murah”, kata Mama Puput yang berasal dari Kampung Tipar saat melihat tetangganya yang sudah pulang dari gerai. Senada dengan Mama Puput, Ibu Sari yang berasal dari Kampung Bulak mengaku bersyukur dan senang dengan kegiatan ini. “Terima kasih atas acara yang diselenggarakan, kami sangat senang”, ujarnya. [san/rsp]

Wahdah Islamiyah Bangun Hunian Sementara dan Kirim Da’i untuk Korban Gempa Lombok

Ketua Umum Wahdah Islamiyah menyerahkan secar simbolis bantuan shelter (hunian sementara) untuk korban gempa Lombok, Ahad (16/09/2018)

Wahdah Islamiyah Bangun Hunian Sementara dan Kirim Da’i untuk Korban Gempa  Lombok

(Lombok) wahdahjakarta.com-, Departemen Sosial dan Lazis Wahdah sejak hari kedua gempa telah mengirim utusan ke Lombok. Sayap relawan kemanusiaan “Wahdah Peduli” memulai dengan mendata kebutuhan, kemudian menerjunkan  relawan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk ditempatkan di 5 titik berbeda.

Tim relawan Wahdah Peduli terus mengirimkan bantuan berupa dapur umum, logistik, tenda, mobil,dll. Termasuk juga tim medis, tim trauma healing, dan da’i-da’i sebagai pengajar.

Setelah tenda darurat dianggap tidak memadahi lagi, tim relawan kemudian membangun shelter-shelter (hunian sementara) yang lebih baik. Selain shelter juga sekolah-sekolah sementara sebagai sarana belajar anak-anak sekolah.

Pada hari Ahad, (16/9/2018) Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin bersilaturahmi dengan warga korban gempa di Lombok Barat bersama warga dan para tokoh setempat.

Dalam kesempatan silaturahmi ini Ustadz Zaitun menyerahkan shelter, sekolah sementara, dan santunan untuk korban gempa di Lombok Barat.

Selain bantuan fisik tersebut, Wasekjen MUI ini juga menyampaikan bahwa Wahdah Islamiyah sebagai ormas Islam telah mengirim para da’i untuk ditempatkan di Lombok. Pengiriman Da’i yang merupakan bagian dari Program Tebar Da’i Nusantara (TDN) tersebut  untuk melakukan   program trauma healing  bagi korban gempa Lombok dan sebagai guru mengaji bagi masyarakat. [ed:sym].

Silaturahmi dengan Korban Bencana Lombok, Ustadz Zaitun Sampaikan Agar Tetap Jaga Keimanan

Silaturahmi dengan Korban Bencana Lombok, Ustadz Zaitun Sampaikan Agar Tetap Jaga Keimanan

(Lombok) wahdahjakarta.com-, Lazis Wahdah menyelenggarakan “Silaturrahmi Wahdah Islamiyah dengan Korban Gempa Lombok”, bertempat Kantor Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat pada hari Ahad, (16/9/18).

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (UZR) yang secara khusus datang dari Jakarta menyampaikan taushiyah dan serah terima bantuan dari Lazis Wahdah.

Dalam taushiyahnya UZR mengajak masyarakat agar bersabar dan mengembalikan semua musibah ini kepada Allah subhanahu wata’ala.

“Dalam keadaan apapun termasuk musibah, kita diajarkan untuk mengucapkan alhamdulillah ‘alaa kulli haal. Segala puji bagi Allah untuk semua keadaan,” kata beliau.

Wasekjen MUI  Pusat ini juga mengajak masyarakat agar tetap meyakini, ujian ini berasal dari Allah. Jangan sampai ada keyakinan bahwa musibah ini berasal dari selain Allah.

Ustadz Zaitun mengingatkan, bisa jadi musibah ini adalah teguran dari Allah agar kita bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Ini sebagaimana kisah Nabi Musa yang seketika Allah turunkan hujan setelah kemarau panjang. Ternyata hal ini karena ada salah satu umatnya yang bertaubat serelah bermaksiat selama 40 tahun.

Terakhir, beliau berpesan bahwa iman adalah kekayaan yang paling berharga. “Iman adalah anugerah yang paling berharga. Jangan sampai iman kita terbeli dengan harga berapapun, apalagi kalau ada yang ingin membeli iman kita hanya dengan bantuan berupa sembako dan sejenisnya.”

Acara silaturahmi ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Lazis Wahdah dan Yayasan Mimbar Tauhid berupa sekolah sementara, shelter (hunian sementara) dan 1.000 paket sembako.

Bukan hanya bantuan fisik, Wahdah Islamiyah bersama Lazis Wahdah juga menyelenggarakan program Tebar Da’i Nusantara (TDN). Wahdah Islamiyah menempatkan da’i-da’i untuk menunjang program trauma healing dan guru mengaji bagi masyarakat.

Rep: M. Ibawi

Editor: Syam

10 TAHUN AQL, UBN BERI PESAN DAMAI LEWAT TEMA “PEACE IS POWER”

 

UBN mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim.

Jakarta (wahdahjakarta.com)-, Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center menggelar Milad Akbar pada selasa (11/9/ 2018) yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H, di Balai Kartini, Kuningan Jakarta Selatan me.

Ada pesan penting yang disampaikan mengambil tema “PEACE IS POWER”. Menurut pendiri AQL, Ustadz Bactiar Nasir (UBN), tema ini diambil untuk memberi tahu publik bahwa Islam adalah agama yang damai dan bukan agama teroris, seperti yang dituduhkan semenjak peristiwa Nine Eleven, 11 September 2001 lalu.

“Walaupun World Of Terrorist sudah dihentikan oleh pemerintahan Obama pada 21 April 2013, namun propaganda kebencian yang diedarkan oleh Donald Trump belakangan ini dengan isu-isu baru tentang Islam adalah sebuah fitnah besar bagi umat Muslim di kalangan masyarakat,” ujar UBN dalam Press Conference sebelum acara dimulai.

Oleh sebab itu UBN membuat milad akbar ini dengan bertajuk kedamaian, agar isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat tersebut bisa dinetralisir hingga dihentikan. “Kami ingin mengingatkan Donald Trump bahwa terorisme yang dilekatkan kepada Islam adalah sebuah kesalahan yang besar,” imbuhnya.

Melalui acara tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini mengajak masyarakat Indonesia agar tidak gampang percaya pada isu-isu yang beredar belakangan ini, yang berakibat rusaknya nama baik umat muslim. “Karena sejatinya umat muslim adalah umat yang menjaga perdamaian, dan bukan umat yang berprilaku keras”, jelasnya.

AQL Islamic Center yang berpusat di Tebet Utara Jakarta Selatan ini didirikan pada 1 Muharram 1429 H yang bertepatan dengan 29 Desember 2008 dengan visi besar membangun peradaban dengan Al-Quran. Visi ini didorong kesadaran pendiri AQL Islamic Center, bahwa rahmat Allah terbesar bagi umat manusia itu adalah Alquran.
(Rep: Fry/Ed:sym).

Gagas Program OMOJ, Forjim Kembali  Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah

Gagas Program OMOJ, Forjim Kembali  Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah

Jakarta (wahdahjakarta.com)– Forum Jurnalis Muslim (Forjim) kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah One Masjid One Journalist (OMOJ) di Masjid Jenderal Sudirman World Trade Centre (WTC) Jakarta Selatan, Sabtu-Ahad (8-9/9/2018).

Sebanyak 25 peserta yang berasal dari utusan masjid di Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Purwakarta mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini merupakan angkatan ke empat. Sebelumnya Forjim menggelar Pelatihan OMOJ di Jakarta Timur, Bandung, dan Lombok.

Menurut Ketua Panitia, Ahmad Zuhdi pada pelatihan kali ini fokus pada teknik membuat video jurnalistik dakwah. Diharapkan setelah dari pelatihan ini, para peserta bisa menjadi kader jurnalis masjid yang mampu mendokumentasikan kegiatan masjid.

“Selain itu juga menjadi jejaring atau penyuplai informasi umat guna keperluan dakwah Islam,” ujar Zuhdi.

Pada kesempatan selama dua hari, para peserta mendapat berbagai materi seperti urgensi dakwah media, teknik wawancara dan menulis berita,  teknik membuat video dokumenter, serta proses pembuatan video melalui smartphone.

Setelah ini, Forjim akan menggelar kembali Pelatihan OMOJ di beberapa kota. “Insyaallah dalam waktu dekat kami akhir September diadakan di Bogor untuk angkatan kelima, pertengahan Oktober di Tasikmalaya untuk angkatan ke enam,” ungkap Zuhdi.

Menurut Zuhdi, banyak sekali masjid-masjid di daerah yang berminat menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ. “Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Cikampek meminta kami untuk menggelar pelatihan jurnalistik dakwah. Mudah-mudahan bisa terlaksana,” jelas wartawan media online Warta Pilihan.

Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ angkatan empat ini didukung berbagai pihak, seperti DKM Masjid Jenderal Sudirman WTC, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Chanel Muslim, Lazis Wahdah, serta Aksi Cepat Tanggap (ACT).*

Terimakasih Lazis Wahdah Islamiyah

Relawan Lazis Wahdah Islamiyah

Terimakasih Lazis Wahdah Islamiyah

(Kisah Nyata dari Lombok Barat )

 

(wahdahjakarta.com)-, Pernikahan kami di tahun 2006 silam menimbulkan gejolak di kampungku, bahkan desaku. Ramai berita dan cerita di desaku, aku telah salah memilih suami. Bahkan kata salafi dijadikan akronim dari kata salah pilih oleh teman-temanku.

Ibuku hampir stres dengan keadaan itu. Anak sarjana satu satunya saat itu kenapa justru salah memilih jalan hidup beragama. Sesat kata mereka, dan itu merasuk ke dalam relung fikiran ibuku. Suamiku adalah salah satu alumni STIBA Makassar yang merupakan salah satu lembaga pendidikan milik Wahdah Islamiyah.

Maka mulailah kami hidup dengan cap sebagai orang yang berbeda dengan orang sekampung. Berat bagiku awalnya karena aku juga guru Agama di salah satu sekolah negeri. Kujalankan tugasku sehari-hari tanpa mencederai yang kuyakini. Bergumul dengan kondisi lingkungan bukan sesuatu yang ringan.

Kami bersyukur beberapa anggota keluarga memahami pemahaman kami dan mau menerima kami dengan baik. Pelan-pelan kami terus meyakinkan ibu dan keluarga dengan interaksi serta perilaku yang baik. beliau juga melihat keseharian kami, mungkin memberikan kesadaran tersendiri dalam hati ibu, bahwa anak dan menantunya baik-baik saja dalam beragama. tidak seperti yang dituduhkan orang-orang.

Kami harus menerima lirikan-lirikan aneh dari warga ketika kedatangan tamu yang merupakan teman-teman seperjuangan suami dalam dakwah. Sesekali kadang sampai ke telinga teriakan salafiiii….

Huh nyesek juga….tapi ya sudahlah fikirku.

Yang lebih bikin nyesek adalah fitnah bahwa shalat kami dan ibadah-ibadah kami digaji. Itu  yang disampaikan ibu kepadaku. Tetapi justru hal ini kujadikan sebagai salah satu titik pencerahan untuk menyadarkan ibu, bahwa demikianlah fitnah. Karena beliau lihat sendiri bagaimana suamiku bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kami.

Hingga tibalah malam itu, gempa dengan kekuatan 7 SR menguncang desaku kemudian gempa susul menyusul meluluh lantakkan desaku.

Apa hubungannya dengan kehidupan dan keluargaku?

Sebelum menimpa kami, Kabupaten Lombok Utara(KLU) dan Lombok Timur(Lotim ) telah lebih dahulu diluluh lantakkan oleh gempa, dan tim dari Lazis Wahdah telah berada di sana. Sehingga ketika gempa menimpa kami dan menghancurkan rumah hampir seluruh warga, maka segera tim Lazis Wahdah menuju ke desa kami memberikan bantuan. Bahkan Lazis Wahdah merupakan lembaga kemanusiaan pertama yang mengulurkan bantuan ke desa kami hingga hari ini.

Suamiku yang tadinya dicibir, tiba-tiba menjadi magnet bersama Lazis wahdah karena mereka tidak kenal lelah siang dan malam terus hadir memberikan rasa empati baik materi, moril, maupun seprituia.

Anak-anak, lansia, para janda, semua merasakan kehadiran Lazis Wahdah.

Doaku yang paling indah dalam fikiranku saat ini, semoga kehadiran wahdah bersama dakwahnya akan bersemi di desaku di masa yang akan datang

Terimakasih ya Allah puji syukur ke hadirat-Mu.

Terimakasih Laziz Wahdah Islamiyah dengan relawannya.

Terimakasih suamiku. [ed:sym]

Sumber: WAG Alumni STIBA tanpa mencantumkan nama penulis.

Wahdah Islamiyah Adakan Sekolah Sementara Bagi Anak-Anak Korban Gempa Lombok

Wahdah Islamiyah Adakan Sekolah Sementara Bagi Anak-Anak Korban Gempa Lombok

Sekolah Sementara Anak-Anak Korban Gempa Lombok

Wahdah Islamiyah Adakan Sekolah Sementara Bagi Anak-Anak Korban Gempa Lombok

(Lombok) wahdahjakarta.com—Diantara program Wahdah Islamiyah untuk Lombok adalah mengadakan sekolah sementara untuk anak-anak yang sekolahnya hancur karena gempa tepatnya di Dusun Jelaten, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Menurut Gunawan Mansur, Koordinator pengajar tim guru ‘Sekolah Sementara Wahdah Islamiyah’ bahwa pendirian tersebut sudah direncakan dan bertujuan mempertahakan mental postif anak-anak di Lombok. Terlebih dampak sekolah yang hancur membuat anak-anak merasakan kesulitan dalam hal mendapatkan pelajaran sebagaimana saat dahulu sekolahnya masih utuh.

“Ya, ini kan sebagai misi Wahdah Islamiyah juga yaitu membangun SDM, kita ingin anak-anak di Lombok tetap mendapatkan pendidikan yang baik untuk masa depan mereka. Sekolah ini akan menjadi tempat mereka belajar ilmu umum dan terkhusus ilmu agama tentunya,” tegas Gunawan, Jumat (31/8).

Ia menambahkan, harapan Wahdah Islamiyah sebagai salah satu Ormas Islam di Indonesia adalah ingin melihat kembai senyum anak-anak Lombok yang sempat redup pasca gempa yang mengguncang Lombok.

”Semoga ikhtiar ini akan membawa senyum bahagia bagi anak-anak Lombok. Pendidikan adalah modal utama bangsa ini untuk maju. Kita upayakan bukan hanya di Lombok Barat melainkan di Kabupaten lainnya di NTB ini yang terdampak gempa,” tutupnya. []

Sumber dari: http://wahdah.or.id/

Kisah Duka Seorang Musafir di Perjalanan

Kisah Duka Seorang Musafir di Perjalanan

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Sungguh malang nasib bapak yang berinisial MF (60). Dia berasal dari Cirebon, lahir di Manado. Dia sering bolak-balik Cirebon – Sukabumi untuk melakukan pengobatan jemarinya yang kaku selama satu tahun. Ujian menimpa dirinya ketika hendak pulang dari Sukabumi ke rumahnya di Cirebon, Rabu(8/8/2018) bahwa bus yang hendak dia tumpangi tidak ada lagi karena kehabisan tiket.

Oleh karena itu, Bapak (MF) naik bus jurusan Depok untuk transit di sana. Sebelum turun di terminal Depok, betapa kagetnya bapak ini karena barang-barang berharga yang dibawa seperti tas, sepatu, dompet dan seluruh isinya serta hp sudah dibawa kabur oleh pencuri. Lalu dia langsung mengunjungi kantor polisi terdekat untuk pengaduan dan mendapatkan surat keterangan hilang dari polisi.

Berbekal surat keterangan hilang dari polisi, Bapak (MF) meneruskan langkahnya dengan berjalan kaki di sepanjang jalanan Depok – Jakarta karena tidak punya uang untuk bayar ongkos angkutan umum, dan nomor hp satu pun tidak ada yang ingat untuk dihubungi. Sehingga pada akhirnya bapak ini tiba di sebuah masjid di kampus Universitas Gunadarma. Usai Shalat MF berbincang-bincang dengan salah seorang mahasiswa yang juga santri binaan Wahdah Islamiyah yang seluruh kegiatannya di support oleh LAZIS Wahdah.

Mahasiswa yang tidak disebutkan namanya ini menyarankan kepada bapak yang musafir untuk segera mengunjungi kantor LAZIS Wahdah. Bapak (MF) pun langsung berjalan kaki sejauh 20 km lebih untuk sampai di kantor LAZIS Wahdah Jakarta. Setelah sampai di sana, ternyata di kantor lamanya. Lalu dia bertemu dengan salah seorang pengurus Wahdah Islamiyah di sana dan mendapatkan alamat baru LAZIS Wahdah Jakarta dari pengurus tersebut. Bapak (MF) tetap semangat berjalan kaki lagi hingga sampai juga di kantor LAZIS Wahdah Jakarta di Lenteng Agung, dekat Universitas Pancasila.

Di sana, Bapak (MF) bertemu langsung dengan pimpinan LAZIS Wahdah Jakarta, Yudi Wahyudi dan menceritakan semua apa yang dialaminya. Pimpinan LAZIS Wahdah Jakarta turut prihatin lalu memberikan bantuan yang berasal dari donatur kepadanya.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada LAZIS Wahdah atas bantuannya, bantuan ini sangat berarti sekali bagi saya “,  tuturnya.

“Terus terang, saya adalah muallaf meskipun sudah 12 an tahun tetapi belum bisa banyak membaca Al Qur’an bahkan hampir tidak mempunyai waktu membaca Al Qur’an. Mungkin ini teguran buat saya“, tambahnya.

Alhamdulillah Bapak, Allah mempertemukan kita di tempat ini bukan tidak ada maksud. Mudah-mudahan ini adalah awal untuk menjalin silaturrahim kita kedepannya. Kami sudah ada da’i di Cirebon dan sudah ada rencana untuk buka cabang nantinya di sana”, ujar Ketua LAZIS Wahdah Jakarta. [yd/rsp]

———-

**

💧Kunjungi 👇🏻

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2154471844768740&id=1458576761024922

❤Indahnya berbagi dengan mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Mari bersama bahagiakan dhuafa, yatim, santri penghafal Al Qur’an, dan para da’i yang sedang berjuang menyebarkan cahaya islam di pelosok Nusantara dengan segala keterbatasan melalui LAZIS Wahdah.

➡ Bank Syariah Mandiri (451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

📲Konfirmasi transfer ke 08119787900 (call/wa/sms)

“Bahagia mereka, bahagia kita semua”

💌LAZIS Wahdah, “Melayani dan Memberdayakan”

Siapkan  Qurban Terbaik Anda

Tebar Qurban Nusantara

Siapkan  Qurban Terbaik Anda

Qurban atau dalam bahasa Arabnya disebut dengan udhiyah atau dhahiyyah adalah nama atau istilah yang diberikan kepada hewan sembelihan (unta, sapi atau kambing) pada idul adha dan pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) dalam rangka ibadah dan bertaqarrub kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Dalil-dalil disyariatkannya yakni berdasarkan Al-Qur’an, As Sunnah dan Ijma’:

Dalil Al-Qur’an

Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berqurbanlah” (Q.S Al Kautsar:2)

Berkata sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan berqurban dalam ayat ini adalah menyembelih  udhiyah (hewan qurban) yang dilakukan sesudah shalat idul adha (lihat Tafsir Ibnu Katsir 4:505 dan Al Mughni 13:360)

Dalil As Sunnah

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berqurban dengan dua ekor domba jantan yang keduanya berwarna putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dalil Ijma’

Seluruh kaum muslimin telah bersepakat tentang disyariatkannya (lihat Al Mughni 13:360).

[dikutip dari wahdah.or.id]

**

 

Mari berqurban bersama para Da’i Nusantara melalui LAZIS Wahdah. Qurban Anda akan disebarkan ke seluruh wilayah Nusantara dengan sasaran penyebaran seperti kaum dhuafa, binaan da’i,  tahfidz, yatim, muallaf dan daerah minoritas.

Info seputar Qurban bisa hubungi nomor kami 08119787900 (call/wa/sms) atau kunjungi kantor kami yang beralamat di Jl. Lenteng Agung No.1, RT 03 RW 04, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan ➡lokasi https://goo.gl/maps/b9oyWT1HWrK2

 

LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

Lazis Wahdah Berbagi di Ujung Negeri Bersama Prajurit TNI Penjaga Perbatasan RI-Malaysia

Lazis Wahdah Berbagi di Ujung Negeri Bersama Prajurit TNI Penjaga Perbatasan RI-Malaysia

Lazis Wahdah Berbagi di Ujung Negeri Bersama Prajurit TNI Penjaga Perbatasan RI-Malaysia

Kegiatan Berbagi Di Ujung Negeri ini merupakan salah satu kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh LAZIS Wahdah Nunukan dalam rangka melayani ummat selama bulan suci Ramadhan.

(Nunukan) wahdahjakarta.com| Tak ada yang istimewa dari pondok kayu berlantai dua tersebut. Dibuat dari kayu-kayu disusun, bentuknya kotak dibagi menjadi empat ruang, atas dan bawah. Namun, pondok ini berjasa besar dalam menuntaskan rindu para prajurit penjaga perbatasan. Hanya di Pondok Cinta sinyal telepon seluler bisa ditangkap. Itu pun harus dengan cara menggantungkan telepon di dinding luar pondok.

Demikianlah gambaran yang dialami oleh prajurit  Tentara Nasional Indonesia (TNI) penjaga perbatasan Indonesia – Malaysia yang berlokasi di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Kerinduan mereka dengan keluarga jangan ditanya lagi. Momentum Ramadhan seperti saat sekarang ini harus mereka lalui dengan sabar karena harus menjalankan tugas negara.

Sabtu (9/6/2018) lalu, LAZIS Wahdah Nunukan bergerak melintasi jalan-jalan setapak menuju pos-pos perbatasan. 70 paket Ifthar disalurkan kepada para prajurit yang ada.

”Alhamdulillah, setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh, mobil kami yang mengangkut paket ifthar tiba di patok tiga wilayah perbatasan,” ujar ustadz Abu Ismail, Ketua LAZIS Wahdah Nunukan.

Kegiatan Berbagi Di Ujung Negeri ini merupakan salah satu kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh LAZIS Wahdah Nunukan dalam rangka melayani ummat selama bulan suci Ramadhan.

”Kami ucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat berharga bagi kami yang di perbatasan. Apalagi kami jauh dari keluarga. Dengan melihat ramainya buka puasa ini, kerinduan kami kepada keluarga sedikit bisa terobati,” ucap salah seorang prajurit.

***

Indahnya berbagi dengan sesama. Mari perbanyak Sedekah untuk membantu orang yang membutuhkan di sekitar kita melalui  nomor rekening sedekah Bank Syariah Mandiri (451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah dan konfirmasi transfer ke 0811 9787 900 (wa/sms).

Semoga di penghujung Ramadhan tahun ini, Allah masih memberikan kita kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan, aamiin. []

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan