Lazis Wahdah Distribusikan Bantuan Penerangan Kamp.Pengungsi Rohingya di Bangladesh

(Bangladesh) Wahdahjakarta.com – LAZIS Wahdah Islamiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket listrik tenaga matahari (sel surya) dan bahan-bahan bangunan di kamp pengungsi warga Rohingya di Refugee Camp, Cox’s Bazar, Bangladesh.

Direktur Lazis Wahdah  Syahruddin C Asho mengatakan, bantuan paket listrik dan bahan bangunan tersebut diperuntukan bagi Pondok Tahfizh Al-Qur’an Ummul Quro di kamp tersebut.

Sebagaimana diketahui selama ini kamp-kamp pengungsi warga Muslim Rohingnya di Refugee tidak mendapat fasilitas listrik karena letaknya yang jauh dari perbatasan. Sehingga untuk dapat menikmati penerangan dan kebutuhan lainnya mereka harus berusaha mandiri dengan memanfaatkan peralatan seadanya.

Pondok Tahfizh Ummul Quro merupakan tempat pembinaan para penghafal al-Qur’an, yang di khususkan bagi anak-anak pengungsi.

“Mereka ada sekitar 300-an orang. Mereka di bina di sebuah gubuk sederhana yang terbuat dari bambu dan bahan-bahan alam lainnya. Saat hujan mengguyur beberapa bulan yang lalu, bangunan tahfizh rubuh dan sudah tidak layak,” ujar Syahruddin.

Bantuan ini di terima langsung oleh pihak pengelola tahfizh yakni Abdul Ghofur. Lanjut Syahruddin, adapun pembangunan akan tetap berlanjut hingga bisa secara total dimanfaatkan untuk kepentingan para santri.

Tentu sangat sulit bagi pengungsi Rohingya ini untuk mendapatkan sumber listrik ini karena status mereka sebagai pengungsi. Insya Allah kedepan LAZIS Wahdah Islamiyah akan terus membantu pengungsi Rohingnya ini secara berkesinambungan. Tentunya juga atas doa, dukungan, dan bantuan dari rakyat Indonesia.

Donasi Peduli Rohingya terus dibuka, silahkan salurkan bantuan anda tunai atau transfer ke Rekening Kemanusiaan LAZIS Wahdah Bank Syariah Mandiri No.Rek : 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451)

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahcare #pedulirohingya

Peserta Aksi Reuni 212 Mulai Bergerak Menuju Monas

Peserta Aksi Reuni 212 Mulai Bergerak Menuju Monas

Peserta Aksi Reuni 212 di depan kementrian perdagangan, antara stasiun gambir dan tugu tani mulai bergerak menuju Monas

Jakarta, WahdahJakarta.com – Para peserta Reuni Akbar Alumni 212 pagi ini berbondong-bondong bergerak menuju Monumen Nasional (Monas) DKI Jakarta, Ahad (2/12/2018). Bahkan ada beberapa peserta yang sudah bermalam di sekitaran Monas dari hari kemarin.

Nampak di sepanjang jalanan di depan kantor Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag-RI) di antara stasiun Gambir sampai Tugi Tani dipenuhi oleh peserta Reuni Akbar Alumni 212 yang berjalan kaki sembari membawa bendera hitam Al-Liwa dan Ar-Rayah.

Tidak hanya kaum lelaki saja  turut serta pula ibu-ibu dan anak-anak tumpah ruah dalam gelaran acara Reuni Akbar Alumni 212 yang kedua ini. Nampak wajah-wajah penuh semangat sambil melantunkan kalimat Tauhid dari lisan-lisan mereka.

Sementara itu di beberapa titik di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta juga telah berdiri beberapa posko logistik yang siap membagikan paket konsumsi kepada para peserta. Salah satu di antaranya yakni posko logistik Lazis Wahdah Jakarta yang berada di ring 4 dekat Patung Kuda dan mulai beroperasi sejak pukul 21.30 kemarin malam.

“Insya Allah Lazis Wahdah akan memberikan layanan pijat refleksi untuk peserta reuni 212 yang mungkin kelelahan atau pegal-pegal”, ujar Kepala Cabang Lazis Wahdah Jakarta,  Yudi Wahyudi

[aha]

Reuni 212, Lazis Wahdah Buka Posko Layanan Kesehatan dan Konsumsi

bn

Posko Layanan Kesehatan dan konsumsi Lazis Wahdah di lokasi reuni 212, Patung Kuda.

(Jakarta)  wahdahjakarta. com–Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)  membuka posko layanan kesehatan dan konsumsi di lokasi aksi Reuni 212  yang akan digelar Ahad (2/12/2018).

“Insya Allah Lazis Wahdah akan memberikan layanan pijat refleksi untuk peserta reuni 212 yang mungkin kelelahan atau pegal-pegal”, ujar Kepala Cabang Lazis Wahdah Jakarta,  Yudi Wahyudi kepada wahdahjakarta.com, Sabtu (1/12/2018).

Selain itu lembaga yang merupakan unit pengumpul dan penyalur zakat ormas Wahdah Islamiyah ini juga akan membagikan paket konsumsi kepada para peserta.

“Kita juga akan ikut berbagi paket konsumsi berupa snack kepada para peserta, insya Allah yang sudah siap seribuan paket”, ucapnya.

Yudi menambahkan, pihaknya juga menurunkan relawan kebersihan. “Kita juga menyiapkan relawan kebersihan yang akan turut bersama relawan Lainna menjaga kebersihan areal Monas saat aksi dan pasca aksi”, tandasnya.

Posko lazis Wahdah berada di ring 4 dekat Patung Kuda dan mulai beroperasi sejak pukul 21.30 malam ini.

Kondisi  terkini di Monas  Panggung reuni 212 sudah siap. Situasi aman terkendali Tidak nampak kumpulan aparat seperti yang sempat diberitakan.

Acara reuni 212 akan dimulai dari pukul 03.00 sd 12.00 dengan rangkaian antara lain sholat tahajjud, subuh berjamaah, dan taushiyyah dari para ulama. (sym)

Dakta Peduli Palu Salurkan Bantuan MCK Melalui Lazis Wahdah

Dakta Peduli Palu Salurkan Bantuan MCK Melalui Lazis Wahdah

Dakta Peduli Palu Salurkan Bantuan MCK Melalui Lazis Wahdah

Bekasi, 29 Desember 2018 Tim LAZ Wahdah berkesempatan hadir memenuhi undangan Manajemen Dakta FM Bekasi.

Dakta Peduli yang diwakili Ibu Syifa (Manajer Produksi) dan Ibu Ratna (Manajer Pengembangan SDM) menerima dengan baik Tim pengurus LAZ Wahdah yang diwakili Yudi Wahyudi (Direktur Wilayah DKI Jakarta) dan  Furqan (Staf Media LAZ Wahdah Jakarta).

Ibu Syifa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas peran LAZ Wahdah di Palu yang sebelumnya memang telah bekerjasama di dalam penyampaian berbagai berita terkini terkait Bencana Gempa dan Tsunami.

“Kali ini kami akan menyampaikan bantuan sebesar 35 juta lebih untuk pembuatan 10 WC umum di sekitar Mesjid jika memungkinkan, sebagai bentuk tanggung jawab penyaluran bantuan dari pendengar radio”, lanjut Ibu Syifa.

“LAZ Wahdah termasuk lembaga yang pertama berada di Palu dan telah mengirimkan 500 lebih relawan dan dai di lokasi bencana”, demikian pemaparan Ustadz Yudi.

“Selama ini juga kami telah bekerjasama dengan Ust Zaitun Rasmin selaku Ketua Umum Wahdah Islamiyah, di dalam event kajian dan reportase pergerakan keislaman”, papar Ibu Ratna yang juga Manajer SDM dari Tim Dakta Peduli.

Pertemuan yang berlangsung hanya sekitar 1 jam lebih ini juga menyepakati kemungkinan kerjasama lanjutan beberapa kegiatan diantaranya penyelenggaraan event Qur’an, promosi dakwah, dan sponsorship insya Allah. (yd/aha)

Mengintip  Dinamika  Dakwah Islamiyah di Pulau Buru

Suasana belajar Islam di salah satu Masjid di Pulau Buru dibawah bimbingan Da’i Wahdah Islamiyah

(Pulau Buru) wahdahjakarta.com — Daerah-daerah Indonesia masih banyak yang terpinggirkan. Tak hanya dari sisi perekonomian, akses dan pangan yang terkadang belum mencukupi, dakwah Islam di wilayah ini kadang-kadang terluput dari pantauan masyarakat luar. Meski sejak lahir mereka telah beragama Islam, namun kurangnya pasokan dai ke tempat mereka menjadi problem tersendiri. Anak-anak hanya sebatas bisa mengeja alif ba ta hingga ya, namun pengucapannya masih kurang fasih. Belum lagi hukum bacaan lainnya yang juga luput diajarkan karena dangkalnya pengetahuan para orangtua mereka.

Kondisi Masjid yang jauh dari kata ramai. Pengelolaan serta manajemen keislaman yang perlu di pupuk lebih baik lagi. Hingga tak jarang, di wilayah tertentu, ternyata masih belum ada Masjid yang terbangun.

Adalah ustadz Ariansyah Nur, dai Wahdah Islamiyah yang mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah di Pulau Buru, Kepulauan Maluku sejak 2017 silam. Pulau Buru merupakan pulau terbesar ketiga setelah Pulau Halmahera di Maluku Utara dan dan Pulau Seram di Maluku Tengah yang memiliki corak topografi berupa perbukitan dan pegunungan. Wilayah yang cukup menantang untuk para dai yang berasal dari luar Maluku.

Ada beberapa kelompok etnis yang menetap di Buru: etnis asli, yakni Buru (baik di pesisir maupun di pedalaman); dan etnis pendatang, yakni Ambon, Maluku Tenggara (terutama Kei), Ambalau, Kep. Sula (terutama Sanana), Buton, Bugis, dan Jawa (terutama di daerah pemukiman transmigrasi). Tidak diketahui data mengenai komposisi penduduk berdasarkan etnis.

Setiap hari dai asal Makassar ini mengajari anak-anak al-Qur’an. Memahamkan para orangtua dengan dakwah secara pendekatan person to person.

Ustadz ariansyah, Da’i Wahdah Islamiyah di Pulau Buru

“Kita ajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang murni. Perkuat tauhid mereka. Karena pengamalan animisme dan dinamisme disini masih sangat kental,” ujarnya lewat pesan singkat kepada LAZISWahdah.com, Selasa (27/11).

Dakwah di daerah terpencil, apalagi minoritas membutuhkan strategi tersendiri. Bagi ustadz Ariansyah, prinsip terpenting dalam berdakwah di pelosok negeri ialah memperkenalkan agama yang membuat hidup masyarakat lebih mudah dan nyaman. Di kantong-kantong kemiskinan, para dai tak cukup hanya mendakwahkan teori-teori mengenai Islam. Pemberdayaan ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan menjadi satu hal penting yang perlu dilakukan.

“Mereka sebetulnya punya ghiroh untuk belajar. Akan tetapi, jumlah dai yang belum maksimal kadang menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Tapi Insya Allah, sembari menunggu pasokan dai dari Makassar, Wahdah Islamiyah akan tetap berjuang di tempat ini. Ada tidaknya, tetap akan jalan,” tegasnya.

Melihat kebutuhan tersebut, Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah menilai, pelatihan dai tak cukup hanya membekali mereka dengan kemampuan ceramah. Para dai perlu dilatih agar memiliki keterampilan dan keahlian yang akan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat daerah terpencil. Mereka perlu memahami psikologi dan sosiologi masyarakat sekitar. Penguasaan bahasa daerah juga menjadi bekal yang sangat diperlukan. Selain itu, kemampuan yang ada perlu ditambah dengan keahlian tertentu, misal pengobatan, totok, urut, dan sebagainya. Keahlian dan keterampilan ini sangat diperlukan untuk memberikan akses kesehatan kepada masyarakat.

“mendekati masyarakat tidak melulu soal dalil-dalil. Kita perlu perencanaan yang baik. Program peningkatan ekonomi juga perlu di gagas,” ujar dia.

Sahabat, mungkin kita pernah berpikir. Apa jadinya jika tak ada dai yang memiliki tekad baja seperti ustadz Ariansyah. Di beberapa tempat, ada dai yang merelakan uang sakunya untuk membiayai dakwahnya. Belum lagi bagi mereka yang telah berkeluarga. Keringat telah terkucur deras, kantong kian menipis, dan amanah dakwah kian bertambah. Jangan biarkan dai pelosok negeri berpikir sendiri. Ayo bantu mereka melalui program “Tebar Dai Nusantara” Wahdah Islamiyah.

Donasi program tebar Dai bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 497 900 9009 a.n LAZIS Wahdah Sedekah dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Mari bentangkan kebaikan membantu sesama bersama LAZIS Wahdah, melayani dan memberdayakan. []

Kegiatan Dauroh Wahdah Jaktim Berjalan Lancar

(Jakarta) wahahjakarta. com—Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Jakarta Timur (Jaktim) berkerjasama dengan DKM Masjid Raya Universitas Borobudur mengadakan Daurah dengan tema ” Hati yang Dekat dengan Al Qur’an” di ruangan utama Masjid Raya Univ.Borobudur. Kegiatan yang mengusung konsep Mabit ini disponsori oleh LAZIS Wahdah berlangsung selama sehari semalam, Sabtu-Ahad (24-25/11/2018).

Ustadz Suharpin selaku panitia kegiatan ini mengaku bersyukur dengan terlaksananya kegiatan ini dengan lancar. “Alhamdulillah…berjalan dengan baik dan tertib”, tuturnya.

Pemateri yang mengisi kajian dalam kegiatan dauroh ini diisi oleh Azatidz DPD WI Jaktim di antaranya Ust.Fakhrizal Idris, Lc.M.A, Ust.Sarmin, SH, dan Ust.Suharpin. Ketiga pemateri tersebut saling bergantian menyampaikan materi dan nasehat-nasehat kepada peserta dauroh.

Peserta dauroh berjumlah 15 orang (ikhwan) berasal dari kalangan mahasiswa dan karyawan. Semua peserta mengaku terkesan dengan kegiatan ini karena jarang sekali ada ya ng mengadakan kegiatan Mabit ini di zaman ini.

“Kegiatan bermalam seperti ini dengan tema Al Qur’an sangatlah bagus dan bermanfaat buat kita, yang mana kegiatan-kegiatan seperti ini sangatlah jarang didapatkan apalagi setelah kegiatan ini akan ada followupnya. Jadi saya berharap semoga kita dimudahkan dalam belajar dan menuntut ilmu, tidak perlu malu duduk bersama teman-teman yang mungkin usianya lebih junior dari kita”, ucap salah seorang peserta dauroh, Ace Malik Ibrahim. (rsp).
————-

Dukung Dakwah Qur’an Untuk Palu dan Indonesia dengan menyalurkan donasi melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek: 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

🎁 Donasi 1000 Qur`an Palu & Indonesia : Mulai Rp.110.000,- (Paket Bersama Pendidikan dan Pembinaan).
Berlaku sampai dengan 11 Desember 2018

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#1000QuranForPalu
#1000QuranForIndonesia
#pedulinegeri
#melayanidanmemberdayakan

Jangan Pernah Biarkan Sulawesi Tengah Menangis

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Rasa peduli dan kebersamaan sebagai satu bangsa tetap bergelora. Semua elemen bangsa bersatu dalam membantu warga yang terdampak gempa di Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala) baik dalam bentuk materi maupun non materi.

Kepedulian ini juga ditunjukkan oleh Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta dengan menyalurkan donasi melalui LAZIS Wahdah sejumlah uang dengan total Rp.3.660.000. Perwakilan Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta, Bapak Udin mengaku memilih LAZIS Wahdah sebagai mitra untuk program bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terjadi akhir september lalu karena menurutnya LAZIS Wahah sudah terpercaya.

“Alhamdulillah sudah menyampaikan donasi bantuan untuk saudara kita di Palu, Donggala, dan Sulawesi Tengah pada umumnya. Kami memilih LAZIS Wahdah sebagai mitra untuk program bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah karena menurut kami LAZIS Wahdah sudah terpercaya dan kantor pusatnya juga berada di Sulawesi. Semoga apa yang sudah kita lakukan bersama-sama menjadi bermanfaat untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada umumnya…”. ujarnya  di Kantor LAZIS Wahdah Jakarta, Rabu (21/11).

“Harapannya semoga menjadi jalan hadirnya pertolongan Allah kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami. Semoga ini menjadi wasilah untuk kebangkitan kembali saudara-saudara kita seperti sediakala di tempatnya masing-masing”, tambahnya.

Perwakilan LAZIS Wahdah Jakarta, Ismail mengaku terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Komunitas ini. Ia yang sehari-sehari menjalani amanah sebagai Manajer Fundrising ini menyerahkan piagam penghargaan kepada Komunitas Ladang Amal (KALAM) Jakarta.(rsp)

 


Dukung Dakwah Qur’an Untuk Palu dan Indonesia dengan menyalurkan donasi melalui: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek: 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

🎁 Donasi 1000 Qur`an Palu & Indonesia : Mulai Rp.110.000,- (Paket Bersama Pendidikan dan Pembinaan).
Berlaku sampai dengan 11 Desember 2018

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#1000QuranForPalu
#1000QuranForIndonesia
#pedulinegeri
#melayanidanmemberdayakan

Komunitas Hijrah Youth Move Up Jambi Galang Donasi Peduli Gempa Sulteng

lazis wahdah jambi

(Jambi) wahdahjakarta.com – Komunitas Hijrah Youth Move Up Kota Jambi menggalang bantuan berupa donasi peduli gempa Sulawesi Tengah.

Menurut Ketua Komunitas Hijrah Youth Move Up Jambi Muhammad Sopian, aksi penggalangan bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian pihaknya atas musibah yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala.

“Kami merasa terpanggil atas kejadian ini,” ungkap Sopian.

Komunitas memberikan bantuan sebesar Rp.17.275.250.00 yang disalurkan melalui Lazis Wahdah Islamiyah Jambi. Dana tersebut adalah hasil dari usaha penggalangan dana selama kurang lebih satu bulan.

Donasi diserhakan ketua komunitas kepada Ketua Wahdah Jambi, Kasrul Wahid pada Kamis (22/11/2018).

Sopian menjelaskan, pihaknya berharap agar bantuan yang diberikan bisa memberikan kemudahan dalam recovery pasca gempa bagi para korban.

“Mudah-mudahan, bantuan ini bisa meringankan masyarakat disana,” tutup Sopian.

Sementara itu, dari pihak LAZIS Wahdah yang diwakili oleh Kasrul Wahid berterima kasih atas kepercayaan komunitas Youth Move Up kota Jambi kepada LAZIS Wahdah.

“Kami mewakili pengurus LAZIS Wahdah Jambi mengucapkan jazaakukumullahu khoiran kepada komunitas pemuda hijrah Youth Move Up kota Jambi atas bantuan dan kepercayaannya kepada kami. Insyaa Allah dana tersebut akan segera di salurkan kepada sauadara-saudara kita yang tertimpa musibah di Palu, Sigi dan Donggala,” paparnya.

Donasikan harta terbaik Anda melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Bersama Wahdah Islamiyah, Sulteng bangkit !

Pasukan Penanganan Gempa NTB Resmi Kembali Ke Satuan Tugas

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Puan Maharani saat menyalami anggota Pasukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018 saat pelepasan resmi di Bandara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah pada selasa (21//11).

(Lombok) wahdahjakarta.com,- Pasukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Gempa NTB 2018 resmi dilepas untuk mengakomodasi seluruh bantuan bagi korban bencana pada selasa (21//11) di Bandara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah.

Acara ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan dihadiri oleh Pangkogasgab NTB 2018, Mayjen TNI Madsuni, S.E.; Kapolda NTB, Brigjen Achmat Juri; Sekda Prov NTB, Rosiady Sayuti; Bupati Lombok Tengah, Moh. Suhaili Fadhil Thohir; Anggota DPR RI, serta anggota pasukan Kogasgabpad NTB 2018 dengan para unsur terkait dan turut hadir pula Kepala BNPB Willem Rampangillei.

Setelah terjadinya beberapa gempa besar di NTB pada Juli lalu, Tim Kogasgabpad ini telah ditugaskan untuk mengakomodasi seluruh bantuan bagi korban bencana , baik yang berasal dari pihak TNI, Polri, Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.

Menko PMK, dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten/Kota terdampak bencana Lombok yang telah memberikan dukungan dan kerja sama yang baik dalam mengatasi segala permasalahan selama penanganan masa darurat dan pemulihan pasca bencana NTB. Secara khusus Menko PMK memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI dan POLRI yang tergabung dalam Kogasgabpad Nusa Tenggara Barat di bawah pimpinan Mayjen TNI Madsuni.

Menurutnya, pengabdian para prajurit TNI dan Polri menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat selama masa tanggap darurat bencana di NTB termasuk pada masa-masa sulit.

“Selama bertugas di sini, para prajurit Kogasgabpad telah bekerja sungguh-sungguh dengan ikhlas untuk memberikan pertolongan, pelayanan dan pengabdian bagi masyarakat terdampak bencana di NTB, sehingga perlahan namun pasti, NTB dapat bangkit menata kehidupan yang lebih baik”, ujar Puan.

“Akhirnya saya ucapkan selamat jalan bagi seluruh prajurit Kogasgabpad, selamat menjalankan kembali tugas pengabdian di kesatuannya masing-masing. Sampaikan salam hormat saya kepada keluarga yang selama ini senantiasa setia mendoakan keselamatan dan kelancaran tugas para prajurit demi menjalankan tugas kemanusiaan di daerah ini.” tutupnya. [fry]

Gabungan Ormas Islam Ancam Usir Seluruh Pengungsi di Makassar, Ini Alasannya

Suasana pertemuan FUIB dengan komisi E DPRD Sulsel membahas masalah pengungsi Rohingya di Makassar, Senin (19/11/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com – Untuk kali ketiganya, gabungan aktivis ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) kembali mendatangi kantor DPRD Sulawesi Selatan,  di Jalan Urip Sumoharjo, Senin (19/11/2018).

Kedatangan FUIB bersama dengan puluhan pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar itu, untuk mempertanyakan tindaklanjut dari hasil dua pertemuan sebelumnya di Komisi E.

Menurut Ketua FUIB Sulawesi Selatan, Mukhtar Daeng Lau, jika memang sampai sekarang tidak ada kejelasan tentang nasib ratusan pengungsi Rohingya yang ada di Kota Makassar ini, maka puluhan kelompok ormas Islam yang berada di bawah naungan FUIB akan melakukan tindakan.

“Kemungkinan kami akan mengambil langkah, yakni dengan melakukan pengusiran secara besar-besaran tanpa memandang ia pengungsi dari mana,” tegasnya saat menyampaikan sikap di ruang aspirasi.

Mukhtar menuturkan, pengungsi Rohingya sudah ada yang tinggal di Kota Makassar hingga belasan tahun, sementara pihak PBB, dalam hal ini UNCR dan IOM, yang hanya selalu diberangkatkan ke negara pihak ketiga tujuan suaka adalah mereka pengungsi yang berasal dari Afganistan, Iran, dan lainnya.

Agussalim Syam dari Front Pembela Islam (FPI), yang hadir dalam pertemuan itu, menyatakan cukup menyesalkan sikap Dewan yang lamban menyikapi persoalan pengungsi Rohingya.

“Kami khawatir, kita melakukan pertemuan, yang dibicarakan berulang-ulang, dan itu-itu saja, sehingga jangan salahkan apabila ormas Islam mengambil langkah tegas,” katanya.

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Sulawesi Selatan, Farid Ma’ruf Nur, menambahkan bahwa persoalan pengungsi di Kota Makassar memang meninggalkan sejumlah persoalan besar, sehingga sejatinya butuh solusi secara tepat.

Seperti, ia menyebutkan, banyaknya pengungsi dari Afganistan yang terindikasi sebagai penganut paham Syiah yang telah kawin-mawin dengan warga di sini.

“Sehingga kalau pun ormas Islam kelak mengambil langkah tegas, itu sudah tepat untuk mengantisipasi kasus yang lebih besar ke depannya,” tuturnya.

Ketua Forum Peduli Rohingya, M. Iqbal Jalil, menjelaskan seluruh elemen yang tergabung di FUIB berkeinginan agar pemerintah provinsi juga memberikan sikap terhadap persoalan Rohingya ini.

Pasalnya, kata dia, Sulawesi Selatan bergerak dikarenakan daerah ini yang terbilang banyak menampung pengungsi asal Rohingya.

Berdasarkan catatan Forum Peduli Rohingya, jumlah sekitar 212 orang yang tersebar di sejumlah wisma pengungsian di Kota Makassar.

“Kasus Rohingya perlu ditangani secara bersama dan proaktif. Perlu diingat bahwa berdasarkan temuan tim pencari fakta PBB, pengungsi Rohingya ini adalah korban genosida. Saya pikir, kalau pemerintah provinsi bersuara, maka nama daerah ini juga akan terangkat, sehingga sudah semestinya persoalan pengungsi Rohingya ini diperhatikan secara bersama,” jelas Ustad Ije sapaan akrabnya.

Sementara Direktur Lazis Wahdah Islamiyah, Syahruddin, yang mencoba memberikan solusi dalam kesempatan itu, salah satunya adalah memberikan lahan khusus bagi pengungsi Rohingya di daerah ini untuk ditempati jika memang tidak solusi konkret untuk pemberangkatan mereka ke negara pihak ketiga.

Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Haidar Madjid, yang menerima aspirasi itu, menganggap persoalan tersebut sangat penting dan mendesak untuk dibicarakan lebih serius, sehingga ia pun menawarkan agar pembahasannya dilanjutkan melalui rapat dengar pendapat dengan unsur pimpinan Dewan.

Ia pun berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi itu dan segera mengagendakan rapat dengar pendapat. (Sumber: Rilis).