Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Rektorat Institut Agama Islam Negri (IAIN) Palu sehari pasca gempa dan tsunami Palu.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu.

(PALU) Wahdahjakarta.com – Hari kedua dan ketiga di Palu, Forjim Solidarity dan Tim Media Lazis Wahdah menyambangi tiga kampus yang menjadi ikon pendidikan di Palu, yakni Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismu), Kampus Universitas Al-Khairat, dan kampus Universitas Tadulako (Untad).

Kampus IAIN Palu yang berada di tepi Pantai Talise, tepatnya di Jl Diponegoro No23, Lere, Palu, Sulawesi Tengah, termasuk kampus yang terkena gelombang tsunami.  Kondisinya terbilang parah dan menyedihkan. Saat memasuki kampus, terlihat lumpur tebal dan genangan air di seluruh area kampus.

Bangunan kuliah hingga rektorat rusak terendam lumpur. Begitu juga dengan mobil yang terparkir di pekarangan kampus tampak ringsek.  Hingga saat ini, belajar mengajar di kampus IAIN Palu diliburkan. Belum bisa dipastikan kapan mahasiswa kembali ke kampus, mengingat area kampus masih tergenang air dan lumpur.

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Salah satu ruangan IAIN Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami Palu. Photo diambil sehari setelah gempa Palu, Sabtu (30/09/2018).

Selain kampus IAIN, gempa Palu juga menimpa kampus Universitas Tadulako (Untad). Sebagian besar kondisi bangunannya retak-retak dan tak sedkit yang roboh.

Menurut Muhammad Khairil Al Fath, salah satu mahasiswa Untad, ia mendengar informasi dari teman-teman kuliahnya, bahwa dua mahasiswa yang meninggal dunia akibat gempa Palu. Satu laki-laki, dan satu perempuan. Juga dikabarkan ada beberapa mahasiswi yang dinyatakan hilang, belum diketahui keberadaannya.

“Saya mendengar, mahasiwa yang meninggal itu tertimpa runtuhan bangunan. Nyawanya tak tertolong, ketika hendak dievakuasi. Saat mau ditolong, mahasiswa itu menolak untuk dipotong salah satu tangannya, hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir,” kata Khairil.

Adapun perempuan yang meninggal adalah mahasiswi bercadar. Ketika ditemui, perempuan itu terlihat utuh tubuhnya dan tetap terbalut dengan busana muslimahnya. Namun Khairil belum mengetahui nama kedua mahasiswa yang meninggal tersebut.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu. Kabarmya, pada 5 November 2018, mahasiswa akan kembali kuliah.

Dalam kesempatan itu, forjim solidarity dan tim media Laznas Wahdah juga menyambangi Universitas Muhammadiyah (Unismu) Palu. Hanya satu gedung serba guna (arena olahraga) yang roboh akibat gempa. Sedangkan Gedung kampus Universitas Al Khairat tidak mengalami kerusakan yang berarti. Namun kampusnya dijadikan sebagai posko pengungsian. (des/sym)

103 Ton Bantuan Kemanusiaan Asing Tiba di Sulawesi Tengah

Salah satu pesawat yang mengangkut bantuan seberat 103 ton dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulteng pada Rabu (17/10).

(PALU) wahdahjakarta.com – Sebanyak 6 pesawat asing yang mengangkut  103 Ton bantuan kemanusiaan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulteng pada Rabu (17/10).

Enam pesawat tersebut merupakan dukungan transportasi dari Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura.

Sebanyak 64 sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat angkut militer membawa bantuan dari Balikpapan sebagai entry point menuju Palu. Pesawat yang rata-rata menggunakan jenis C-130 Hercules tersebut mengangkut bantuan dari dalam dan luar negeri berupa bantuan pangan dan non pangan. Bantuan pangan yang dibongkarmuat tersebut berupa air mineral, mie instan, biskuit, makanan gizi bayi, minyak goreng dan beras, sedangkan non pangan didominasi tenda. Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit forklift yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat.

BNPB melaporkan bantuan yang belum terkirim per 17/10/ 2018 terdiri dari 32 unit genset dari Cina sebanyak 32 unit (3,46 ton) dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set (14,49 ton). Bantuan ini akan diangkut dan dikirim ke Palu dengan pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat dan Jepang pada hari ini. Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan.
Tercatat 20 negara telah membantu Pemerintah Indonesai selama penanganan darurat pascagempa Sulawesi Tengah (Sulteng). Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Perancis, Qatar, RRT, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turkei, dan Ukraina. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB.

Sementara itu, tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenda sekolah. Sebanyak 13 palet kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat. Berdasarkan data per 16/10/2018 pukul 20.00 Wita Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, total sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, terdampak berjumlah 1.185 unit. Kerusakan terbesar teridentifikasi di Kabupaten Donggala (499 unit), Kota Palu (359), Kabupaten Sigi (234) dan Kabupaten Parigi Moutong (93). Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit. Sampai dengan hari ini (19/10), ribuan tenda untuk kelas darurat masih dibutuhkan di wilayah terdampak.
Sumber: Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Relawan Trauma Healing Hibur Anak Korban Gempa dengan Bercerita

Wakil Ketua Umum Wahdah ISlamiyah Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil ketika menyampaikan cerita di depan anak-anak korban bencana Sulteng saat menjadi Relawan Trauman Healing di kab. Sigi, Sulawesi Tengah.

(SIGI) wahdahjakarta.com — Salah satu metode Trauma Healing kepada anak korban gempa yang dilakukan oleh relawan Wahdah Islamiyah adalah melalui cerita edukasi. Cerita edukasi yang berisi nilai-nilai pendidikan dan patriotisme.

Salah satunya adalah Dongeng berjudul ‘Kerajaan Darusallam’ yang disampaikan oleh Ustad Ikhwan Jalil kepada puluhan anak-anak korban Gempa.

“Jika seandainya robot ini adalah Anda, apakah Anda siap melindungi negeri anda dari gangguan musuh? ,” tanya ustad Ikhwan kepada Amar (12), siswa kelas 6 SD IT Qurrota A’yun.

“Robot ini adalah pasukan Mujahid yang ditugaskan menjaga negerinya, Kerajaan Darussalam. Tiba-tiba ada sepasukan musuh yang dipimpin oleh Raja Jengkol menyerangnya. Maka bertakbir lah seluruh pasukan kerajaan melawan pasukan musuh itu,” kisah Ustad Ikhwan dengan penuh semangat kepada puluhan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Qurrota A’yun, Jumat (19/10/2018).

Di akhir kisah, ustad Ikhwan membagikan mainan robot kepada anak-anak yang hadir dengan terlebih dahulu membuka pertanyaan.

“Jika seandainya robot ini adalah Anda, apakah Anda siap melindungi negeri anda dari gangguan musuh? ,” tanya ustad Ikhwan kepada Amar (12), siswa kelas 6 SD IT Qurrota A’yun.

“Siap, saya akan melawannya menggunakan robot ini,” tutur Amar, tersambung gelak tawa seluruh peserta yang hadir.

Lantunan kisah oleh Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah ini mendapat sambutan tawa oleh anak-anak yang hadir, apalagi dihiasi dengan lantunan nasyid Deen Salam oleh Umar Al-Faruq, Putra Ustad Ikhwan.

Trauma healing merupakan salah satu agenda relawan Wahdah Islamiyah dalam pemulihan korban gempa Palu dan sekitarnya. “Hari ini kita mengirimkan 10 ustadz yang akan menjadi tim trauma healing,” kata ustadz Taufan Djafri, koordinator pengiriman relawan, di kantor DPP Wahdah Islamiyah, Jl. Antang Raya no 48, Makassar, Selasa (9/10/2018) lalu.

Selain kepada anak-anak, Trauma Healing juga diberikan kepada kalangan remaja dan orang tua. Metode untuk remaja dan orang tua berbeda dengan anak-anak, yakni melalui pendekatan rohani dengan tausiyah dan motivasi. ()

Angkut 30 Ton Bahan Pangan, Kapal Ekspedisi Kemanusiaan Wahdah Islamiyah Tiba di Palu

Kapal Karya Selamat yang didapuk sebagai angkutan pembawa logistik ekspedisi kemanusiaan Wahdah Islamiyah, bersandar di Pelabuhan Pantoloan kota Palu, Kamis (18/10) mengangkut 30 ton bahan pangan.

(Palu) Wahdahjakarta.com, — Pengiriman bahan pangan dan logistik kembali berlanjut. Kapal Karya Selamat yang didapuk sebagai angkutan pembawa logistik bersandar di Pelabuhan Pantoloan kota Palu, Kamis (18/10).

Kapal berlabuh selama tiga hari menuju dermaga di kota Palu dengan membawa bantuan beras sebanyak 30 Ton dan ratusan bahan pangan.

Pengerahan tim pembawa logistik sembilan truk dikawal oleh 130 relawan Wahdah Peduli. Tim dipimpin langsung oleh panglima SAR Wahdah Islamiyah, Abu Umar.

“Hari ini pengerahan tim ke pelabuhan Pantoloan berjalan lancar. Ratusan relawan sementara berjibaku menurunkan semua bantuan dari lambung kapal,” tukasnya.

Selama penanganan dimasa tanggap darurat ini, Wahdah Islamiyah bersinergi dengan berbagai pihak. Dalam hal ini, Abu Umar mengutarakan, bantuan ini bentuk solidaritas dari semua elemen masyarakat yang berkeinginan penuh membantu saudaranya.

“LAZIS Wahdah sepenuhnya merasa bersyukur dengan antusiasme masyarakat Indonesia. Semoga ini tetap terjalin dengan baik,” kata Abu Umar.

Pemberangkatan ini adalah bentuk ikhtiar yang serius dari LAZIS Wahdah selama fase emergency ini berlangsung.

Hingga pekan ketiga, distribusi logistik Wahdah Islamiyah telah menjangkau kurang lebih di 3 Kabupaten, 27 Kecamatan, dan100 Kelurahan/Desa dengan jumlah penerima manfaat sebesar 36.168 Jiwa dan 8536 KK.

Bahan pangan yang siap ddistribusikan kepada pengungsi.

“Alhamdulillah Beras telah didistribusikan sebanyak 34 Ton, mie instan sebesar 4.574 dos dan air mineral 4.345 dos. Diluar dari jenis bahan pangan lainnya seperti susu, terpal, sarung, dan perlengkapan bayi,” ujar Thesar, Koordinator logistik, di posko Induk Wahdah Islamiyah, Jln. Rappolinja, Tinggede, Kab. Sigi.

Bantuan ini akan terus mengalir, selama semangat kemanusiaan itu masih terpancang dalam dada. Kita akan bergerak untuk para penyintas gempa dan tsunami. Maka program “Ekspedisi Kemanusiaan” ini akan terus berlanjut, Insya Allah. [fry]

Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Tolong Menolong dalam Kebaikan

Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. Al-Mâidah/5:2)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa.

Maksudnya Menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam Taisir karimir Rahman fi  Tafsir Kalamil Mannan adalah;

“Hendaknya kalian saling menolong satu sama lain dalam kebajikan (al-birr). Yakni segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, berupa amalan yang nampak maupun tersembunyi, merupakan hak Allah maupun hak sesama manusia”.

Sedangkan taqwa yang dimaksud dalam ayat di atas masih menurut Syekh As Sa’di adalah, “Meninggalkan segala sesuatu yang dibenci Allah dan RasulNya, berupa perbuatan yang nampak maupun yang tersembunyi”.

Oleh karena itu, lanjut As Sa’di,

“Segala kebaikan yang diperintahkan syariat untuk mengerjakannya, atau segala keburujan yang diperintahkan syariat untuk meninggalkannya, maka wajib melakukannya, dan wajib pula kepada setiap orang beriman saling bekerjasama dan tolong menolong dalam melakukannya”.

Jadi kebajikan dan taqwa yang wajib dilakukan secara bersama dalam bingkai “ta’awun” atau saling tolong menolong dan kerjasama adalah mencakup segala aspek yang dicintai, diridhai, dan diperuntahkan Allah. Baik yang menyangkut hak Allah maupun hak sesama manusia.


“Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

📲 Layanan Jemput Donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

📻 Info Kegiatan & Program LAZIS Wahdah, kunjungi:

👉🏻Web : www.laziswahdah.com

👉🏻Fanspage :https://tinyurl.com/y7yvbmjx

👉🏻Twitter:https://goo.gl/ikdpAq

👉🏻Instagram:https://goo.gl/dy7jsL

👉🏻Telegram:https://goo.gl/bgSE5h

👉🏻Youtube:https://goo.gl/PNgXVa

📺 Media Partner

Web WI: www.wahdah.or.id

Wahdah TV: https://www.facebook.com/wahdahtv/

Radio Makkah AM 954 KHz

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

Warga Terdampak Gempa Palu: Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

Warga Terdampak Gempa Palu Kami Berterima Kasih Kepada Wahdah

TIm Relawan Wahdah Islamiyah Menyalurkan Bantuan kepada Para Pengungsi Korban Gempa Sulawesi Tengah

(Sigi) wahdahjakarta.com — Ikhtiar untuk membantu, meringankan duka saudara sebangsa terdampak gempa di Sulawesi Tengah tidak mengenal kata berhenti.

Memasuki pekan ketiga fase emergency, LAZIS Wahdah terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memaksimalkan proses pendistribusian logistik untuk wilayah-wilayah terdampak.

Kemarin, Senin (15/10) dengan menjalin kerjasama Masjid Iktikaf ZB Kelantan Malaysia, paket 300 sembako dibagikan kepada 300 pengungsi di Tinggede, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah.

Sebelum warga mengantri seperti biasa, wejangan tausyiah keislaman dihadirkan untuk memberikan kesan hikmah kepada sejumlah pengungsi yang hadir. Beberapa warga tampak haru.

“Kami sangat berterima kasih kepada Wahdah. Dari awal kedatangan hingga hari ini mereka senantiasa menyambut kami dengan antusias,” ucap salah seorang warga terdampak gempa Palu.

Palu, Sigi, dan Donggala masih teramat membutuhkan kita. Maka jangan surutkan antusias kita dalam membantu. Jangan turunkan layar ekspedisi kemanusiaan. Tetaplah bantu mereka hingga lukanya hilang semuanya.

Donasi peduli gempa “Sulawesi Tengah” bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900. Link donasi: http://bit.ly/donaturlaziswahdah. []

Pemda Wajo Salurkan Bantuan Melalui Wahdah Islamiyah

Pemda Wajo Salurkan Bantuan Melalui Lazis Wahdah

Pemda Wajo Berkunjung ke Posko Lazis Wahdah untuk Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Sulteng

 

(Sigi) wahdahjakarta.com- Pemerintah Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, melalui Aipda Fahmi mengunjungi posko induk Lazis Wahdah Islamiyah di Jln. Rappolinja, Tinggede, Kabupaten Sigi, Jumat (12/10) lalu.

Dalam kunjungannya, sejumlah bantuan logistik berbagai jenis disalurkan melalui perwakilan relawan.

“Saya datang ke sini memang sengaja. Saya tahu betul Wahdah. Penyalurannya sangat amanah,” ucap Babin Polsek Wajo ini.

Kepada relawan ia mengaku bahwa rombongan yang membawa bantuan ini melakukan perjalanan selama satu hari satu malam.

“Bantuan ini berasal dari masyarakat Wajo yang ingin dibantu penyalurannya oleh Wahdah Islamiyah,” ujarnya.

Sebelumnya juga Bantuan Masyarakat dari Kabupaten Sidrap diantar ke Posko Induk dan diserahkan Langsung Ketua DPRD Kabupaten Sidrap H. Zulkifli Zain (Dzulkifli/sym).

MTT  dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah

MTT  dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah

 

MTT dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah

Wakil Ketua Majelis Taklim Telokomsel (MTT) Ade Muwazir menyerahkan bantuan korban gempa palu dan Donggala ke  Lazis Wahdah, Senin (15/10/2018)

(Jakarta-Depok) wahdahjakarta.com- Rasa simpati terhadap warga Sulawesi Tengah terdampak musibah gempa dan tsunami di  Palu, Sigi dan Donggala, terus mengalir. Sampai memasuki hari ke-15 pascagempa bantuan kemanusiaan melalui Lazis Wahdah dari lembaga pemerintah dan swasta  di berbagai daerah ters berdatangan.

Tanpa terkecuali, di Jakarta Majelis Taklim Telkomsel (MTT), menyerahkan bantuan berupa dana sebesar Rp. 32.780.500. Penyerahan dilakukan  Wakil Ketua MTT Ade Muzawir dan diterima Staf lazis Wahdah Jakarta Ismail T, Senin (15/10/2018).

Pada hari yang  sama,  usai shalat Maghrib DKM Masjid Asyakirin Komp. Perumahan Mekarsari Permai Depok juga menyerahkan dana peduli gempa dan tsunami Sulteng. Serah terima dana 10 juta tersebut diwakili H.Suryadi selaku pengurus DKM bidang Dakwah,  dan diserahkan kepada UPZ Wahdah Islamiyah Depok.

MTT dan DKM Asy Syakirin Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui Lazis Wahdah (2)

Serah terima Bantuan Peduli  Gempa Sulteng  dari  DKM Masjid Asy Syakirin  Komp. Perumahan Mekarsari Permai Depok ke Lazis Wahdah, Senin (15/10/2018)

Alhamdulillah, selain dua lembaga diatas juga telah menyalurkan bantuannya dari, masjid Energizeer, masjid Asyuhada, karyawan PT. Lucky Ceramic, RM Pondok Laras Depok,

Laporan  tim Lazis Wahdah Pusat, sampai 12 Oktober mencapai 20 ton beras,   3600 doz mie instant, 3500 doz air minum kemasan, dan 1300 kaleng ikan.

Jumlah penerima manfaat dari program penyaluran bantuan logistik 28.742 jiwa.

Selain program bantuan bahan pokok, program dakwah, trauma healing dan layanan kesehatan, juga menjadi prioritas relawan Wahdah Islamiyah di tempat-tempat pengungsian.

Pasca gempa dan tsunami, Lazis Wahdah bergerak untuk membantu warga terdampak melalui tiga tahapan : tahap tanggap bencana, tahap pemulihan, dan ketiga tahap program dakwah yang merupakan program jangka panjang. [Anwar.A/sym].

Echa, Siswa Sekolah Ceria LAZIS Wahdah, yang Nyaris Tertimbun Reruntuhan

Echa, Siswa Sekolah Ceria LAZIS Wahdah, yang Nyaris Tertimbun Reruntuhan

Echa, Siswa Sekolah Ceria LAZIS Wahdah, yang Nyaris Tertimbun Reruntuhan

Namanya Meisalwa Claudia. Biasa  dipanggil Echa. Bocah perempuan berusia 7 tahun ini merupakan salah seorang anak yang selamat dari reruntuhan bangunan akibat gempa yang menerjang Sulawesi Tengah , Jum’at (28/09/2018) sore lalu.

Echa tinggal bersama ibu dan tiga orang kakaknya di kota Palu. Sebelum gempa terjadi, Ibu dan kakak Echa berada di tempat kerja. Sedangkan Echa dijaga oleh tetangganya yang digaji perbulan oleh ibunya untuk menjaganya ketika ibu dan kakaknya berada di tempat kerja.

Detik detik sebelum gempa terjadi ibu Echa sudah berada di rumah. Ketika salah satu kakinya melangkah memasuki rumah, terjadilah gempa yang sangat dahsyat itu.

“Saya bergegas mencari anak saya setelah terombang-ambing, dan akhirnya jatuh dan kepala saya terbentur sebanyak dua kali di tembok. Karena sudah tidak sanggup berdiri akhirnya dalam keadaan merangkak saya mencari anak saya,” ungkap Yuliasi, Ibu dari Echa, Senin (15/10/2018).

Yuliasi melanjutkan, Ia menemukan Echa berada di kamar mandi tanpa satupun pakaian melekat di tubuhnya. Dengan keterbatasan kemampuan dengan sakit yang ia rasa, Yuliasi hanya dapat menggapai rambutnya dan menariknya untuk menyelamatkan Echa dari bangunan yang sudah mulai runtuh.

 “Alhamdulillah akhirnya dalam keadaan merangkak saya berhasil menarik rambut anak saya dan merangkulnya dalam keadaan merangkak dan berusaha keluar dari rumah,” tuturnya.

Namun pintu rumah terkunci dengan sendirinya, tutur Yuliasi. Akhirnya dengan sisa tenaga yang terisa, Ia berusaha membuka pintu. Namun ketika Ia berusaha membuka pintu, Echa sudah ditindih barang-barang yang berada di sekitarnya.

“Kakinya ditindih tempat piring, setelah sekian lama berusaha membuka pintu, akhirnya pintunya pun terbuka dan kami berusaha untuk keluar dari rumah,” tukasnya.

Setelah gempa terjadi selama dua hari dua malam, Yuliasi beserta anak-anaknya hanya berada di atas pasir tanpa beralaskan apapun dan tanpa bantuan apapun. Hingga akhirnya, mereka berhasil dibawa ke tempat pengungsian di daerah kabupaten Donggala, Kecamatan Banawa tengah.

Sampai sekarang Echa masih merasakan sakit di bagian dadanya yang tertimpa barang-barang yang berada di sekitarnya ketika gempa terjadi. Begitupun dengan Ibunya yang masih merasakan sakit pada kakinya yang bengkak karena jatuh akibat guncangan gempa.

Alhamdulillah, melalui program Sekolah Ceria LAZIS Wahdah Echa menjalani pemulihan trauma dan pendidikan sekolah darurat. Salah satunya adalah pembagian Paket Ceria untuk membantunya mengikuti Sekolah Darurat dan ceria kembali. ()

Warga Desa Puty Titipkan Bantuan Bencana Gempa Ke Posko Wahdah Islamiyah

Warga Desa Puty Titipkan Bantuan Bencana Gempa Ke Posko Wahdah Islamiyah

Warga Desa Puty Titipkan Bantuan Bencana Gempa Ke Posko Wahdah Islamiyah

(Sigi) Wahdahjakarta.com — Sudah tujuh belas hari tim relawan Wahdah Peduli bertugas di Sulawesi Tengah. Selama itu bantuan dari masyarakat luar kota Palu terus  berdatangan. Siang dan malam secara bergantian truk hingga mobil bak terbuka masuk ke posko induk Wahdah Islamiyah  di Jln. Rappolinja, Tinggede, Kab. Sigi.

Senin (15/10), bantuan dari masyarakat Desa Puty, Kec. Bua, Kab. Luwu tiba di posko induk dengan membawa beberapa bantuan berisi beras, ikan kaleng, susu, makanan ringan, air, dan bantuan pangan lainnya.

Rendi syamsul (29), perwakilan warga mengatakan, bantuan ini hadir sebagai bentuk keprihatinan warga di Desanya atas musibah yang menimpa masyarakat di Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, setelah melakukan perjalanan kurang lebih seharian penuh, akhirnya bantuan tiba dengan selamat,” ucapnya kepada relawan.

Hingga hari ke-14, Wahdah Islamiyah telah menyalurkan bantuan kepada 32605 jiwa dan 7548 kk korban gempa bumi dan tsunami. []