FOZ Gelar  Seminar Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat dan Wakaf

FOZ Gelar Seminar Pemberdayaan Ekonomi Melalui Zakat dan Wakaf

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Forum Zakat (FOZ)  Wilayah Jakarta mengadakan Seminar Pemberdayaan Ekonomi Ummat Berbasis Zakat dan Wakaf di Gedung Indosat Oreedo, Lt 4, Jl. Medan Merdeka Barat, No.21 Jakarta Pusat,  pada Sabtu (27/10/2018).

Acara ini diikuti oleh sejumlah Lembaga Amil Zakat di Jabodetabek serta beberapa DKM dan yayasan sosial termasuk didalamnya LAZIS Wahdah.

Hadir sebagai narasumber para pakar dan praktisi  yang berkompeten di bidangnya seperti Bambang Suherman (Ketua FOZNAS), Bambang Hikmawan (Praktisi Ekonomi Syariah), dan Iwan Fuad (Komisioner BWI).

Intisari  dari materi seminar yang disampaikan adalah membangun sinergi sesama lembaga amil yang ada di Indonesia dalam bekerja bersama-sama mengembangkan ekonomi ummat berbasis zakat dan wakaf untuk memulihkan perekonomian, memberdayakan mustahiq melalui wakaf produktif, serta bagaimana menghindari riba.

“Jika riba meningkat maka jual beli akan mati. Melalui zakat, infaq, sedekah, dan wakaf yang disalurkan ke mustahik dalam bentuk program berarti kita menghidupkan perekonomian” . Ujar Bambang Hikmawan dalam penyampaian materinya. [rsp].

——

Peduli Gempa Sulteng:

Bank Syariah Mandiri (kode bank:451) 499 900 9005 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Markaz Qur’an Wahdah (Layanan Qur’an Untuk Dhuafa):

Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Konfirmasi transfer WA/SMS: 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#bersatuuntuksulteng

#SpiritPeduliPaluDonggala

Petobo Tinggal Kenangan

Petobo Tinggal Kenangan

Petobo Tinggal Kenangan

Dua anak menatapi kampung halamannya, Petobo, yang telah hancur tanpa sisa.

Mungkin di luar mereka begitu tegar, dengan keceriaan yang sengaja diperlihatkannya kepada relawan. Mungkin matanya tampak berbinar namun siapa sangka hatinya telah menganak sungai karena perih yang ditahannya.

Ada keinginan untuk kembali seperti semula. Rumah yang utuh, kawan sepermainan yang masih ada, dan juga kampung halaman yang masih tetap bisa ditinggali.

Bumi Kaili menangis. Hanya hitungan detik gempa telah memusnahkan segala yang pernah mereka bangun. Selama ini, LAZIS Wahdah telah menjadi pundak bagi setiap air mata yang bercucuran. Menjadi tempat berbagi kesedihan dan telah menjadi kawan setia atas segala kebutuhan.

Doakan mereka sahabat agar tetap diberi ketabahan dan kesabaran. Berikan yang terbaik untuk melayakkan kehidupan mereka yang selama ini telah rapuh akibat kesedihan yang berlarut-larut.

Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

 

LAZIS Wahdah Melayani dan Memberdayakan

Fauzan, Relawan Termuda Wahdah yang Terjebak Di Pegunungan Lindu

Fauzan Nur Rahmat, siswa kelas IX SMP IT Qurrata A’yun, Kel. Tavanjuka, Kec. Palu Selatan, kota Palu yang ikut menjadi relawan bersama Tim Relawan Wahdah Islamiyah bersama ayahnya.

(Palu) wahdahjakarta.com,– Dari tujuh relawan Wahdah Islamiyah yang berhasil dievakuasi oleh satuan TNI Angkatan Udara di Pegunungan Lindu, ada satu relawan yang masih berusia sangat belia. Ia bernama Fauzan Nur Rahmat, siswa kelas IX SMP IT Qurrata A’yun, Kel. Tavanjuka, Kec. Palu Selatan, kota Palu.

Ia bersama dengan ayahnya, Edi Nurdin mengendarai sebuah motor trail menuju Desa Tomado yang berada di Kecamatan Lindu, Kab. Sigi, Sabtu (20/10).

Malam itu suasana sudah gelap. Rombongan Wahdah Islamiyah sejumlah lima orang masih belum kelihatan dari belakang. Beberapa kali ia bersama ayahnya terjungkal ke atas tanah yang berlumpur.

“Ban motor saya slip. Motor jatuh dan Fauzan sudah ada dibibir jurang. Untung kaki kirinya masih terselip di sekitar ban,” ujar Edi.

Saat itu kata Edi, motor yang dikendarainya tidak mempunyai lampu penerangan.

“Susah jalannya. Karena tidak ada lampu jalan makanya saya hanya mengandalkn lampu weser saja,” urainya.

Fauzan sendiri mengaku ikut menjadi relawan karena ingin membantu warga di Desa sana.

“Saya mau bantu mereka. Kasihan, tempatnya terkurung, akses sulit dan bantuan tidak cukup,” kata Fauzan.

Dimata ayahnya, Fauzan adalah anak yang baik. Fauzan memiliki cita-cita menjadi seorang intelijen. Ayahnya bilang, kalau Fauzan ingin menjadi pahlawan yang tak dikenal.

“Kan intelijen begitu. Jarang di publish media,” tuturnya sembari tertawa.

Pria kelahiran 13 September 2004 ini mengaku sering terlibat dalam kegiatan seperti ini. Diakuinya, ia yang juga warga Pinrang sering mengikuti kegiatan SAR di Mangkutana.

“Jadi kalau jalan seperti ini sih biasa. Tapi kan malam itu beda. Makanya saya pikir meski kita punya keahlian tapi kalau Allah punya rencana lain, kita mau apa?” pungkasnya. []

Lazis Wahdah Segera Bangun 100 Shelter Huntara di Palu

Salah satu Huntara bantuan dari Wahdah Islamiyah di Palu, Sulteng.

(Palu) wahdahjakarta.com,- Wahdah Islamiyah membuat prototipe shelter atau huntara (Hunian Sementara) yang terbuat dari bahan kalsiboard. Untuk memperkuat rangka bangunan, kayu-kayu pilihan dirancang untuk memperkokoh hunian lengkap dengan atap yang didominasi bahan seng berukuran 3 x 6 meter.

Nantinya prototipe ini akan dimanfaatkan oleh pengungsi gempa dan tsunami yang ditargetkan sebanyak 100 hunian.

“Insya Allah proyek 100 hunian telah dimulai dan akan dibangun dibeberapa lokasi,” ujar Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah, Selasa (23/10).

Seperti diketahui bersama, gempa yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu telah meluluhlantakkan ribuan rumah penduduk. Sehingga kebanyakan dari mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Relawan yang bekerja dalam pembangunan shelter bencana

“Salah satu poin yang paling penting dalam masa pemulihan recovery adalah tersedianya tempat tinggal bagi para korban gempa dan tsunami maka dari itu kita insya Allah akan membantu mereka terkait ketersediaan hunian sementara, tahap pertama sudah proses dan selanjutnya kita terus lanjutkan di tahap berikutnya, target kita membuat mini kompleks Shelter di atas tanah yang telah kita dapatkan dari jamaah Wahdah Islamiyah,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pada Selasa (23/10) siang, empat orang pengungsi di Jln. Sungai manonda, komplek Masjid Imam Muslim, kota Palu menerima secara simbolis shelter yang telah rampung.

Dari pihak Wahdah Islamiyah diwakili oleh Abdul Rahim kepada Hendra Setiawan, Huddin, Rida Az Zahrah dan Zulkarnain.

“Syukur kami ucapkan atas pemberian shelter ini. Semoga LAZIS Wahdah semakin dipercaya masyarakat Indonesia,” ujar Hendra.

Proses pembangunan shelter dimulai pada Kamis (18/10) yang dalam pengerjaannya dilakukan oleh delapan orang yang tergabung dalam tim shelter Wahdah Islamiyah.

Syahruddin menambahkan, hunian ini akan dilengkapi dengan WC yang layak guna dan kedepan beberapa Masjid dan Sekolah yang rubuh akan dibangun kembali guna untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi warga Sulawesi Tengah. []

TNI AU Evakuasi Relawan yanTerjebak Longsor di Lindu Sulteng

Relawan Wahdah Islamiyah yang turun dari helikopter di Sigi, Sulteng

(Sigi) wahdahjakarta.com,- Tujuh relawan Wahdah Islamiyah yang terjebak di pegunungan Lindu, Desa Tomado, Kec. Lindu, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah akhirnya pada Senin (22/10) berhasil dievakuasi oleh helikopter yang dibawa oleh Angkatan Udara. Masing-masing relawan yakni Rendy Hi Syamsul, Zulkifli Tri Darmawan, Nurhidayat, Hasir, Agus, Fauzan Nur Rahmat dan Edi Nurdin.

Helikopter ini terbang dari Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri menuju Helipad yang berada di dekat SMP Negeri 14 Sigi, danau Lindu. Relawan dievakuasi sekitar pukul 10.00 dan baru tiba sekitar pukul 11.00 waktu Palu.

Tujuh relawan ini terjebak lantaran akses jalan menuju Palu putus akibat tanah longsor.

“Akses ke Palu putus. Ada sebelas titik longsor yang ada disana. Kira-kira dua sampai tiga hari baru bisa pulih,” ujar Rendi, relawan Wahdah Islamiyah.

Sementara itu, koordinator distributor bantuan Nurhidayat mengatakan, sejak semalam, Sabtu (20/10) jalan menuju Desa Tomado juga rusak parah. Motor yang mengangkut logistik tidak bisa lagi menembus jalan yang sudah dipenuhi oleh lumpur dan batu.

Rombongan relawan Wahdah Islamiyah di Sigi, Sulteng.

“Malam itu hujan deras. Jalan juga putus. Maka kami memilih untuk kembali ke Kulawi. Kami bermalam di mushola darurat disana,” tambahnya.

“Dua hari kami terjebak di Kulawi dan Lindu. Kami tidak bisa berbuat banyak karena tak ada jalan untuk kembali ke Palu selain berjalan selama dua jam menembus pegunungan,” jelasnya.

Esok harinya, Ahad (21/10) empat orang relawan yang sempat berpisah dengan tiga orang relawan di malam itu memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju desa Tomado.

“Alhamdulillah orang-orang disana menyambut kami dengan begitu ramah. Kami disuguhi makanan dan minuman. Bahkan pakaian karena yang kami kenakan sudah basah kuyup,” ujar Rendi mengenang. []

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Bersama Lazis Wahdah Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

 

Bencana  gempabumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda 4 daerah di Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong menimbulkan dampak yang luar biasa.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dampak bencana hingga Ahad (21/10/2018) pukul 13.00 WIB, tercatat 2.256 orang meninggal dunia. Sebarannya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang.  Semua korban sudah dimakamkan.  Sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat bencana. Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya. Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB terus melakukan pendataan dan melakukan kaji cepat untuk menghitung dampak bencana. Hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per 20/10/2018, mencapai lebih dari 13,82 trilyun rupiah. Diperkirakan dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini akan bertambah, mengingat data yang digunakan adalah data sementara.

Dari Rp 13,82 trilyun dampak ekonomi akibat bencana tersebut, kerugian mencapai Rp 1,99 trilyun dan kerusakan mencapai Rp 11,83 trilyun. Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi 5 sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp 7,95 trilyun, sektor infrastruktur Rp 701,8 milyar, sektor ekonomi produktif Rp 1,66 trilyun, sektor  sosial Rp 3,13 tilyun, dan lintas sektor mencapai Rp 378 milyar.

Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman disana. Begitu juga adanya amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa. Likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jono Oge dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang.

Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 7,63 trilyun, Kabupaten Sigi Rp 4,29 trilyun, Donggala Rp 1,61 trilyun dan Parigi Moutong mencapai Rp 393 milyar. Perhitungan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum dilakukan perhitungan.

Sumber: Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Ahad (21/10/2018)


Mari Bersama Kami, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)Bangun Kembali Palu, Sigi, dan Donggala

Program LAZIS Wahdah untuk Warga Terdampak Gempa SulTeng

1.Pembangunan Shelter (Hunian Sementara)

  1. Pembangunan Masjid
  2. Pembangunan Sekolah Semetara
  3. Pembangunan Sarana MCK
  4. Dapur Umum
  5. Layanan Medis
  6. Paket Sembako
  7. Paket Tikar, Sarung dan Selimut
  8. Hygiens Kit
  9. Dakwah dan Trauma Healing

 

💰 Ayo bantu saudara-saudara kita yang terkena dampak Gempa Sulteng. Donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

 

📚 Catatan

  1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 600 setiap transferan. Contoh Rp 500.600,-
  2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PGS/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

 

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

 

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

 

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli

Pemulihan Dampak Gempa Sulteng Terus Diintensifkan

Terjunkan  1.047 Relawan, PLN Pulihkan Jaringan Listrik di Palu

Terjunkan  1.047 Relawan, PLN Pulihkan Jaringan Listrik di Palu

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Percepatan pemulihan dampak gempa Sulteng terus dintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat.

“Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana”, ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/10/2018).

“Pemulihan BTS untuk komunikasi di Sulawesi Tengah dari total 3.519 BTS, mencapai 96,1 persen. Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen. Begitu juga dengan pasokan listrik. Tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah dioperasikan. Pelayanan listrik total mencapai 95 persen”, jelas Sutopo.

Namun demikian kata Sutopo maaih ada beberapa daerah yang aliran listriknya belum berfungsi di Kabupaten Donggala seperti di sebagian Kecamatan Sindue, Balaesang Tanjung dan Sirenja. Sehingga perlu dioperasikan genset dan pemasangan instalasi listrik di lokasi pengungsi.

Selain itu masih menurut Sutopo, 25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, yang dibantu dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU.

“Kondisi perekonomian berangsur-angsur normal kembali. Sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbangkan telah kembali beroperasi. Sekolah darurat telah dijalankan meski masih ada kekurangan tenda darurat dan sarana prasarana pendidikan dan belum semua siswa masuk sekolah”, terangnya.

Pembersihan puing-puing bangunan juga terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama relawan. Sebanyak 251 unit alat berat dikerahkan untuk pembersihan lingkungan dan lainnya, baik alat berat yang dibawah kendali TNI sebanyak 64 unit maupun di bawah kendali Kementerian PU PR sebanyak 187 unit.

Meskipun evakuasi korban sudah dihentikan secara resmi sejak 12/10/2018, namun hampir setiap hari korban ditemukan oleh petugas dan relawan saat melakukan pembersihan reruntuhan dan puing-puing bangunan atau lingkungan di daerah terdampak bencana.

Penanganan Gempa Sulteng, BNPB: Jumlah Korban Meninggal 2.133

Relawan sedang mengevakuasi Korban Gempa Sulteng

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Penanganan darurat dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah terus dilakukan hingga saat ini. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/10/2018).

“Masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26/10/2018. Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana”, jelas Sutopo.

“Meskipun evakuasi korban sudah dihentikan secara resmi sejak 12/10/2018, namun hampir setiap hari korban ditemukan oleh petugas dan relawan saat melakukan pembersihan reruntuhan dan puing-puing bangunan atau lingkungan di daerah terdampak bencana”, terangnya.

Sutopo juga menyampaikan update korban terdampak gempa. “Hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik. Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga”, jelasnya.

Untuk korban selamat yang kehilangan rumah tempat tinggal akan dibuatkan hunian sementara (huntara).
“Pembangunan hunian sementara dan tenda-tenda terus dilakukan untuk pengungsi. Begitu juga sarana prasana kebutuhan MCK, air bersih, dan sanitasi dibangun di sekitar tempat pengungsian”, ucapnya.

“Mendekati musim penghujan kebutuhan huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak”, imbuhnya.

Ia juga menambahkan, kebutuhan mendesak untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak masih diperlukan hingga saat ini.
“Kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastic, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih, sabun mandi, pasta gigi, minyak goring, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya”, pungkasnya.

Indhex Smesco 2018, Tingkatkan Peran UMKM

Stand LPPOM MUI yang ada di Indhex Smesco 2018

(Jakarta) http://wahdahjakarta.com– Usaha Mikro,  Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar menjadi pelaku ekonomi yang tangguh. Tujuannya, agar sektor usaha kecil ini dapat meningkatkan peran dan kontribusinya di bidang ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), berencana menyelenggarakan pameran halal internasional Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 pada 1 – 3 November 2018, di gedung Smesco, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, menyatakan bahwa peran UMKM cukup signifikan dalam pergerakan ekonomi nasional. Dalam konteks menjaga ketahanan pangan nasional, kata dia, selama ini sektor UMKM tak perlu diragukan lagi.

Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim.

“Di saat terjadi krisis ekonomi, para pelaku usaha kecil justru tampil sebagai penopang roda perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/10).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan peran UMKM dalam ketersediaan pangan, khususnya pangan halal, LPPOM MUI mengambil langkah-langkah yang dipandanga perlu. Tentu saja, upaya LPPOM MUI tak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh pihak terkait lainnya.

“Perhatian ke UMKM bukan hanya tugas pemerintah pemerintah, tetapi perusahaan besar BUMN dan swasta. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari kemudahan fasilitas kredit dengan bunga kredit yang rendah, serta dijadikan binaan atau anak angkat dan lainnya,” katanya.

Karena itu, menurut Lukman, perlu ada sinergi dari berbagai pihak, baik pengusaha maupun pemerintah dan pihak terlait lainnya. Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan besar yang bertindak sebagai mitra bagi pengembangan usaha kecil. “Ini yang perlu terus-menerus ditingkatkan,” ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, LPPOM MUI dalam Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 mengusung tema “Peningkatan Daya Saing UMKM dengan Sertifikasi Halal”. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Smesco.

Indhex 2018 akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk halal dari perusahaan besar yang bermitra dengan UMKM serta para pelaku usaha kecil.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada pembukaan Indhex Smesco 2018 juga akan dimeriahkan dengan pengumuman Halal Top Brand 2018, berupa penghargaan dari LPPOM MUI untuk merek halal terbaik. Ada juga Halal Award berupa penghargaan kepada Iklan Halal Terbaik, Produk Pendatang Baru Terbaik dan UKM Halal Terbaik.

Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan konsultasi dan coaching clinics bagi para pelaku UMKM binaan Smesco dan Kementerian Koperasi dan UKM, serta aneka kegiatan lainnya.

“Total ada sekitar 40 perusahaan yang akan diundang dalam kegiatan Anugerah Halal LPPOM MUI tersebut,” tandas Lukmanul Hakim.

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Rektorat Institut Agama Islam Negri (IAIN) Palu sehari pasca gempa dan tsunami Palu.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu.

(PALU) Wahdahjakarta.com – Hari kedua dan ketiga di Palu, Forjim Solidarity dan Tim Media Lazis Wahdah menyambangi tiga kampus yang menjadi ikon pendidikan di Palu, yakni Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismu), Kampus Universitas Al-Khairat, dan kampus Universitas Tadulako (Untad).

Kampus IAIN Palu yang berada di tepi Pantai Talise, tepatnya di Jl Diponegoro No23, Lere, Palu, Sulawesi Tengah, termasuk kampus yang terkena gelombang tsunami.  Kondisinya terbilang parah dan menyedihkan. Saat memasuki kampus, terlihat lumpur tebal dan genangan air di seluruh area kampus.

Bangunan kuliah hingga rektorat rusak terendam lumpur. Begitu juga dengan mobil yang terparkir di pekarangan kampus tampak ringsek.  Hingga saat ini, belajar mengajar di kampus IAIN Palu diliburkan. Belum bisa dipastikan kapan mahasiswa kembali ke kampus, mengingat area kampus masih tergenang air dan lumpur.

Sejumlah Kampus di Palu Rusak Parah Akibat Gempa dan Tsunami Palu

Salah satu ruangan IAIN Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami Palu. Photo diambil sehari setelah gempa Palu, Sabtu (30/09/2018).

Selain kampus IAIN, gempa Palu juga menimpa kampus Universitas Tadulako (Untad). Sebagian besar kondisi bangunannya retak-retak dan tak sedkit yang roboh.

Menurut Muhammad Khairil Al Fath, salah satu mahasiswa Untad, ia mendengar informasi dari teman-teman kuliahnya, bahwa dua mahasiswa yang meninggal dunia akibat gempa Palu. Satu laki-laki, dan satu perempuan. Juga dikabarkan ada beberapa mahasiswi yang dinyatakan hilang, belum diketahui keberadaannya.

“Saya mendengar, mahasiwa yang meninggal itu tertimpa runtuhan bangunan. Nyawanya tak tertolong, ketika hendak dievakuasi. Saat mau ditolong, mahasiswa itu menolak untuk dipotong salah satu tangannya, hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir,” kata Khairil.

Adapun perempuan yang meninggal adalah mahasiswi bercadar. Ketika ditemui, perempuan itu terlihat utuh tubuhnya dan tetap terbalut dengan busana muslimahnya. Namun Khairil belum mengetahui nama kedua mahasiswa yang meninggal tersebut.

Pasca gempa dan tsunami Palu, perkuliahan di Universitas Tadulako diberhentikan sementara. Meski demikian, mahasiswa Untad tetap bisa mengikuti kuliah dalam program sit in di beberapa kampus di Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk membantu. Kabarmya, pada 5 November 2018, mahasiswa akan kembali kuliah.

Dalam kesempatan itu, forjim solidarity dan tim media Laznas Wahdah juga menyambangi Universitas Muhammadiyah (Unismu) Palu. Hanya satu gedung serba guna (arena olahraga) yang roboh akibat gempa. Sedangkan Gedung kampus Universitas Al Khairat tidak mengalami kerusakan yang berarti. Namun kampusnya dijadikan sebagai posko pengungsian. (des/sym)