Kolaborasi Maziska Perumpel II- LAZIS Wahdah Salurkan Donasi Untuk Markaz Qur’an

Depok (wahdahjakarta.com)- Pada Senin (4/11) Majlis Ta’lim Maziska Perumpel II menyalurkan donasi sebanyak Rp. 27 Jt melalui LAZIS Wahdah. Donasi ini berhasil terhimpun dari anggota pengajian Maziska Perumpel II, melalui Lazis Wahdah disalurkan kepada Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara (MQW Jakut).

MQW Jakarta Utara yang resmi menempati kantor baru di Jl.Teratai No.8, Rawabadak, Koja, Jakarta Utara saat ini sedang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar terutama fasilitas seperti papan tulis, kursi, dan fasilitas lainnya termasuk operasional markaz. Dengan adanya donasi dari Maziska Perumpel II, pelayanan untuk peserta dan pengajar bisa ditingkatkan sehingga menambah nyaman suasana belajar dan mengajar.

Kegiatan belajar mengajar di MQW Jakarta Utara terus mengalami peningkatan. Saat ini telah dibuka kelas desain graphis untuk anak-anak muda yang ingin belajar design. Disamping itu program inti dari MQW Jakarta Utara seperti Dirosa, Tahsin, dan Bahasa Arab mengalami peningkatan jumlah peserta tiap bulannya.

Serah terima donasi telah resmi dilaksanakan pada acara Musyawarah Pleno DPW WI Jakarta-Depok, yang berlokasi di Aula RM Pondok Laras, Kelapa Dua, Depok pada Jumat (8/11). Donasi secara simbolis diberikan oleh Ketua LAZIS Wahdah Jakarta, Ust.Yudi Wahyudi mewakili pihak donatur dan diterima oleh Ust. Saripudin selaku pimpinan MQW Jakarta Utara yang didampingi Ust. Ilham Jaya selaku Ketua DPW WI Jakarta-Depok.

“Alhamdulillah dengan adanya donasi untuk Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara ini sangat membantu sekali untuk operasional markaz. Dengan nilai yang Rp.27 Jt akan dikeluarkan Rp.4,5 Jt/bulannya untuk kebutuhan markaz dan pengajarnya sampai 6 bulan”, ungkap Ust. Saripudin.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sampainya donasi ini ke markaz quran. Di antaranya ucapan terimakasih kepada Bapak Rahmat, anggota Majlis Ta’lim Marizka Perumpel II dan LAZIS Wahdah”, tambahnya.

Markaz Quran Wahdah selain di Jakut saat ini telah tersebar di Depok (3 lokasi), Jaktim, dan Jaksel (2 buah). Semoga dengan semakin banyak yang terlibat, maka Dakwah Qur’ani akan semakin tersebar.[rsp]

Wahdah Islamiyah Bangun Sekolah Tahfidzul Qur’an di Perbatasan Bangladesh-Myanmar

Sekolah Tahfidzul Qur’an Ummatan Wahidah Wahdah Islamiyah di Bangladesh

(Bangladesh) wahdahjakarta.com – Sekolah Tahfizhul Qur’an Ummatan Wahidah Wahdah Islamiyah yang berlokasi di perbatasan Bangladesh-Myanmar tepatnya di Jadimora, Nay Para, Tekhnaf-HWY, Cox’s Bazar, Bangladesh telah resmi beroperasi sejak April 2018.

Sebanyak 20 santri sementara belajar dan fokus menghafal al-Qur’an dengan dibimbing oleh seorang muhaffizh. Sekolah dua lantai ini rencananya akan dijadikan sebagai markaz para penghafal al-Qur’an anak-anak Rohingya.

Selain menghafal para santri juga akan dibekali dengan pelajaran-pelajaran umum seperti bahasa dan materi sekolah pada umumnya. ”Saat ini mereka belajar dilantai dua. Untuk lantai satu, ke depan kami akan buat tiga kelas lagi. Kita khususkan untuk pelajaran umum dan bahasa. 20 santri yang kami terima sebenarnya masih akan terus bertambah. Karena ruangan masih tak memungkinkan untuk banyak orang, makanya hanya 20 orang yang kami terima untuk sementara waktu,” ujar ustadz Syahruddin C Asho, Direktur LAZIS Wahdah.

Beliau menambahkan, lantai satu yang masih dalam tahap perluasan ini rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas perlengkapan sekolah (School Kids). Selain membantu perlengkapan sekolah, LAZIS Wahdah juga memberikan tunjangan kepada guru yang mengajar.

Menurut Syahruddin, fasilitas yang baik dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya akan menghasilkan keluaran yang baik pula.

”Salah satu program yang terus kita usung adalah program recovery untuk membangkitkan semangat dan harkat hidup para pengungsi Rohingya. Tentu kita pahami bersama bahwa sebuah bangsa yang maju peradabannya adalah bangsa yang mempunyai kepeduliaan tinggi terhadap pendidikan masyarakatnya. Insya Allah untuk sekolah reguler akan kami upayakan dua bulan ke depan.” tambahnya, Rabu (25/4). [Lazis wahdah]

***

Ayo Bantu Pembangunan Sekolah Tahfizh Rohingya di Bangladesh

💰 Donasi Pembangunan Sekolah Rohingya dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451).

📚 Catatan
1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 900 setiap transferan. Contoh Rp 500.900,-
2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PSR/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

📻 Info Kegiatan & Program LAZIS Wahdah kunjungi
Web : www.laziswahdah.com
Facebook : https://goo.gl/a2Xkh0
Instagram : https://goo.gl/nBbvTv
Twitter : https://goo.gl/lkt51n
Telegram : https://goo.gl/53rp3E

🌹 Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

LAZIS Wahdah Gelar TOT  Pengajar Alquran Metode DIROSA

TOT Dirosa

LAZIS Wahdah Gelar TOT  Pengajar Alquran Metode DIROSA

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat umum pelajaran Qur’an, LAZIS Wahdah bekerjasama dengan Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Selatan menggelar Trainer Of Trainer  (TOT)/ Pelatihan Calon Pengajar Alquran metode DIROSA pada Kamis (19/04/2018).

Acara yang juga didukung oleh DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Selatan ini diikuti oleh Mahasantri Akademi AlQur’an dan Dakwah (AQD) Wahdah Islamiyah Jakarta.  Pelatihan ini merupakan kegiatan pertama yang diadakan di Markaz Qur’an Wahdah Lenteng Agung Jaksel. Setelah sebelumnya beberapa kali diadakan di Rumah Qur’an di daerah Pasar Minggu.

Pelatihan berlangsung cukup interaktif, karena peserta diajak langsung praktek bersama trainernya yaitu Ust Syaripudin yang telah berpengalaman mengajar Alqur’an metode DIROSA. Metode Dirosa sendiri merupakan sebuah metode pembelajaran membaca Alquran dari nol untuk dewasa yang telah diikuti ribuan orang dari Aceh hingga marauke.

Rencananya para Mahasantri AQD yang juga telah dibekali berbagai skill dakwah ini akan dikirim ke beberapa daerah yang juga diharapkan ada Markaz Qur’annya yaitu : Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Menjelang Ramadhan ini, masyarakat umumnya mempunyai semangat beribadah dan belajar yang tinggi. Sehingga perlu uluran tangan dan sentuhan Dai Qur’ani lebih maksimal.

Program-program seperti di atas yang diselenggarakan oleh Markaz Qur’an yang disupport penuh oleh LAZIS Wahdah ini bersifat “gratis” dan juga diperuntukkan bagi masyarakat umum. Sehingga bagi lembaga maupun perorangan dapat bekerjasama mengundang trainer untuk calon pengajar atau pengajarnya untuk peserta pemula.

Diharapkan dari TOT ini melahirkan pengajar-pengajar Alquran yang berkompeten dan memiliki semangat juang yang tinggi dalam menda’wahkan Al Quran di tengah ummat.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan layanan pengajaran Alqur’an lebih maksimal, LAZIS Wahdah sedang berusaha menyiapkan 7 lokasi Markaz Qur’an di sekitar Jakarta.[rsp/yd]

Donasi Via LAZIS Wahdah

Bagi anda yang ingin berpartisipasi menggapai keutamaan pahala bersama Alqur’an, dipersilahkan turut berdonasi cukup Rp 15.000,- ke rekening Bank Syariah Mandiri (451) 497 900 900 9 an Lazis Wahdah Sedekah. Kode transfer 302. Contoh Rp 15.302,-

Harap konfirmasi ke 0811 9787 900 (wa/sms) berserta bukti transfer.

Terima kasih kepada para muhsinin yang sudah mendermakan hartanya untuk membantu terwujudnya Markaz Qur’an Wahdah di Jakarta. Jazakumullahu khairan, semoga dapat menjadi pemberat amal kebaikan kelak di yaumul hisab.

LAZIS Wahdah, Melayani dan Memberdayakan

Wahdah Jakarta Utara Gelar Training Qur’an Muslim Jaman Now

Wahdah Jakarta Utara Gelar Training Qur’an Muslim Jaman Now

Wahdah Jakarta Utara Gelar Training Qur’an Muslim Jaman Now

Jakarta (wahdahjakarta.com)- Sabtu (26/11) Markaz Qur’an Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) Jakarta Utara menggelar Training Qur’an. Training yang mengangkat Muslim Jaman Now ini menghadirkan dua narasumber ustaz Syamsuddin, M. Pd.I (Pimpinan Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Bogor) dan Ustaz Fakhrizal Idriz, Lc (Da’i Wahdah Islamiyah DKI Jakarta).

Dalam materinya Ustaz Syamsuddin menjelaskan tentang dampak dan akibat mengabaikan dan meninggalkan Al-Qur’an. “Mengabaikan dan meninggalkan Al-Qur’an merupakan perkara besar dan serius”, ujarnya. “Sebab Rasul pernah mengadukan kepada Allah perilaku kaum dan ummatnya yang meninggalkan Al-Qur’an, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 30”, terangnya.

Selanjutnya kandidat Doktor Universitas Ibn Khaldun Bogor ini menyebutkan beberapa contoh sikap mengabaikan Al-Qur’an. “Mengabaikan atau meninggalkan Al-Qur’an diantaranya dengan tidak mengimani, tidak mendengarkan, tidak membaca dan mempelajari, serta tidak mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an”, jelasnya.

Adapun dampak meninggalkan Al-Qur’an dapat mengakibatkan kesempitan hidup, terjatuh dalam kedzaliman dan kesesatan, serta mudah diperdaya oleh setan. “Pada level komunal, menjauhi dan mengabaikan Al-Qur’an merupakan sebab kehinaan suatu masyarakat serta kekalahan sebuah ummat dan bangsa”, imbuhnya.

Oleh karena itu sebagai solusinya setiap Muslim hendaknya kembali kepada Al-Qur’an dengan mempelajari dan mengajarkannya. “Kegiatan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an harus jadi prioritas dalam agenda hidup kita, sebab ia merupakan syarat menjadi manusia terbaik di sisi Allah”, tegasnya.

Al Qur’an Obat Penawar Penyakit

Sementara Ustaz Fakhrizal menjelaskan tentang salah satu fungsi Al-Qur’an sebagai obat dan penawar bagi penyakit syahwat dan syubhat yang menimpa jiwa manusia. “Sebagaimana tubuh manusia dapat timbul penyakit maka jiwa atau ruh manusia juga berpenyakit, dan penyakit jiwa ada dua, yakni syahwat atau hawa nafsu dan syubhat”, ujar alumnus Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah ini.

“Dan kedua penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan Al quran”, lanjutnya. “Syahwat disembuhkan dengan cara menyalurkannya sesuai syari’at yang termaktub dalam Al-Qur’an, dan syubhat disembuhkan dengan ilmu dan kebenaran yang terbukti ada dalam Al-Qur’an”, pungkasnya. [sym]