Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis Konsolidasi di Jakarta

Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Ratusan peserta yang terdiri dari ulama, da’i, pimpinan ormas Islam, aktivis, lembaga kemanusiaan dan wartawan berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis, Sabtu (3/3/2018).

Acara ini diinisiasi oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan Spirit of Aqsa (SoA).

Dalam sambutannya  Sekretaris Jendral Majelis Intelektual  dan Ulama Muda Indonesia (Sekjen MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan bahwa berbicara tentang Palestina  dan Baitul Maqdis tidak lagi hnya sektoral tapi membutuhkan kerja sama. Hal ini disampaikan UBN pada Silatirrahim Nasional Ulama dan Aktivis Perjuangan Palestina di Jakarta, pada Sabtu (3/3/2018).

“Dibutuhkan kerja sama dan kerja-kerja besar untuk merealisasikan semangat pembelaan terhadap Palestina dan Al-Quds”, ujar UBN yang juga pimpinan  Ar Rahaman Qur’anic Learning (AQL) ini.

“Umumnya elemen pejuang Baitul Maqdis masih berjalan sendiri-sendiri. Masih terjadi kurangnya komunikasi di antara kita,” ungkap  Ustadz Bachtiar di hadapan awak media usai acara.

“Kami bersepakat bekerjasama menyemangati umat khususnya dan para tokoh minimal di tingkat nasional untuk perhatian dengan identitas umat Islam didunia yaitu Baitul Maqdis,” terangnya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong dengan penuh sinergitas antara lembaga kemanusiaan dengan para ulama. “Jangan membiarkan para ulama sendiri,” pintanya.

Menurutnya secara konstitusi bangsa Indonesia memiliki landasan yang kuat untuk terlibat dalam pembebabasan Al-Quds atau Baitul Maqdis. “Kita punya landasan konstitusi yang kuat untuk berkontribusi dalam masalah Al-Quds”, ujarnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid, MA. Dalam sambuatannya HNW mengatakan bahwa persoalan Masjidil Aqsa merupakan salah satu masalah penting ummat Islam. Oleh karena itu beliau berharap acara Silatnas ini menjadi momentum mengokohkan kembali kepedulian terhadap Masjidil Aqsa dan Al-Quds.

Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis ini diisi oleh pemaparan kondisi Al Quds oleh Wakil Ketua Komite Al Quds Syekh Samir Said. Lembaga ini berada di bawah al-Ittihad al-Alami lil Ulama al-Muslimin (Persatuan Ulama Muslim Dunia).

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari para ulama, ormas Islam dan lembaga kemanusiaan.  Nampak hadir Fahmi Salim (MIUMI Jakarta), Jeje Zainuddin (DPP Persis), Ilham Jaya Abdul Rauf (Wahdah Islamiyah), Ahmad Rofi’i (An-Najat), Abdullah Baharmus, Abdullah Sholeh Al-Hadhrami, Soeripto (Ketua KNRP), dan sebagainya. [sym].

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi

 

Ustadz Zaitun sedang menyampaikan ceramah pada tabligh akbar Dari Pemuda Islam Untuk Palestina. Foto: Ummatpos.com

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi. “Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka.

(Jakarta)-wahdahjakarta.com – Ahad (31/12/2017) lalu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir sebagai pembicara pada Tabligh Akbar Pemuda IslamUntuk Palestina.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun Rasmin mengungkapkan rasa optimisnya bagi kemerdekaan Palestina dan kembalinya kota suci Al Quds ke pangkuan umat Islam.

“Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka. Bukan saja karena Trump telah berbuat kesalahan fatal, telah berbuat gerakan blunder. Tetapi karena pemuda-pemudi di seluruh dunia terutama Indonesia dengan penuh semangat akan turut membebaskan masjid al Aqsha dan palestina,” ujarnya disambut pekik takbir dari Jemaah yang memadati ruang utama masjid Istiqlal.

Menurut Wakil Sekjen MUI Pusat ini perjuangan yang dilakukan secara massif dan bersama-sama akan menjadi faktor kemerdekaan Palestina. “Kemerdekaan Palestina akan segera datang apabila perjuangan Muslim selalu bersama-sama dan dilakukan secara massif, terkhusus yang dilakukan oleh pemuda Islam”, terangnya.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN ini juga mengimbau para pemuda Islam untuk terus memviralkan isu kemerdekaan Palestina, khususnya melalui Media Sosial (Medsos). “Jangan sampai isu Palestina redup dibahas oleh masyarakat Indonesia, diharapkan terus diviralkan di Medsos”, tandasnya.

Bersama Ustadz Zaitun hadir pula Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid (HNW) dan Imam Masjidil Aqsha Syaikh Ali Omar Yacub Abbasi. Dalam ceramahnya HNW mengatakan bahwa kemerdekan Palestina merupakan \. Sementara Syaikh Abbasi mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan juga kepada Presiden Joko Widodo atas segala dukungan moril dan upaya diplomatik serta bantuan rakyat Indonesia. [sym]

Kiyai Ma’ruf Amin: Umat Islam Indonesia Siap Boikot

Press Conference Jelang Aksi Bela Palestina


(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) menggelar konferensi pers di Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Center, Jakarta pada hari Sabtu, 16/12/17. Konferensi pers ini terkait akan digelarnya Aksi Bela Palestina hari Ahad besok (17/12) di Monas. Hadir dalam konferensi pers ini Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dan jajaran pengurus GNPF Ulama, Ust. Bachtiar Nasir, KH Shobri Lubis, Ust. Zaitun Rasmin, dll.

KH Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa inti acara di Monas adalah do’a bersama. “Kita akan berdo’a untuk Palestina, untuk saudara-saudara kita di Pulau Jawa bagian selatan yang sedang mengalami musibah, dan juga untuk semua saudara kita di seluruh dunia seperti Suriah Myanmar, dll”, terang beliau.

Kiyai Ma’ruf juga mengatakan bahwa Aksi Bela Palestina ini bebas dari politik praktis. “Besok tidak ada kepentingan-kepentingan politik praktis. Adanya adalah urusan keadilan dan kemanusiaan”, tegas beliau.

Pimpinan tertinggi MUI ini juga menjelaskan bahwa yang dilakukan adalah sebagai bentuk meneruskan amanah undang-undang. Dimana UUD kita dengan tegas menyebut penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.

Kiyai Ma’ruf menjelaskan, akan ada petisi kepada Amerika, serta mendorong PBB agar tidak “melempem”. “Kita akan melakukan diplomasi. Kami akan meminta persetujuan kepada peserta aksi, jika seruan ini tidak diindahkan kita akan boikot jika perlu”.

Kiyai Ma’ruf menutup arahannya dengan meneriakkan yel-yel yang diikuti semua peserta. “Islam bersatu bela Palestina, Indonesia bersatu bela Palestina” pekik beliau. Semoga. [ibw/sym]

Untukmu Al Aqsha

Khutbah Jumat Oleh: Muhammad Ikhwan Jalil, Lc

Untukmu Al Aqsha

‎إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَ

‎مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

‎أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Kaum Muslimin a’aazkumullah

Hari ini adalah hari mulia , hari berkah. Jumat yang membahanakan takbir. Jumat yang menggemakan shalawat. Hari dimana suara- suara kebaikan , suara- suara kebenaran memenuhi ruang dengar nurani kita.

Saat dunia menyaksikan dengan termangu kekejaman, kepongahan, dan kekejian Yahudi Zionis atas tanah suci kaum muslimin, kiblat pertama mereka Al Aqsha, Masjidil Aqsha …

Apakah kita hanya diam dan duduk termangu pula,,,

TIDAK ,,, Sungguh Seribu

TIDAK,,, Kita harus bersuara,,

Kita harus bicara. Bahkan kita harus meneriakkan pembelaan, dukungan, dan keberpihakan kita pada Al Aqsha, pada Palestina tercinta.

Jangan remehkan suara anda. Jangan memandang enteng menggemanya pembelaan atas Al Aqsha kita. Abaikan suara – suara sumbang. Biarkan ia tenggelam dalam lautan pekik kebenaran , pada gemuruh suara jihad…

Saat langkahmu tak sampai di bumi para Nabi , negeri para syuhada’ yang bernama Palestina , saat tanganmu tak bisa menjangkau masjidil Aqsha , maka berikan suaramu membelanya , yang akan berhimpun pada gemuruh suara umst ini , yang akan memekakkan telinga para durjana sekaligus membuka jiwa- jiwa beriman dan pada saat yang sama mencerahkan siapapu manusia berakal .

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan katakanlah: Telah datang kebenaran dan telah lenyap kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap. (QS Al Isra’ :81)

أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لكم من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على أشرف المرسلين و على آله و صحبه أجمعين ، أما بعد

Kaum muslimin Rahimakumullah

Ketahuilah bahwa kaum muslimin Palestina adalah saudara- saudara kita. Mereka adalah sedarah iman dengan kita, penderitaan mereka adalah penderitaan kita.

Al Aqsha adalah milik kita, milik kaum Muslimin. Merebut dan memerdekaan al Aqsha adalah amanah aqidah dan sejarah bagi kita. Seribu cara terpampang di hadapan kita untuk menyumbang bagi kemerdekaan Palestina, untuk kemerdekaan Al Aqsha .

Doa anda adalah segalanya, doakan dan jangan pernah berhenti berdoa. Menyuarakan dan jangan pernah diam untuk Al Aqsha dan Palestina dengan semua wasilah dan cara yang mungkin.

Didik generasimu mencintai Al Aqsha dan anak-anak Aqsha bangsa Palestina yang pemberani. Berikan hartamu dan dirimu untuk satu kata: JIHAD …,

Ya Allah tegakkanlah panji- panji jihad di jalanMu dan biarkan kami berjalan beriring di bawah bayang- bayangnya .

Ya Allah berkati kami dengan menapaki jalan perjuangan membesakan Al Aqsha-Mu.

Ya Allah turunkan pertolonganMu yang tidak akan ada yang bisa melawannya.

Ya Allah beri kami kesempatan untuk sujud di masjidil Aqsha yang merdeka. [ed:sym]

Jelang Aksi Bela Palestina 17/12 Ini Seruan MUI


Menyikapi persetujuan Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Jerusalem sebagai Ibukota Israel serta memindahkan kantor Kedubes as ke Jerusalem, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan menggelar Aksi Bela Palestina, pada hari Ahad (17/12) di Monas Jakarta.
Kabar perihal rencana aksi disampaikan melalui Siaran Pers MUI dan pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin di Gedung MUI Pusat, Selasa (12/12). Terkait rencana aksi tersebut MUI menyatakan lima hal penting:
1. Persetujuan Presiden Amerika Donal Trump yang menjadikan Jerusalem sebagai ibu kota Israel serta memindahkan kantor Kedubes Israel AS ke Jerusalem semakin menegaskan bentuk persetujuan AS atas penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina. Bentuk penjajahan ini sudah diperlihatkan dalam berbagai aksi kekerasan yang berada di luar batas-batas nilai kemanusiaan.
2. MUI menentang (menolak) langkah dan kebijakan Presiden AS ini, karena hal ini semakin menambah ketidakpastian global terutama yang terkait dengan masalah keamanan. Langkah ini juga semakin menjelaskan kepada dunia tentang politik standar ganda AS, bahwa di satu pihak AS selama ini sekan-akan berdiri sebagai Kampiun Demokrasi, tapi di pihak lain, AS mendukung terhadap bentuk bentuk penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Bagi kami rakyat Indonesia segala bentuk penjajahan di muka bumi harus ditentang dan dilawan karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang tercantum dalam tujuan bernegara RI pada alinea ke-4 UUD 1945.
3. MUI mengajak negara-negara lain terutama di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, dan negara-negara Teluk untuk bersatu padu melawan penjajahan dan adu domba yang selam ini telah dengan kasat mata dipraktekkan di hadapan kita semua, seraya bersama-sama menegaskan bahwa Palestina adalah sebuah negara dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya.
4. MUI akan melakukam aksi ini dengan menagajak seluruh stakeholders; Ormas, tokoh lintas Agama, Diplomat serta seluruh masyarakat pada hari Ahad, 17 Desember 2017 pukul 06.00 sampai selesai di Monas, Jakarta. MUI menandang bahwa pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel bukan urusan Agama semata, tetapi bentuk penjajahan yang sistematis terhadap Palestina.
5. MUI meminta kepada seluruh umat Islam sedunia untuk membacakan Qunut Nazilah sebagai bentuk dukungan spritual bagi keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara Palestina dari penjajahan dan kezaliman para penjajah. [sym].

Al-Aqsa Memanggil



Khutbah Jumat
Oleh: Ustaz. Muhammad Ikhwan Jalil

‎إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
‎مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
‎أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Kaum muslimin A’azzakumullah
Tahukah kita apa dan dimana kota Al-Quds Yerussalem, yang dengan pongahnya Amerika hendak pindahkan kedutaannya ke kota itu yang menegaskan pencaplokan dan penjajahan Zionis Israel atas Palestina dan tanah suci ke tiga kaum muslimin.
Al-Quds Yerusalem bukanlah sekedar kota administratif, yang kebetulan terletak di jantung Palestina.
Namun Al-Quds Yerusalem adalah sejarah
Namun Al-Quds Yerusalem adalah izzah dan harga diri
Namun Al-Quds Yerusalem adalah pertanda eksistensi
Namun Al-Quds Yerusalem adalah Masjidil Aqsha, tempat Isra’ nya Nabi kita yang mulia Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam , Allah Tabaraka wata’ala berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَام إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبصير

Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kekuasaan) kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (al-Isra’ : 1).

Sejak tahun 16 Hijriah saat Amirul Mu’minin Khalifah Umar bin Al Khattab – radhiyallahu anhu membebaskan kota Al-Quds Yerusalem dan kota itu berada di pangkuan kaum muslimin , maka ia menjadi barometer kejayaan atau keterpurukan umat Islam

Kapan Al-Quds berada dalam genggaman kekuasaan kaum muslimin, maka itu tanda kejayaan umat ini, dan kapan ia berada dalam kekuasaan kuffar maka itu tanda keterpurukan umat ini . Demikian senantiasa dalam putaran roda sejarah.

Tahukah kita bahwa Al-Quds termasuk Masjidil Aqsa di dalamnya pernah dikuasai kaum salibis selama hampir 90 tahun , yaitu dari tahun 492 – 583 H / 1099 – 1187 M.

Selama itu sebagian dari Masjidil Aqsa mereka jadikan kandang kuda, sebagian catatan sejarah mengatakan mereka jadikan kandang babi .
Izzah dan kemulian kembali diraih kaum muslimin setelah perjuangan panjang Nuruddin Az Zangki
Yang dituntaskan Shalahuddin Al Ayyubi – rahimahumullah dengan merebut kembali Al-Aqsa .

Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Setelah beratus tahun pembebasan itu ternyata pada tahun 1948 M muncul kaum Zionis Yahudi yang berlindung dibawah bendera penjajah Israel dengan dukungan penuh negara Amerika, Inggris dan negara- negara Barat. Berdirilah negara Zionis ini, menjajah tanah suci Al-Quds dengan segala kekejaman yang tidak bisa dibayangkan oleh nurani manusia ..
Allahul Musta’an

Sungguh kenyataan sejarah yang menyakitkan, namun kondisi ini justru membangkitkan perlawanan yang heroik dari anak- anak Palestina dan putera- putera Al Aqsha hingga menjadi momok yang sangat menakutkan bagi penjajah Zionis ini.

Hari ini mereka demikian pongah dengan angkuh hendak menjadikan Al-Quds sebagai Ibukota negara lacur Zionis Israel .
Sesungguhnya mereka sedang menggali kuburannya sendiri. Lihatlah biiznillah peristiwa ini.
Akan menjadi titik balik sejarah, yang akan membangkitkan para “shalahuddin” yang akan datang semua penjuru dunia
أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لسآئر المسلمين إنه هو الغفور الرحيم


Khutbah Kedua

الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على أشرف المرسلين و على آله و صحبه أجمعين ، أما بعد
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah
jika menengok sejarah saat para Sahabat Rasulullah memimpin penaklukan negeri Syam termasuk Palestina hingga berakhirnindah dengan penaklukan Al Quds dengan penuh damai dan aman .
Kita mungkin bertanya, mengapa hari ini kemenangan itu seakan “terlambat”??

Jawabannya, mungkin ini adalah ujian dari Allah kepada kaum
Muslimin … atau mungkin ada yang kurang dalam keislaman kita hingga pertolongan dan kemenanfan belum tiba …
Saat shaluhuddin memeriksa pasukan dan mendapati mereka tekun tilawah Al Quran dan shalat malam , maka keyakinan akan membuncah pada hatinya .

Ya, kemenangan hanya dapat diraih dengan pertolongan Allah , dan pertolongan Allah akan turun saat kita teguh menjalankan agamanya
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Artinya: “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

‎وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)
‎وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya: “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya. Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hadid: 25).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa pertolongan Allah menagih perjuangan dan pengorbanan kita dengan tenaga , keringat dan darah.

Allahu Akbar
Akhirnya marilah dihari yang mulia ini kita sisihkan hati kita untuk al-Aqsa, untuk Al-Quds dengan doa kepada pemiliknya yang sejati Allah Rabbul Izzati untuk menjaganya dan mengembalikannya seutuhnya kepada kaum muslimin, ummat terpilih yang mewarisi tanah suci. [sym]