BAZNAS Gandeng LAZ dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

BAZNAS Gandeng Lazis Wahdah dalam Penyaluran Zakat

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng lembaga amil zakat (LAZ) dalam menyalurkan dana zakat. Hal itu dikemukakan Ketua BAZNAS  Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, dalam simbolis penyerahan Kerja Sama Penyaluran Zakat BAZNAS melalui LAZ berbasis organisasi kemasyarakat (ormas) Islam.

Dalam kerja sama pendistribusian tersebut, BAZNAS mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan MUI, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama dan LAZ dari berbagai ormas seperti LAZ Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Baitul Maal Hidayatullah, LAZ Persis (Pusat Zakat Umat) dan Ormas Wahdah Islamiyah kepada Baznas atas wacana BAZNAS melayani masyarakat Indonesia termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk menunaikan zakat,” ujar Bambang Sudibyo  di Kantor MUI  Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)  KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua BAZNAS  Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang juga anggota BAZNAS  Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, dan Deputi BAZNAS  M. Arifin Purwakananta, anggota BAZNAS drh. Emmy Hamidiyah, M.Si, KH. Masdar F. Mas’udi, Prof. Dr. Mundzier Suparta, Ir. Nana Mintarti, MP, dan Prof. Dr. A. Satori Ismail.

Juga tampak para pengurus LAZ ormas, seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, Lazis Dewan Dakwah (DDII), Lazis Pusat Zakat Umat Persatuan Islam (Persis), Lazis Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan LAZIS Wahdah.

Sebagaimana amanat Pasal 5 Ayat 1 UU Zakat No 23 Tahun 2011 yakni, untuk melaksanakan pengelolaan zakat, pemerintah membentuk BAZNAS. Kemudian, Pasal 6 UU Zakat menegaskan, Baznas merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. Pasal 17, berbunyi, “Untuk membantu BAZNAS dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ.”

Dalam pendistribusian dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS melakukan berbagai saluran yakni melalui BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, lembaga program, ormas, yayasan dan lembaga yang menangani mustahik, baik langsung kepada mustahik maupun melalui kerja sama bidang bidang tertentu dalam membantu mustahik.

Pada hari ini adalah simbolisasi pendistribusian zakat BAZNAS melalui LAZ. Dukungan ormas-ormas besar dalam pendistribusian zakat BAZNAS akan membantu penyaluran yang transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat.

Pendistribusian melalui LAZ akan menyasar bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada asnaf zakat dan dipertanggungjawabkan. BAZNAS juga akan mendorong capacity building LAZ dalam mendistribusikan zakat.

BAZNAS menerapkan pengawasan rangkap dalam pendistribusian berupa monitor dan evaluasi oleh tim independen, audit internal, audit kantor akuntan publik (KAP), audit syariah. Juga penerapan manajemen ISO untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan syariat zakat yang berupa Fatwa MUI, pandangan syariah anggota bidang syariah BAZNAS dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menyimpang dari asnaf zakat yang telah jelas aturannya.

BAZNAS akan mengembangkan berbagai kemitraan pendistribusian zakat lainnya untuk melayani seluas mungkin kepentingan umat, termasuk mendukung berbagai program MUI. Penguatan pemberdayaan dibarengi dengan penguatan dakwah akan mendorong keberkahan dan kemakmuran Indonesia.

Dalam pengumpulan zakat maupun pendistribusian, BAZNAS akan terus dipandu oleh syariat Islam, Fatwa MUI, tuntunan ulama dan perundangan yang berlaku secara efektif dan efisien dan cermat serta berhati-hati.

Ini agar wacana pengembangan zakat Indonesia dapat berjalan dengan keberkahan, yakni sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dapat berzakat dengan mudah, aman dan modern dan pendistribusian dana zakat umat yang sesuai syariah, amanah, transparan dan akuntabel. BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk media dalam kegiatan ini.*

TENTANG BAZNAS

Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional. Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 509 daerah (tingkat provinsi dan kabupaten/kota).

Tabligh Akbar di Pontianak, Ustadz Zaitun Berbagi Tips Menjaga Ukhuwah

Ustadz Zaitun Tabligh Akbar di Majid Al-Hikmah Pontianak

Tabligh Akbar di Pontianak, Ustadz Zaitun Berbagi Tips Menjaga Ukhuwah

(Pontianak)- wahdahjakarta.com– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa ukhuwah merupakan modal kuat dalam perjuangan. Hal ini beliau katakan saat menyampaikan ceramah pada Tabligh Akbar “Merajut Persatuan dengan Dakwah dan Tarbiyah” di Masjid Al-Hikmah Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (27/01/2018).

“Ukhuwah adalah salah satu modal kuat dalam perjuangan, nikmat ukhuwah dan ittihad (persatuan) ini harus kita jaga karena perjuangan masih panjang”, ujarnya. “Saling berbantah-bantahan hanya akan saling melemahkan, sebagaimana dalam Al-Anfal”, imbuhnya.

Selanjutnya Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menguraikan tips menjaga ukhuwah dan mencapai tingkatan ukhuwah tertinggi. “Cara mencapai tingkatan ukhuwah yang tertinggi, yang pertama adalah dengan memperkuat iman”, terangnya. “Namun jangan tergesa-gesa menyatakan bahwa muslim yang berselisih itu tidak beriman”, lanjutnya.

Tips yang kedua menurut Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) ini adalah, jaga akhlaq. “Itulah hikmahnya dalam surat Al Hujurat ayat 10 dan beberapa ayat setelahnya Allah sebutkan berbagai permasalahan akhlaq yang perlu dijaga agar ukhuwah tetap kokoh”, ungkapnya.

Salah satu akhlaq buruk yang dapat merusak ukhuwah menurut Inisiator MIUMI ini adalah memberi label-label tertentu kepada sesama Muslim atau lembaga-lembaga dakwah. “Tetap bersangka baik kepada sesama lembaga dakwah atau aktivis Islam meskipun kita tidak sepakat dengan berbagai cara dakwahnya”, imbaunya. [ibw/sym]

MUI: Aksi Bela Palestina Steril dari Kepentingan Politik

MUI: Aksi Bela Palestina Steril dari Kepentingan Politik

Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin

(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina steril dari kepentingan politik. Hal ini beliau katakan pada Konferensi Pers panitia aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina yang digelar di Arrahman Qur’anic Learning (AQL), Sabtu (16/12).

“Yang perlu kami tegaskan di sini, dalam aksi ini tidak ada kepentingan politik, tidak ada kepentingan lain kecuali membela kemanusiaan dan keadilan”, terangnya Kyai Ma’ruf yang juga merupakan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PB NU).

“Pembelaan kita pada Palestina adalah tanggung jawab dan kewajiban kita semua, kita harus membela Palestina yang tertindas dan terdzalimi. Berbagai cara kita lakukan, salah satunya adalah aksi”, tandasnya.
“Ini upaya besar kita meneruskan amanah Undang-Undang Dasar 1945, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Salah satu negara yang belum berdaulat itu adalah Palestina”, jelasnya. [ed:sym]

MUI Serukan Seluruh Elemen Bangsa Hadiri Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina

MUI Serukan Seluruh Elemen Bangsa Hadiri Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina

Ketua Umum dan Sekjen MUI

(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Menjelang Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat serukan kepada seluruh elemen Bangsa untuk menghadiri acara tersebut. Seruan ini termaktub dalam suatu maklumat yang ditanda tangani oleh Dewan Pimpinan MUI yakni Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal H. Anwar Abbas.
Berikut kutipan lengkap maklumat MUI Pusat.
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu ‘alaikum Wa Rahmatullahi wa barakatuh
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia dengan ini menyerukan kepada seluruh elemen Bangsa untuk hadir pada Aksi Indonesia Bersatu Untuk Palestina, yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 desember 2017 di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pukul 06.00 s/d selesai , demi menyuarakan kepedulian kita atas tertindasnya Bangsa Palestina oleh Israel dan sekutunya.
Mengingat pentingnya agenda tersebut, kami mohon kehadiran Bapak/Ibu tepat pada waktunya . Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberkahi kita semua.

Wassalam

DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua Umum

Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin

Sekretaris Jenderal

Dr. H. Anwar Abbas, MM., M.Ag

MUI Serukan Seluruh Elemen Bangsa Hadiri Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina

Maklumat MUI Jelang Aksi Bela Palstina

Kiyai Ma’ruf Amin: Umat Islam Indonesia Siap Boikot

Press Conference Jelang Aksi Bela Palestina


(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) menggelar konferensi pers di Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Center, Jakarta pada hari Sabtu, 16/12/17. Konferensi pers ini terkait akan digelarnya Aksi Bela Palestina hari Ahad besok (17/12) di Monas. Hadir dalam konferensi pers ini Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dan jajaran pengurus GNPF Ulama, Ust. Bachtiar Nasir, KH Shobri Lubis, Ust. Zaitun Rasmin, dll.

KH Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa inti acara di Monas adalah do’a bersama. “Kita akan berdo’a untuk Palestina, untuk saudara-saudara kita di Pulau Jawa bagian selatan yang sedang mengalami musibah, dan juga untuk semua saudara kita di seluruh dunia seperti Suriah Myanmar, dll”, terang beliau.

Kiyai Ma’ruf juga mengatakan bahwa Aksi Bela Palestina ini bebas dari politik praktis. “Besok tidak ada kepentingan-kepentingan politik praktis. Adanya adalah urusan keadilan dan kemanusiaan”, tegas beliau.

Pimpinan tertinggi MUI ini juga menjelaskan bahwa yang dilakukan adalah sebagai bentuk meneruskan amanah undang-undang. Dimana UUD kita dengan tegas menyebut penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.

Kiyai Ma’ruf menjelaskan, akan ada petisi kepada Amerika, serta mendorong PBB agar tidak “melempem”. “Kita akan melakukan diplomasi. Kami akan meminta persetujuan kepada peserta aksi, jika seruan ini tidak diindahkan kita akan boikot jika perlu”.

Kiyai Ma’ruf menutup arahannya dengan meneriakkan yel-yel yang diikuti semua peserta. “Islam bersatu bela Palestina, Indonesia bersatu bela Palestina” pekik beliau. Semoga. [ibw/sym]

Action for United Indonesia Defense on Palestine

🔴 Exclamation Action!!
UNITED INDONESIA
BELA PALESTINA

MUI Center will lead directly “Action for United Indonesia Defense on Palestine” Insha Allah on Sunday, December 17, 2017 in front of the American Embassy in Jakarta.

🔻 UNIVERSAL VOLUNTEER OF CAREER PALESTINA, God willing, will act this largest humanitarian action by providing facilities for millions of action participants in the form:
– Place of transit
– Food
– Drinks
– Transportation

💗 We invite you who are concerned with Palestine to take action, with ALERTS AND INTERESTS TO GIVE DONATION.

💰 Infak and Sadaqah can be distributed through : Bank Syariah Mandiri (451) 497 900 900 9 a.n Lazis Wahdah Sedekah. Transfer code 317. Example: Rp 3.000.317, –

☎ Confirmation and Transfer Information to: 0823 15 900 900/0823 3545 6647 (sms / wa / call)

✊🏻 “Pray, Vote, Donate, Jihad till the freedom of Masjidil Aqsa!”

#SavePalestine
#SaveAlaqsa
#SaveHumanity
#WahdahPeduliPalestina

🌐 Update Info of the Palestinian Defense Action:
www.wahdahjakarta.com
– www.facebook.com/wahdahislamiyahjakarta

“Spread the Benefits, Reach the Rewards!”

Jelang Aksi Bela Palestina 17/12 Ini Seruan MUI


Menyikapi persetujuan Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Jerusalem sebagai Ibukota Israel serta memindahkan kantor Kedubes as ke Jerusalem, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan menggelar Aksi Bela Palestina, pada hari Ahad (17/12) di Monas Jakarta.
Kabar perihal rencana aksi disampaikan melalui Siaran Pers MUI dan pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin di Gedung MUI Pusat, Selasa (12/12). Terkait rencana aksi tersebut MUI menyatakan lima hal penting:
1. Persetujuan Presiden Amerika Donal Trump yang menjadikan Jerusalem sebagai ibu kota Israel serta memindahkan kantor Kedubes Israel AS ke Jerusalem semakin menegaskan bentuk persetujuan AS atas penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina. Bentuk penjajahan ini sudah diperlihatkan dalam berbagai aksi kekerasan yang berada di luar batas-batas nilai kemanusiaan.
2. MUI menentang (menolak) langkah dan kebijakan Presiden AS ini, karena hal ini semakin menambah ketidakpastian global terutama yang terkait dengan masalah keamanan. Langkah ini juga semakin menjelaskan kepada dunia tentang politik standar ganda AS, bahwa di satu pihak AS selama ini sekan-akan berdiri sebagai Kampiun Demokrasi, tapi di pihak lain, AS mendukung terhadap bentuk bentuk penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Bagi kami rakyat Indonesia segala bentuk penjajahan di muka bumi harus ditentang dan dilawan karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang tercantum dalam tujuan bernegara RI pada alinea ke-4 UUD 1945.
3. MUI mengajak negara-negara lain terutama di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, dan negara-negara Teluk untuk bersatu padu melawan penjajahan dan adu domba yang selam ini telah dengan kasat mata dipraktekkan di hadapan kita semua, seraya bersama-sama menegaskan bahwa Palestina adalah sebuah negara dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya.
4. MUI akan melakukam aksi ini dengan menagajak seluruh stakeholders; Ormas, tokoh lintas Agama, Diplomat serta seluruh masyarakat pada hari Ahad, 17 Desember 2017 pukul 06.00 sampai selesai di Monas, Jakarta. MUI menandang bahwa pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel bukan urusan Agama semata, tetapi bentuk penjajahan yang sistematis terhadap Palestina.
5. MUI meminta kepada seluruh umat Islam sedunia untuk membacakan Qunut Nazilah sebagai bentuk dukungan spritual bagi keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara Palestina dari penjajahan dan kezaliman para penjajah. [sym].

Ust. Zaitun Bersama Dubes Saudi Pada Pertemuan Bersama Ormas Islam di DDII

Dubes Saudi Silaturahmi dengan Ormas Islam Merespon Kondisi Saudi Terkini

Wahdah Jakarta – Kedutaan Besar Saudi Arabia bersama ormas-ormas Islam mengadakan pertemuan silaturrahim pada hari Rabu (13/11/17) di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta. Hadir dalam pertemuan ini Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.

Pertemuan ini diadakan selain untuk mempererat hubungan antara Saudi Arabia dan Indonesia terutama ormas-ormas Islamnya, juga untuk menjelaskan beberapa perkembangan terkini di Saudi dan Timur Tengah secara umum.

Saat ini pemerintah Saudi sedang melakukan reformasi di berbagai bidang. Salah satunya pembentukan lembaga anti korupsi, semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia. Beberapa pejabat yang ditangkap saat ini juga terkait dengan kasus korupsi yang ditangani oleh lembaga ini.

Hal yang mengejutkan juga terjadi di Saudi dengan adanya serangan milisi pemberontak Houthi berupa rudal balistik yang ditujukan ke kota Riyadh, ibukota Kerajaan Saudi Arabia. Serangan terjadi pada hari Sabtu, 4/11/2017 dan ditujukan pada penduduk sipil di dalamnya.

Pemerintah Saudi mengecam keras dan memperingatkan negara-negara yang menjadi penyokong milisi pemberontak Houthi agar tidak menambah instabilitas di kawasan Timur Tengah yang akan memakan korban jiwa dan harta.

Pertemuan ini dihadiri berbagai ormas dan lembaga dakwah, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Majelis Ormas Islam (MOI). Majelis Ormas Islam merupakan wadah perhimpunan ormas-ormas Islam yang terdiri dari Al-Ittihadiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Mathla’ul Anwar, Wahdah Islamiyah, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), Persatuan Tarbiyah Islam (PERTI), dan Syarikat Islam (SI).

Hadir pula perwakilan dari Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), dan perwakilan berbagai ormas Islam yang lain.

[ibw]