Wakil Gubernur Sulsel Ajak Wahdah Islamiyah Merawat Indonesia

 

“Kita harus jaga negeri ini, kita jaga ummat ini”, kata Agus di hadapan seribuan peserta Mukernas X Wahdah Islamiyah yang datang dari 141 cabang Wahdah seindonesia. “Kita jaga dan rawat Indonesia”, imbaunya.

(Makassar-wahdahjakarta.com)-Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agur Arifin Nu’mang (AAN) mengajak umat Islam menjaga dan merawat Indonesia. Ajakan ini disampaikan Agus saat menyampaikan sambutan pada penutupan Musyawarh Kerja Nasional Kesepuluh (Mukernas X) Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Ahad (23/12) malam.

“Kita harus jaga negeri ini, kita jaga ummat ini”, kata Agus di hadapan seribuan peserta Mukernas X Wahdah Islamiyah yang datang dari 141 cabang Wahdah seindonesia. “Kita jaga dan rawat Indonesia”, imbaunya.

Dalam sambutannya Wagub juga mengapresiasi peran Wahdah dalam mengisi kekosongan yang belum diisi ormas Islam lainnya. “Wahdah Islamiyah lahir setelah reformasi, tentu ormas yang lahir di era reformasi cara berpikirnya lebih terbuka. Wahdah ini mengisi kekosongan, baik visi maupuan program-programnya karena lahir pasca reformasi”, jelasnya.

Oleh karena itu AAN mengharapkan Wahdah Islamiyah dapat melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia, bahkan manca negara. “Wahdah lahir di Sulawesi Selatan dan telah berkembang, kalau perlu Wahdah Islamiyah ini tidak di sini saja, tapi di luar negeri”, pungkasnya.

Ustadz Zaitun

Harapan Wagub ini sejalan dengan visi  misi 2030 Wahdah Islamiyah. “Salah satu pembahasan strategis dalam Mukernas ini mengoptimalkan peran kader-kader Wahdah Islamiyah yang tersebar di 141 daerah”, ujar Ketua Umum WI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Menurut Ustadz Zaitun target Wahdah tahun 2018 terbentuknya Dewan Pimpinan Wilayah di seluruh Provinsi. “Sekarang ini baru 12 DPW meskipun Wahdah sudah ada di seluruh provinsi, akhir 2018 target terbentuk 34 DPW”, terangnya.

Selain itu Wahdah Islamiyah juga telah memiliki cabang di luar negeri, Yakni Riyadh dan Madinah Saudi Arabia serta Sudan Afrika. [sym].

Ketua MPR: Ulama dan Umat Islam Penjaga NKRI

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam Dialog Kebangsaan di sela-sela Mukernas X DPP Wahdah Islamiyah. Foto: Istimewa

“Umat Islam dan ulama adalah penjaga  NKRI,” (Zulkifli Hasan).

(Makassar-wahdahjakarta.com)- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengatakan bahwa penjaga Negara Republik Indonesia (NKRI) yang sesungguhnya adalah para ulama dan umat Islam. Hal ini beliau katakan pada dialog Kebangsaan yang digelar di sela-sela Mukernas X DPP Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (23/12).

“Umat Islam dan ulama adalah penjaga NKRI,” ujar  Zulkifli Hasan di hadapan seribuan peserta Mukernas X Wahdah yang mengikuti Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi empat pilar. “kemerdekaan Indonesia bisa tercapai juga atas peran penting ulama dan umat Islam, bahkan bisa dikatakan kemerdekaan tak akan tercapai tanpa peran ulama dan umat Islam”, jelasnya.

Oleh karena itu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengharapkan peran umat Islam dalam menjaga keutuhan NKRI bersama komponen dan elemen Bangsa Indonesia lainnya. “Peran penting itu harus dijaga dan ditingkatkan. Jangan justru mengecil karena ulama dan umat Islam tidak sadar, ” tandasnya.

Zulkifli juga menyoroti upaya mempertentangkan antara agama Islam dan kebangsaan. “Orang yang taat beragama dianggap tidak nasionalis, tunduk pada ajaran agama dianggap menolak paham kebangsaan. ini salah paham atau paham yang salah”, terangnya.

Menurutnya berislam dan berindonesia tidak dapat dipisahkan. “Oleh karena itu, paham agama dan paham kebangsaan tidak bisa dipecah. Saling menopang, saling mengisi”, imbuhnya. “Menjadi pemeluk agama yang taat adalah jalan untuk menjadi warga negara yang baik,’’lanjutnya. “Orang yang mengatakan beragama dengan benar dikatakan anti pancasila mesti belajar lagi tentang pancasila,” pungkasnya. [sym].

peserta Mukernas X DPP Wahdah Islamiyah menyimak dialog kebangsaan Sosialiasi empat pilar oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan

1075 Pengurus Wahdah Seindonesia Hadiri Mukernas X

Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Rahmat Abdurrahman

“1075 pengurus Wahdah Islamiyah (WI seindonesia hadiri Mukernas X DPP WI di Makassar”.

(Makassar)-wahdahjakarta.com– Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional ke10 (Mukernas X) di Asrama Haji Sudiang Makassar. Direncanakan Mukernas X ini akan berlangsung tiga hari, yakni 22-24 desember 2017.

Menurut Ketua Harian DPP WI Ustadz Dr. Rahmat Abdul Rahman, Lc, MA, bahwa Mukernas X Wahdah Islamiyah adalah perhelatan yang menjadi penghujung kegiatan sepanjang tahun 2017. “Musyawarah ini berfungsi mengevaluasi realisasi program dan anggaran selama 2017 dan akan menetapkan program kerja dan anggaran belanja organisasi 2018”, terang Ustadz Rahmat saat menyampaikan sambutan pembukaan, pada Jum’at (22/12).

Peserta Mukernas X yang berasal dari Sabang sampai Merauke, diharapkan mampu melahirkan ide brillian dari pejuang dakwah. Dengan mengusung tema “Optimalisasi peran kader dalam Pengembangan Organisasi Menuju Visi 2030”, bertempat di Asrama Haji Sudiang (22/12).

Mukernas X Wahdah Islamiyah ini dihadiri 1075 peserta yang merupakan pengurus Wahdah seindonesia yang mewakili pengurus tingkat pusat (DPP), Wilayah (provinsi), dan daerah (Kabupaten/Kota). Saat ini WI telah memiliki 141 DPD (Kabupaten/Kota) dan 12 DPW (provinsi).

walikota makassar-ketua umum wahdah

Turut hadir pada pembukaan Mukernas X walikota Makassar Muhammad Ramadhan Pomanto. Dalam sambutannya, Danny Pomanto mengaku bangga bisa hadir di tengah-tengah jam’ah Wahdah Islamiyah. “Saya bangga hadir di sini”, ucapnya. “Saya bangga karena Wahdah lahir di Makassar, produknya Makassar yang saat ini sudah Go Nasional bahkan internasional”, imbuhnya.

Selain itu di sela-sela musyawarah diselingi pula dengan dialog dan Kuliah Kebangsaan dengan menghadirkan anggota DPR, DPD, dan MPR sebagai narasumber. Diantara narasumber yang hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, senator Sulawesi Selatan AM. Iqbal Parewangi, Anggota DPR Komisi 3 Nasyit Umar, dan anggota komisi 4 Hadi Mulyadi. [sym].

dialog Kebangsaan mukernas x dpp wi

Ulama Palestina: 5-10 tahun Lagi insya Allah Al-Aqsha Merdeka

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

(Makassar-wahdahjakarta.com) Anggota Perhimpunan Ulama Palestina Syaikh Mahmud Abu Bakr Al-Filastini hafidhahullah optimis bahwa insya Allah lima atau sepuluh tahun lagi Al-Aqsha akan merdeka. Hal itu beliau katakan saat berbicara pada Daurah Maqsidiyyah yang diselenggarakan panitia Mukernas X Wahdah Islamiyah di Masjid Quba Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (22/12/2017).

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

Menyingung peran kaum Muslimin dalam pembebasan Al-Aqsha, Syekh menyebutkan tiga hal penting yaitu, pertama, bangsa Palestina sendiri telah menyiapkan diri untuk berhadapan langsung dengan Yahudi. “Kami sebagai bangsa yang ditaqdirkan harus berhadapan langsung dengan Yahudi telah menyiapkan para mujahid yang telah dididik dengan Alqur’an sebagai langkah awal penguatan kepribadian”, jelasnya.

Kedua, “Hendaknya setiap Kaum Muslimin dimanapun, agar menyiapkan dukungan dalam bentuk materi untuk mensupport proyek jihad Kaum Muslimin di Palestina”, imbuhnya. Ketiga, “Menguasai media sosial, dalam rangka menyuarakan kebenaran yang sesungguhnya, karena hampir semua media mainstream tidak berpihak pada Rakyat Palestina”, tandasnya.

Ustadz Ikhwan Jalil saat menerjemahkan daurah maqdisiyah

Daurah diterjemahkan dan dipandu oleh Ust Ikhwan Jalil, Lc., MA ini diikuti oleh 500 orang lebih para dai dari seluruh Indonesia. Ustadz Ikhwan juga menekankan pentingnya pemanfaatan medsos untuk kampanye masalah Palestina. “Tiada hari tanpa posting di Medsos, Selain tentang Palestina. Doa, Sumbang, Jihad!, bagi yang belum punya anak, niatkan agar bercita-cita mempunyai anak yang akan disumbangkan untuk Al-Aqsha”, tutup ustadz yang juga Ketua Dewan Syuro DPP Wahdah Islamiyah.

Bagi anda yang akan turut berkontribusi untuk pembebasan Alaqsha, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode transfer 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke nomer 082387900900 (call/wa/sms).(ayd/sym).

Gelar Mukernas X, Wahdah Islamiyah Konkritkan Peran Politik Hisbah Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin pada Pembukaan Mukernas X Wahdah Islamiyah

Wahdah Islamiyah akan mengkapitalisasi peran ini, hisbah dan amar ma’ruf nahi munkar dilembagakan pada kader-kader wahdah”. (Ustadz Zaitun).

(Makassar-wahdahjakarta.com)- Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) menggelar Musyawarah Kerja Nasioinal ke.10 (Mukernas X) di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Mukernas X ini diagendakan berlangsung selama tiga hari, 22-24 Desember 2017.

Mukernas X DPP WI dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Wahdah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Dalam arahannya Ustadz Zaitun menekankan empat poin penting berkenan dengan peran dakwah Wahdah Islamiyah. Diantaranya Institusionalisasi peran politik Hisbah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

“Pada mukernas ini kita ingin mengkongkritkan peran politik hisbah amar ma’ruf nahyi munkar Wahdah Islamiyah”, ucapnya di hadapan seribuan peserta Mukernas X. “Wahdah Islamiyah akan mengkapitalisasi peran ini, hisbah dan amar ma’ruf nahi munkar dilembagakan pada kader-kader wahdah”, jelasnya.

Menurut ustadz Zaitun hal ini merupakan bagian dari peran Wahdah Islamiyah dalam melakukan perbaikan di negeri ini serta mewadahi potensi para kader dalam bidang ini. “Kita punya cita-cita besar melalukan islah, perbaikan di seantero masyarakat kita”, terangnya.

“Para kader kita diharapkan lebih berperan, karena setiap Muslim punya kewajiban merubah keadaan yang buruk”, tandasnya. “Mungkin selama ini banyak kader kita yang tidak tersalurkan potensinya dalam amar ma’ruf nahi munkar”, imbuhnya.

Menurut beliau ini merupakan bagian dari makna optimalisasi peran kader yang menjadi inti tema mukernas X kali ini. “Dalam mukernas ini makna itu ditegaskan, ini makna optimalisasi kader”, lanjutnya lagi.
Meskipun demikian Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) ini menekan, hisbah amar ma’ruf nahi munkar dilakukan secara santun. “Semangat harus tinggi, perjuangan tak kenal lelah, tapi tetap jaga kesantunan”, pungkasnya.

Guna mengoptimalkan peran kader dalam amar ma’ruf nahi munkar, Wahdah Islamiyah telah membentuk lembaga otonom yang menangahi bidang ini, yang bernama Garda Ummat dan Bangsa (Garuda). Garuda dibentuk dan berkedudukan di Makassar. Pengurusnya telah dikukuhkan oleh Ustadz Zaitun pada hari Ahad, 30 Shafar 1439 H (19/11/2017) lalu. [sym].

Ustadz Zaitun Dorong Kader Wahdah Maksimalkan Peran dalam Dakwah Medsos

Ustadz Zaitun Pembukaan-Mukernas-X-Wahdah-Islamiyah

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin pada Pembukaan-Mukernas-X-Wahdah-Islamiyah

Peran media sosial luar biasa, saat ini menjadi wasilah dakwah yang sangat efektif. Harus ada pemikiran yang serius kearah sana dan maksimalkan peran kader dalam medsos (media sosial).”

(Makassar-wahdahjakarta.com)-Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mendorong kader Wahdah Islamiyah untuk memaksimalkan peran dalam dakwah medsos (media sosial). Arahan ini beliau sampaikan dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasioinal (Mukernas) ke-10 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jum’at (22/12/2017).

Arahan terkait media sosial ini dianggap penting dan sejalan dengan tema yang sedang diusung dalam mukernas kali ini, yaitu “Optimalisasi Peran Kader dalam Pengembangan Organisasi Menuju Visi Misi 2030”.

Ustadz Zaitun menjelaskan bukti-bukti efektifitas media sosial. Diantara contohnya adalah yang terjadi pada Aksi-aksi Bela Islam dan aksi keumatan lainnya. “Aksi-aksi tersebut minim pemberitaan di televisi maupun media mainstream lainnya, namun berkat media sosial aksi tersebut mampu menghadirkan ratusan ribu bahkan jutaan peserta menurut banyak sumber”, terangnya.

Oleh karena itu beliau mengarahkan para kader Wahdah Islamiyah juga bisa mengoptimalkan medsos di dunia dakwah. “Peran media sosial luar biasa, saat ini menjadi wasilah dakwah yang sangat efektif. Harus ada pemikiran yang serius kearah sana dan maksimalkan peran kader dalam medsos (media sosial),” jelasnya.

Beliau mengingatkan perlunya membangun kesadaran, agar kader bisa mengambil sisi positif media sosial dan bukan justru menjadi korban dampak negatifnya. “Di zaman ini peran medsos luar biasa, hari ini medsos menjadi wasilah yang memperbaiki dan merusak, peran kader kita dalam medsos sangat dibutuhkan. Kita akan membicarakannya di Mukernas ini, agar kader-kader kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya”, jelasnya.

Dakwah dengan media sosial memang memiliki peluang yang sangat besar di Indonesia, mengingat penduduk Indonesia termasuk peringkat atas di dunia dalam mengakses media sosial. [ibw/sym]

Wahdah Islamiyah Pertahankan Kearifan Lokal, Ustadz Zaitun: Aslinya Dakwah Islam Seperti Itu

Ustadz Zaitun sedang menyampaikan arahan pada pembukaan Mukernas X Wahdah Islamiyah

“Memperhatikan kearifan lokal merupakan bagian dari usaha untuk dekat dengan apa yang ada di masyarakat sebagai karakter asli dari dakwah Islam. “Ini bukan latah atau ikut-ikutan, aslinya dakwah Islam seperti itu, menyesuaikan. Contohnya Nabi tidak merubah nama-nama para sahabat, kecuali yang mengandung makna buruk”

(Makassar-wahdahjakarta.com)- “Dakwah Islam itu aslinya memperhatikan kearifal lokal”, demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan taujih (arahan) pada pembukaan Musyawarah Kerja Nasional ke.10 (Mukernas X) Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Sudiang Makassar, Jum’at malam (22/12/2017).

Oleh karena itu pada Mukernas X kali ini Wahdah Islamiyah kembali mempertegas salah satu platform dakwahnya sebagai gerakan dakwah universal yang tetap mengakomodir kearifan lokal. “Kita mengusung dakwah universal dengan memperhatikan kearifan lokal”, ujar Ustadz Zaitun di hadapan seribuan peserta Mukernas X.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini, bahwa memperhatikan kearifan lokal merupakan bagian dari usaha untuk dekat dengan apa yang ada di masyarakat sebagai karakter asli dari dakwah Islam. “Ini bukan latah atau ikut-ikutan, aslinya dakwah Islam seperti itu, menyesuaikan. Contohnya Nabi tidak merubah nama-nama para sahabat, kecuali yang mengandung makna buruk”, terangnya.

Dakwah Islam yang diusung Wahdah Islamiyah harus memperhatikan kearifan lokal selama tidak bertentangan dengan syariat”, jelasnya. “Kita tidak ingin dakwah mengalami benturan-benturan”, imbuhnya. “Budaya lokal selama itu adalah hal yang positif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka harus dipertahankan”, pungkasnya.

Peserta Mukernas X

Mukernas X ini yang merupakan musyawarah tahunan dihadiri seluruh pengurus di tingkat kabupaten/kota, provinsi sampai pusat. Tema yang diusung pada Mukernas kali ini “Optimalisasi Peran Kader dalam Pengembangan Organisasi Menuju Visi Misi 2030”.

Menurut Ustadz Zaitun, diantara bentuk optimalisasi itu adalah dengan menghadirkan kader-kader yang faham kearifan lokal, berkualitas, dan gigih namun tetap santun dalam bermuamalah. “Semangat juang kita harus tinggi, gigih dan pantang mundur, tapi kesantunan harus tetap dikedepankan, sebab kita adalah da’i”, lanjutnya.

Mukernas X ini dihadiri lebih dari 1.000 pengurus inti WI dari berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini Wahdah Islamiyah memiliki 141 Dewan Pimpinan Daerah dan ditargetkan sudah merata di seluruh kabupaten/kota pada tahun 2030 mendatang. [ibw/sym]

DPP Wahdah Islamiyah Akan Gelar Mukernas Ke10

DPP Wahdah Islamiyah Akan Gelar Mukernas Ke10

(Makassar-wahdahjakarta.com)- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional X (Mukernas ke10). Rencananya, Mukernas akan dilaksanakan pada 22 Desember sampai 24 Desember 2017 di asrama Haji Sudiang, Makassar.

Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Dr. H. Rahmat Abdurrahman, Lc, MA. menyebut Mukernas ini digelar untuk peningkatan kapasitas organisasi di tahun 2018. Sejumlah hal akan ditetapkan di Mukernas X ini, salah satunya pengelolaan kader.

“Kami melaksanakan Mukernas ini antara lain untuk optimalisasi peran kader dalam pengembangan organisasi menuju visi misi 2030” kata Ustadz Rahmat di Kantor DPP Wahdah Islamiyah, jl. Antang Raya No 48 Makassar, Senin (11/12).
Mukernas X Wahdah Islamiyah Akan dihadiri kurang lebih 1.500 peserta dari seluruh Pimpinan DPW dan DPD seluruh Indonesia. Mukernas ini juga akan menghadirkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sekaligus membuka acara. Beberapa tokoh nasional juga akan hadir salah satunya Anggota DPD asal Sulsel AM. Ikbal Parewangi.

Ketua Harian DPP WI Ustadz Rahmat Abdurrahman

“Kami berharap Mukernas kedua ini menjadi momentum bagi Wahdah Islamiyah untuk berbenah dan bangkit nantinya mampu mencapai Visi dan Misi WI di 2030. Kami mohon doa dan dukungan agar Mukernas berjalan lancar sesuai harapan kita semua,” kata Ustadz Rahmat.

Ustadz Rahmat melanjutkan, Mukernas X ini adalah permusyawaratan untuk Peningkatan kapasitas organisasi di tahun 2018 dengan tiga poin penting yaitu: Pengelolaan Kader, Sosialisasi atau Marketing Organisasi dan SDM secara Nasional dan Internasional, Melanjutkan Ekspansi Wilayah Dakwah secara nasional dan internasional.[ed:sym]