Dapur Umum Wahdah Islamiyah di Palestina Mulai Beroperasi

Dapur Umum Wahdah Untuk Palestina

“Alhamdulillah, dapur umum Wahdah Islamiyah Untuk Palestina di Jalur Gaza telah beroperasi selama 4 hari. Insya Allah bantuan selanjutnya akan kami kirimkan.

(Palestina)-Wahdahjakarta.com– Krisis kemanusian yang melanda jalur Gaza Palestina mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit. Apalagi setelah terjadinya klaim sepihak yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Jumat lalu (5/1), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan, sebanyak 14 warga Palestina terbunuh dan 4.549 orang terluka. Akibatnya, banyak korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Ash Shifa Jalur Gaza. Saat ini, kebutuhan pasien akan bahan makanan semakin mengkhawatirkan. Rumah sakit tersebut tidak mampu lagi menutupi biaya konsumsi para pasien yang semakin hari kian banyak.

Mersepon hal tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS) Wahdah Islamiyah segera berkoordinasi dengan relawan setempat untuk membuka Dapur Umum, khususnya di Rumah Sakit Ash-Shifa yang menampung ribuan korban perang.

Menurut keterangan Ketua LAZIS Wahdah, Ustadz Syahruddin C Asho, pasien di rumah sakit tersebut membutuhkan sekitar 6000 porsi makanan tiap harinya atau sekitar 6 dollar Amerika tiap pasien.

“Alhamdulillah, dapur umum Wahdah Islamiyah di Jalur Gaza telah beroperasi selama 4 hari. Insya Allah bantuan selanjutnya akan kami kirimkan. Terima kasih kepada semua donatur yang telah memaksimalkan harta-hartanya demi membantu saudara-sauraka kita di Palestina,” ucapnya.

Bagi anda yang ingin berkontribusi untuk berkontribusi membantu saudara kita di Palestina, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode program 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke 08119787900 (call/wa/sms) []

Sumber : https://goo.gl/48yQth

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi

 

Ustadz Zaitun sedang menyampaikan ceramah pada tabligh akbar Dari Pemuda Islam Untuk Palestina. Foto: Ummatpos.com

Ustadz Zaitun Optimis Kemerdekaan  Palestina Tidak Lama Lagi. “Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka.

(Jakarta)-wahdahjakarta.com – Ahad (31/12/2017) lalu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin hadir sebagai pembicara pada Tabligh Akbar Pemuda IslamUntuk Palestina.

Dalam ceramahnya Ustadz Zaitun Rasmin mengungkapkan rasa optimisnya bagi kemerdekaan Palestina dan kembalinya kota suci Al Quds ke pangkuan umat Islam.

“Saya semakin optimis bahwa tidak lama lagi Palestina akan merdeka. Bukan saja karena Trump telah berbuat kesalahan fatal, telah berbuat gerakan blunder. Tetapi karena pemuda-pemudi di seluruh dunia terutama Indonesia dengan penuh semangat akan turut membebaskan masjid al Aqsha dan palestina,” ujarnya disambut pekik takbir dari Jemaah yang memadati ruang utama masjid Istiqlal.

Menurut Wakil Sekjen MUI Pusat ini perjuangan yang dilakukan secara massif dan bersama-sama akan menjadi faktor kemerdekaan Palestina. “Kemerdekaan Palestina akan segera datang apabila perjuangan Muslim selalu bersama-sama dan dilakukan secara massif, terkhusus yang dilakukan oleh pemuda Islam”, terangnya.

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN ini juga mengimbau para pemuda Islam untuk terus memviralkan isu kemerdekaan Palestina, khususnya melalui Media Sosial (Medsos). “Jangan sampai isu Palestina redup dibahas oleh masyarakat Indonesia, diharapkan terus diviralkan di Medsos”, tandasnya.

Bersama Ustadz Zaitun hadir pula Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid (HNW) dan Imam Masjidil Aqsha Syaikh Ali Omar Yacub Abbasi. Dalam ceramahnya HNW mengatakan bahwa kemerdekan Palestina merupakan \. Sementara Syaikh Abbasi mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan juga kepada Presiden Joko Widodo atas segala dukungan moril dan upaya diplomatik serta bantuan rakyat Indonesia. [sym]

Imam Masjidil Aqsha

Imam Masjidil Aqsha Apresiasi Kiprah Wahdah Islamiyah

(Jakarta-wahdahjalarta.com) Imam Masjidil Aqsha Syaikh Ali Omar Ya’qub ‘Abbasi mengapresiasi Ormas Islam Wahdah Islamiyah (WI) sebagai lembaga dakwah yang terorganisir dengan rapi.

Hal ini beliau sampaikan pasca Tabligh Akbar Pemuda Islam Untuk Palestina di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (31/12/2017).

“Alhamdulillah, Allah hari ini memuliakan saya dengan dimudahkannya bertemu dengan pendiri sekaligus Ketua Umum Ormas Wahdah Islamiyah. Informasi yang saya dapatkan tentang Wahdah Islamiyah, dia adalah sebuah lembaga dakwah yang sangat terorganisir maasyaa Allah. Dan para kadernya saat ini punya cita-cita yang sangat tinggi, yaitu terbentuknya 400 DPD Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia”, ujar Syekh Abbassi.

Beliau juga berharap Wahdah mampu menghadirkan kader-kader yang bermanfaat bagi kemajuan umat dan bangsa.

“Kami turut bangga dan turut mendo’akan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menolong agama-Nya lewat mereka dan menjadi lembaga yang bermanfaat untuk hamba-hamba Allah dan juga negara serta bermanfaat bagi kemanusiaan secara umum. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan perjuangan mereka”, harapnya.

Imam Masjidil Aqsha Syaikh Ali Omar Ya’qub ‘Abbasi hadir di Masjid Istiqlal dalam Tabligh Akbar bertajuk “Pemuda Islam untuk Palestina” (31/12) yang digelar

Selain beliau hadir pula sebagai pembicara Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz. Muhammad Zaitun Rasmin. Hadir pula idola para pemuda artis Tommy Kurniawan dan Dude Herlino yang turut menyemangati para peserta yang kebanyakan adalah generasi muda. [ibw]

Ulama Palestina: 5-10 tahun Lagi insya Allah Al-Aqsha Merdeka

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

(Makassar-wahdahjakarta.com) Anggota Perhimpunan Ulama Palestina Syaikh Mahmud Abu Bakr Al-Filastini hafidhahullah optimis bahwa insya Allah lima atau sepuluh tahun lagi Al-Aqsha akan merdeka. Hal itu beliau katakan saat berbicara pada Daurah Maqsidiyyah yang diselenggarakan panitia Mukernas X Wahdah Islamiyah di Masjid Quba Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (22/12/2017).

“Kami Yakin dengan banyak persiapan dan pengalaman kami selama ini, insya Allah Al-Aqsha merdeka antara 5-10 tahun lagi”, tegas Ulama yang juga pakar manajemen ini.

Menyingung peran kaum Muslimin dalam pembebasan Al-Aqsha, Syekh menyebutkan tiga hal penting yaitu, pertama, bangsa Palestina sendiri telah menyiapkan diri untuk berhadapan langsung dengan Yahudi. “Kami sebagai bangsa yang ditaqdirkan harus berhadapan langsung dengan Yahudi telah menyiapkan para mujahid yang telah dididik dengan Alqur’an sebagai langkah awal penguatan kepribadian”, jelasnya.

Kedua, “Hendaknya setiap Kaum Muslimin dimanapun, agar menyiapkan dukungan dalam bentuk materi untuk mensupport proyek jihad Kaum Muslimin di Palestina”, imbuhnya. Ketiga, “Menguasai media sosial, dalam rangka menyuarakan kebenaran yang sesungguhnya, karena hampir semua media mainstream tidak berpihak pada Rakyat Palestina”, tandasnya.

Ustadz Ikhwan Jalil saat menerjemahkan daurah maqdisiyah

Daurah diterjemahkan dan dipandu oleh Ust Ikhwan Jalil, Lc., MA ini diikuti oleh 500 orang lebih para dai dari seluruh Indonesia. Ustadz Ikhwan juga menekankan pentingnya pemanfaatan medsos untuk kampanye masalah Palestina. “Tiada hari tanpa posting di Medsos, Selain tentang Palestina. Doa, Sumbang, Jihad!, bagi yang belum punya anak, niatkan agar bercita-cita mempunyai anak yang akan disumbangkan untuk Al-Aqsha”, tutup ustadz yang juga Ketua Dewan Syuro DPP Wahdah Islamiyah.

Bagi anda yang akan turut berkontribusi untuk pembebasan Alaqsha, dapat menyalurkan donasinya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode transfer 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke nomer 082387900900 (call/wa/sms).(ayd/sym).

Shalahuddin Al-Ayyubi dan Pembebasan Al-Aqsha

 

Pembebasan Al-Aqsha tidak dapat dipisahkan dari sosok Shalahuddin Al-Ayyubi, Apa sebenarnya rahasia kemenangan dan kesuksesan Shalahuddin al Ayyubi dalam

pembebasan Al-Aqshaatau Baitul Maqdis ?

Pengantar
Masjid Al-Aqsha yang terletak di kota al-Quds termasuk salah satu situs suci kaum Muslimin, karena ia merupakan kiblat pertama dalam Islam. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya menjadikannya sebagai qiblat mereka dalam jangka waktu sekian lama sampai kemudian Allah memerintahkannya untuk berpindah kiblat ke arah Masjidil Haram. Ia juga menjadi masjid kedua yang dibangun setelah Masjidil Haram dan masjid ketiga yang terpenting dan utama setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Shalat di dalamnya memiliki pahala 500 kalilipat dari shalat di masjid lain selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits “Shalat di Masjidil Haram pahalanya adalah seperti shalat seratus ribu kali, dan shalat di masjidku ini (Masjid An-Nabawi) pahalanya seperti shalat seribu kali, dan shalat di Masjid Al Aqsha pahalanya seperti shalat lima ratus kali.”

Al-Aqsha juga merupakan salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi sebagaimana disebutkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari-Muslim: Janganlah kalian bersusah payah untuk melakukan perjalanan kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram (di Mekkah), Masjidku ini (An-Nabawi di Madinah), dan Masjidil Aqsha di Palestina.
Masjid Al-Aqsha juga merupakan tempat yang diberkahi oleh Allah. Meskipun pada dasarnya semua masjid adalah tempat yang berberkah, namun khusus masjid al-Aqsha Allah Ta’ala menegaskan dalam firmanNya dengan kalimat `Yang Kami berkahi di dalamnya’. Ini merupakan isyarat yang agung agar kaum Muslimin tahu betapa tingginya nilai masjid ini. Sekaligus peringatan bahwa Masjid Al-Aqsha, Al Quds, dan Palestina seluruhnya adalah milik ummat Islam..

Dalam catatan sejarah, Al Quds dan Palestina berada di bawah kepemimpinan kaum Muslimin selama hampir 1.300-an tahun. Kemudian dirampas oleh kaum Salib dan berada dibawah kekuasaan mereka selama hampir 100 tahun. Lalu berhasil direbut kembali oleh panglima Sholahuddin Al Ayyubi.
Tulisaan ini berusaha untuk mengkaji rahasia faktor keberhasilan Sholahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali kota suci kaum Muslimin ‘al- Aqsha’ setelah sebelumnya berada dalam cengkraman orang-orang Salibis.

Sekilas Tentang Shalahuddin al-Ayyubi
Shalahuddin bernama lengkap Shalahuddin Yusuf bi Ayyub. Beliau lahir pada tahun 532 H/ 1137 M di Trikit, sebuah kota tua dekat Baghdad. Ia berasal dari keluarga mulia dan terpandang berkebangsaan Kurdi. Keluarga ini menguasai Mesir dan Syam yang dikenal dengan Daulah Ayubiyah. Ayahnya yang bernama Ayub bin Syadzi memiliki hubungan kekerabatan dengan salah seorang komandan militer Daulah Saljukiyah Mujahiduddin Bahruz.
Al-Ayyubi hidup antara tahun 532 -589 H. Masa itu dikenal sebagai masa kelam Islam. Sebab pada masa itu Islam sebagai kekuatan moral dan gerakan spritual berada dalam posisi yang paling rendah. Rezim penguasa yang otokratis, berbagai macam peperangan dahsyat yang meluluhlantakkan, dan kemewahan serta kemegahan yang tidak terkendali dari luar turut berpengaruh besar terhadap kondisi sosial dan religius kehidupan saat itu.

Sebelum lahirnya Al-Ayyubi konflik agama dan politik serta pertentangan antara Eropa dan dunia Islam terjadi. Sebagai kelanjutannya, terjadi pembasmian sedikit demi sedikit sepanjang periode 300 tahun. Stabilitas politik, perluasan wilayah , kemegahan duniawi, dan kedaulatan, serta kekuasan Muslim yang tidak tertandingi (pada masa sebelumnya –ed-) sebagaimana fenomena material lainnya, hanya bagaikan orang yang menumpang sementara waktu.
Dalam sejarah, Shalahuddin al Ayyubi tercatat sebagai salah satu putra terbaik yang dimiliki oleh Ummat Islam. Nama beliau tidak dapat dipisahkan dari perjuangan pembebasan Masjidil aqsa di Palestina. Karena beliaulah panglima perang Islam yang membebaskan Baitul Mqadis setelah dikuasai oleh para salibis .

Faktor Keberhasilah Shalahuddin dalam Membebaskan al-Aqsha
Apa sebenarnya rahasia kemenangan dan kesuksesan Shalahuddin al Ayyubi dalam menghadapi kaum salib dan membebaskan Al-Aqsha atau Baitul Maqdis ? Kemenangan yang diaraih oleh Shalahuddin bukanlah karunia yang didapatkan tanpa sebab. DR.Syekh Nashih Ulwan dalam bukunya menyebutkan lima aspek yang menjadi rahasia dan sebab kemenangan Shalahuddin dalam merebut Masjidil Aqsha :
1. Takwa Kepada Allah dan Menjauhi maksiat.
2. Persiapan matang dan perhatian maksimal terhadap langkah pembebasan.
3. Kesatuan politik Negara-Negara Islam dibawah satu pemerintahan.
4. Berperang dengan mengagungkan kalimat Allah.
5. (Meyakini), Pembebasan merupakan ketetapan Islam dan Muslim.
Namun, dibalik faktor-faktor di atas masih terdapat faktor lain yaitu aktivitas i’dad (persiapan) dan tajdid (pembaharuan) yang dijalani oleh Shalahuddin rahimahullah. Masih menurut Syekh Nashih Ulawan, ada lima bidang kehidupan Ummat Islam yang diperbaharui dan di-recoveri oleh Shalahuddin Al ayyubi rahimahullah, yaitu; (1) Sarana fisik, (2) Pendidikan. (3) Ekonomi, (4) Sosial, dan (5) Aqidah.
Jadi, penyebab keberhasilan Shalahuddin dalam merebut kembali Baitulmaqdis dari pasukan salib merupakan kombinasi dan akumulasi dari berbagai faktor. Namun faktor yang paling dominan adalah Al-Ishlah Al-Ta’limiy wa al Tarbawiy (Pembaharuan dalam bidang Pendidikan). Sebab, sejarah telah mencatat bahwa faktor keterpurukan kaum Muslimin dan ketidak berdayaan mereka dalam menghadapi serangan pasukan salib adalah kerusakan ilmu. Kerusakan ilmu tersebut melahirkan ulama-ulama dan penguasa yang rusak pula. Akibat kerusakan ilmu muncul penguasa yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin. Rusaknya ilmu ketika itu juga melahirkan ulama-ulama su’ yang hanya menjilat kepada penguasa dan tidak memiliki ghirah untuk membebaskan tanah suci kaum Muslimin yang dikuasai oleh para salibis.

Akan tetapi, sebagian sejarawan Arab dan Islam masa kini, ketika melihat sejarah kepahlawan Shalahuddin al Ayyubi rahimahullah, mereka langsung melompat ke fase (perjuangan) militer (Jihad ‘askariy) yang beliau pimpin bersama para sahabatnya untuk membebaskan Baitul Maqdis. Mereka melupakan jihad lain yang menjadi muqaddimah (prakondisi) bagi terwujudnya kemenangan yang besar (fathun ‘adziym). Jihad lain yang dimaksud adalah Al Jihad At Tarbawiy (Pembinan dan pendidikan) yang oleh Nashih Ulwan disebut Al-Ishlah Al-Ta’limiy. Jihad Tarbawiy tersebut dilakukan oleh Shalahuddin bersama para pengikutnya sebagai counter/perlawanan terhadap rezim Ubaidiyah yang menguasai Mesir pada masa itu dengan kekuatan dan Thugyan.”

Inilah fakta sejarah yang sering dilupakan, sesungguhnya perjuangan (jihad) yang dilakukan Shalahuddin al Ayyubi tidak terbatas pada jihad ‘askari. Sebelum menggelorakan semangat jihad kaum Muslimin untuk merebut Masjidil Aqsa, beliau terlebih dahulu berjihad di bidang pendidikan (jihad tarbawiy). Melalui jihad Tarbawiy, beliau mendidik masyarakat Muslim di atas prinsip-prinsip Islam. Melalui jihad tarbawiy tersebut beliau mengkondisikan ummat Islam untuk siap berjuang bersama-sama dalam kancah jihad ‘askariy.

Jadi, Shalahuddin selain berjuang dengan kekuatan militer, beliau juga membangun kekuatan lain sebagai penopang keuatan militer tersebut. Beliau menjadikan pendidikan sebagai sarana medidik generasi Islam untuk cinta Islam,rela berjuang demi Islam. Beliau membangun lembaga-lembaga pendidikan seperti Masjid, Kuttaab, Madrasah dan sebagainya. Dari lembaga-lembaga pendidikan tersebut kemudian lahir para mujahid yang berjuang bersamanya dalam mengusir tentara salibis dan membebaskan Baitul maqsis setelah lepas dari genggaman Ummat Islam.
Sebagian aktivis Islam yang merindukan tegaknya Islam hanya memandang perjuangan Shalahuddin dari sisi militer. Sehingga mereka hendak memaksakan untuk menggiring kaum Muslimin pada medan perjuangan yang hampir mustahil mereka mau terlibat. Mereka hendak melibatkan masyarakat Islam dalam kancah jihad ‘askariy, sementara mereka belum mengkonidisikan masyarkat untuk hal itu.
Sementara sebelum melakukan Jihad ‘Askari, Shalahuddin terlebih dahulu melakukan jihad tarbawiy. Ini yang kurang disadari oleh sebagian aktivis pejuang Islam hari ini. Apa saja bentuk-bentuk jihad tarbawiy yang digagas Shalahuddin al Ayyubiy? (bersambung insya Allah).
Bahan Bacaan diantaranya:
1. Shalaahuddin Al Ayyuubiy Bathal Hiththiyn Wa Muharrir Al Quds Min Ash Shalabiyyiyn,karangan Dr ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan (Mesir: Darussalam tanpa tahun).
2. Ghazali’s Philosophy of Education, (terj) karangan Shafique Ali Khan. Sape’i (Bandung CV Pustaka Setia) cet.I
3. Majalah al-Furqan( terbitan Jam’iyyah Ihyautturats Kuwait), dll.

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Aksi Bela Palestina, HRS Tegaskan Israel bukan Negara

Jakarta, Tausyiah jarak jauh bersama Habib Muhammad Rizieq Shihab, Beliau menegaskan bahwa sesuai fakta historis, Israel bukanlah sebuah negara, dan Al Quds adalah milik Umat Islam.

“Aksi Bela Palestina bertujuan untuk menolak adanya pengakuan Yerussalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel dan menolak Israel sebagai negara.” Ungkap Imam Besar pada Aksi Bela Palestina (17/12).

AS dan Sekutunya telah memberikan bantuan kepada Israel untuk melakukan penjajahan terhadap Bangsa Palestina.

Muslim Indonesia sebagai negara besar dan disegani dunia, harus memberikan sikap tegas atas penjajahan terhadap Israel. Jangan hanya diam melihat Al Quds direbut oleh Israel

Indonesia tidak butuh Amerika, tapi Amerika lah yang butuh Indonesia.

Sebagai penutup, Beliau juga memimpin lagu Aksi Bela Palestina yang telah dibuat beliau sendiri guna meningkatkan semangat jihad jamaah Aksi Bela Palestina.
[rma]

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Anies Baswedan: Kita Berhutang Pada Palestina

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir memberikan sambutan dalam Aksi Bela Palestina di Monas, Ahad (17/12). Anies menyatakan dalam sambutannya bahwa Indonesia berhutang kepada Palestina.

“Kita berhutang kepada Palestina karena mereka mendukung perjuangan bangsa kita. Dan sekarang 74 tahun setelah merdeka, Palestina masih terjajah, dan Indonesia tidak pernah bergeming, tetap mendukung Palestina.”

Menurutnya, keputusan Trump bukan hanya keliru, tapi fatal. Tapi dengan adanya keputusan ini justru perjuangan bangsa Palestina seperti mendapat jalan.

“Rakyat Palestina telah merasakan kesengsaraan selama bertahun-tahun hingga mereka merasa terbiasa dengan penderitaan tersebut. Namun, ini adalah titik balik, cahaya kemerdekaan makin hari makin terang bagi Palestina.”

Menutup sambutannya, Anies memuji para peserta aksi dengan menyebutnya sebagai mujahid.
“Saudara memilih untuk menjadi mujahid dengan memilih hadir di tempat ini,” ungkapnya.

[ibw]

MUI: Aksi Bela Palestina Steril dari Kepentingan Politik

MUI: Aksi Bela Palestina Steril dari Kepentingan Politik

Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin

(Jakarta-wahdahjakarta.com)- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina steril dari kepentingan politik. Hal ini beliau katakan pada Konferensi Pers panitia aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina yang digelar di Arrahman Qur’anic Learning (AQL), Sabtu (16/12).

“Yang perlu kami tegaskan di sini, dalam aksi ini tidak ada kepentingan politik, tidak ada kepentingan lain kecuali membela kemanusiaan dan keadilan”, terangnya Kyai Ma’ruf yang juga merupakan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PB NU).

“Pembelaan kita pada Palestina adalah tanggung jawab dan kewajiban kita semua, kita harus membela Palestina yang tertindas dan terdzalimi. Berbagai cara kita lakukan, salah satunya adalah aksi”, tandasnya.
“Ini upaya besar kita meneruskan amanah Undang-Undang Dasar 1945, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Salah satu negara yang belum berdaulat itu adalah Palestina”, jelasnya. [ed:sym]

Ustad Ilham Jaya: Persoalan Palestina PR besar ummat Islam

Ustad Ilham Jaya

(Depok)-wahdahjakarta.com– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah (WI) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Ustaz Ilham Jaya Abdul Rauf mengatakan bahwa persoalan Palestina merupakan PR (Pekerjaan Rumah) besar ummat Islam.

“Persoalan Palestina merupakan PR besar ummat Islam, persolan ummat Islam”, terangnya di hadapan jama’ah pengajian Jum’at malam Wahdah Islamiyah Jabodetabek di Depok, pada Jum’at (15/12).

Oleh karena itu hendaknya setiap Muslim mempersembahkan potensi terbaik yang dimilikinya untuk Palestina. “Kalau kita sadar akan itu hendaknya masing-masing kita mengalokasikan potensi yang dimiliki untuk Palestina berupa waktu, pikiran, matri, apa saja yang kita miliki yang kita persmbhkan khusus untuk Palestina”, jelasnya.

“Dalam keluarga misalnya, masing-masing kita di rumah ada kencleng khusus Palestina. Sehingga kita sadar bahwa kita ikut arus besar ummat Islam yang memperhatikan prsoalan besar ini”, tandasnya. “Alokasikan sebagian dari potensi yang dimiliki untuk perjuangan Palestina”, tegas mantan Ketua Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar ini.

Sebab persoalan Palestina merupakan masalah seluruh ummat Islam. “Masalah ini tidak mungkin diselesaikan oleh orang Palestina saja, OKI saja, satu yayasan saja, tapi oleh seluruh elemen ummat Islam”, ujarnya. “Masalah Palestina harus diselesaikan oleh seluruh ummat Islam”, imbuhnya. “Jangan sampai tidak punya cita-cita untuk memperjuangkan palestina”, pungkasnya. [sym].

Ismail Haniyah: Ruh dan Darah Kami Siap Jadi Tumbal Untuk Bebasnya Masjid Al-Aqsha

Kami Siap Jadi Tumbal Untuk Bebasnya Masjid Al Aqsha

PM. Palestina Ismail Haniyah

(Gaza-wahdahjakarta.com)- Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah mengatakan bahwa ruh dan darah serta apapun yang dimiliki siap dikorbankan untuk membebaskan Al-Quds atau Masjid Al Aqsha dari penjajahan Israel.
“Saat Hamas berdiri, kami telah mematrikan diri bahwa ruh-ruh kami, darah-darah kami, keluarga-keluarga kami, rumah-rumah kami, anak-anak kami, siap menjadi tumbal untuk bebasnya Al Quds dan Masjid Al Aqsha”, ujarnya saat menyampaikan orasi milad gerakan Hamas yang ke.30 sebagaimana dilansir https://paltoday.ps/ar/post/312723.

Perdana Mentri Palestina ini juga menegaskan bahwa, “Tidak pernah ada dalam kamus kami sebuah negara yang bernama Israel, yang mengklaim ibukota negaranya adalah Alquds. Tidak pernah ada. Kami tidak akan pernah memberikan sejengkal pun tanah Palestina, walau harus dibayar dengan berpisahnya kepala dari tubuh kami”.
“Kami tidak akan pernah menjual tanah suci Al-Quds. Kami tidak akan pernah menyepelekan negeri Palestina. Kami tidak akan pernah mundur dari hak kembali ke Palestina. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mengakui negara Israel”, tandasnya.
“Kami semua akan pergi ke Al Quds. Kami akan menyumbangkan jutaan Syuhada demi Al Quds. Kami semua akan pergi ke Al Quds. Kami akan menyumbangkan jutaan syuhada demi Al Quds…”, pungkasnya. Link video: https://www.facebook.com/WahdahIslamiyahJakarta/videos/1426060704159028/ [ed: sym].