Buat Apa Sih Beasiswa Hafidz Al-Qur’an? Tanggapan Untuk Ade Armando

Ade Armando mempertanyakan, “Buat Apa Sih Beasiswa Hafidz AlQuran?” Photo: Youtube

 BUAT APA SIH BEASISWA HAFIDZ AL-QUR’AN

(Tanggapan Untuk Ade Armando)

Berhari lalu beredar video Ade Armando (AA) yang mempermasalahkan kebijakan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang menerima calon mahasiswa penghafal Al-Qur’an melalui jalur khusus. Ini bukan kali pertama AA memprotes kebijakan ini. 25 Juni Ade juga curhat di Fan Page pribadinya @adearmandosesungguhnya tentang ketidaksetujuannya terhadap kebijakan PTN yang membuka jalur khusus bagi calon mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Bahkan sejak  tiga tahun lalu (Mei 2016) dosen Ilmu Komunikasi salah satu PTN ini telah menolak ‘’perlakuan istimewa” terhadap para penghafal Al-Qur’an.

Pada 21 Mei 2016 Ade mempertanyakan kebijakan “jalur khusus’’ bagi hafidz pada editorial madinaonline.id yang dipimpinnya melalui sebuah artikel berjudul, “Buat Apa Perguruan Tinggi Negeri Membuka Kuota bagi Penghapal Al Quran?”.

Ketidak senangan Ade pada kebijakan yang “mengistimewakan” para penghafal Al-Qur’an disampaikan kembali melalui tulisan singkat di laman FP @adearmandoyangsesungguhnya pada 25 Juni. Ia menulis:

“SAYA TIDAK SETUJU PARA PENGHAPAL AL QURAN BISA DITERIMA PERGURUAN TINGGI NEGERI MELALUI JALUR KHUSUS

Saya menghargai bahwa ada anak-anak muda yang bersedia menghapal Al Quran.

Tapi kemampuan menghapal Al Quran tidak ada korelasinya dengan kemampuan akademik seseorang.

Keunggulan para hafidz adalah mereka mampu menghapal. Itu saja.

Kemampuan menghapal Al Quran bahkan tidak ada hubungannya dengan integritas moral seseorang. Karena itu tidak sepantasnya PTN yang dibiayai rakyat menerima mahasiswa tanpa ujian hanya karena ia penghapal Al Quran.

Rupanya belum putus asa, Ade terus menampakan penolakan terhadap kebijakan yang memberikan kesempatan kepada para penghafal Al-Qur’an masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur khusus. Berhari lalu Ade mengunggah video singkat berisi protes terhadap kebijakan yang menurutnya diskriminatif dan tidak ada manfaatnya.

Menyimak penolakan dan protes A. Armando penulis menyimpulkan, alasan dia tidak setuju para penghapal Al-Qur’an diterima masuk PTN melalui jalur khusus adalah diskriminasi, integritas dan akhlaq serta kemampuan akademik. Ketiga alasan ini oleh Ade dianggap menghalangi jatah/kuota calon lain yang lebih layak dan potensial.

Ilustrasi: Santri penghafal Al-Qur’an sedang memperdengarkan (tasmi’) hafalannya

Tanggapan

Kebijakan ini diskriminatif?

Ade menyimpulkan bahwa menerima penghafal Al-Qur’an masuk PTN melalui jalur khusus merupakan bentuk diskriminasi terhadap non Islam. Karena yang bisa mengakses beasiswa atau program jalur khusus ini hanya calon mahasiswa yang beragama Islam. Calon mahasiswa non Muslim tidak dapat mengakses jalur khusus ini. Menurut Ade ini berimplikasi jatah calon mahasiswa non muslim diambil oleh calon mahasiswa muslim yang hafal Qur’an.

Sebenarnya jika Ade berpikir adil dan objektif tidak akan sampai pada simpulan, kebijakan ini diskriminatif. Karena “jalur khusus” bagi calon mahasiswa bukan hanya melalui jalur hafidz. Kampus PTN maupun PTS ada membuka jalur khusus bagi calon mahasiswa berprestasi di bidang lain, seperti olahraga/atlit (Ade juga tidak setuju), aktivis organisasi seperti pengurus OSIS, dan lain sebagianya. Di jalur ini terbuka peluang yang sama dan setara antara calon mahasiswa Muslim dan non Muslim. Kedua, Kalau mau dapat jalur khusus yang sama atau serupa, silahkan lembaga keagamaan di luar Islam mengusulkan “fasilitas” dan “kekhususan” yang sama kepada rektor PTN/PTS. Kalau perlu ke Kemenristekdikti sekalian. Minta jalur khusus masuk PTN/PTS bagi calon mahasiswa yang hafal Bibel, atau Weda, atau Kitab Suci lainnya. Jadi, soal diskriminatif clear.

Ade sendiri sepertinya ingin mengusulkan hal ini. Ia mengatakan;

“Tambahan lagi kebijakan semacam ini akan terkesan diskriminatif terhadap mahasiswa non-Islam. Kemudahan ini hanya diberikan pada siswa muslim dan sama sekali tak mungkin dimanfaatkan oleh siswa non-muslim. Kalau mau adil, seharusnya perguruan tinggi negeri ini juga memberikan kesempatan khusus bagi mahasiswa non-muslim berdasarkan penguasaan ilmu agama mereka. Kalau ini dianggap tidak masuk akal, ya begitu juga kebijakan memudahkan penghapal Al Quran ini tidak masuk di akal”. (http://www.madinaonline.id/c907-editorial/buat-apa-perguruan-tinggi-negeri-membuka-kota-bagi-penghapal-al-qurangeri-membuka-kuota-bagi-penghapal-al-quran/)

Usulan Ade tidak apple to apple, karena fasilitas jalur khusus bagi mahasiswa non muslim bukan menghafal kitab suci, tapi penguasaan ilmu Agama. Ini jelas tidak sama. Kalau syarat bagi non muslim diberlakukan bagi mahasiswa muslim, maka lebih banyak lagi dari kalangan pelajar muslim yang diterima di PTN/PTS melalui jalur khusus. Ntar Ade makin stress.

Penghafal Qur’an Tidak Layak Kuliah di Jurusan Umum di PTN/PTS?

Ade sepertinya menganggap, para penghafal Al-Qur’an tidak layak kuliah pada jurusan umum di PTN maupun PTS. Anggapan ini lahir dari sindrom sekularisme yang bercokol pada pikiran Ade. Ade terlanjur terjebak dalam dikotomi Ilmu Agama/Al-Qur’an dan Sains. Sehingga Ade pakai istilah ilmu umum, yang menurutnya penghafal Al-Qur’an tidak mampu mempelajari dan mendalaminya. Ini sangat keliru. Karena dalam Islam tidak dikenal dikotomi yang seperti ini. Sejarah telah mencatat, para Ulama, Saintis dan Ilmuwan Muslim zaman dulu hingga saat ini mengawali proses belajar dan mencari ilmu dengan menghafal Al-Qur’an. Sebutlah misalnya; Imam Syafi’i, Ibn Taimiyah, Ibn Sina, Fakhruddin Al-Razi, Ibn Khaldun, Yusuf Qaradhawi, Dr. Raghib As-Sirjani (dokter spesialis bedah tulang), dll.

Ade juga menganggap bahwa penghafal Al-Qur’an lemah secara akademik, sehingga tidak layak kuliah pada jurusan umum di PTN/PTS. Alasan ini tidak berdasar dan tidak didukung data yang jelas. Memang tidak semua penghafal Al-Qur’an itu memiliki kemampuan akademik yang sama. Tidak semuanya jenius. Tapi tidak semuanya juga ‘’bodoh” dan tidak memiliki akademik yang mumpuni. Sebagaimana di sekolah- sekolah umum yang siswanya tidak hafal Qur’an, tidak semua siswanya jenius dan layak masuk PTN/PTS di jurusan bergengsi, misalnya. Alumni sekolah/pesantren tahfidz bervariasi kualitas kemampuan akademiknya, sama seperti di sekolah umum. Alumni pesantren/sekolah tahfidza atau para hafidz ada yang jenius, memiliki kemampuan akademik yang tinggi, dan ada yang biasa-biasa saja. Umumnya yang melanjutkan ke PTN/PTS pada bidang ilmu umum atau sains adalah mereka yang memang memiliki kemampuan akademik. Para santri juga umumnya “tahu diri”. Mereka telah mengukur kemampuan mereka sejak awal dan melalukan persiapan-persiapan seperti lazimnya pelajar yang menghadapi UN dan SMPTN. Jelang UN mereka juga mengikuti pelajaran tambhan, Bimbingan Belajar, Tryout, dan persiapan-persiapan lainnya. Jadi anggapan Ade, bahwa penghafal Al-Qur’an yang diterima di PTN/PTS melalui jalur khusus memiliki kemampuan akademik yang rendah adalah tidak berdasar. Tidak berdasar data dan fakta.

Santri Penghafal Al-Qur’an sedang saling simak Hafalan. Foto: Istimewa.

Selain itu Ade juga meragukan etos kerja, etos belajar dan kedisiplinan para penghafal Al-Qur’an. Ade menulis:

“Perguruan tinggi negeri membutuhkan mahasiswa yang pintar, gigih, bekerja keras. Saya menghargai orang yang mampu menghapal Al Quran. Tapi kemampuan itu bukanlah keunggulan yang diperlukan perguruan tinggi umum. Keunggulan para penghapal Al Quran adalah menghapal. Mampu menghapal Al Quran tidak identik dengan keunggulan akademik, kepintaran atau bahkan kualitas kepribadian”. (http://www.madinaonline.id/c907-editorial/buat-apa-perguruan-tinggi-negeri-membuka-kota-bagi-penghapal-al-qurangeri-membuka-kuota-bagi-penghapal-al-quran/)

Rupanya Ade tidak tahu menahu dunia penghafalan Al-Qur’an. Seolah-olah penghafal Al-Qur’an itu bodoh/tidak pintar, pemalas/tidak gigih, dan bukan pekerja keras. Sekali lagi Ade tidak tahu dunia penghafalan Al-Qur’an. Harusnya Ade melalukan survei  terlebih dahulu ke pondok-pondok pesantren, melihat keseharian para santri. Melihat jadwal harian 24 jam para penghafal Al-Qur’an. Minimal membaca panduan menghafal Al-Qur’an. Saya ingin tegaskan pada anda pak Ade, “Pemalas, orang yang tidak gigih dan tidak disiplin tidak akan mungkin bisa hafal Al-Qur’an”. Karena menghafal Al-Qur’an membutihkan tekad yang kuat, kesabaran, kesungguhan, kegigihan, dan kerja keras. Tentu semua itu dibangun di atas niat suci Lillahi Ta’ala. Pak Ade perlu tahu, para santri penghafal Al-Qur’an itu telah ditanamkan kesadaran bahwa belajar/mencari ilmu (termasuk Kuliah)itu ibadah dan membutuhkan kesungguhan. Para santri dah paham hal ini, dan mereka telah terlatih 2-3 tahun menjalani proses belajar yang tidak biasa. Saya katakan tidak biasa, karena sebagian mereka tetap bersekolah secara normal pada saat nyantri atau menghafal Al-Qur’an. Jadi mereka sebenarnya telah terbiasa dengan beban belajar yang berat. Anda bisa bayangkan, jam 4 (bahkan ada yang jam 3) subuh sudah bangun; shalat Tahajud, membaca Al-Qur’an/mengulangi atau memperlancar hafalan sampai masuk Subuh. Usai shalat subuh mereka menghafal atau setoran hafalan sampai mata hari terbenam. Setelah itu mereka bersih-bersih. Rapikan kamar tidur sendiri, membersihkan lingkungan pondok (sesuatu yang jarang dilakukan oleh anak-anak pelajar yang tidak nyantri). Jam 7 atau 8 mereka masuk sekolah, belajar di kelas seperti lazimnya siswa sekolah. Kegiatan belajar mengajar di kelas umumnya sampai dzuhur. Bakda dzuhur kadang masih lanjut belajar di  kelas atau belajar di masjid. Kemudian istirahat siang sampai Asar. Setelah shalat asar lanjut kegiatan tahfidz sepeti muraja’ah (Mengulangi hafalan) atau kegiatan ekstra kurikuler. Setelah Maghrib-Isya ngaji lagi atau belajar kitab kuning. Setelah makan malam masih belajar lagi atau menyiapkan hafalan. Rutinitas seperti ini mereka jalani selama 3 tahun. Bahkan ada yang enam tahun (jika mondok sejak SMP) menjalani rutinitas seperti ini di  bawah arahan dan bimbingan para guru dan ustadz yang ikhlas dan sungguh-sungguh. Tentu saja hal ini membentuk habit dan karakter  positif para santri penghapal Al-Qur’an. Sehingga ketika seorang santri menamatkan hafalan Qur’annya ia telah melewati proses belajar yang disertai kerja keras dan kedisiplinan yang luar biasa.

Kepribadian dan Akhlaq Penghapal Qur’an Belum Tentu Keren?

Selain meragukan kemampuan akademik para calon mahasiswa penghapal Qur’an Ade juga mendelegitimasi akhlaq dan kepribadian para calon mahasiswa penghapal Qur’an. Ia katakan bahwa, “Mampu menghapal Al Quran tidak identik dengan keunggulan akademik, kepintaran atau bahkan kualitas kepribadian”. (http://www.madinaonline.id/c907-editorial/buat-apa-perguruan-tinggi-negeri-membuka-kota-bagi-penghapal-al-qurangeri-membuka-kuota-bagi-penghapal-al-quran/”.

Benar bahwa kemampuan menghapal akademik tidak identik dengan keunggulan akademik, kepintaran, dan kualitas kepribadian. Sekali lagi Ade, terlalu memaksakan bahwa seolah-olah santri hafidz yang masuk PTN dan PTS di jurusan umum hanya bermodalkan hafalan tanpa kemampuan akademik dan  kualitas kepribadian sama sekali. Umumnya santri hafidz yang masuk ke jurusan umum di PTN, PTS, maupun PTI adalah mereka yang memiliki keunggulan akademik, pintar dan memiliki kualitas kepribadian serta akhlaq yang bagus. Dalam proses menghafal Al-Qur’an para santri juga mendapatkan pembinanan adab, akhlaq, dan karakter. Mereka belajar Adab dan etika akademik melalui kitab-kitab Adab seperti Ta’lim Muta’allim (Al-Zarnuji), Tadzkirat al-Sami’, Adab al-‘Alim Wa Muta’allim (Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari), dan sebagainya. Mereka juga belajar adab penghafal dan pengemban Al-Qur’an secara khusus melalui kitab At-Tibyan fi Adab Hamala til Qur’an (Imam Nawawi), Akhlaq Hamalatil Qur’an (Al-Ajuri), dan lain sebagainya. Demikian pula dengan pendidikan karakter. Pondok pesantren, termasuk pesantren penghafal Al-Qur’an identik dengan pendidikan Adab, Akhlaq, dan karakter. Dan pendidikan adab, akhlaq, serta karakter di pesantren tidak hanya melalui teori, tapi melalui praktik langsung dan keteladanan. Proses internaliasi karakter dan kepribadian yang baik terjadi secara langsung melalui keteladanan dan interaksi langsung dengan Kyai, guru, ustadz, senior/kakak kelas. Para guru dan ustadz selalu memberikan arahan dan nasehat jika seorang santri melalukan perbuatan yang menyelisihi adab dan akhlaq.

Meskipun demikian tentu tidak dipungkiri, ada saja santri atau penghapal Al-Qur’an yang memiliki aib dan kekurangan dalam aspek akhlaq dan kepribadian. Akan tetapi hal ini bukan alasan yang tepat menganggap bahwa hafidz Qur’an tidak layak masuk PTN melalui jalur khusus karena belum tentu akhlaqnya baik. Karena calon mahasiswa lainnya yang bukan hafidz Qur’an belum tentu semuanya memiliki akhlaq yang baik dan kepribadian yang berkualitas. Bahkan sebenarnya sudah menjadi rahasia umum bahwa problem pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan umum adalah krisis akhlaq dan karakter. Sehingga tidak sedikit orang tua yang memilih mengirim putra-putri mereka ke pesantren, termasuk pesantren Tahfidz untuk menghindarkan anak dari akhlaq yang buruk. Mereka berharap, di pesantren anak terdidik dengan adab dan karakter yang baik.

Kesimpulannya adalah penolakan dan ketidak setujuan Ade terhadap kebijakan PTS/PTS yang membuka jalur khusus bagi mahasiswa penghapal Al-Qur’an tidak berdasar. Alasan yang dikemukakan terkesan dipaksakan, serta tidak didukung oleh data dan fakta. Pak Ade sepertinya tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman secara utuh tentang dunia penghafalan Al-Qur’an. Tidak tahu ‘’hafidz’’ yang bagaimana yang masuk jurusan umum di PTN dan PTS. Dia menganggap santri hafidz Qur’an semuanya bodoh, tidak memiliki kepintaran, dan keunggulan akademik serta akhlaq dan kepribadian yang baik. Kesalahpahaman ini sepertinya bercokol dalam pikiran Ade. Sehingga menanggapi “jalur khusus bagi hafidz” untuk kuliah di PTS dan PTS dengan sikap nyinyir dan apriori. Saya sarankan, Pak Ade sebaiknya cari tahu lebih dalam tentang dunia tahfidz Al-Qur’an, agar tidak salah paham. Lebih baik lagi jika Ade, melalukan observasi secara mendalam ke pesantren-pesantren dan sekolah-sekolah Tahfidz. Agar anda lihat langsung bagaimana kerja keras dan kedisiplinan serta kesungguhan para santri tahfidz dalam belajar dan mencari ilmu. (Syamsuddin)

Bogor, 07 Okt 2019

Siswa SMAQu Wahdah Islamiyah Raih Juara Silat Tapak Suci UHAMKA Championship

Siswa SMAQu Wahdah Islamiyah Raih Juara Silat Tapak Suci UHAMKA Championship

Adlan Dzil Ikram (santri Kelas XII SMAQu WI)  menerima Piala pesilat terbaik putra tingkat SMA

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Siswa Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an (SMAQu) Wahdah Islamiyah Cibinong  Bogor, Adlan Fakhri Dzil  Ikram meraih juara sebagai pesilat terbaik putra tingkat SMA pada kejuaraan silat Tapak Suci UHAMKA Championship, Ahad (21/07/2019).

Adlan mengaku senang dan bangga bisa mempersembahkan medali emas sekaligus prestasi sebagai pesilat terbaik pada kompetisi ini.

“Sangat senang bisa meraih Pesilat terbaik tingkat SMA mewakili Pondok Pesantren Tahfidz Wahdah,  Islamiyah” ujar santri kelas XII ini.

Menurutnya ada enam santri Wahdah yang ikut serta dalam kejuaraan ini. Lima diantaranya berhasil meraih medali.

“Kita menurunkan enam pesilat, Alhamdulillah lima diantaranya meraih medali, Adlan (emas), Nurhijatul (emas), Afadin (perak), Zaki zafran (perak), dan Mahfuz (pertunggu)”, ucapnya.

Tim santri Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

Yang unik adalah Wahdah merupakan Satu satunya Pondok Pesantren setingkat SMA yang menurukan pesilatnya pada turaneman ini.  Turnamen ini diikuti kalangan umum, baik pelajar, maupun mahasiswa.

Silat yang merupakan olahraga bela diri khas Nusantara memang menjadi salah satu kegiatan ektra kurikuler bagi santri Wahdah Islamiyah Bogor.

“Di Pondok kita ada dua ekskul bela diri, silat dan karate, dan santri wajib memilih salah satunya”, ujar kepala SMAQu Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Agusman, S. Si, M.E.I. []

Wisuda 17 Santri, Ini Pesan Ponpes Tahfidz  Wahdah Islamiyah Cibinong

(Bogor) Wahdahjakarta.com -, Mengakhiri tahun ajaran 2018/2019 Pesantren Tahfidz   (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah menggelar penamatan dan wisuda hafalan angkatan II, Senin (20/05/2019).

Wisuda dan penamatan angkatan ke.2 ini  diikuti 17 alumni, masing-masing 9 jenjang SMP dan 8 jenjang SMA. Dari ke17 santri yang tamat 9 diantaranya telah menyelsaikan hafalan sesuai target, yakni 30 juz untuk tingkat SMA dan 15 juz untuk tingkat SMP.

“Khusus level SMA dari 9 santri, ada 4 orang santri yang  menyelesaikan hafalan 30 Juz Diantaranya  Ahmad Abdullah (Makassar), Muhamamd Affan (Subang), Abid Ammar (Lampung), dan Muhammad Ainun Iman (Makassar)”, ujar Kepala SMAQu WI Cibinong, Agusman.

Muhammad Hamka kepala sekolah SMPQu WI  merasa bersyukur karena wisuda kali ini ada peningkatan dari presetasi santri.

“Kita bersyukur karena tahun ini kita telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pertama kali.  Juga antusias orangtua santri untuk datang menghadiri wisuda ini”, ujar Hamka yang juga ketua DPD Wahdah Islamiyah Kab Bogor.

Ainun Iman adalah salah satu santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz.

” Alhamdulillah saat masuk di pondok ini hafalan udah ada 9 juz. Setelah menjalaninya hingga saat ini, berhasil menyelesaikan 30 Juz,” ujar santri asal Makassar ini.

Muhammad Ainun Imam, alumni tahfidz Wahdah asal Makassar

Pimpinan pondok pesantren Ustadz Syamsuddin, M.Pd.I  menitipkan pesan kepada para santri yang di wisuda untuk terus bersungguh-sungguh merawat dan menjaga hafalan.

“Menghafal Al-Qur’an ada pekerjaan seumur hidup, menyelesaiakan setoran hafalan, merupakan anak tangga yang pertama, dan masih banyak anak tangga berikutnya. Selanjutnya harus sungguh-sungguh melancarkan hafalan, menjaga hafalan, agar bisa diamalkan dan didakwah”, ujarnya.

“Oleh karena itu jangan pernah berharap dan bermimpi jadi mantan santri mantan hafidz”, pesannya.

“Salah seorang ulama Salaf mengatakan bahwa penghafal Qur’an adalah pengemban panji-panji Islam. Oleh sebab itu Jaga citra diri sebagai muslim dan jaga citra sebagai hafidz Qur’an” pungkasnya mengakhiri pesan buat para santrinya. []

Al Hijaz Gelar Pesantren Tahfidz Ramadhan

(Depok) Wahdahjakarta.com – Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah menyambut Ramadhan 1440 H dengan menggelar  program menghafal Al Qur’an. Program ini disebut Pesantren Tahfidz Selama Ramadhan, disingkat Petasan.

Petasan 1440 mengusung tema “Dengan Ramadhan kita menang, Dengan Al Quran kita mulia”. Direncanakan akan berlangsung selama 15 hari, terhitung dari tanggal 7 hingga 21 mei 2019.

Alhamdulillah, pagi tadi (7/5) kegiatan ini resmi dibuka dengan tausiyah seputar keutamaan menghafal AlQur’an, yang tentu saja membakar semangat para peserta untuk berjuang selama 15 hari kedepan.

Tak lupa pula peserta dibekali dengan materi tentang metode mudah menghafal Al Qur’an dengan cepat.

“Menghafal Al Qur’an itu mudah, sebab Allah sendiri yang menjamin kemudahan bagi siapa saja yang mempelajari & menghafalkannya. Sebagaimana ditegaskan dalam firmanNya, “Dan sesungguhnya, telah Kami mudahkan Al Qur’an itu untuk menghafalkannya, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Qs. Al Qomar :17), papar ustadz Hermawan Lc selaku pemateri dalam acara pembukaan pagi tadi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mampu mencetak generasi penghafal Al Qur’an dengan hafalan yang meningkat,  bermutu dan berkualitas. []

 

Santri Tahfidz Wahdah Bogor Raih Prestasi dalam Kejuaraan  Silat Jampang Competition

Muhammad Afadin, Kelas VIII SMP Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong, Bogor (peraih medali emas) bersama Asisten pelatih Adlan Fakhri (Santri Tahfidz WI Cibinong Bogor Kelas XI)

(Cibinong) wahdahjakarta.com- Tujuh santri Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat berhasil meraih juara dalam kejuaraan “Silat Jampang Competition 4”, Sport Hall COSTRAD Cilodong, Depok, Ahad (16/12/2018).

“Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmus Shalihat, tujuh santri kita berhasil meraih prestasi dalam kejuaran pencak silat yang diselenggarakan oleh Kampung Silat Jampang di Markas Kostrad Cilodong Depok”, ujar Syamsuddin pimpinan Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Bogor, Senin (17/12/2018).

“Satu santri meraih medali emas, tiga meraih medali perak, dan tiga medali perunggu”, imbuhnya.

Menurut asisten pelatih pencak silat Tapak Suci Wahdah Islamiyah Cibinong, Adlan Fakhri, pretasi ini tidak lepas dari taufiq Allah kemudian latihan yang sungguh-sungguh.

“Hasil tersebut bisa mereka dapatkan setelah berlatih sungguh sebulan sebelum pertandingan,” ujar Adlan (kelas XI) yang juga turut serta sebagai peserta dalam kompetisi ini.

Kompetisi yang mempertandingkan 50 partai dan 16 kelas ini diikuti oleh 1100 pesilat. “Pesantren tahfidz Wahdah Islamiyah menurunkan 7 pesilat, dua santri SMP dan lima santri SMA”, jelas Adlan.

Tujuh santri tersebut tambah Adlan adalah; Muhammad Afadin (Kelas VIII meraih juara 1), Abdul Malikul Mulki Hasmollah (Kelas XI meraih juara 2), Muhammad Hafidzul (Kelas XI juara 2), serta Muhammad Kholid Abdullah (Kelas XI juara 3), Zaid Ilmi Ar-Rizqi Ramadhan (Kelas XI juara 3), dan Hudzaifah bin Jahada (Kelas IX juara 3).

Pencak Silat merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) bagi santri Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong, Bogor. Selain pencak silat, ekskul bela diri lain yang diikuti santri Tahfidz Wahdah adalah karate.

Di cabang karate santri Wahdah Bogor juga pernah meraih prestasi dalam kejuaran karate sekabupaten Bogor yang digelar pada  Sabtu (10/11/2018) di Cibinong Bogor Jawa Barat. []

Penerimaan Siswa Baru SMP Al-Qur’an Wahdah Islamiyah

 

Sekolah Menengah Pertama Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMPQu WI) Bogor menerima siswa baru Tahun Ajaran 2019/2020

 

Pengurus dan Pengelola

Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).

Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)

Pengelola:

Pimpinan Pondok: Ust. Syamsuddin, M.Pd.I

Kepala Sekolah:Ust. Muh.Hamka, S.Pd

Muhaffidz: Ust. Firman, SH, Ust.Andi Ilham Husain

Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH

Keuangan: Agusman, S.si.

 

Visi & Misi

Visi:

“Unggul dalam Tauhid dan Prestasi”

Misi:

  1. Mewujudkan generasi yang memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan as-Sunnah.
  2. Mewujudkan ilklim dan budaya Islami di lingkungan sekolah.
  3. Mengembangkan pola pembinaan generasi yang berakhlaq mulia.
  4. Mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an secara intensif dan berkesinambumbungan.
  5. Mengembangkan minat, bakat, dan potensi peserta didik untuk mencapai  generasi yang berprestasi.
  6. Mewujudkan sistem manajemen sekolah yang profesional.
  7. Mewujudkan sekolah adiwiyata

Kompetensi Lulusan 

Hafal al-Qur’an Minimal 15 Juz

Dapat berbahasa Arab dan Inggris aktif,

Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i,

Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram,

Fasilitas:

  1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR Pakansari,
  2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

 

Kurikulum

  1. Hafalan al-Qur’an,
  2. Bahasa Arab,
  3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Aqidah, Hadits, Adab, dll
  4. Bahasa Inggris

Ekstra Kurikuler

  1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
  2. Bela Diri;Karate dan pencaksilat
  3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Jadwal Pendaftaran

Pendaftaran: 1-29 Desember 2018

Tes dan Wawancara : 30 Desember 2018

Pengumuman Hasil: 4 Januari 2019

Materi Tes

Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum

Tes lisan dan wawancara

Baca Tulis Al-Qur’an

Kemampuan menghafal Al-Qur’an

 

Biaya Masuk dan Bulanan

Pendaftaran (Formulir & Tes Masuk) : 200.000

Uang Pangkal : 10.000.000

Perlengkapan (Ranjang, Kasur,Bantal, Lemari) : 2.650.000

Seragam 2 Set (Jubah, Olah Raga, kain Batik Lembaga): 455.000

Buku Paket dan Kitab (Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Aqidah, Fiqh, Sirah, Hadits, Adab, Mushaf Al-Qur’an, Mahir Tahsin : 850.000

Bulanan Juli 2019, meliputi;

Konsumsi : 750.000

SPP : 600.000

Loundry: 125.000

Kegiatan,Ekskul: 100.000

Total: 15.750.000

Tempat Pendaftaran: Pesantren tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Jln. Kesadaran, Kelurahan Pakansari (Sebelah barat GOR Pakansari), Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Pendaftaran via online di sini

Nara Hubung: 0811 1654 99, 0822 522 01277 (WA)

 

 

 

 

 

 

Penerimaan Santri Baru Pesantren TahfidzAl-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

 

Penerimaan Santri Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

 

معهد الوحدة الإسلامية لتحفيظ القرآن الكريم

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat Menerima Santri Baru Tahun ajaran 1440-1441H/2019-2020

Jenjang Pendidikan

  1. Sekolah Menengah Pertama Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMPQu-WI)
  2. Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMAQu-WI)

Kompetensi Lulusan Yang Diharapkan

  1. Hafal al-Qur’an 15 Juz untuk SMP dan 30 bagi alumni SMA Juz
  2. Dapat berbahasa Arab aktif.
  3. Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i.
  4. Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram

 

Fasilitas:

  1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR Pakan Sari,
  2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

 

Kurikulum

  1. Hafalan al-Qur’an,
  2. Bahasa Arab,
  3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Tafsir, Hadits, Adab, dll
  4. Bahasa Inggris.

Ekstra Kurikuler

  1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
  2. Bela Diri; karate dan pencak silat (tapak suci)
  3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Pengurus dan Pengelola

  1. Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).
  2. Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)
  3. Pengelola:

Pimpinan Pondok            : Ust. Syamsuddin, M.Pd.I

Kepala Sekolah  SMP       :Ust. Muh.Hamka, S.Pd

Kepasa Sekolah SMA      : Ust. Agusman, S.si

Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH

Keuangan: Agusman, S.si.

 

Jadwal Pendaftaran

  1. Pendaftaran: 1-29 Desember 2018
  2. Tes dan Wawancara : 30 Desember 2018
  3. Pengumuman Hasil: 4 Januari 2019

Materi Tes

  1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum serta psiko tes
  2. Tes lisan dan wawancara
  3. Baca Tulis Al-Qur’an
  4. Kemampuan menghafal Al-Qur’an

 

Biaya Masuk dan Bulanan

SMPQu Wahdah Islamiyah 

  1. Pendaftaran (Formulir & Tes Masuk) : 200.000
  2. Uang Pangkal : 10.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, Kasur,Bantal, Lemari) : 2.650.000
  4. Seragam 2 Set (Jubah, Olah Raga, kain Batik Lembaga): 455.000
  5. Buku Paket dan Kitab (Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Aqidah, Fiqh, Sirah, Hadits, Adab, Mushaf Al-Qur’an, Mahir Tahsin : 850.000
  6. Bulanan Juli 2019, meliputi;
  7. Konsumsi : 750.000
  8. SPP : 600.000
  9. Loundry: 125.000
  10. Kegiatan,Ekskul: 100.000

Total: 15.750.000

 

SMAQu Wahdah Islamiyah

  1. Pendaftaran (Formulir dan Tes masuk) 200.000
  2. Uang Pangkal     : 10.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, kasur, bantal, dan lemari) 2.650.000
  4. Seragam 2 set (Jubah, Olahraga, kain Batik lembaga 455.000
  5. Kitab dan Buku Paket UN (Mushaf Al-Qur’an, Mahir Tahsin, Aqidah, Fiqh, hadits, Adab, Sirah, Bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi 1.50.000
  6. Bulanan Juli 2019, meliputi; (Konsumsi: 750.00, SPP: 600.000, Loundry:125.00, Kegiatan & Ekskul 100.000)

Total 15.930.000

Tempat Pendaftaran: Pesantren tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Jln. Kesadaran, Kelurahan Pakansari (Sebelah barat GOR Pakansari), Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Pendaftaran via online di sini

Nara Hubung: 0811 1654 99, 0822 522 01277 (WA)

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Gelar Wisuda Perdana

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah

Wisuda Hafalan dan Penerimaan Laporan hasil Belajar  Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Gelar Wisuda Perdana

(Cibinong) wahdahhajakarta.com| Senin (28/05/2018) Pondok Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah (PT WI) Cibinong Bogor Jawa Barat menggelar wisuda perdana hafalan dan penerimaan laporan hasil belajar peserta didik.

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 80an santri setingkat SMA dan SMP. Sebelumnya Pesantren Tahfidz WI juga melaksanakan kegiatan Daurah Alquran selama 15 hari sebagai upaya menggenjot target capaian hafalan santri yang telah ditetapkan pada setiap jenjang.

Menurut Pimpinan Pesantren Tahfidz WI Ustadz Syamsuddin ada dua santri yang menyelesaikan hafalannya selama Daurah ini. Salah satu diantaranya berhasil menyetorkan hafalannya Senin (28/05) pagi jelang wisuda digelar. “Iya ada dua orang yang berhasil merampungkan setoran hafalan, Muhammad Kholid dan Muhammad Mujahid, keduanya santri kelas X (I SMA) asal Pontianak Kalimantan Timur”, terangnya.

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah  Cibinong Bogor

Wisuda Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

Turut hadir ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) Makassar yang berpusat di, Nursalam Siradjuddin, Ketua MUI  Kecamatan Cibinong, KH. Endang Mathin, MUI Kelurahan Pakansari H. Rahmat, para orangtua santri dan masyarakat sekitar pesantren.

Dalam sambutannya, Ketua YPWI Ustadz Nursalam menyampaikan selamat dan apresiasi serta turut bangga kepada para santri yang mencapai jumlah hafalan sesuai target. “Selamat kepada anak-anakku sekalian yang telah mencapai target hafalan pada tahun ajaran ini, semoga dapat dijaga dan dipertahankan serta ditingkatkan pada

Pak Rian, salah seorang orangtua santri mengaku  sangat bahagia bercampur haru dengan suasana wisuda santri sore itu. “Saya sangat senang anak Saya bisa masuk di pesantren sunnah ini, selain dekat dari rumah kami di Bogor, juga pembinaan untuk hafal quran juga intensif”, ungkapnya. Selain itu harapan beliau semoga ada program yang bisa menjaga hafalan anak anak.mereka terutama menjelang liputan panjang.

 Dalam wasiatnya  kepada para santri sebelum meninggalkan ponpes untuk menjalanai liburan Ustadz Syamsuddin menyampaikan agar  menjaga ketaqwaan kepada Allah, menjaga keikhlasan dalam menghafal, mengamalkan dan mendakwakan Alquran, serta menjadi musabab orangtua masuk sorga, dan tetap bersyukur kepada Allah atas karunia hafalan al-Qur’an yang telah diberikan.

Penerimaan Siswa Baru SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Bogor (Gelombang ke.2)

Penerimaan Siswa Baru SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Bogor (Gelombang ke.2)

Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMAQu WI) Bogor menerima siswa baru gelombang kedua Tahun Ajaran 2018/2019

 

Pengurus dan Pengelola
1. Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).
2. Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)
3. Pengelola:
Pimpinan Pondok: Ust. Syamsuddin, M.Pd.I
Kepala Sekolah:Ust. Muh.Hamka, S.Pd
Muhaffidz: Ustadz Hermawan Sumarlin, Lc, Al-Hafidz, Ust. Ld. Munawan, Lc, Al-Hafidz, Ust Firman, SH
Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH
Keuangan: Agusman, S.si.

Kompetensi Lulusan Yang Diharapkan
1. Hafal al-Qur’an  30 Juz  dan paham maknanya,
2. Dapat berbahasa Arab aktif,
3. Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i,
4. Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram,

Fasilitas:
1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR PakanSari,
2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

Kurikulum
1. Hafalan al-Qur’an,
2. Bahasa Arab,
3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Tafsir, Hadits, Adab, dll
4. Bahasa Inggris.

Ekstra Kurikuler
1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
2. Bela Diri;
3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Jadwal Pendaftaran 

  1. Pendaftaran: 11 Maret s.d 27 April  2018
  2. Tes dan Wawancara : 28– 29 April  2018
  3. Pengumuman Hasil: 3 Mei 2018

Materi Tes
1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum serta psiko tes
2. Tes lisan dan wawancara
3. Baca Tulis Al-Qur’an
4. Kemampuan mghafal Al-Qur’an

Biaya Masuk dan Bulanan

  1. Pendaftaran (Formulir dan Tes masuk) 200.000
  2. Uang Pangkal 7.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, kasur, sepre, bantal, dan lemari) 1.500.000
    4 . Seragam 4 set (Putih-Abu-abu, Jubah, Olahraga, Jubah, Batik lembaga 1.000.000
    5 . Buku Paket UN 850.000
    6 Bulanan Juli 2018, meliputi;
    a. Konsumsi: 700.000
    b. SPP: 500.000
    c. Loundry:100.000
    d. Kegiatan & Ekskul 100.000

Total 11.950.000

Penerimaan santri baru tahun ajaran 2019/2020 dapat dilihat di sini

Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Bogor

Penerimaan Santri Baru Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat TA.1439H-1440H/2018-2019

 

معهد الوحدة الإسلامية لتحفيظ القرآن الكريم

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat Menerima Santri Baru Tahun ajaran 1439-1440H/2018-2019.

Visi
Menjadi lembaga Pendidikan Islam berbasis pesantren yang dapat melakukan pengajaran dan pendidikan al-Qur’an guna melahirkan generasi Qur’ani.

Misi:
1. Menjadi lembaga pencetak penghafal dan pengamal al-Qur’an
2. Menanamkan adab dan akhlaq Qur’ani melalui program Tarbiyah Qur’aniyah
3. Membekali para hafidz al-Qur’an dengan dasar-dasar Ilmu Syar’i dan bahasa Arab

Jenjang Pendidikan

1. Sekolah Menengah Pertama Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMPQu-WI)
2. Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMAQu-WI)

Kompetensi Lulusan Yang Diharapkan
1. Hafal al-Qur’an 15 Juz untuk SMP dan 30 bagi alumni SMA Juz dan paham maknanya,
2. Dapat berbahasa Arab aktif,
3. Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i,
4. Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram,

Fasilitas:
1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR Pakan Sari,
2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

Kurikulum
1. Hafalan al-Qur’an,
2. Bahasa Arab,
3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Tafsir, Hadits, Adab, dll
4. Bahasa Inggris.

Ekstra Kurikuler
1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
2. Bela Diri; karate dan silat (tapak suci)
3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Pengurus dan Pengelola
1. Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).
2. Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)
3. Pengelola:
Pimpinan Pondok: Ust. Syamsuddin, M.Pd.I
Kepala Sekolah:Ust. Muh.Hamka, S.Pd
Muhaffidz: Ustadz Hermawan Sumarlin, Lc, Al-Hafidz, Ust. Ld. Munawan, Lc, Al-Hafidz, Ust Firman, SH
Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH
Keuangan: Agusman, S.si.

Jadwal Pendaftaran

Gelombang 1
1. Pendaftaran: 1 Januari 2018 s.d 23 Februari 2018
2. Tes dan Wawancara : 24 – 25 Februari 2018
3. Pengumuman Hasil: 3 Maret 2018

Gelombang 2

  1. Pendaftaran : 11 Maret-27 April 2018
  2. Tes dan wawancara : 28-29 April 2018
  3. Pengumuman : 2-3 Mei 2018

Gelombang 3
Pendaftaran: 4 Mei- 31 2018

Materi Tes
1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum serta psiko tes
2. Tes lisan dan wawancara
3. Baca Tulis Al-Qur’an
4. Kemampuan mghafal Al-Qur’an

Biaya Masuk dan Bulanan

SMPQu

  1. Pendaftaran (Formulir & Tes Masuk) : 200.000

2. Uang Pangkal :  7.000.000

3. Perlengkapan (Ranjang, Kasur,Bantal, Sepre, Lemari) : 1.500.000

4. Seragam 4 Set (Putih-Biru, Jubah, Olah Raga, Batik Lembaga) : 1.000.000

5. Buku Paket UN : 750.000

6. Bulanan Juli 2018, meliputi;
a. Konsumsi : 700.000
b. SPP : 500.000
c. Loundry: 100.000
d. Kegiatan,Ekskul: 100.000
Total: 11.850.000

SMAQu

  1. Pendaftaran (Formulir dan Tes masuk) 200.000
  2. Uang Pangkal 7.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, kasur, sepre, bantal, dan lemari) 1.500.000
    4 . Seragam 4 set (Putih-Abu-abu, Jubah, Olahraga, Jubah, Batik lembaga 1.000.000
    5 . Buku Paket UN 850.000
    6 Bulanan Juli 2018, meliputi;
    a. Konsumsi: 700.000
    b. SPP: 500.000
    c. Loundry:100.000
    d. Kegiatan & Ekskul 100.000

Total 11.950.000

Info Pendaftaran santri baru tahun ajaran 2019/2020 dapat dilihat di sini