Penerimaan Santri Baru Pesantren TahfidzAl-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

 

Penerimaan Santri Pesantren Tahfidz (SMP-SMA) Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor

 

معهد الوحدة الإسلامية لتحفيظ القرآن الكريم

Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat Menerima Santri Baru Tahun ajaran 1440-1441H/2019-2020

Jenjang Pendidikan

  1. Sekolah Menengah Pertama Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMPQu-WI)
  2. Sekolah Menengah Atas Al-Qur’an Wahdah Islamiyah (SMAQu-WI)

Kompetensi Lulusan Yang Diharapkan

  1. Hafal al-Qur’an 15 Juz untuk SMP dan 30 bagi alumni SMA Juz
  2. Dapat berbahasa Arab aktif.
  3. Menguasai dasar-dasar Ilmu Syar’i.
  4. Menghafal Hadits Kitabul Jami’ Bulughul Maram

 

Fasilitas:

  1. Lokasi strategis, dekat pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan GOR Pakan Sari,
  2. Gedung Asrama dan Ruang Kelas 3 lantai,

 

Kurikulum

  1. Hafalan al-Qur’an,
  2. Bahasa Arab,
  3. Dasar-dasar Ilmu Syar’i; Tafsir, Hadits, Adab, dll
  4. Bahasa Inggris.

Ekstra Kurikuler

  1. Olahraga; Memanah, Futsal, dan tennis meja
  2. Bela Diri; karate dan pencak silat (tapak suci)
  3. Pengembangan Diri dan Keorganisasian

Pengurus dan Pengelola

  1. Penyelenggara: Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI).
  2. Pembina : KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA (Wasekjen MUI Pusat & Ketua DPP Wahdah Islamiyah)
  3. Pengelola:

Pimpinan Pondok            : Ust. Syamsuddin, M.Pd.I

Kepala Sekolah  SMP       :Ust. Muh.Hamka, S.Pd

Kepasa Sekolah SMA      : Ust. Agusman, S.si

Kepala TU: Firmansyah Yuskal, SH

Keuangan: Agusman, S.si.

 

Jadwal Pendaftaran

  1. Pendaftaran: 1-29 Desember 2018
  2. Tes dan Wawancara : 30 Desember 2018
  3. Pengumuman Hasil: 4 Januari 2019

Materi Tes

  1. Tes tertulis pengetahuan Agama dan Umum serta psiko tes
  2. Tes lisan dan wawancara
  3. Baca Tulis Al-Qur’an
  4. Kemampuan menghafal Al-Qur’an

 

Biaya Masuk dan Bulanan

SMPQu Wahdah Islamiyah 

  1. Pendaftaran (Formulir & Tes Masuk) : 200.000
  2. Uang Pangkal : 10.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, Kasur,Bantal, Lemari) : 2.650.000
  4. Seragam 2 Set (Jubah, Olah Raga, kain Batik Lembaga): 455.000
  5. Buku Paket dan Kitab (Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Aqidah, Fiqh, Sirah, Hadits, Adab, Mushaf Al-Qur’an, Mahir Tahsin : 850.000
  6. Bulanan Juli 2019, meliputi;
  7. Konsumsi : 750.000
  8. SPP : 600.000
  9. Loundry: 125.000
  10. Kegiatan,Ekskul: 100.000

Total: 15.750.000

 

SMAQu Wahdah Islamiyah

  1. Pendaftaran (Formulir dan Tes masuk) 200.000
  2. Uang Pangkal     : 10.000.000
  3. Perlengkapan (Ranjang, kasur, bantal, dan lemari) 2.650.000
  4. Seragam 2 set (Jubah, Olahraga, kain Batik lembaga 455.000
  5. Kitab dan Buku Paket UN (Mushaf Al-Qur’an, Mahir Tahsin, Aqidah, Fiqh, hadits, Adab, Sirah, Bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi 1.50.000
  6. Bulanan Juli 2019, meliputi; (Konsumsi: 750.00, SPP: 600.000, Loundry:125.00, Kegiatan & Ekskul 100.000)

Total 15.930.000

Tempat Pendaftaran: Pesantren tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Jln. Kesadaran, Kelurahan Pakansari (Sebelah barat GOR Pakansari), Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Pendaftaran via online di sini

Nara Hubung: 0811 1654 99, 0822 522 01277 (WA)

BKsPPI: Pondok Pesantren Tidak Boleh Diintervensi Siapapun

Ketua BKsPPI Pusat KH. Didin Hafidhuddin saat membuka Pelatihan Nasional Kepemimpinan dan Manajemen Pesantren, Parung, Bogor (19/01/2017)

BKsPPI: Pondok Pesantren Tidak Boleh Diintervensi Siapapun

“Pondok pesantren adalah aset kita semua yang tidak boleh dilupakan dan tidak boleh diintervensi oleh siapapaun”,

(Bogor)-wahdahjakarta.com- Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) Pusat Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin mengatakan bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Hal ini dikatakan Kyai Didin saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Nasional Kepemimpinan dan Manajemen Pesantren yang digelar di Ponpes Darul Muttaqin Parung Bogor Jawa Barat, Jum’at (19/01/2018).

“Pondok pesantren adalah aset kita semua yang tidak boleh dilupakan dan tidak boleh diintervensi oleh siapapaun”, ucapnya di hadapan para pimpinan pesantren. “Karena fungsi pesantren adalah sebagai lembaga iqamatuddin, siapapun boleh terlibat tapi untuk tujuan iqamatuddin”, imbuhnya. “Pesantren harus tetap menjadi lembaga iqamatuddin yang melahirkan murabbi dan mu’allim”, tegasnya.

Menyinggung tahun politik 2018 ini Pimpinan Pesantren Mahasiswa Ulil Albab Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor ini berharap pesantren tidak ditunggangi untuk kepentingan politik lalu ditinggalkan. “Tahun 2018 ini tahun politik, kita tidak ingin pesantren terlibat kemudian hancur”, ujarnya.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menyatukan hati, pikiran, langkah dan gerak para pimpinan pesantren guna menguatkan eksistensi dan peran pesantren di masyarakat. “Pelatihan ini kita gelar untuk menyatukan hati, pikiran dan langkah serta sharing, tukar pengalaman dan menguatkan pondok masing-masing”, ucap Kyai Didin.

Dekan Fakultas Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldung (UIKA) Bogor ini menambahkan, pelatihan ini juga digelar dalam kerangka menguatkan dan mempertahankan budaya pondok pesantren. “Turats dan budaya pondok pesantren yang sudah beradab-berabad lamanya harus dipertahankan dan dikembangkan”, jelasnya.

Budaya ponpes yang dimaksud adalah budaya adab. Menurutnya budaya adab yang menjadi ciri khas pesantren harus terus dijaga dan dikembangkan metode pengajarannya. “Tradisi pesantren adalah tradisi adab, ini harus dipertahankan, metodenya bisa berkembang tapi materi atau maddah-nya tetap”, terangnya.

Yang selanjutnya adalah budaya berjamaaah, dalam ibadah dan muamalah. “Kekuatan kita dalam keberjamaahan dalam seluruh aspek, dalam ibadah maupun mumalah”, terangnya. Dalam mumalah misalnya pesantren mengembangkan prinsip ekonomi jama’ah bukan kapitalistik individualistik. “Kita melatih anak-anak kita membangun keberjamaahan dalam muamalah”, tegas Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor ini.

Yang ketiga adalah budaya ilmu. “Di manampun kita berada ada pesantren di situ budaya ilmu dikembangkan”, ungkapnya. Keempat, kemandirian. “Kemandirian inilah yang mengundang keberkahan an bisa membuat bertahan dalam situasi apapun”, katanya. Menurutnya melalui pelatihan ini pula kemandirian bersama pesantren yang akan dibangun BKsPPI”, pungkasnya. [sym].